Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
" Hanin "
Hanin menoleh begitu namannya di panggil, Sisil berdiri di sana dengan dua orang teman di sampingnya.
" kenapa? " tanya Hanin, dia sebenarnya buru buru karena kelaparan terlebih setelah debat di pelajaran Sejarah tadi dengan kelompok lain.
" lo berhenti deh ngerepotin Afkar " ucap Sisil
" Hah? " Kening Hanin mengkerutkan keningnyya " apa sih? "
" lo itu gue perhatiin selalu merepotin Afkar, gara gara lo Afkar sudah jarang rapat "
Hanin diam dia menatap Sisil dengan sebelah kening terangkat ke atas
" stop diantar Afk- "
" Hah... lo pecinta sinetron ya? " Tanya Hanin memotong kalimat Sisil. " kalo lo mau ngelabrak lo salah orang " ucap Hanin " minggir gue lapar "
" lo ke- "
" APA? " tanya Hanin kesal, astaga... dia sudah kelaparan dan dua remaja sinetron menghadang jalannya. " lo keberatan kan gue pulang sama Afkar, ya sudah lo ngomong sendiri sana ke Afkar "
Hanin langsung berjalan ke kantin, dia paling kesal dengan remaja korban sinetron, suka bully bergerombol di tantang satu lawan satu belum di apa apakan sudah menangis terus status di sosmed.
" cih " decih Hanin.
Hanin masuk kelas dengan wajah kusutnya dan langsung menghampiri Afkar.
" Fa "
" hm? "
" lo jarang rapat ya? " tanya Hanin to the point, Afkar mendongak kepalanya menatap Hanin dengan kening mengkerut.
" Hah? "
" hah-huh- hah-huh... lo jarang rapat ya? wakil lo bilang, lo jarang ikut rapat karena pulang bareng gue mulu. "
" gue tidak pernah tidak rapat " ucap Afkar " kalau gue rapat gue selalu suruh lo pulang sendiri " Hanin tidak menjawab
" Mama.. " Afkar dan Hanin kaget karena Zain tiba tiba muncul dan merangkul Hanin
" lepas tangan lo " suruh Afkar
" ogah, Ma... " rengek Zain, Hanin lanngsung menginjak kaki Zain
" heh... jauh jauh lo, apa an main rangkul ranhkul lo pikir gue cewek apaan ha? " omel Hanin, Zain mengusap telinganya.
" rasa lo " timpal Baim.
" bawel " Zain menendang kaki meja Baim membuat cowok itu mengumpat " Ma..... lo ada kenalan IPA 4 kan? "
" Napa? "
" kenalin gue sama Afifah lah "
" eh kambing, lo pikir gue biro jodoh hah? lagian bukannya cemceman lo itu Putri kelas X-3 "
Zain menarik kursinya, bibir bawahnya mencuat ke depan. Hanin memukul kepala Zain.
" heh... ngak usah sok manis lo " ucap Hanin, Afkar menoyor kepala Hanin
" awas lo, lo ngehalangin gue " ucap Afkar " gue mencatat Nin "
" Catat aja sih, ribet amat hidup lo "
" lo ngehalangin gue ege " kesal Afkar " duduk di kursi jangan di bangku " omel Afkar
" males "
Afkar berdiri dia melingkarkan tangannya di leher Hanin sedikit mencekik
" woi woi... sakit... " Hanin memukul lengan Afkar " woii... "
" fokus ke gue... " rengek Zain " njir...Pa Ma... mesraan nya nanti aja kenapa? " rutuk Zain.
Afkar melonggarkan tangannya matanya fokus ke Zain sedangkan Hanin sudah terbatuk kecil
" mau sampai kapan lo mau php in anak orang Ha? " tanya Afkar
" pengecut sih " timpal Sabrina yang kebetulan ada di bangku Miya membayar uang kas kelas. " sampai kapan lo diam saja? nanti dia di ambil orang? "
" siapa Na? " tanya Hanin dia melepaskan tangan Afkar duduk di depan Zain.
" tidak usah gosip " tegur Afkar yang benar tau bagaimana Sabrina " lo In, kalau lo suka sama cewek fokus satu saja, jangan semua lo sepik "
" oh... gue harus bagaimana? " Zain menggaruk kepalanya " gue suka semua cewek cantik "
Hanin berdiri dan menendang kaki Zain " buaya "
" pengecut " ucap Sabrina berjalan ke bangkunya " Nin, Ciara pagi tadi di antar siapa? "
" oh itu... Dika IPS 2 anak basket kalau tidak salah " jawab Hanin
Zain menatap Sabrina mendelik sedangkan Sabrina menyeringai " pacaran ngak sih? "
" ngak tau gue, tapi dia bilang suka sama cowok ngak tau siapa " jawab Sabrina
" admin lambe turah, diam lo " Afkar melempar kertas ke Sabrina.
Sabrina melirik dia memungut kertas itu dan melemparnya kembali ke Afkar
" Gi, gue ngak keberatan ngebongkar rahasia lo ya " kesal Sabrina.
Hanin berdiri dari bangkunya mendekati Sabrina
" Vanya, gue mau tau Vanya bagaimana? " seru Hanin. Afkar mendesah
" tanya langsung ke pacar lo sana " ucap Sabrina langsung duduk " sana gue mau tidur "
Hanin mendesah panjang sebelum kembali ke bangkunya, Afkar menutup bukunya dia menarik tangan Hanin
" jangan pacaran di kelas kenapa? " kesal Fadly
" kasian yang jomblo " ucap Miya, Sabrina melirik Miya sebentar sebelum menunduk ke hp nya
" ngapain sih lo tanya tanya tentang Vanya? " tanya Afkar, Hanin meliriknya
" daripada gue tanya tentang Kennan " Afkar menoyor kepala Hanin " sakit ege "
" sudah tidak usah tanya tanya soal Vanya "
" kenapa? gamon ya? "
" ngak " Afkar bersandar di sandaran kursi " gue tidak mau bahas saja, toh sekarang gue punya lo " ucap Afkar
" hueee... telinga gue " seru Baim yang lewat di samping mereka, Afkar mendelik kearahnya " Ampuun Pa. "
" ALVIN...KAS " teriak Miya saat Alvin dengan muka mengantuknya baru masuk kelas.
" besok "
" besok mulu, capek gue dengarnya, pokoknya bayar SE-KA-RANG "
" cerewet "
" pa...." lapor Miya
" urus noh anak lo " Hanin mendorong bahu Afkar
" Fokus ke gue Pa, Ma... " Zain kembali merengek
" Ma... Baim di siksa Ciara Ma... " giliran Baim yang melapor
" balikin majalah gue " pekik Ciara " Ma... " rengek Ciara
" njir, kaki gue " teriak Budi karena kakinya ketindihan meja Aryan
" lah elo yang taruh disitu "
Afkar menghela nafas dia menarik tangan Hanin
" ayo keluar " ajak Afkar " stress lama lama di kelas "
" anak lo noh " Kikik Hanin, Afkar mendelik
" elo emaknya "
" amit amit gue punya anak model monyet monyet kelas, najong am-hmp " Afkar memukul pelan mulut Hanin
" itu mulut kalau mau ngomong saring dulu "
" tapi benarkan? " Hanin mengibaskan rambut panjangnya ke belakang.
" tetap saja "
" ngak asik lo " seru Hanin " Woi.. Sean " Hanin melambai ke arah cowok yang berdiri di depan IPA 1
" yo "
" gue ngak lo sapa Honey " Satrio yang ada di samping Sean berseru.
" Honey kepala lo peyang " sungut Afkar begitu mereka sudah bergabung, Satrio terbahak
" Sans bro, ya ngak Nin "
" siapa ya? ngak kenal " ucap Hanin dia mencomot risol di rantang Sean " ini nyokap lo yang bikin? "
" enakkan? "
" tega lo " Ucap Satrio dia juga menjulurkan tangannya ke rantang Sean tapi Hanin lebih dulu memukul tangannya
" jauh jauh lo "
" dih, lo tuh yang ngapain datang ke kelas gue. pergi lo "
" berani lo sama gue? " galak Hanin " lawan no bodyguard gue " Hanin mengedikkan dagunya ke Afkar.
" sudah sudah " Afkar menarik kerah belakang Hanin " ayo ke kelas "
" risol gue belum habis, setdah "
" bawel Nin "
tbc
dan 2024 anakku lahir ta kasih nama hanindya😍
kangen sama karya baru nya mak 😂