NovelToon NovelToon
Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:53.9k
Nilai: 5
Nama Author: R_picisan03

Bercerita tentang seorang wanita bernama Anita Sheila, seorang gadis yang memiliki sifat cuek terhadap hal yang menurutnya tak penting. Fokus terhadap nilai dan prestasinya semasa sekolah, justru membuatnya tak memiliki teman dan susah bergaul.

Namun pandangan Anita berubah ketika suatu hari ia bertemu Zain Azriel. Zain yang memiliki sifat berkebalikan dengan Anita memberi kisah baru dalam romansa tersebut.

Zain merupakan lelaki yang ceria, suka bermain, nakal dan bahkan dihari pertama sekolah ia bertengkar dengan seniornya, walau sebenarnya ia lelaki jenius dalam mata pelajaran.

Hubungan keduanya terbentuk ketika pertama kali Anita mengunjungi Zain untuk mengantarkan sebuah catatan. Namun saat itu juga Anita melihat sisi berbeda Zain dari rumor yang selama ini ia dengar. Dari situlah pertemanan keduanya dimulai.

Saat ini hubungan mereka semakin dekat, namun keduanya bingung dengan ikatan tersebut karena belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya.

bagaiman kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R_picisan03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Begitu Sulit.

"Oh kukira siapa," bisik Gio.

"Za-zain, tu-tunggu Zain," rintih Chaca.

Nafas Zain yang kian terengah membuat pikiranku semakin menjurus ke arah intim. Pasalnya saat ini Zain terlihat begitu bringas akan sikapnya pada Chaca.

"SIAL! Sih brengsek itu gak menepati janjinya!" pekik Zain melepaskan kedua tangan Chaca perlahan duduk di lantai bersandar di tembok ruangan.

"Za-Zain? kenapa? Apa dia orang yang kamu bicarakan waktu itu?" tanya Chaca gugup.

Dari percakapan keduanya, aku bisa menyimpulkan jika Zain dan Chaca juga bersembunyi menghindari Aldi.

"Ya ampun apes banget hari ini sih!" gumam Zain.

Chaca perlahan duduk di samping Zain, "emm begitu ya."

"Cha, bagaimana jika aku bilang kalau aku menyukaimu?"

"Kalau kamu bertanya seperti itu, aku harus jawab apa Zain?"

"Soalnya setiap kali aku nyatakan perasaanku pada Anita, semuanya jadi tambah parah. Sepertinya memang harus dengan paksaan."

"Walau tau begitu, kamu tetap nyatain perasaanmu ya?"

"Situasi macam apa ini? Apa tanggapanmu nona Anita?" pekik Gio terus memperhatinkan.

"No comment," singkatku.

"Ka-kalau begitu, misalnya aku bilang aku juga menyukaimu, apa jawabanmu Zain?" lirih Chaca.

"Ha? Eh apa sih kenapa malah bertanya balik, heheheh, tentu saja aku ini gak membencimu," balas Zain tertawa menepuk lembut bahu Chaca.

"Iya terimah kasih. Tapi Zain, bukan itu maksudku, maksud perkataanku itu....gimana ya, anu, itu lebih mengarah ke hubungan kelamin."

"Hah???? Mak-mak-maksudmu harus begituan kah?"

"Eh ta-tapi bukan begitu Zain maksudku ke..."

"Ayo, kita gak boleh terus menguping," lanjutku bergerak.

"Tunggu dulu sebentar, obrolan ini sangat menarik," balas Gio.

Gio yang melihatku perlahan bangkit berdiri, ia juga sigap bangkit berdiri sembari memelukku," Yo Zain."

Zain yang terkejut melihat situasiku saat itu, langsung berdiri sembari menekuk wajah penuh amarah, "Kenapa kalian ada disini!"

Belum usai perdebatan tersebut, pintu ruangan terbuka, Aldi masuk sembari menatap bingung kami berempat yang juga kaget melihatnya.

Disisi lain Alea yang sedang dilema menemui Rio.

"Jadi begitu ya? Kau mau membantu Anita tapi dia masih bersikap dingin padamu."

"Rasanya, dia selalu membaca pikiranku dan dia tau apa yang sedang aku pikirkan. Jadi aku merasa kalau aku selalu terpojokkan. Padahal ini pertama kalinya dia curhat padaku," jelas Alea menunduk gelisah air mata membasahi pipinya.

"Tapi, kau merasa kesal kan? Jadi gak ada salahnya menasehatinya jika kamu merasa sahabat terbaiknya."

"Masalahnya, jika cewek bertengkar, maka hubungan persahabatan mereka akan usai saat itu juga dan Alea ummah sudah pasti tamat."

Rio menyentuh mengusap lembut bagian kepala Alea, "Belum tamat kok. Anggap saja hal itu menunjukkan tekadmu untuk tetap menjaga pertemanan kalian, makanya jangan cemas ya."

Rio kemudian berjongkok sejajar dengan Alea yang duduk menunduk, kemudian tangan Rio menyentuh dagu Alea agar tetap memandang lurus tak selalu menunduk.

"Kamu gak mesti harus memiliki kepala yang selalu menunduk, cukup miliki hati yang selalu peduli dengan orang lain," jelas Rio tersenyum menatap Alea.

Perlahan tapi pasti rasa gelisah cemas yang Alea alami sedikit membaik ketika Rio selalu ada dan memberinya saran nasihat.

"Tapi kak, dia teman pertamaku, aku gak mau di jauhin dia."

Rio tertawa kecil melihat tingkah lucu Alea akan rasa pertemanan yang ia jalin padaku," Anak pintar."

"Tapi aku gak mau minta maaf duluan kak."

"Oi Alea, sedang apa kamu," Teriak Azi berlari mendekati.

Alea yang menangis tak mendengar suara panggilan tersebut, seketika Azi berhenti melangkah berdiri di samping Rio, "Alea, kenapa kamu menangis?"

"Panjang ceritanya," lirih Alea mengisak tangis.

"Yo anak bisbol," sapa Rio.

"Bang Rio, kau kesini juga? Sendirian kah?" lanjut Azi.

"Enggak, aku kesini sama Aldi. Tapi aku sudah mau pulang kok."

"Emm, begitu ya."

Kembali kesisiku di ruangan.

"Ayolah Zain, banyak yang lihat loh," sindir Aldi.

Suasana yang terjadi saat itu dalam hitungan singkat telah di kelilingi banyak siswa siswi, sedang posisi Zain saat ini mendekap tubuh Chaca dari belakang serta membungkam mulut Chaca.

"Berisik! Mundur!" kecam Zain.

"Mau cari masalah lagi?" lanjut Aldi.

Ungkapan Aldi tersebut membuat Zain panik seketika melihat sekitar sisi ruangan yang telah di penuhi banyak siswa dengan pandangan mengucilkan perilaku Zain.

"Apa kau ingin menyakiti cewek lagi kah? Yang benar saja, menyedihkan sekali!" lanjut Aldi menghela nafas.

"Zain!" pekikku kemudian Zain melepas dekapannya dan Chaca terduduk ketakutan.

Zain yang terlihat cukup panik, langsung bergegas pergi melompati jendela ruangan. Setelah Zain kabur, seluruh siswa siswi pergi menyisahkan kami berempat.

"Kamu gak apa-apa Cha?" ucapku mendekati Chaca.

Meski terlihat gemetar ketakutan, Chaca menguatkan diri, "Iya makasih aku gak apa-apa."

"Maafkan kelakuan adikku itu ya," sahut Aldi berjalan mendekati Chaca kemudian membungkuk.

"Eh? Kamu kakaknya?"

"Begitulah. Oh iya, apas sekali Anita, ada yang ingin aku tanyakan pada...."

Belum selesai Aldi menjelaskan sesuatu, Gio berdiri di depanku, "Maaf dia sedang sibuk mengantarku berkeliling."

Aldi diam cukup lama memperhatikan Gio, sebelum akhirnya, "Oh, aku baru ingat, kamu ini anaknya si Hadi, Gio kan? Wah kau sudah besar sekarang."

Aldi menggeser tubuh Gio yang menghalanginya dariku, "Ini sepatu Zain yang ketinggalan pas kabur tadi, bisa tolong berikan padanya ya."

"Ba-baik."

Aldi berbalik arah kembali membungkuk mengulurkan tangan pada Chaca, "Kalau begitu biar aku antar kamu ke kelas ya."

Chaca meraih uluran tangan tersebut, kemudian keduanya berjalan meninggalkan ruangan.

"Sampai ketemu lagi, Anita," pungkas Aldi.

Tiba-tiba.....

"Oh disana kau rupanya, sedang apa kau sama kutu buku!" ujar Dion yang datang bersama Rega dan Tama.

"Gak lagi apa-apa, minggir," jelas Gio menuju pintu luar ruangan.

"Mencurigakan."

"Diam. Bye, Anita."

Gio yang telah pergi, di ikutin genk umbi yang juga pergi, kini tinggal aku sendiri dalam ruangan kosong bersama sepatu Zain.

"Pada akhirnya aku lagi yang harus mencarimu," pekikku menatap sepatu Zain.

Setelah berkeliling seluruh halaman sekolah, aku menemukan Zain yang berbaring di rumput bawah pohon mangga besar di pojok bangunan sekolah.

Langsung menyodorkan sepatu Zain, "Kalau kamu merasa bersalah, seharusnya berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak."

"Aku mengacau lagi ya, aku udah berbuat salah lagi!" pekik Zain.

"Salahmu sendiri, kamu bodoh soalnya," lanjutku melemparkan sepatu Zain di samping tubuhnya.

"Iya, aku memang lelaki bodoh."

"Tapi, aku juga bodoh, selalu saja ikut berbuat salah" lanjutku.

Zain yang merengut seketika tersenyum memandangku, "Bukankah seharusnya kau menjaga jarak 10 meter dariku?"

****

Sampai disini dulu kak, ada sesuatu yang harus di kelarin, nanti kita sambung lagi oke, mangat ya ges yak, papayo...

1
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
siiih anita songong..... ada orang pengin ikut belajar malah ga caya....
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
dasar genk ga ada ahlak bukannya dijagain kue nya mlh dimakan duluan hadeuuuh
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
masa cwe main ketmpt cwo sih zain
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
mungkin tidak semua cwo alea yg. begitu,,
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip pak bozz,, 👍😀
total 2 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
zain overprotektif
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
aq kira zain sama alea tau nya sama anita
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
surat rahasia itu Saudara nya surat kaleng ya thor...... surat ancaman apa surat cinta ya.... 🤔🤔🤔🤔
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ: juz amma dooong 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
ㅤㅤ
waaah zain pecinta kucing,,,,
biasanya berhati lembut dan penyayang 🙄
sebenarnya kenapa zain bisa di cap pembuat onar😑
♋ᴹᴿ᭄ 𝐑𝐞𝐦𝐩𝐢𝐬_𝟎𝟑: lanjuttt....masih banyak alur di depan...ekekekke😂😂😂🙏
total 1 replies
ㅤㅤ
susah debat sama guru🤭
ㅤㅤ
dan mulai saat ini detik ini Anita tak bisa lepas dari zain🤣🤣🤣🤣🤣
ㅤㅤ
kesan pertama yang tak akan pernah terlupakan meski. sudah lewat 15 tahun 🤭
ㅤㅤ
nah zain mau ngapain nih mendadak jinak😁
ㅤㅤ
Astaga😳🙈🤣🤣🤣
hanya karna game nya kalah😤
ㅤㅤ
hmm... kan pasti zain membalas dendam😑
ㅤㅤ
zain kang Tawuran ya 🤔
pasti ada sebab akibat nya tak mungkin mencelakai orang tanpa alasan 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
ㅤㅤ
Bandung tempatku juga 🙄
peristiwa berdarah apa 😧
ㅤㅤ
selamat bercerita ku simak cerita nya🤭
ㅤㅤ: oalah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
geng umbi songong ya kue alea malah dimakan duluan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
hmm kirain athour nya gak bakalan siuman kelamaan mendaki gunung melewati lembah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip semoga siuman nya berlanjut ya jgn pke jurus menghilang dri konoha, 😄😄
total 2 replies
RINDU ⭕
Ketika hati mulai terbuai cinta
Segala rasa membelenggu jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!