NovelToon NovelToon
The Heart Chooses

The Heart Chooses

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ichageul

Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.

Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.

Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?



Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Datang Bulan

Putri sedang khusyu’ memakan lumpiah basahnya ketika pintu ruangan Fahri diketuk. Tak lama Rendi masuk.

“Eh ada Putri gesrek di sini,” ledeknya. Putri hanya mencebikkan bibirnya.

Rendi memberikan dokumen yang harus ditanda tangani Fahri. Sambil menunggu Fahri mempelajari dokumen tersebut, Rendi duduk di dekat Putri.

“Enak banget kayanya.”

“Hmm.. lumpiah basahnya juara banget deh kak. Mau kak?”

Rendi membuka mulutnya, Putri menyuapkan lumpiah tersebut ke dalam mulutnya. Sahabat Fahri dan Farhan memang akrab dengan Putri. Mereka sudah menganggap Putri seperti adiknya sendiri. Begitu pula dengan Rendi. Jika sikapnya pada perempuan lain cenderung dingin, hal itu tidak berlaku untuk Putri.

“Enak ngga kak?”

“Hmm iya enak, tapi pedes banget Put. Awas nanti kamu sakit perut loh.”

Putri langsung menaruh jari telunjuk di bibirnya. Meminta Rendi untuk diam, karena takut terkena semprot Fahri.

“Ok Ren, langsung eksekusi aja,” ucap Fahri setelah selesai menanda tangani dokumen. Rendi mengampiri Fahri, mengambil dokumen tersebut. Setelah itu keluar ruangan sambil berdadah ria pada Putri.

Lumpiah basah telah tandas dimakan Putri. Jus strawberry juga sukses dihabiskannya. Kini perutnya sudah kenyang. Putri duduk bersandar di sofa sambil memainkan ponselnya. Beberapa menit kemudian, dia sudah tertidur. Fahri yang sedang sibuk tak menyadari adiknya sudah masuk ke alam mimpi.

Saat sedang membalas beberapa e-mail yang masuk. Fahri dikejutkan dengan rintihan Putri. Dengan cepat dia menghampiri adiknya yang sedang tertidur di sofa. Putri nampak gelisah, tangannya memegangi perutnya, keningnya nampak berkeringat.

“Dek, kamu kenapa?” Putri membuka matanya, wajahnya pucat. Fahri panik melihat adiknya kesakitan seperti itu.

“Perut Putri sakit kak.”

“Kamu tadi beli lumpiahnya kebanyakan sambel ya.”

Putri menggeleng. Sakitnya bukan karena makanan pedas. Ini sakit karena hal lain. Putri meminta Fahri membantunya ke kamar mandi. Hati-hati Fahri memapah adiknya ini menuju kamar mandi. Tak lama Putri keluar dari kamar mandi. Badannya membungkuk menahan nyeri di perutnya. Fahri langsung membopong Putri, membaringkan di sofa.

“Kakak panggil dokter dulu ya.”

“Ngga usah kak. Tolong beliin Putri pembalut sama kalium diclofenak. Perut Putri sakit karena lagi dateng bulan.”

Fahri lega sakitnya Putri karena tamu bulanan, bukan karena hal lain. Dia menelpon sekretarisnya untuk membelikan barang yang dibutuhkan adiknya ini. Sepuluh menit kemudian Dara masuk membawa pesanan bosnya. Sesaat dia melirik pada Putri yang masih merintih kesakitan.

“Mau dibuatkan teh hangat ngga mba Putri? Biar perutnya lebih enak.”

Putri hanya mengangguk pelan. Dara keluar menuju pantry untuk membuatkan teh hangat. Dia memang sekretaris yang perhatian. Putri bangun, hendak memakai pembalutnya. Lagi Fahri membopongnya menuju kamar mandi.

“Kalau udah selesai panggil kakak ya.”

Dara masuk sambil membawa secangkir teh hangat dan beberapa dokumen yang harus dipelajari Fahri.

“Taruh di meja sini saja. Biar saya pelajari di sini,” pinta Fahri.

Dara menaruh dokumen di dekat cangkir. Setelah itu dia kembali ke tempatnya. Pintu kamar mandi terbuka. Dengan cepat Fahri menghampiri, kemudian membopong adiknya. Putri duduk di sofa sambil menyeruput tehnya. Rasa hangat langsung menjalari perutnya. Rasa nyerinya sedikit berkurang.

“Emang kamu kalau datang bulan suka sakit kaya gini dek?”

“Kadang-kadang kak. Kalau datang bulannya lagi ujian kadang suka sakit, mungkin gara-gara stress belajar kali hehehe.”

“Lama ngga sakitnya?”

“Ngga kok, paling pas awal-awal aja.”

“Sekarang gimana? Masih sakit?”

“Sedikit,” Putri kembali meringis. Lilitan di perutnya kembali terasa.

Fahri mengangkat tubuh Putri, mendudukkan di pangkuannya. Kemudian mengusap lembut perut adiknya ini. Perasaan Putri seperti melayang. Dia mengalungkan kedua tangannya di leher Fahri, menyembunyikan wajahnya di dada kakaknya ini. Malu karena wajahnya benar-benar merona.

Rasa sakit di perutnya mulai berkurang. Sepertinya usapan Fahri benar-benar mujarab. Kini Putri sudah tertidur di pangkuannya. Dia membaringkan tubuh Putri di sofa dengan pahanya sebagai bantal. Setelah itu mengambil dokumen di meja. Mempelajarinya dengan seksama.

🌹🌹🌹

Cinta memang tidak bisa ditebak kapan datangnya dan pada siapa dia akan berlabuh. Itulah yang dirasakan Putri saat ini. Sekeras apapun dirinya menyangkal, dia tidak bisa mengelak kalau hatinya benar-benar sudah terpaut pada Fahri, kakaknya sendiri. Dari sekian banyak lelaki yang mengejarnya, kenapa justru Fahri yang menjadi tambatan hatinya. Mungkin akan lebih mudah kalau dia jatuh cinta pada Vano, Rendi atau Agam. Tapi ini Fahri, bahkan Farhan yang memperlakukannya sama seperti Fahri tidak mampu menggetarkan hatinya.

Namun Putri sudah bertekad untuk menjalaninya, apapun yang terjadi nanti. Soal Fahri akan mengetahui dan membalas isi hatinya urusan belakangan. Dia hanya ingin menikmati perasaan indah ini.

Liburan kenaikan kelas kemarin dimanfaatkan Putri untuk lebih dekat dengan Fahri. Hampir setiap hari gadis itu ikut ke kantor kakaknya. Ada saja alasan yang diberikannya supaya diperbolehkan ikut. Tujuannya hanya satu, ingin selalu dekat dengan lelaki pujaannya. Memori ponselnya pun sudah penuh dengan deretan foto Fahri yang diambilnya secara candid. Menurutnya Fahri semakin terlihat ganteng saat sedang serius bekerja.

Liburan sekolah usai. Kini Putri dan ketiga temannya resmi menyandang status sebagai murid paling senior di sekolahnya. Di kelas 12 ini, dia sekelas dengan Ajeng. Zaki dan Dinda berada di kelas berbeda. Di jam istirahat ini, Putri dan Ajeng sedang asik menikmati makanan di kantin. Sedang Zaki dan Dinda entah berada di mana.

“Jeng, nanti jadi ikut kan ke ultahnya Amoy?”

“Pengen sih, tapi gue ngga punya baju pesta.”

“Udah pake punya gue aja. Pulang sekolah lo ikut ke rumah. Kita berangkat ke rumah Amoy dari rumah gue aja, gimana?”

“Boleh deh. Tapi gue ijin dulu sama nyokap,” percakapan mereka terhenti saat pelayan memberikan jus pesanan mereka.

“Eh gimana pedekate lo sama kak Ri?”

“Ya gitu deh. Kira-kira kak Ri tahu ngga ya kalo gue naksir sama dia?”

“Meneketehe.”

“Kalo dipikir-pikir nasib kita sama ya. Sama-sama falling in love sama orang yang sulit didapet. Lo sama kak No, si playboy 8 penjuru angin. Gue sama kak Ri, kakak gue sendiri.”

Putri dan Ajeng menghela nafas panjang bersamaan. Lamunan keduanya buyar saat terdengar suara Zaki.

“Woi pada kesambet lo!! Diem-diem bae.”

Tanpa disadari Zaki dan Dinda sudah datang entah dari mana. Mereka langsung duduk di dekat dua gadis yang sedang gegana.

“Kalian nanti dateng ke ultahnya Amoy ngga?” tanya Dinda.

“Dateng, gue sama Ajeng mau pergi bareng. Lo gimana?”

“Dateng dong sama my sugar,” jawab Dinda.

HOEK

Lagi-lagi Putri dan Ajeng memperagakan adegan ingin muntah mendengar panggilan sayang sahabatnya ini. Suara bel terdengar memanggil para siswa yang masih asik beristirahat dari penatnya pelajaran sekolah.

🌹🌹🌹

**Yang lagi falling in love, serasa musim semi terus ya Put😉

Ayo dukung terus author dengan menekan tombol like, berikan comment n vote nya😘**

1
Elis Sriyani
erik putri
Elis Sriyani
limbad sm putri aja.
duoNaNa
cerita erik dan medina ada kah mak?
♋Ichageul💞: Nggak ada😁
total 1 replies
duoNaNa
putri ngajakin becanda tp aku yg nangis
Bungas Dhin
Bukan boarding pass tapi departure gate otorrrr 😆 boarding pass itu dokumen yang biasanya kita dapetin setelah check in
P_nR
keren👍🏻
Andini Hana Fakhirah
karys yang bagus, walau banyak tokohnys.
Andini Hana Fakhirah
Farhan sama Luna setuju
Andini Hana Fakhirah
Fahri
16/06/1977
Luar biasa
Elsa Devika
bangke emg si puti mah🤣🤣🤣
Elsa Devika
aah pengalaman othor ini yakin lah aing mah🤣✌️
Elsa Devika
Luar biasa
Elsa Devika
knpa pak jae slalu ada dalam daftar sih kak, sebel akutuh🤣🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Nenk Oky oktafia
aku asli garut ti bayongbong thor
Nenk Oky oktafia
definisi kk yg syg sama adik nya
Dina Zuraida
Luar biasa
Babo Saram
bnr thor. ga usah jauh2. wisata yg deket jg bnyk
Ira Umi'a Azzam
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!