Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.
Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.
Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.
Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Nathan. "Dia bukan putraku!"
Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Keesokkan harinya.
Di kantor, Riko terlihat cemas menunggu kedatangan Bella. Dia merasa tidak enak dengan kejadian yang dilakukan Adiknya kemarin.
Selang delapan menit kemudian, Riko melihat sosok Bella memasuki pintu utama kantor. Ia bergegas mendekat dan langsung di sambut tatapan jengah dari Bella.
"Bella. Akhirnya kau datang juga, aku mau minta maaf atas keributan yang Ajeng lakukan kemarin." Ungkapnya dengan menangkupkan kedua tangan.
"Sudahlah, pak. Lupakan. Permisi saya harus segera mengisi absen." Elak Bella. Ia melangkah melewati Riko, kemudian berjalan untuk mengisi absensi.
"Bel, Bella!" panggilnya sambil mengekori Bella.
"Apalagi?" jengah Bella.
"Kau mau memaafkanku kan?" tanya Riko penasaran.
Bella menautkan alisnya, ia menatap Riko dengan tatapan tajam, kemudian kembali melangkah meninggalkan Riko.
"Bella...?" panggilannya terpotong saat Juan memanggil dan menghampirinya.
"Ada apa?" tanya Riko sedikit kesal karna Juan datang tidak dalam waktu yang tepat.
"Pak Rafka memanggil pak Riko. Secepatnya." Ucap Juan.
"Ck." Riko berdecak, sekilas ia menatap kepergian Bella yang sudah tidak terlihat batang hidungnya lagi. Kemudian dengan perasaan sedikit malas dia berjalan menuju ruangan Rafka.
Sedangkan Juan, dia hanya tersenyum saat melihat kepergian Riko. Sebenarnya Juan sengaja memanggil Riko supaya tidak terlalu dekat dengan Bella. "Pasti si Bos kebingungan dengan kedatangan pak Riko." Juan langsung menelepon dan memberitahu Rafka alasan Riko datang ke ruangannya.
***
"Permisi, pak!" Seru Riko setelah ia mengetuk pintu tiga kali.
"Masuk!" sahut Rafka dari dalam.
Riko membuka pintu lebar-lebar, dengan sedikit kebingungan dia pun melangkah masuk, setelah itu ia berdiri menghadap Rafka.
"Tadi kata pak Juan. Pak Rafka memanggil saya. Apa ada yang bisa saya bantu, pak?" kata Riko sedikit kebingungan dengan anak Bos nya. Ia sedikit tidak percaya dengan kemampuan Rafka yang umurnya saja masih di bilang muda.
"Ia, saya memanggil bapak karna ada sesuatu yang harus saya sampaikan. Ini mengenai Bella." Jelas Rafka.
"Be-Bella?" sahutnya, sedikit kaget dengan kata yang di ucapkan Rafka.
"Iya. Bella, yang bekerja sebagai Cleaning service di perusahaan kita. Menurutmu Bella yang mana lagi?" tanyanya pada Riko.
"Ti-tidak ada nama Bella selain dia lagi, pak. Memangnya kenapa dengan Bella?"
Rafka menarik napas dalam. Sedikit sulit untuk menjelaskannya pada Riko, karna Rafka tahu Riko sendiri sama-sama sedang mendekati Bella.
Sedikit berbeda dengan Rafka. Ia mendekati Bella karna ada rasa penasaran dengan sosok wanita yang sangat menyukai Instrumen miliknya. Namun, tanpa Rafka sadari, perlahan ia sendiri merasa nyaman berada di dekat Bella.
"Sudah beberapa hari ini, saya menyamar menjadi cleaning service." Jelas Rafka.
"Apa? bapak menyamar menjadi cleaning service? kenapa saya tidak tau?" tanyanya tidak percaya.
"Ia, tidak apa-apa saya memaklumi kalau kamu tidak mengetahui itu, karna Juan sudah membungkam seluruh pegawai lain untuk menutup mulut soal identitas saya terhadap Bella termasuk teman terdekat Bella. Intinya saya menyamar menjadi cleaning service supaya saya bisa leluasa mendekati dan berbincang-bincang dengan Bella."
'Deg'
Jantung Riko seakan berhenti berdetak, napasnya mendadak berat saat mendengar penjelasan Rafka.
"Bapak bela-belain menyamar menjadi cleaning service hanya untuk mendekati Bella? apa bapak menyukai Bella?" tanya Riko masih syok dengan penjelasan Rafka.
"Saya belum tau pasti, tapi saya mau pak Riko juga harus merahasiakan identitas saya sebagai anak dari pemilik perusahaan ini pada Bella. Apa pak Riko bisa saya percaya? soalnya sudah beberapa kali saya pernah melihat pak Riko mengobrol berbincang-bincang dengan Bella."
"Sa-saya akan membungkamnya pak. Bapak tenang saja." Jawab Riko sedikit terbata.
"Baiklah, terimakasih karna pak Riko mau berpartisipasi dengan saya. Sudah cukup, pak Riko silahkan melanjutkan pekerjaannya lagi."
"Kalau begitu saya permisi, pak." Pamit Riko, ia keluar dengan perasaan cemburu. Tidak terima kalau Rafka berusaha mendekati Bella.
"Tidak akan aku biarkan pak Rafka mengambil hatinya Bella. Hanya aku, hanya aku seorang yang boleh memiliki Bella." Gumamnya, ia berjalan dengan mengepalkan kedua tangannya. Namun, kembali Riko berpikir, ia hanya bawahan dan sangat membutuhkan pekerjaannya yang sekarang. Tidak mungkin baginya melawan anak dari Bosnya itu.
"Tidak Riko, sedikit demi sedikit kau harus meluluhkan hati Bella, tidak peduli siapa pun sainganmu." Gumamnya lagi. Ia akan berusaha bermain cantik tanpa sepengetahuan Rafka.
..........
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
smg dimas baik3 sj
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
kbr ibu margaret gimn thor
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja