NovelToon NovelToon
Fate Story

Fate Story

Status: tamat
Genre:Romansa / Diam-Diam Cinta / Teen School/College / Persahabatan / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

Akibat ulah Kaila, membuat semua terkena imbas. Seluruh orang tua sepakat, ingin memberikan hukuman yang pantas untuk para anaknya. Yakni, dengan memindahkan anak anak mereka ke sebuah universitas yang jauh dari kota.

Tidak sampai di sana, para orang tua juga mencabut semua fasilitas yang sudah di berikan, dan hanya memberikan jatah bulanan yang sangat jauh dari biasanya.

Simak keseruan mereka! Happy Reading 🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencuci piring

💕💕💕

“Udah biar aku aja!” ucap Kaila memaksa mendorong tubuh Fa’az hingga laki laki itu mau tak mau mengalah.

“Uda kamu ke depan aja. Biar gue yang nyuci piring, gue gak mau di katain gak tau diri sama lo ntar!” cetus Kaila mendengus dan mengusir Fa’az, namun laki laki itu menolak untuk pergi.

“Lo gak percaya sama gue?” tanya Kaila menatap Fa’az dengan intens.

“Enggak!” jawab Fa’az dengan cepat namun masih dengan ekspresi wajah datar nya.

“Sialan, gue serius Fa’az. Udah buruan sana, percayakan sama gue, gue bisa!” seru Kaila langsung menarik tangan Fa’az dan membawa nya ke ruang tamu, atau kamar Fa’az.

Tidak ada ruang tamu atau kamar, karena itu sama hanya satu ruangan yang sedikit lebih besar dari kamar Kaila, dan satu ruangan lagi di belakang sebagai dapur dan kamar mandi. Sementara kamar Kaila langsung menyatu dengan kamar mandi yang berukuran kecil.

Menghela napas kasar, akhirnya Fa’az mengalah dan memilih keluar dari dapur. Fa’az memilih untuk duduk di sebuah Bean bag atau bantal duduk yang sering ia gunakan untuk membaca buku atau belajar. Ia membuka ponsel nya untuk menghubungi Kiano sudah sampai mana.

Sementara itu, Kaila yang sudah melihat Fa’az pergi, ia justru kini terlihat bingung sambil menatap cucian piring di depan nya. Mengambil sponge dan meremas nya, ia mencoba untuk mengambil piring untuk ia cuci, namun ternyata sangat licin dan ia begitu kesulitan.

‘Perasaan tadi Fa’az gampang banget deh,” gumam Kaila dalam hati dan masih tidak menyerah.

Tuuttt .... Tuttt ...

‘Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat—“

Hanya suara operator yang menjawab panggilan telfon Fa’az kepada Kiano. Fa’az sudah menduga, bila sebelumnya Kiano mengatakan di sana terjadi hujan deras, pasti saat ini jembatan di tutup lantaran banjir. Fa’az hanya bisa menghela napas nya dengan berat, karena disini juga sama terjadi hujan yang cukup deras.

Bulan bulan menjelang akhir tahun memang kerap terjadi hujan dan banjir dimana mana.

Baru saja, Fa’az hendak membuka buku, tiba tiba ia mendengar suara pecahan beling dari arah dapur bersamaan dengan suara teriakan dari Kaila. Dengan cepat, ia kembali beranjak dan berlari menuju dapur.

“Astaga!" gumam Fa’az mengusap wajah nya dengan kasar, ketika melihat Kaila tengah berdiri dengan kepala menunduk dan mengangkat kedua tangan nya di sebatas bahu dengan di penuhi oleh busa.

Mata Fa’az beralih menatap Kaila yang bergerak gerak gelisah dan terdapat bercak darah juga di bawah telapak kaki Kaila.

“Maaf,” cicit Kaila begitu lirih, persis seperti anak kecil yang habis ketahuan mencuri dan ketakutan.

“Jangan bergerak!” seru Fa’az menahan Kaila agar tidak bergerak atau kaki nya akan semakin terluka.

Dengan perlahan, Fa’az berjalan menghampiri Kaila dan menggendong nya ala bridal style, lalu merebahkan nya di atas tempat tidur.

“Tangan ku masih ada busa nya,” kata Kaila polos dan memanyunkan bibir nya seraya menunjukkan kedua tangan nya yang masih penuh dengan busa.

Marah, kesal dan geram bercampur menjadi satu di benak Fa’az. Namun entah mengapa ia tidak bisa membenci Kaila. Justru ia merasa begitu gemas sampai ingin mencubit dada nya.

“Diem dulu,” ucap Fa’az lalu ia segera beranjak dan mengambil kotak obat serta beberapa tisu basah dan kering untuk mengelap tangan Kaila yang masih berbusa.

Dengan perlahan dan penuh perhatian, Fa’az membantu Kaila membersihkan tangan nya dari busa terlebih dulu. Lalu ia juga membersihkan darah di kaki Kaila yang terkena pecahan piring dengan sangat hati hati.

“Auuww, perihhh!” pekik Kaila langsung menjambak rambut Fa’az ketika kaki nya sedang di obati.

“Kepala ku sakit Kai!” seru Fa’az berusaha melepaskan tangan Kaila dari rambut nya.

“Tapi ini aku juga sakittt ... “ rengek nya meringis menahan sakit, hingga membuat Fa’az tidak tega melihat nya.

...~To be continue ... ...

1
MRYSS
ini mah kaila pun lewat😂😂😂
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
faaz kaila adik kembar kiano.adik kenzo
lia hahahihi
mau ngapain KAI🫣
lia hahahihi
ampun deh kaila
lia hahahihi
duhhh
lia hahahihi
lebayy
lia hahahihi
eh 😅
lia hahahihi
lah😅
lia hahahihi
bhahahaha
lia hahahihi
🤣🤣🤣
lia hahahihi
😂😂😂😂
lia hahahihi
😂😂😂
lia hahahihi
astaga 🤦🤦
Nona QueenRa
seru polll ceritanya.
Rina Yulianti
seruuu
Rina Yulianti
ada ada aja kaila masa dikecilin harus pakai apa
Rina Yulianti
aduh ini kaila kocak banget ga mirip papa mamahnya
Rina Yulianti
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Rina Yulianti
aduh mom ternyata cuma mimpi ,,,,aku udah banjir bawang ni mom
Rina Yulianti
mantaP kiano
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!