Satu malam yang dia habiskan bersama seorang pria yang baru dikenalnya setelah dia memergoki tunangannya berselingkuh.
Setelah kejadian itu, dia mempunyai dua anak kembar yang lucu bernama Langit dan Bulan. Bertahun tahun hidupnya tenang dan bahagia bersama anak anaknya hingga datanglah Zen Abraham Malik ayah biologis dari si kembar.
Lovely sangat takut jika rahasia yang dia pendam diketahui oleh CEO atau bosnya sendiri Zen. Zen yang tahu pasti akan mengambil anak dari tangannya. Apa yang tidak bisa dilakukan dengan kekuasaan dan uang ditangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Hutabarat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 Kepulangan Julie
Seorang wanita telah turun dari pesawat yang dinaikinya. Kakinya yang panjang dan langsing melangkah dengan anggun dan cantik. Dia memakai dress hitam dipadu padankan dengan jaket bulu sepinggang dan juga tas Gucci berwarna orange yang bertengger manis di lengannya.
Seorang pria sedang menunggunya dari tadi dan berbincang bincang dengan keluarganya.
"Hai mah... pah...," Wanita itu langsung memeluk orang tuanya.
"Kau sudah datang nak, bagaimana perjalananmu, Julie." tanya Bram ayah Julie.
"Baik pah, sangat menyenangkan malah. Aku bertemu dengan salah seorang kawan lama."
"Hai Zen... kau juga ikut menjemputku, aku tahu jika aku begitu penting bagimu hingga kau selalu menjadikanku prioritasmu, aku mencintaimu Zen." kata Julie memeluk tubuh Zen.
"You are my live. Tentu saja aku akan selalu menomor satukanmu."
"Aku begitu lelah bisakah kita pulang sekarang, aku begitu merindukan rumahku setelah kepergianku selama dua tahun ini." kata Julie tidak nyaman dipeluk oleh Zen dan melepaskan pelukan mereka.
"Mari kita pulang, ayah sudah membuat pesta acara penyambutan atas kepulanganmu."
"Yang benar saja yah... you are the best."
"Zen yang melakukannya, kau harus berterimakasih padanya." kata Bram sambil melirik ke arah Zen. Julie segera menghampiri
Zen dan mengecup bibirnya. "Kau selalu memberikan semuanya untukku Zen, terimakasih."
"Ayo kita pulang," kata Julie sambil menggandeng lengan Zen manja, melewati ayah dan ibunya. Kedua orang tua itu tersenyum penuh arti.
"Kau akan ikut acara ini Zen?"
"Kenapa tidak, ini adalah hari pertamamu disini tentu saja aku akan menemanimu."
"Apakah keluargamu juga ikut semua?"
"Tentu saja kau adalah calon menantu di keluargaku?"
Mereka kini telah memasuki mobil dan membawa mereka kembali ke rumah Julie.
Pesta penyambutan Julie dilakukan dengan sangat meriah. Pesta itu bertemakan pesta kebun. Orang tua Zen menyambut kehadiran Julie dengan gembira. Tidak dengan Sheryl adik dari Zen itu tidak menyukai Julie.
"Akhirnya kau pulang juga?" kata Sheryl sambil mengambil camilan di meja. Julie yang sedang mengambil sepotong kue langsung membalikkan tubuhnya mengarah pada asal suara.
"Oh kau adik Zen tersayang, aku tidak tahu mengapa kau selalu membenciku."
"Aku tidak suka serigala berbulu domba."
"Akupun merasa tak pernah berbuat jahat denganmu" kata Julie pura pura bersabar atas tingkah Sheryl.
"Sudahlah Julie kau tidak mencintai kakakku,"
"Itu tuduhan yang kejam."
"Aku tahu semua yang diperbuatmu di London."
"Kau memataiku...?''
"Kurasa kau tidak tahu bahwa Sheila juga di kota sama denganmu berada."
"Aku sangat mencintai kakakmu..."
"Kau hanya mencintai uangnya saja, kakakku yang bodoh selalu saja mau dibohongi olehmu."
"Kau mungkin lupa bahwa akulah yang menyelamatkan kakakmu dulu, itu bukti cintaku padanya."
"Aku tidak tahu permainan apa yang kau lakukan Julie, tapi aku berharap ada wanita yang akan membuka mata Kak Zen sehingga melihat wujud aslimu." Sheryl pergi dari tempat itu dengan perasaan geram.
Julie menekan kuat garpu ditangannya.
"Jika bukan karena desakan mama dan papa aku tak akan berada disini."
Tiba tiba Zen datang dan memeluk pinggang Julie, mengecup pucuk kepalanya. "Apakah kau senang dengan pesta ini."
Julie langsung memasang wajah cerahnya, "Ini sangat indah Zen terima kasih banyak, kau selalu memberikan yang terbaik untukku"
"Akanku lakukan apapun untuk membuatmu bahagia, mylady"
"So cute... " Julie mengecup pipi Zen.
ceritanya bagus, keren banget 👍
semoga sukses selalu