(warning 21+) Ide konyol yang ku buat dengan Siska sahabatku sendiri yang kini membunuhku, aku pikir setelah aku dan kakakku merencanakan ide bodoh itu ayah akan mengerti dan membatalkan perjodohan kakakku. Tapi salah rencana yang aku buat malah membuatku dalam masalah besar. Kak Shena terlepas dari perjodohan nya dan aku yang jadi tumbalnya.
Amera Shesa Atmaja gadis 22 tahun kuliah di jurusan menejemen bisnis bercita-cita tinggi ingin merebut perusahaan Atmaja group dari tangan paman Dirga yang notabene adalah anak angkat dari ayahnya sendiri.
Namun naas sebelum berhasil merebut perusahaan ayahnya ia harus dinikahkan dengan pria angkuh bernama Kenandra Hutama Wijaya musuh besar sang kakak, sekaligus menjadi mempelai wanita pengganti sang kakak, bukan karena tidak bisa menolak perjodohan ini tapi hidup ayahnya yang menjadi taruhannya.
apakah Amera akan benar menikah atau akan membuat ide konyol lagi dengan Siska untuk mengacaukan pernikahan? cus baca yea kelanjutan
eng... ing... eng...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samaira siswanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pertama
Pesta sudah lama selesai kini tinggal kedua mempelai pengantin dan kedua orang tua Kenandra dan juga ayah Danu serta asisten pribadi ayah yang selalu setia bersamanya sedangkan Shena sudah lama pulang terlebih dahulu.
Keadaan di hotel kembali sepi semua tamu sudah kembali pulang kerumah masing-masing.
"Selamat Tuan Danu sekarang kita benar-benar menjadi besan saya sangat senang sekali," ucap Hutama Wijaya dengan senyum bahagia nya begitu juga dengan Danu Atmaja yang menerima pelukan itu dengan hangat.
"Sudah-sudah para orang tua lebih baik sekarang kita tinggalkan mereka sendiri, aku berharap akan segera mendapatkan kabar baik mereka." Ucap Sherly dengan senyumnya dan melirik ke arah Kenandra dan ditanggapi dengan malas oleh putra semata wayangnya itu, namun ditanggapi dengan gelak tawa oleh mereka. Sedangkan sedari tadi Amera hanya diam membeku tanpa tahu apa yang mereka bicarakan.
"Tuan Danu ,ternyata putrimu masih sangat polos sekali ia sampai tidak mengerti apa yang sedang kita bicarakan ini," kata Hutama Wijaya masih terkekeh memperhatikan sikap Amera.
Amera yang sadar kalau dirinya dibicarakan menjadi tersenyum malu dengan pipi yang merona merah.
"Ayah jangan bikin putri kita malu ayo kita tinggalkan mereka berdua, ajak Sherly dengan meraih tangan suaminya.
"Kenandra tunjukkan kalau kamu benar-benar hebat, dan ayah tunggu cucu dari putra ayah ini
"hahaha," tawa Hutama bahagia dan
meninggalkan kedua pasangan itu sendiri.
Semua keluarga sudah kembali kerumah masing-masing, Danu memperhatikan putrinya sekilas mendekati nya dan memeluk anak gadisnya itu.
"Maafkan ayah sayang, ayah ingin yang terbaik untukmu. Kenandra sangat cocok untukmu, berbahagialah dan jangan kecewakan keluarga kita.
"Ayah sangat menyayangi mu dan maafkan kakakmu, ini semua salah ayah jangan memusuhi shena," ucap ayah dan melepaskan pelukannya.
"Iya ayah, terima kasih jaga kesehatan ayah jangan pikirkan tentang aku, aku akan bahagia bersama suamiku."ucap Amera dan melepaskan pelukannya.
Setelah ayah berpamitan dengan Amera ia juga memeluk anak menantunya itu.
"Akhirnya ayah punya anak lelaki pelukannya semakin erat, tolong jaga dan sayangi Puteri kesayangan ayah Kenandra, aku percaya kan dia padamu, ayah pamit dulu." Ucap Danu kepada menantunya dan turut pergi meninggal kan mereka.
"Baik ayah,"ucap Kenandra merasakan sesak di dadanya seperti kalimat yang Danu ucapkan padanya merupakan tanggung jawab yang berat untuk nya.
***
Amera terlebih dahulu masuk ke kamar dan membersihkan dirinya dikamar mandi gaun yang berat dengan riasan yang tebal membuat badan terasa lelah dan lengket, setelah berendam di air hangat pasti lebih segar pikir Amera dan merendam dirinya di bathtub dengan air hangat.
"Cepatlah," teriak seseorang dari luar kamar mandi tidak lain adalah Kenandra yang tidak sabaran dan kini sibuk melepas setelan jas dan sepatunya.
"Menyebalkan, biar saja aku butuh waktu lama untuk menenangkan diri disini, biar saja dia berteriak sampai tenggorokannya kering aku tidak peduli. Beberapa menit kemudian terdengar pintu digedor-gedor dari luar.
"Ayo cepatlah," teriak Kenandra namun tak ada jawaban.
"Apa jangan-jangan gadis itu mati tenggelam dikamar mandi, sungguh sial aku kalau begitu belum genap 24 jam menikah sudah jadi duda."pikir Kenandra kesal.
"Hay ada orang di dalam? Teriaknya lagi dan pintu pun terbuka. Kenandra hanya bisa membuka matanya lebar-lebar tanpa bisa berkata apapun menahan amarahnya karena orang yang keluar dari pintu itu hanya diam tanpa dosa ngeloyor keluar begitu saja.
"Apa kamu tidak punya mulut untuk bicara? Sedangkan Amera pura-pura diam dan sibuk mengeringkan rambutnya yang basah.
"Seperti nya aku salah menikahi wanita bisu dan tuli seperti wanita ini," sindir Kenandra kesal dan membanting pintu kamar mandi nya.
"Huh dasar pria kasar, seperti nya ayah telah salah memilihkan aku seorang suami, seperti nya pria ini harus diberi pelajaran bagaimana menghargai seorang wanita.
Setelah selesai mengeringkan rambut ia membiarkan rambutnya yang panjang tergerai begitu saja dan merebahkan diri di atas kasur meregangkan badannya yang terasa berat dan kaku.
"Hem nyamannya kasur ini, pikir Amera mulai merasa nyaman dengan tempat tidurnya.
Sedangkan Kenandra sudah selesai membersihkan badannya ia keluar hanya menggunakan piyama mandi dengan bertelanjang dada karena tidak satupun pakaian yang ia bawa ingin menyuruh asisten nya untuk membeli pakaian namun sudah terlalu malam jadi dia hanya mengenakan pakaian seadanya di hotel ini saja dan mulai mengeringkan rambutnya yang basah. Dilihatnya kasur tempat tidur nya ternyata dikuasai oleh gadis yang kini sudah sah menjadi nyonya Kenandra itu sehingga emosinya kembali memuncak.
"Hay ayo bangun ! Ini kasurku," ucap Kenandra dengan ketus sambil mengguncang-guncang badan Amera. Sedangkan Amera malas untuk bangun dan menanggapi pria yang kini sudah memuncak amarahnya itu.
"Hai apa kamu benar-benar bisu dan tuli secara tiba-tiba setelah menikah dengan ku, sehingga kamu tidak mau menjawab ku.
"Huh ada apalagi tuan Kenandra yang terhormat, apa kamu tidak memperhatikan gadis yang lemah dan tak berdaya ini ingin tidur aku lelah biarkan aku istirahat sejenak,"ucap Amera dengan sedikit merajuk.
"Turun dari kasur ku! Perintah Kenandra lagi dengan sengit dengan berkacak pinggang dan melebarkan kedua matanya bermaksud memberikan ancaman terhadap gadis yang kini telah tidur cantik di atas kasur, namun yang digertak hanya melenguh malas tanpa bergerak sedikitpun dari tempat nya tidur.
Amera tidak mau bangun, ia malah mencoba menguasai tempat tidurnya sendiri tanpa mau membagi tempat dengan Kenandra. Sedangkan Kenandra dengan akal bulusnya berinisiatif untuk memainkan peran nya sebagai suami yang baik walaupun sebenarnya ia enggan dan kesal tapi drama ini harus terjadi agar gadis ini tidak berani bermain-main dengan Kenandra Hutama Wijaya lagi ia berusaha mengatur rencananya.
"Ok baiklah ternyata kamu mulai tidak sabaran dan menggoda ku sayang, jadi jangan salahkan suamimu yang tampan ini menunjukkan aksi terbaiknya, bukan begitu sayang yang kamu inginkan," ucap Kenandra dengan akal bulusnya memandangi istrinya dengan seksama dari ujung rambut yang tergerai, mata, bibir dan juga kulitnya yang putih mulus membuat darahnya tak sengaja berdesir dan menelan sedikit Saliva di mulut nya karena menyaksikan ciptaan Tuhan yang indah satu ini dihadapannya, perasaan lain mulai terbesit di benak nya, namun mengingat surat perjanjian yang mereka buat tempo dulu membuat egonya terasa lebih tinggi dibandingkan dengan perasaan yang kini perlahan timbul di hatinya.
"Hem… ternyata istriku ini cantik juga dengan menelan salivanya ia menatap istrinya.
"Apa kamu sudah tidak sabar ingin tidur dengan ku sekarang, hem... nakal juga ya kamu sayang aku tidak menyangka kalau istriku seagresif ini, tapi jangan salahkan aku kalau sesuatu hal terjadi padamu karena diriku yang sudah tidak mampu menahan hasrat ku dan Kenandra menyunggingkan senyum licik nya," ucap Kenandra dengan sedikit menggoda istrinya dengan suara lemah lembut yang dibuat-buat dan merebahkan diri di samping dengan sedikit meraba bagian punggung Amera sehingga membuat gadis itu terkejut dan bergidik ngeri dengan ulah suaminya itu.
"Menahan apa maksud nya sungguh menyebalkan, pikir Amera tidak mengerti dengan maksud suaminya dan menyelimuti seluruh tubuhnya agar pria itu tak bisa menyentuh nya lagi. Dan tiba-tiba secara sengaja Kenandra menyilangkan kakinya menimpa kaki Amera dan memeluk gadis itu sehingga membuat Amera bangun dan menjauhkan diri dari pria disampingnya.
Salam dari "Sayap Pelindungmu"
#KeceParah
aku mampir!
mampir di novelku ya..
GADIS TIGA KARAKTER
Jangan lupa untuk singgah di novel aku ya
Mari, saling mendukung 🤗