NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Antara Tuduhan dan Kesabaran yang Teruji

Di kediaman Keluarga Hutapea, suasana seketika berubah menjadi begitu tegang dan penuh kemarahan yang meluap-luap. Karen masih terisak hebat di pelukan Ibu kandungnya, sesekali melirik ke arah pintu seakan menunggu kedatangan Cynthia agar dapat melampiaskan segala kemarahannya. Ibu kandung Karen tampak tak kalah marahnya, langkah kakinya terlihat mondar-mandir dengan gelisah di dalam ruangan tamu yang luas itu, sesekali menghela napas panjang lalu melontarkan tuduhan-tuduhan tajam kepada Cynthia yang belum hadir sama sekali di hadapan mereka.

"Wanita itu memang tak tahu sopan santun!" ucap Ibu kandung Karen dengan nada yang penuh amarah dan kebencian. "Selama ini kami sudah memberinya tempat tinggal dan kehidupan yang layak, namun lihatlah balas budinya! Ia justru berani bersikap tak pantas di rumah ini, berani mendekati tunangan orang lain, dan melakukannya dengan cara yang begitu memalukan!"

Nyonya Hutapea yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan akhirnya membuka suaranya perlahan namun tegas. "Jangan terburu-buru menarik kesimpulan sebelum mendengar penjelasan dari Cynthia sendiri. Apa yang dilihat Karen mungkin saja terjadi karena kesalahpahaman yang tak disengaja. Kita harus bersikap adil dan mendengar kedua belah pihak terlebih dahulu."

Namun kata-kata Nyonya Hutapea seakan tak didengar sama sekali oleh Ibu kandung Karen. Wanita itu justru semakin melancarkan tuduhan-tuduhannya, seakan telah memutuskan bahwa Cynthia adalah wanita paling jahat yang pantas diusir dan dihukum seketika tanpa diperiksa terlebih dahulu. Tak lama berselang, pintu ruangan terbuka perlahan. Cynthia berdiri di ambang pintu dengan wajah yang masih tampak pucat dan lesu, namun langkah kakinya tetap tegak dan tenang. Di belakangnya terlihat sosok YB yang ikut datang untuk mencoba menjelaskan segala kejadian yang sebenarnya.

Begitu melihat kedatangan Cynthia, Karen seketika melepaskan pelukan ibunya dan melangkah mendekat dengan wajah yang masih basah oleh air mata namun penuh kemarahan yang membara. "Berani sekali kau datang ke sini! Kau pikir dengan wajah polosmu itu semua orang akan mempercayaimu? Kau wanita licik yang tak tahu malu! Kau sengaja mendekati YB, sengaja menciumnya, dan berniat menghancurkan kebahagiaanku!"

Cynthia menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang kembali berpacu kencang hebat. Ia menatap satu per satu wajah yang tampak menatapnya dengan pandangan berbeda-beda — Ibu kandung Karen yang penuh kebencian, Karen yang penuh amarah, Nyonya Hutapea yang penuh keraguan, dan YB yang tampak penuh rasa bersalah namun tak berani bersuara lantang. Dengan suara yang tenang namun terdengar tegas dan jelas, Cynthia pun mulai menjelaskan segala kejadian yang sebenarnya terjadi.

"Aku datang ke sini bukan untuk membela diri dengan kebohongan," ucap Cynthia dengan pandangan mata yang jernih dan tulus. "Aku datang untuk mengatakan kebenaran apa adanya. Apa yang dilihat Karen tadi terjadi sepenuhnya tanpa sengaja. YB datang untuk menyampaikan sesuatu, jarak di antara kami menjadi dekat tanpa kami sadari, dan sentuhan bibir itu terjadi secara tidak sengaja. Aku tidak pernah berniat mendekati YB untuk merusak hubungan kalian. Aku tidak pernah berniat menjadi wanita yang kalian tuduhkan selama ini."

"Tanpa sengaja?" potong Karen dengan nada yang tak percaya sekaligus mengejek. "Berpikir kau bisa menipu kami dengan alasan yang begitu konyol! Kalau benar tanpa sengaja, mengapa kau tidak segera menjauh? Mengapa kau justru diam dan menerima sentuhan itu seakan menikmatinya? Jangan berpikir kami begitu mudah ditipu oleh kata-kata manismu itu!"

Cynthia terdiam sejenak mendengar pertanyaan tajam Karen. Ia teringat kembali perasaannya sesaat itu — kenangan masa lalu yang tiba-tiba menyeruak, rasa rindu yang tak pernah benar-benar hilang, dan getaran hati yang sempat ia rasakan tanpa sadar. Namun ia tak bisa mengucapkan alasan itu di hadapan semua orang. Ia tak bisa mengatakan bahwa sesaat itu hatinya sempat terhanyut dalam kenangan, bukan karena ia masih mencintai YB, melainkan karena masa lalu yang tiba-tiba menyapa dengan begitu kuat.

"Aku sempat terkejut dan terpaku," jawab Cynthia dengan suara yang sedikit bergetar namun tetap teguh pada pendiriannya. "Itu bukan karena aku menikmatinya, melainkan karena aku tak menyangka hal itu akan terjadi. Namun aku akui... aku terlambat menjauh. Dan karena keterlambatan itulah kesalahpahaman besar ini terjadi. Untuk itu aku meminta maaf kepadamu, Karen. Namun aku tidak meminta maaf karena aku bersalah atas tuduhan yang kau lemparkan kepadaku. Aku tidak pernah berniat merusak kebahagiaan kalian."

Suasana ruangan kembali hening sejenak. Ibu kandung Karen hendak menyela namun ditahan oleh isyarat tangan dari Nyonya Hutapea. Wanita itu menatap lekat-lekat mata Cynthia, seakan berusaha menembus hingga ke kedalaman hatinya untuk memastikan apakah wanita itu berkata jujur atau berbohong. Keraguan yang selama ini ia rasakan kembali muncul di benaknya. Tatapan mata Cynthia begitu tulus, begitu jernih, dan begitu tenang. Namun di sisi lain, kesaksian Karen tampak begitu nyata dan penuh keyakinan.

Di sudut ruangan, YB berdiri diam mendengarkan seluruh penjelasan Cynthia. Hatinya terasa semakin perih dan sesak. Ia menyadari bahwa semua kesalahan ini bermula dari dirinya. Andai saja ia tidak mendekat... andai saja ia mampu menahan rindunya... wanita itu tak akan pernah berdiri di posisi yang begitu sulit dan menyakitkan. Dengan tekad yang bulat, YB akhirnya melangkah maju dan berdiri di samping Cynthia.

"Semuanya itu adalah kesalahanku," ucap YB dengan suara yang tegas dan penuh tanggung jawab. "Akulah yang mendekat tanpa sadar, akulah yang menyebabkan jarak di antara kami menjadi begitu dekat, dan akulah yang menjadi penyebab utama terjadinya kesalahpahaman ini. Cynthia tidak pernah memintaku mendekat. Ia tidak pernah berniat apa pun. Jika ada yang pantas disalahkan di sini, maka akulah orangnya. Jangan tuduh wanita itu atas kesalahan yang kubuat sendiri."

Pernyataan itu seketika membuat semua orang terdiam terpaku. Karen menatap tunangannya itu dengan mata yang membelalak tak percaya, seakan baru saja mendengar hal yang paling menyakitkan seumur hidupnya. Bahwa YB sendiri yang mengakui telah mendekati Cynthia... bahwa YB sendiri yang menanggung segala kesalahannya... hal itu justru semakin memperkuat keyakinan Karen bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di antara mereka berdua.

"Jadi begitulah..." suara Karen terdengar lirih namun penuh kepahitan yang mendalam. "Kau sendiri yang mengakuinya. Kau yang mendekatinya. Kau yang menanggung segala kesalahannya. Bukankah itu berarti kau memang memihaknya? Bukankah itu berarti kau memang menyayanginya di belakang punggungku?"

YB tertegun tak mampu menjawab. Ia tak bermaksud demikian. Namun dalam usahanya membela Cynthia, ia justru semakin memperburuk keadaan. Dan di saat itulah, di tengah keheningan yang berat dan penuh kepahitan itu, Nyonya Hutapea akhirnya berdiri dan memutuskan segala perdebatan yang tak kunjung usai.

"Cukup untuk saat ini," ucap Nyonya Hutapea dengan suara yang tenang namun berwibawa. "Saya tidak akan menarik kesimpulan apa pun hari ini. Namun saya harap hal seperti ini tidak akan pernah terulang lagi. Mulai saat ini, Cynthia... tolong jaga jarakmu dengan YB demi kebaikan semua pihak. Dan YB... kau harus lebih bijaksana dan menjaga sikapmu sebagai pria yang akan segera menikah. Karen... tolong kendalikan emosimu dan jangan terlalu cepat menuduh sebelum memahami keadaan yang sebenarnya."

Meskipun Nyonya Hutapea tak menyalahkan Cynthia secara langsung, namun permintaan agar Cynthia menjaga jarak terasa seperti sebuah keputusan yang membebani hati wanita itu semakin berat. Cynthia menunduk pasrah, menerima segala keputusan itu dengan kepala tegak namun hati yang terluka. Ia pun berbalik perlahan meninggalkan ruangan itu, menyadari bahwa semakin ia berusaha menjelaskan kebenaran, semakin pula ia terjebak dalam jaring kebohongan yang tak pernah ia buat sendiri. Dan di balik kepergiannya itu, keraguan di hati Nyonya Hutapea justru semakin menguat. Wanita itu kembali teringat kalung penanda yang selalu dipakai Karen, dan pertanyaan besar itu kembali menghantui pikirannya — mengapa kebenaran selalu terasa begitu jauh namun sekaligus begitu dekat untuk digenggam?

1
Dokkan Battle
YB? REZA ARAP?
Sefin Eka Ramana Putri: yabss..betul kak.😊
total 1 replies
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Perih sekali membacanya... 💔 Tujuh tahun mencintai, memberikan segalanya, kesetiaan yang tak tergoyahkan — lalu dikatakan 'tidak pantas'? Dimana letak keadilannya? Cynthia tidak meminta banyak, hanya dihargai dan dilihat. Tapi justru dia yang dipinggirkan demi kebahagiaan orang lain. Tulisan Kakak begitu hidup, bikin ikut merasakan setiap luka di hatinya. Lanjutkan ya Kak, ceritanya luar biasa! 🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak atas perhatian dan perasaannya! 🥺❤️ Memang perih sekali melihat ketulusan bertahun-tahun diabaikan begitu saja... Semoga kisah Cynthia bisa menyentuh hati kalian semua. Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan sedang menanti! 🙏✨
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
"Lamaran yang Bukan untukku" — sungguh kisah yang menyayat hati! 💔
Tujuh tahun kesetiaan, tujuh tahun menunggu, namun pada akhirnya semua pengorbanan seakan tak pernah dilihat. Alurnya begitu menyentuh, setiap kalimat terasa hidup dan menusuk sampai ke hati. Cerita ini bukan sekadar kisah cinta, tapi tentang dihargai atau diabaikan, tentang berjuang lalu terluka. Kalau kalian mampir ke sini, jangan lewatkan untuk membacanya dari awal sampai akhir — kalian pasti akan ikut merasakan setiap perasaan tokohnya. Karya yang luar biasa indah dan berharga! Semangat terus menulisnya Kak! ❤️⭐⭐⭐⭐⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Moreno! 🥺❤️ Pujian dari Kakak sungguh membuat mataku berkaca-kaca... Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat, dan aku ingin kisah Cynthia dirasakan sepenuh hati oleh kalian semua. Dukungan Kakak adalah semangat terbesarku untuk terus menulis sampai bab terakhir! Terima kasih sudah mampir dan merasakan kisahku! Tetap ikuti perjuangan Cynthia ya! 🙏✨❤️
total 1 replies
Dita Anggraini
Sakit sekali... 😭 Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, tapi seolah semua pengorbanannya tidak pernah ada. Semua sibuk mendukung kebahagiaan mereka, tapi siapa yang akan menjaga kebahagiaan Cynthia? Kata-katanya begitu sederhana tapi menusuk sampai ke tulang. Ceritanya luar biasa, bikin tidak sabar kelanjutannya! ⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥺❤️ Benar sekali, tujuh tahun bukan waktu yang singkat... Sakit sekali melihat pengorbanan yang tidak dihargai. Tapi jangan khawatir, perjuangan Cynthia belum selesai! Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan akan datang! 🙏✨
total 1 replies
Dita Anggraini
"Sungguh karya yang luar biasa indah! Ceritanya menyentuh hati, penuh makna, dan setiap kata yang ditulis terasa begitu tulus. Tidak pernah membosankan, justru semakin dibaca semakin ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Teruslah berkarya, tulisanmu sangat berharga! ⭐⭐⭐⭐⭐"
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥰⭐ Sungguh pujian yang membuat hatiku hangat! Aku selalu berusaha menulis dengan tulus dari lubuk hati terdalam. Dukungan Kakak membuatku makin semangat menjaga ceritanya tetap indah sampai bab terakhir! 💖✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!