NovelToon NovelToon
Satu Atap Dengan Mertua

Satu Atap Dengan Mertua

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:200.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sebutir Debu

Seatap dengan mertua? Siapa takut!

Begitu pikir Lana ketika Galih–calon suaminya–mengutarakan syarat itu untuk menikah.

Tapi, siapa sangka kehidupannya setelah itu berubah drastis. Ibu mertuanya yang ajaib membuatnya makan hati hampir setiap hari.

Belum lagi ketika ipar mulai turut menggerogoti.

Bisakah Lana berdamai dengan sang mertua dan iparnya? Atau rumah tangganya akan hancur berkat campur tangan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27 Dilema Galih

Ucapan syukur pun terdengar bergantian dari setiap yang mendengar jeritan si bayi. Semua lega dan bahagia karena perjuangan Lana melahirkan anak pertamanya berhasil lancar dan normal meski diwarnai beberapa ketegangan akibat sang bidan sudah mengultimatum akan dirujuk ke rumah sakit untuk operasi bila sampai di batas jam yang ditentukan tidak juga berhasil pembukaan total. Hal tersebut dikarenakan air ketuban sudah banyak berkurang dan khawatir akan ada infeksi ke janin kalau sampai terlalu lama berada di dalam sementara ketuban sudah pecah duluan.

“Alhamdulillah, selamat Mbak Lana, putrinya sehat dan cantik sekali,” ucap Bu Bidan yang lantas menyerahkan bayi Lana itu kepada asisten perawat untuk dibersihkan.

Bayi merah yang masih berlumuran darah dan cairan itu terus berteriak nyaring dengan seluruh anggota tubuhnya bergerak meronta-ronta, seolah tak sabar mengeksplorasi dunia di hadapannya. Dunia baru yang ditemuinya setelah tempat ternyaman di dalam rahim sang bunda.

Lana menangis penuh haru sambil tersenyum dan tak bisa berkata apa-apa selain merasakan kelegaan yang luar biasa. Galih memeluk sang istri begitu erat sambil membiarkan sang bidan menyelesaikan treatment di bagian jalan lahir yang katanya tidak membutuhkan jahitan.

Bu Asih tampak mengikuti dan melihat sang asisten perawat yang membersihkan cucunya. Ia sangat tak sabar ingin menggendong sang cucu pertamanya itu dengan sukacita yang membuncah dalam dada. Begitu pun Pak Ilham sang kakek yang juga begitu berharap segera menggendong cucunya.

Bu Asih lantas membawa si kecil kepada menantunya untuk diadzankan di kedua telinganya pertama kali. Galih menerima sang putri dengan wajah yang tak terkira cerah sinar bahagianya terpancar. Bahkan saking terharunya, mata hitam pekat itu sampai berkaca-kaca. Selesai mengumandangkan azan, Galih menimangnya sebentar kemudian langsung meletakkannya ke tubuh sang istri atas perintah Bu Bidan.

Sang bayi dibiarkan belajar mencari di mana putting susu ibunya dan menyedotnya. Namun, air susu Lana memang belum keluar juga hari itu. Dia sudah selalu melakukan pijatan-pijatan yang disarankan untuk merangsang produksi ASI selama hari-hari menantikan persalinan, tapi tetap saja ASInya belum juga keluar. Alhasil, si bayi semakin keras menjerit yang disimpulkan sebagai lapar oleh para orang di sana.

“Aduh, gimana ini, dikasih sufor aja dulu, kasihan lapar,” ucap Bu Tutik menyarankan.

“Tidak usah dulu, Bu. Biarkan saja. Bayi sudah punya cadangan makanan dari Rahim sampai tiga hari ke depan. Jadi masih aman kalau ASInya belum keluar juga hari ini. Biarkan terus bayinya menyusu ya, nanti kenyotan dari si bayi juga akan membantu merangsang produksi ASI dari Bu Lana soalnya,” sela Bu Bidan langsung melarang saran dari Bu Tutik tersebut.

Lana tampak sedikit stres karena merasa ia tak berguna sebab tak langsung bisa menyusui bayinya. Alhasil Bu AsIh dan Galih bergantian menggendong dan mengayun-ayunkan si bayi demi membuatnya tenang sedikit. Sama halnya pula dengan Bu Tutik. Namun ia tampaknya lebih memilih mendekati Galih dan bertanya mereka kira-kira akan pulang jam berapa karena rasanya khawatir dengan rumah yang ditinggal tanpa penjagaan sama sekali.

“Mari, Bu. Kalau ada kepentingan di rumah, biar saya yang antar pulang,” usul Pak Ilham menawarkan diri. Karena jelas ia tak mau kalau Galih harus meninggalkan putrinya yang sedang butuh ditemani oleh sang suami.

Bu Tutik tampak salah tingkah dan segan kalau harus merepotkan sang besan lagi.

“Ah, tidak perlu, Pak. Biar saya sama Galih saja nanti.”

“Iya kalau sama Galih ya sekalian menunggu Lana selesai, Bu. Sabar, ya. Tidak akan lama karena tidak perlu jahitan katanya,” tukas Bu Asih menyabarkan sang besan.

Ia sebenarnya jengkel dengan si besan yang dari tadi gelisah ingin pulang saja. Seperti tidak ada kecemasan sama sekali pada Lana yang tengah berjuang di antara hidup dan mati demi melahirkan cucunya. Sungguh tidak pantas menurutnya mengkhawatirkan hal lain sementara Lana tadi belum tau akan berhasil melahirkan normal atau berakhir ke meja operasi.

Akhirnya Galih pamit sebentar untuk mengantar sang ibu pulang karena toh nanti Lana akan langsung dipulangkan ke rumah Bu Asih. Ya, sesuai kesepakatan bersama, Lana lebih memilih tinggal sementara di rumah ibunya sendiri untuk memudahkan Bu Asih turut serta membantunya merawat bayi. Bu Tutik sudah dengan gamblang beberapa kali berkata bahwa ia mungkin sudah tak begitu hafal bagaimana cara membedong bayi, juga mengurus ibu yang baru melahirkan. Atau dalam artian ‘malas repot’.

“Yang kasih nama nanti kamu aja loh, Galih. Kan kamu ayahnya. Jangan boleh kalau dikasih nama sama mertua kamu, ya!” Bu Tutik berpesan dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Galih sendiri dan Lana sudah memiliki beberapa opsi nama untuk bayi mereka baik laki-laki maupun perempuan, tetapi tinggal memilihnya saja yang belum bisa dipastikan.

“Kami udah punya sendiri namanya, kok, Bu,” jawab Galih seadanya.

Bu Tutik tampak mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Ia lalu segera masuk rumah dan berpesan pada Galih untuk selalu pulang ke sana di malam hari karena ia tak berani kalau harus tidur sendirian.

“Wah, Bu. Bagaimana, ya? Takutnya kalau nanti anaknya rewel gimana? Kan kasihan Lana kalau urus sendirian, Bu?” protes Galih menahan kesabaran. Ia ingin membantah keras tapi juga ta tega pada ibunya. Kalau tidak ingin tidur sendirian kenapa juga menyuruh Lana tinggal di rumah orangtuanya saja? Itu kan sama saja seperti beliau sedang memisahkan dirinya dnegan istri dan anaknya. Anaknya yang baru saja menginjakkan kakinya di dunia. Masa-masa di mana seharusnya sang ayah menemani sepanjang malam bila sehariannya ia bekerja. Astaga!

“Halah, kayak Ibu nggak pernah hamil dan melahirkan saja. Ibu dulu juga sama melahirkan malah ayah kamu kerja di luar kota. Pulangnya gak tentu dua hari atau tiga. Pun itu gak bisa menginap lama. Biasa aja, kan di sana juga ada orangtua Lana yang bisa bantuin,” jawab Bu Tutik dengan nada yang meremehkan.

Galih mencoba mengabaikan permintaan ibunya itu. Nanti akan dipikirkannya lagi solusi yang tepat. Yang terpenting sekarang ia harus kembali ke klinik bersalin bidan dan membawa Lana serta bayinya pulang ke rumah mertuanya.

Tak lupa Galih juga mengangkat satu tas besar berisi baju-baju dan perlengkapan pribadi Lana yang memang telah dipacking oleh istrinya itu untuk dibawa ke rumah orangtuanya ketika telah bersalin. Bajunya cukup banyak karena rencananya akan selama empat puluh hari tinggal di sana.

Bu Tutik hari itu juga langsung mengabari Gilang bahwa anak Galih sudah lahir berjenis kelamin perempuan. Serta merta Gilang memiliki alasan untuk membawa pulang Ely dari rumah ibunya dan mengajaknya ke rumah Lana untuk sambang bayi.

1
Zachary
Luar biasa
Lili Aprilia
cepet banget end nya thorrrr.....bagus loh karyanya author
Lili Aprilia
emang ada sihhh mertua yang kayak buk Tutik ini, dan ipar seperti Ely ini bahkan lebih parah.....sabar aja ya Lana bila perlu gak usah balik lagi dehh kerumah buk tutik
Lili Aprilia
duhhh buk Tutik mulai merasakan sakit akibat perbuatannya sendiri
Mmk Ayudiathaharah
hem, mertua sejatinya adalah ibu kita juga mau sama anknya anny harus mau sama ibunya itu 1 paket and saudara saudaranya the gank. tapi aq mau ikuti alurnya pasti ada penyelesaiannya ayo sebutir debu yo wes aq ngikut😊
Eka Widya
seharusnya di beri judul"keajaiban sang mertua"kak😃😃🙏
fa _azzahra
duh salah pencet masa bintang 3 sii...ngapunten.gara2 bu tutik si
fa _azzahra
pasti tontonanya sinetron ikan terbang
fa _azzahra
sebenarnya agak gmana gt ya kalo ngomongin masalah makanan perihal orang pelit.dibicarain malu2 in ga dibicarain kok ya gatel
fa _azzahra
dimana2 ada orang kek gitu mba,realita di masyarakat.tp pasti kalian setuju kalau orang pelit itu biasanya 'nggragas sama milik orang lain😁😁
fa _azzahra: uwwo..😁😁
total 2 replies
Sri Lestari
Alhamdulillah ikut seneng kalau bumer sudah sadar 🤗
Sri Lestari
ikut gemesss 😅😅
Sebutir Debu: 🤣 komentar terunik 😁😁😁
total 1 replies
Bahari Sandra Puspita
karyamu selalu mengandung pelajaran yang berharga thor..
walaupun baca novel yang satu ini banyak gemesnya liat tingkah laku Bu Tutik, tapi berakhir bahagia..
jadinya lega banget gitu😁
tetap semangat berkarya ya thor..
semangat ngerampungin semua novel yg belum tamat.. 💪🏻
Sebutir Debu: Siap kak. Terimakasih sudah berkenan mampir di karya ku
total 1 replies
Maz Andy'ne Yulixah
baca non stop malam beberapa bab karena ngantuk tidur,,lanjut pagi smpai mau sore akhir nya selesai jga karena penasaran ending nya smpai masak saja smbil baca kak thor😄😄
Maz Andy'ne Yulixah: Naudzubilahminjalik jangan smpai to kak,nak neru2 bu tutik,nek contoh seng sae mawon😊
total 4 replies
Maz Andy'ne Yulixah
Alhmdulilah semoga kalian selalu rukun dan bahagia selalu😊
Maz Andy'ne Yulixah
Alhamdulilah akhir nya bu tutik bisa sadar dan sedikit2 bisa sembuh😇
Maz Andy'ne Yulixah
Nanti ely silau dijupuk duit te🙄
Maz Andy'ne Yulixah
Jangan2 itu tanda2 ya bu tutik,itu teguran dari ALLAH kalau hidup tu gaks sendiri masih saling membutuhkan bu harus bertetangga,dan uang gak dibawa mati jga bu,,apalagi jangan suka adu domba dan memfitnah hidup udah tua bukan nya banyak2 beribadah malah banyak nambah dosa,,duh padahal cuma novel tapi sangat2 menguras eamosi bener ya kak thor🤣🤣
Maz Andy'ne Yulixah
ely2 gak kasihan suami nya udah kerja lembur masih ngojek lembur sampai malam,itulah ely hidup gak bisa bersyukur apa2 harus kayak orang2,mbok hidup itu seadanya saja nek gak mampu yowes🙄🙄
Maz Andy'ne Yulixah
Hidup itu sewajar nya saja mba elly,orang gak mampu ko sok2 an biar kayak orang2 biar terlihat kaya tapi utang banyak,,wes podo ae nyata katah kak thor😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!