NovelToon NovelToon
VALEXA

VALEXA

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas dendam. / Perubahan Hidup / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menyembunyikan Identitas / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Kasus pembullyan yang terjadi disebuah kampus ternama hingga ada salah satu korban bully mengalami koma, membuat Valexa ingin mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Valexa, si gadis tangguh adalah mahasiswi baru yang langsung dibully dihari pertama dia masuk universitas bergengsi karena penampilannya dianggap cupu dan kampungan.

Keteguhan Valexa menghadapi para pembully membuat Ravelo, sang pangeran kampus mengincar Valexa untuk dijadikan kekasihnya. Para kaum hawa idola Ravelo, langsung menyalakan api permusuhan pada Valexa karena dianggap merebut idola mereka. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia yang dimiliki seorang Valexa dan hanya Ravelo saja yang mengetahuinya.

Apa rahasia itu? Dan apa tujuan Valexa datang ke kampus elit? Bisakah dia menghadapi para musuh-musuh yang membully dan mengincar nyawa Valexa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 27 Flasback 1

Pernyataan Charlen membuat Valexa dan Ravel kaget bukan kepalang. Mereka berdua sama-sama tidak menyangka kalau orang yang mereka selamatkan mengetahui seluk beluk tentang hubungan Ronan dan Shakila. Hal itu membuat Valexa berpikir kalau Charlen pasti tahu apa yang terjadi pada mereka yang ternyata, kakak dan sahabatnya memiliki hubungan spesial. Entah firasat Valexa ini benar atau tidak, ia berharap bisa segera menemukan titik terang dari masalah ini melalui Charlen.

Tak jauh beda dengan kekasihnya, Ravel sungguh tak menduga. Banyak sekali hal yang memang pasti berhubungan dengan Charlen mengingat pria bule Jerman ini adalah teman dekat kakaknya. Tidak mungkin Charlen tidak tahu apa yang menimpa Ronan selama ini.

Sejak kedatangannya kemari, Ravel tak pernah menemukan orang-orang yang berhubungan dengan Ronan seolah mereka semua menghilang tanpa jejak. Itulah yang membuat Ravel kesulitan mencari tahu apa yang terjadi. Ditambah kondisi Ronan yang memprihatinkan dan kadang bisa jadi buas layaknya binatang kelaparan. Tak ada cara lain yang bisa dilakukan Ravel selain menjauhkan kakaknya dari hiruk pikuk kehidupan orang selagi ia mencari tahu apa yang terjadi pada kakaknya hingga jadi seperti itu.

"Sir, a-apa yang baru saja anda katakan? Anda ... mengenal Shakila?" tanya Valexa mulai berkaca-kaca.

"Kak Charlen? Kau bilang apa tadi? Kakakku ... menikah dengan sahabat pacarku?" Ravel juga ikutan bertanya. Mata sepasang kekasih itu beradu pandang untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaan mereka masing-masing.

"Jadi ... Shakila itu sahabatmu?" Charlen bertanya pada Valexa dan mengindahkan Ravel sementara.

"Iya ... dia adalah sahabat masa kecilku. Kami sudah lama tidak bertemu, tapi ketika aku mendengar kabar kalau ia dalam keadaan koma, aku langsung datang kemari. Apa yang terjadi pada mereka, Sir. Katakan padaku? Siapa yang membuat sahabatku sampai koma begitu?" desak Valexa sudah tidak sabar. Matanya bahkan mulai berkaca-kaca saat mengingat betapa menyedihkannya kondisi sahabatnya saat ini.

Charlen terdiam, sekali lihat, ia langsung tahu situasi yang terjadi saat ini. Namun, Ravel dan Valexa memang harus tahu kebenarannya karena mereka berdua ada hubungannya dengan sepasang kekasih itu.

"Baiklah, aku mengerti sekarang. Kalian berdua berhak tahu apa yang terjadi. Dengarkan ceritaku baik-baik. Setelah itu, aku pasrahkan semuanya pada kalian berdua."

Valexa dan Ravel saling pandang dan sama-sama menganggukkan kepala mereka tanda mengerti bahwa mereka akan menjadi pendengar yang baik selama Charlen bercerita.

"Ronan dan Shakila, mereka berdua sama seperti kalian." Sahabat Ronan itu memulai penjelasannya. Mereka memiliki kisah cinta yang unik dan indah diawal sampai hal tak terduga menimpa keduanya. Apa kalian berdua siap mendengarkannya?" tanya Charlen pada Ravel dan Valexa.

"Kami siap," jawab Ravel dan Valexa kompak.

Charlen pun tersenyum. "Entah kenapa, melihat kalian, aku seolah melihat Ronan dan Shakila. Charlen mulai menceritakan bagaimana awal pertemuan kakak Ravel dan sahabat Valexa hingga sampai mereka berdua bisa saling jatuh cinta.

Saat itu ... awal pembukaan mahasiswa baru di kampus tempat Valexa dan Ravel kuliah sekarang. Shakila adalah gadis desa biasa yang berasal dari keluarga sederhana. Ia diterima di kampus elit ternama melalui jalur beasiswa karena gadis cantik itu memiliki otak encer dan sangat pintar. Sebagai keluarga yang kurang mampu, tentulah hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Shakila karena bisa diterima sebagai mahasiswi baru di kampus elit, dimana tak banyak orang bisa masuk ke universitas itu dengan mudah tanpa tahu apa yang bakal Shakila alami di dalam sana.

Seluruh persiapan pun sudah dilakukan dan Shakila mulai tinggal diasrama sampai ia lulus dari perguruan tinggi tempatnya menimba ilmu. Hari pertama bagai berada di neraka. Banyak sekali tindakan kasar dilakukan senior terutama pada para mahasiswa baru miskin seperti Shakila dan yang lainnya. Mereka sengaja dibuat menderita supaya tidak ada yang betah di kampus ini lalu mengundurkan diri.

Hari berikutnya, Shakila enggan masuk ke kampus lagi kerena takut di bully dan dihukum meskipun Shakila tidak melakukan kesalahan apapun. Akhirnya, gadis desa itu memilih bolos kuliah dan pergi menyelinap keluar untuk mencari udara segar serta menenangkan pikiran. Shakila ragu, apakah tetap melanjutkan kuliah di kampus neraka itu atau tidak.

Saat merenung, Shakila melihat sekelompok anak disabilitas, hendak berangkat sekolah dan sedang berdiri bingung diseberang jalan. Anak-anak difabel dan salah satu guru pendamping mereka tampak cemas. Masalahnya, jalanan di depan mereka ramai dan mereka semua kesulitan menyeberang jalan. Bukan karena mereka tidak punya kaki sempurna, tapi karena ada banyak sekali jalan berlubang yang lumayan besar dan sedang dalam tahap perbaikan. Pasti akan sulit melewati jalan tersebut sementara para pengendara juga banyak berlalu lalang kesana-kemari.

Shakila merasa iba karena salah satu dari difabel itu menangis. Tanpa pikir panjang, gadis cantik dan baik hati itu berlari ke arah mereka dengan menyetop beberapa pengendara yang lewat lalu menawarkan bantuan tenaga pada anak-anak malang itu. Satu persatu, Shakila menggendong anak-anak difabel tersebut menyeberang jalan dengan sabar secara bergantian.

Sepanjang jalan, Shakila menenangkan anak-anak difabel agar terus semangat belajar. Seolah itu adalah peringatan bagi Shakila sendiri untuk melakukan hal sama, tak peduli seberapa berat dan menyeramkannya kampus elit itu baginya. Shakila tidak boleh menyerah dan harus tetap melanjutkan studynya sampai ia mendapat gelar sarjana agar bisa membantu anak-anak disabilitas ini. Itulah hikmah yang dipetik Valexa ketika ia berjuang bersama dengan anak-anak difabel saat menyeberang jalan di tengah ramainya kendaraan dan jalan berlubang.

"Ronan, kau lihat apa?" tanya Raka sekaligus rektor kampus tempat Shakila menimba ilmu pada Ronan, keponakannya yang baru saja ia lantik sebagai dosen baru dikampusnya hari ini.

Kedua pria berbeda usia itu sama-sama duduk dalam satu mobil dan sedang menunggu lampu hijau menyala. Tapi, mata Ronan terus tertuju pada tindakan mulia yang dilakukan Shakila. Pria tampan itu bahkan ikut tersenyum ketika gadis cantik didepannya menghibur anak-anak difabel agar tidak cemas dan bingung lagi.

"Tidak lihat apa-apa Paman. Lampunya sudah hijau, kenapa masih belum jalan?" tanya Ronan tak ingin pamannya tahu tentang apa yang ia lihat.

"Biar anak-anak difabel itu melintas dulu, baru lanjut jalan. Aku khawatir ada seorang pemuda tampan tidak bisa tidur bila cepat-cepat pergi dari sini tanpa memberikan kesempatan untuknya menjadi pahlawan kesiangan," sindir Raka yang langsung tahu siapakah yang diperhatikan keponakannya sejak tadi. Rektor itu juga punya arti tersendiri dibalik kata-kata yang diucapkannya untuk Ronan.

Ronanpun tersenyum, karena pamannya pengertian sekali padanya. Sayangnya, aksi Raka yang tak mau berjalan saat lampu hijau menyala, mengundang banyak protes para pengendara lain disekitarnya.

Mereka semua meneriaki mobil Raka dengan berbagai macam sumpah serapah. Ronan keluar dari dalam mobil dan menenangkan semua orang dengan sikapnya yang berwibawa dan tegas. Tak lupa ia juga menjelaskan alasan kenapa pamannya tak kunjung melanjutkan perjalanan.

BERSAMBUNG

***

1
Martha Amelia Susanti
Luar biasa
Oka Mur
Kecewa
Oka Mur
Buruk
Ummaza
keren
Lea_Rouzza
yooowoooo br hari k2,,,nadin lenyap kau dr bumiiii wkwk #modePembasmiKbenarn
Annisa Djafar
Buruk
Annisa Djafar
Kecewa
Rini Susanti
mmg Iki kampus gk ada cctv??
Shinta Dewiana
bahagia...
Shinta Dewiana
kelepek2 deh klu punya suami kayak gitu...hanya ada di dunia halu....cakeeppp
Shinta Dewiana
ho...ho...ho....rupanya si paman si raja dedemit yg beri tau...
mampuslah lo caittin
Shinta Dewiana
kereeennnn...deh
Shinta Dewiana
tepat waktu...suaminya datang...
Shinta Dewiana
wk...wk...wk....
Shinta Dewiana
omo omo omo penuh dg kejutan..
Shinta Dewiana
kejutan ya
Shinta Dewiana
haayyuuu eksekusi..
Shinta Dewiana
lebai
Shinta Dewiana
huh ravel sialan malah beneran nyekik istrinya apaan....hiss...kan enggak harus sekeras itu juga..
Shinta Dewiana
kasihan banget sebagian udah terjun ke jurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!