NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Pergerakan

Eliya menghela napas mengakhiri kisahnya. Kisah yang tak ingin diceritakan, tapi tak akan pernah ia lupakan untuk seumur hidup ini.

Kael dan Rayn tertegun mendengarnya. Tak satu kata pun dari bibir mereka yang memotong cerita Eliya. Itulah asal muasal sang badai muncul.

"Kau ... membuatku ingin menangis," ujar Kael setelah hening beberapa saat.

"Mereka sungguh keterlaluan! Lembaran Naga adalah tempat kematian yang sesungguhnya. Tidak ada yang pernah selamat setelah jatuh ke sana. Tapi, kau berbeda, Eliya. Kau adalah pilihan takdir. Mereka akan menyesal," ucap Rayn dengan tangan terkepal, asap tipis menguar dari sela-sela jarinya menggambarkan kemarahan di dalam dirinya.

Eliya tersenyum, menatap kedua putra jenius yang saat ini menjadi pengikutnya.

"Terima kasih sudah mau mendengarkan kisahku," katanya penuh haru.

Untuk pertama kalinya di dalam dua kehidupan, ada seseorang yang mendengarkan dirinya. Mereka melanjutkan perbincangan dengan celoteh-celoteh ringan.

Kael bercerita kenapa dirinya bisa disebut putra jenius. Itu karena di usia lima tahun, ia sudah bisa mengaktifkan elemen sihir angin yang murni.

Namun, kehangatan momen itu menguap dalam sekejap mata.

Tiba-tiba, dari kegelapan di belakang punggung Eliya, Zharvion yang meringkuk di pundaknya, bergerak waspada.

Makhluk kuno itu mengeluarkan geraman rendah yang bergetar hebat dari dalam tenggorokannya. Sisik-sisik kecil di sekujur tubuhnya berkilau terang.

"Ada apa?" Eliya yang merasakan sesuatu berbeda, bertanya lewat pikiran.

"Sesuatu yang sangat besar sedang bergerak di Benua Nocthus," jawab suara Zharvion menggema langsung di dalam kesadaran kepala Eliya. Dingin dan penuh kepanikan yang tertahan.

Eliya seketika terdiam, keheningan kembali mendatangi mereka. Tawa Kael dan Rayn yang baru saja menggema lenyap tanpa bekas, digantikan oleh kesunyian yang mencekam.

"Ada apa? Kau terlihat tegang," tanya Rayn merasakan kewaspadaan Eliya yang meningkat.

"Sesuatu di benua Nocthus bergerak. Kemungkinan itu adalah Sang kegelapan," jawab Eliya menatap jauh pada kegelapan pekat tanpa batas.

Kael sontak berdiri, tangannya bergerak refleks ke menggenggam angin, sementara udara di sekitar kaki gunung mendadak berembus kencang seolah merespons gejolak emosinya.

Di sisi lain, Rayn meletakkan cangkir bambunya dengan hentakan pelan, matanya berkilat merah seiring dengan percikan api kecil yang mulai menari-nari di ujung jarinya.

Eliya sendiri langsung membuka peta sihir portabelnya, memeriksa fluktuasi energi mana yang terdeteksi di koordinat Benua Nocthus.

Benar saja, garis-garis magis di peta berkedip merah darah. Sesuatu yang tertidur sejak ribuan tahun lalu tampaknya baru saja terbangun, dan jika spekulasinya benar, segel kegelapan di sana telah retak.

"Apakah dia benar-benar bangun?" tanya Kael, suaranya kini terdengar serius dan tajam, kehilangan seluruh kesan jenaka yang ditunjukkannya beberapa menit lalu.

"Kemungkinan iya, dan ini lebih buruk dari sekadar kebangkitan biasa," jawab Rayn sambil menatap ke arah cakrawala utara yang gelap gulita.

"Itu adalah tanda kebangkitan Sang Kegelapan, Nocthus."

Eliya melipat peta sihirnya dengan cepat dan menatap kedua putra jenius di hadapannya. Liburan singkat mereka di kaki gunung Drakhor resmi berakhir malam itu.

"Bersiaplah. Kita harus bergerak sebelum kekacauan terjadi di mana-mana," katanya dengan tegas.

"Kau merasakan sesuatu, Rayn?" tanya Kael dengan suara berbisik, nyaris tenggelam dalam desau angin buatan miliknya.

Rayn memejamkan mata sejenak, mencoba menyelaraskan diri dengan energi alam di tempat itu.

Begitu pula dengan Eliya, sebagai seorang mantan budak korporat di kehidupan sebelumnya yang mati karena overwork, konsep sihir sebenarnya masih sering membuat dia merasa takjub.

Namun, tubuh baru yang ia tempati itu memiliki sensitivitas luar biasa terhadap semua elemen. Saat kesadarannya meluas, ia bisa merasakan getaran aneh.

Itu bukan sekadar pergeseran tanah atau hewan malam yang melintas. Itu adalah energi hitam yang pekat, dingin, dan berbau anyir seperti darah lama.

"Zharvion benar," katanya sambil membuka mata. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang. "Ada riak energi yang sangat besar dari arah utara. Nocthus. Sesuatu yang besar baru saja terbangun di sana." Eliya menyimpulkan.

"Benua terkutuk itu lagi," gumam Rayn, netra merahnya berkilat mencerminkan kobaran api unggun.

"Baguslah. Aku sudah bosan berlatih dengan boneka kayu di akademi. Akhirnya ada sesuatu yang layak untuk dibakar," katanya tegas.

"Jangan gegabah, Rayn," sela Kael cepat, nada suaranya penuh peringatan.

"Jika riaknya sampai terasa ke kaki gunung ini, artinya segel kuno di Nocthus kemungkinan besar telah retak. Ini bukan sekadar monster level rendah yang tersesat. Ini Nocthus, sang penguasa kegelapan yang pernah menghancurkan dunia Aethervan ribuan tahun lalu," lanjut Kael teringat kisah yang sering diceritakan ibunya.

Melihat kedua pemuda di depannya yang mulai bersitegang tentang sosok paling ditakuti itu, Eliya menghela napas panjang.

Mereka berdua memang jenius yang diakui di seluruh kekaisaran. Kael dengan kontrol elemen anginnya yang presisi seperti bedah medis, dan Rayn dengan daya hancur elemen apinya yang luar biasa. Ditambah lagi dengan dua putra jenius lainnya yang saat ini sedang menjalankan misi terpisah, mereka adalah pilar masa depan dunia Aethervan.

Sementara dirinya? Eliya hanya seorang wanita yang jiwanya terpanggil untuk menggantikan hidup Aurelia yang lemah. Ia mati mendadak di meja kerja, dan takdir memilihnya.

"Kelebihanku di dunia ini adalah karena aku bisa menguasai semua elemen. Dan itu hanyalah bonus dari takdir yang mungkin merasa iba melihat nasib tragis lemburku dulu." Ia bergumam mengingat kehidupan sebelumnya yang membuatnya mati mendadak di meja kerja karena pekerjaan yang tak pernah usai.

Ia berdiri, menepuk-nepuk debu dari jubah sihirnya. Gerakannya menarik perhatian Kael dan Rayn. Keheningan kembali merayap, tapi kali ini ada getaran aneh yang berbeda di antara mereka.

Kael menatap Eliya dengan tatapan intens yang sulit diartikan, sementara Rayn memperhatikannya sambil memutar-mutar api di jarinya dengan gaya sok keren yang sialnya memang terlihat tampan.

Satu detik. Dua detik. Tatapan mereka membuat wajah Eliya agak memanas.

"Fokuslah, kalian berdua," ujar Eliya mencoba mencairkan ketegangan romantis yang mendadak muncul di udara.

"Zharvion, bisa kau tunjukkan arah yang paling aman untuk mengintai?" pinta Eliya.

Naga kecil di pundaknya bergerak, sisiknya yang berwarna emas berkilau. Lalu ia mengangguk pelan.

"Gila! Kau akan mendatangi tempat itu?" desis Kael tak setuju.

"Kita tidak punya waktu untuk terus berdiam diri. Di kegelapan malam, di bawah bayang-bayang Gunung Solitude, ancaman dari Benua Nocthus telah dimulai. Dan entah siap atau tidak, kita bertiga harus menghadapinya bersama."

Eliyah berkata dengan tenang. Kael diam, dan Rayn tak banyak berkomentar.

"Belum saatnya, Nak. Kau harus secepatnya menyambut takdirmu, Eliya. Temukan dan dapatkan mahkota elemen yang lainnya. Hanya dengan begitu, kau bisa mengalahkan Nocthus." Zharvion memperingatkan melalui pikiran.

Eliya mengepalkan tangan, tekadnya membara.

1
beybi T.Halim
kok yaa kasihan,kan ada 4 kerajaan apakah tak ikut bertempur?? atau malah sdh mati semua🙈
Aisy Hilyah: nah itu, udah ngilang semua itu
total 1 replies
beybi T.Halim
ceritanya sungguh bagus,sepanjang episode nahan nafas terus,karakter eliya sang badai benar2 tangguh,kuat dan tentunya ada sisi melow nya ,dikelilingi pangeran tampan dari 4 kerajaan, tak sabar untuk episode berikutnya👍👍👍👍👍semangat
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
beybi T.Halim
keren👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Pena Quality
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!