NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iri Bilang, Bos!

Dengusan kasar meluncur dari bibir Yudha, mendengar Yogi menuntut ganti rugi biaya pernikahan yang pernah dikeluarkan kakaknya itu. Sebenarnya, saat Yudha memantapkan hati untuk membangun rumah tangga yang sesungguhnya dengan Kanaya, niat untuk mengembalikan uang itu sempat terlintas di benaknya. Lagipula, ia sadar betul, sebagian besar pesta pernikahannya dibiayai sang kakak. Dia tahu diri bahwa ia tak keluar modal sepeser pun, selain untuk private wedding party bersama teman-teman kantornya.

Namun, Wirawan langsung menjegal niat itu. Papanya sengaja melarang Yudha mengganti uang Yogi untuk memberi efek jera pada putra sulungnya yang bebal itu. Dan sekarang, Yogi menuntut uang tersebut dengan dalih meminjam.

Yudha bimbang. Ia tak mungkin mengadu pada Papanya, karena sudah pasti sang papa akan melarangnya kembali. Ia pun enggan bercerita pada Mamanya, tak tega membuat sang mama kepikiran tentang nasib Yogi yang kini terombang-ambing tanpa pekerjaan.

Akhirnya, Yudha meraih ponselnya. Hanya ada satu nama yang terlintas di kepalanya untuk berbagi beban ini. Kanaya, istrinya.

Yudha mengetik pesan lebih dulu pada Kanaya, khawatir saat ini sang istri sedang mengajar.

Pesan pertama dikirim. "Yank, lagi sibuk nggak?"

Yudha menunggu. Sepuluh menit dalam keheningan, sampai akhirnya sebuah notifikasi pesan masuk terdengar.

"Baru selesai ngajar. Ada apa, Yud?" tulis Kanaya.

Tanpa membuang waktu, Yudha mengetik balasan pendek. "Bisa telepon?"

Begitu kata "Iya”" muncul di layar, Yudha langsung menekan ikon gagang telepon dan menempelkan ponsel ke telinga, menunggu panggilannya tersambung.

"Assalamualaikum. Ada apa, Yud?" Suara Kanaya terdengar.

"Waalaikumsalam. Nggak lagi repot, kan? Aku nggak ganggu waktu kamu?" Yudha memastikan lagi. Ia tahu betul bagaimana padatnya jadwal mengajar Kanaya, dan ia tidak ingin mengganggu kesibukan sang istri.

"Nggak, kok. Sejam lagi baru ada ngajar kelas lain," sahut Kanaya. "Ada apa?" tanya Kanaya menuntut jawaban. Ini sudah ketiga kalinya Kanaya melempar pertanyaan yang sama.

Yudha memijat pangkal hidungnya yang mendadak pening. "Mas Yogi baru aja telepon aku, Yank. Dia mau pinjam uang seratus juta. Katanya, tabungannya habis buat biaya pernikahan kemarin kemarin," cerita Yudha.

"Sebenarnya aku juga ada niat buat balikin uang itu ke dia, tapi Papa melarang. Cuma, sekarang ini dia lagi butuh uang banget. Menurutmu gimana, Yank?" Yudha meminta pendapat sang istri.

Hening beberapa saat. Kanaya tak langsung merespon pertanyaan Yudha.

"Kamu ada uangnya?" tanya Kanaya.

"Ada. Aku juga 'kan niat balikin ke dia awalnya," sahut Yudha.

Suara helaan nafas Kanaya terdengar di telinga hingga akhirnya suara lembut Kanaya kembali terdengar. "Ya udah, kembalikan saja uangnya. Berapa keseluruhan uang yang dia keluarkan untuk biaya nikah kemarin? Kalau bisa, kembalikan saja semua, biar nggak diungkit-ungkit ke depannya." Kanaya menyarankan Yudha mengganti semua uang yang dikeluarkan Yogi.

"Ya udah, kalau kamu setuju. Nanti aku kembalikan semua uang Mas Yogi." Yudha lega, karena Kanaya sejalan dengan pemikirannya. "Ya udah, deh. Aku tutup dulu teleponnya. Selamat mengajar. Assalamualaikum..." Yudha berniat mengakhiri percakapan mereka.

"Waalaikumsalam..." Setelah Kanaya menjawab salam Kanaya, percakapan mereka pun akhirnya terhenti.

***

Ayumi menyesap capucino hangat dari gelas yang ia genggam. Di hadapannya sepotong croissant tersaji. Sepulang dari kantor, dia membuat janji bertemu dengan temannya di sebuah Cafe. Namun, temannya itu belum juga tiba, membuatnya harus menunggu sendirian hanya berteman tamu-tamu cafe yang lain.

"Eh, kita mau kasih kado apa buat Bu Yaya? Minggu depan Bu Yaya ultah, lho."

"Kasih apa ya enaknya?"

"Tas aja, kita cari yang branded. Atau jam tangan."

"Aakkhh, itu terlalu mainstream. Cari yang lain, deh!"

"Terus mau kasih apa, dong, Ra?"

"Bu Yaya kan pengantin baru, kita kasih lingerie yang seksi, biar cepat dapat baby. Hehehe...."

"Astaga! Pikiranmu itu, Ra! Masih di bawah umur udah mikirnya ke sana."

Ketenangan Ayumi terusik oleh riuh renyah obrolan dari meja seberang. Ekor matanya langsung bergerak ke arah suara riuh berasal. Nama Yaya, Yogi dan Pengantin Baru sangat menarik perhatiannya.

Tiga orang remaja belia berkumpul dalam satu meja menikmati ice coffe dan french fries. Netra Ayumi terfokus pada emblem yang melekat di pakaian salah seorang gadis. Kalau tak salah ingat, itu adalah nama sekolah tempat Kanaya mengajar.

Ayumi memutar posisi duduknya mengarah ke meja ketiga gadis itu.

"Kalian murid SMP Tunas Harapan Bangsa, ya?" tanyanya kemudian.

Ketiga gadis belia itu adalah Zahra, Monik dan Putri. Mereka menoleh serentak ketika disapa Ayumi.

"Iya, Kak," jawab Monik.

"Kenal sama Ibu Kanaya?" tanya Ayumi berpura-pura tidak mendengr apa yang diobrolkan mereka tadi.

"Kenal banget, Kak. Bu Kanaya itu wali kelas kami. Biasa kami panggil Bu Yaya." Zahra antusias menjawab, "Kakak kenal Bu Yaya juga?"

Ayumi mengangguk kecil. "Suami Bu Kanaya itu bos saya," jawabnya.

"Bos Kakak? Oh, Pak Yogi itu bos, ya?" Zahra paling aktif merespon.

"Pak Yogi? Bos saya bukan Pak Yogi, tapi Pak Yudha." Ayumi menduga murid-murid Kanaya tidak tahu tentang pergantian mempelai pria yang mendampingi Kanaya.

"Oh, mungkin salah orang, Kak. Suami Ibu Yaya namanya Pak Yogi," sergah Monik ikut menimpali.

Ayumi lalu menggulir layar ponselnya. membuka aplikasi chat lalu membuka foto profil Yudha yang kini menggunakan foto wedding-nya dengan Kanaya. Dia menyodorkan foto itu pada ketiga murid tadi.

"Ini bukan?" tanyanya memastikan.

"Iya, benar, Itu Bu Yaya sama suaminya." Zahra membenarkan.

"Suami Bu Kanaya itu Pak Yudha, bukan Pak Yogi. Kalau Pak Yogi itu kakaknya Pak Yudha." Ayumi, sengaja memancing reaksi. Menatap wajah-wajah polos di depannya yang tampak kebingungan, Ayumi menarik tipis sudut bibirnya, merasa puas melihat ekspresi mereka. "Kalian serius nggak tahu rahasia ini? Pak Yogi itu kabur tepat di hari pernikahan. Jadi, demi menjaga nama baik keluarga, Pak Yudha yang terpaksa menggantikan kakaknya buat menikahi Bu Kanaya." Ayumi sengaja menyebarkan rahasia yang disimpan Kanaya dari lingkungan sekolah.

"Usia Pak Yudha itu tujuh tahun lebih muda dari Bu Kanaya, lho. Masa kalian baru tahu?" Ayumi terus menghasut, berharap detail kecil ini segera menyebar dan menjadi konsumsi publik di lingkungan tempat Kanaya mengajar. Dengan nada pura-pura prihatin, ia menambahkan, "Ya, wajar aja sih, kalau Bu Kanaya nggak pernah cerita ke kalian. Soalnya, ini kan... aib keluarga."

"Kalau aib keluarga yang harus ditutupi, terus maksud Kakak menceritakan ini ke kami itu apa?" sergah Zahra, di luar ekspektasi Ayumi.

"Iya, benar. Kalau memang Bu Kanaya menyimpan ini agar nggak diketahui banyak orang, kenapa Kakak malah menyebarkannya? Kakak pasti punya niat jahat!" tuding Monik.

"Kakak dengki banget, sih!" Putri yang sedari tadi tak ikut berinteraksi dengan Ayumi kini ikut menimpali.

"Jangan-jangan Kakak ini naksir sama suami Bu Kanaya, jadinya iri hati sama Bu Kanaya!" Zahra kembali menuduh Ayumi mempunyai maksud tak baik pada Kanaya. "Iri bilang, bos!"

"Huuuhhhh..." Mereka bertiga serempak mencemooh.

Ayumi tersentak. Tak menyangka ketiga gadis itu tak terpengaruh dengan issue pernikahan Kanaya. tapi, mereka justru menyerangnya, apalagi beberapa pengunjung di cafe itu mulai memperhatikannya.

❤️❤️❤️

Bersambung...

1
Juwitae
Jadi kayak jemuran Mak Zha... nungguin besok lagi dahh🤭
sunaryati jarum
Emak berharap muncul dua garis merah
sryharty
ea ea ea malaaah di gantung ga tuh sama mam zha,,
baru manggap mam udah keluar kata keramat aja
Bersambung 😭
Ernalita Sitompul
sabar sabar...thor bikin kita pinisirin aza..😀 tp yakinlah hasilnya akan positip💪
Selin Tari
semoga da kabar baik dari Kanaya,
ρυтяσ kang'typo✨
semoga beneran garis 2 Yaya🤗🤗🤗semangaaat....
pasti senang sekali Yudha kalo tau Yaya tetiba positif
ρυтяσ kang'typo✨
nah kan...bener" pengecut ko Yogi tuh,bersyukur lah Yaya batal niakah ma dia,karna ada hikma di balik batal'y mereka😌😌😌😌nikah sama Yudha jadi berkah🥰❤️
ρυтяσ kang'typo✨
ya emang gitu kalo lelaki g gentle...mudah di salah pahami karna g ada penjelasan yang pasti😌😌😌usia pun g menjamin kedewasa'n toh,disebagai ka" malah harus dinasehati sama ade🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️bersikap dewasa dan bertanggung jawab donk Yogi,bangun hubungan mu sama Wulan dengan baik agar tidak canggung n minder dengan keluarga mu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
semoga hasilnya beneran positif ya,semakin bertambah kebahagiaan untuk Kanaya dan Yudha juga keluarga mereka. pak Danur bisa membuka hatinya dan menerima Yudha sepenuhnya sebagai menantu.biarin Yogi dengan masalahnya menyelesaikan perbuatan yang dia lakukan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
emang sepengecut itu Yogi. gak sadar diri gak koreksi diri.padahal semua tindakannya dilakukan atas keinginannya sendiri dan dia tidak cerita yang sebenarnya pada keluarga Wulan.dia gak berpikir akibat yang akan timbul dari kaburnya dia dari pernikahannya dengan Kanaya.
sunaryati jarum
Malam pertama bertengkar malam selanjutnya tidak ada kehangatan . Untuk Naya semoga dua garis merah
sryharty
Yogi udah tua tapi ga dewasa ga kaya Yudha,kan bisa bilang baik2 sama Wulan,tanpa harus menyakiti perasaan istri nya,,
semoga garis dua ya nay
nuraeinieni
semoga saja hasilnya seperti harapanmu naya,,,hamil.
nuraeinieni
jgn menyudutkan wulan,,,dia juga tdk tau apa2,mending kamu jujur yogi pada keluarganya wulan,spy jedepannya tdk ada lagi gosip dan rumah tangga kalian langgeng dan cepat di beri momongan.
Ernalita Sitompul
Yogi,klu ada masalah..dewasa dong menghadapinya...lihat tuh adikmu Yudha..
Juwitae
Ayo Yogi berani gak ngaku kalo kamu yg ninggalin Kanaya. jujur Lo sama keluarga Wulan. semoga hasilnya garis 2 ya Naya
Rika Fitriana
semoga hasil'y positif
sunaryati jarum
Wulan selamanya akan minder, memang kurang bisa cepat menyesuaikan diri,mungkin karena pendidikan atau pengalaman, bahkan akan selalu merasa bersalah.Karena saat Yogi akan menikah malah mengabarkan kecelakaannya.Sudah garisnya Naya akan berbahagia dengan Yudha.Bahkan lebih tanggung jawab Yudha.Serta Yudha keknya tipe suami setia apalagi suka bercandaa
Ernalita Sitompul
Ayo Yogi,kamu sebagai kakak Yudha harus bertanggungjawab meluruskan masalah itu dan jangan kekanakan lagi.. nggak salah belajar sama adek sendiri dalam mencari solusinya sgar tidak membawa keretakan ditengah keluarga Wulan...Ayo Yogi perjuangkan kebahagiaanmu biar nggak ngelirik Kanaya tetus yiap kumpul keluarga nanti..🤭
Ummu Shafira
cerita yg bagus, semangat terus berkarya mba thor😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!