NovelToon NovelToon
Lelah Berharap

Lelah Berharap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: vita no

tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.

"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".

Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik Detik Menuju Ujian Naik Kelas

Sesampai aku digerbang sekolah, aku lihat kak Aksa juga baru sampai. Dan anehnya kok kak Aksa nggak sama Tia.

"Eh Bin kok kamu bengong aja. Apa sih yang ada di otak kecik mu ini."

"Apaan sih kamu Mil. Mana ada aku bengong. Yuk kita masuk ke kelas."

"Tunggu Mil, Silvi mana ?"

"Oh dia sudah di dalam kelas, katanya dia lagi buat tugas yang kemarin belum dikerjakannya."

"Ya sudah, yuk kita masuk."lalu aku dan Mila berjalan menuju ke kelas. Di tengah jalan aku berpapasan dengan gengnya kak Aksa dan kali ini tanpa ada Tia di dekat kak Aksa.

"Aneh ya Bin, kok aku nggak lihat pacarnya kak Aksa. Setahu ku jika ada kak aksa pasti ada pacar kak Aksa kan."

"Us. Jangan kepo dengan privasi orang lain. Urus aja tu urusan kita. Apa lagi kita mau ujian. Kita harus fokus Mil."

"Iya iya den Bin. Kok sewot amat sih jika aku ngomongin kak Aksa. Atau kamu suka kak Aksa ya Bin?"

"Enak aja kamu. Sekarang ni bukan masalah cinta cintaaan yang difikirkan Mil. Tapi cita cita."

"Ya deh buk dok. Hamba terima nasehatnya." Candaan Mila pada ku.

Kami sampai juga di kelas. Aku lihat Silvi juga lagi fokus mengerjakan tugas yang belum diselesaikannya.

"Gimana Sil, apa sudah selesai tugas kamu. Jika belum, punya ku ada ni."

"Eit jangan Bin. Aku harus menyelesaikannya sendiri. Lagian aku juga bisa mengerjakannya. Bukan nggak bisa kemarin aku kerjakan. Tapi kemarin aku ketiduran aja Bin."

"Iya deh Sil, yang anaknya selalu bisa sendiri mengerjakan tugas."sindir Mila diiringin dengan candaan yang nggak garing banget.

Guru wali kelas kami masuk. Bu Rita hanya bilang hari ini kita nggak akan ada guru yang mengajar. Tapi kita akan mempersiapkan diri untuk ujian kenaikan kelas. Dan kami hanya diberi tugas mengerjakan kisi kisi soal ujian. Agar kami ada gambaran apa yang akan keluar saat ujian. Dan bu Rita juga membagikan kartu ujian kepada kami.

"Eh Bin, ujian kenaikan kelas kita akan dimulai. Trus nanti ujian kelulusan kak Aksa dan gengnya juga akan diadakan dong. Jika mereka sudah lulus, nanti nggak ada lagi dong cogan yang ada disekolah kita ini."ucap Mila.

"Kenapa di otak mu ini hanya para cogan aja sih Mil."ucap Silvi sambil menjitak dahi Mila.

"Ih sakit Silvi dodol. Jitaknya keras kali. Bisa benjol ni jidat ku ini."

"Habis kamu mikirkan apaan. Kayak mereka aja yang cogan. Cogan tu hilang satu tumbuh seribu, tahu kamu nggak."

"Iya iya deh Sil. Yang berfikirnya rasional kali."

"Kok kamu diam aja sih Bin. Kenapa nggak komen? " apa kamu sariawan?"

"Nggak lah Mil. Lagian apa coba yang harus aku komentari." Ucapku dengan polosnya.

"Ya udah deh. Malas banget ngomong sama kalian. Pada nggak nyambung."

Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Pertanda jam makan siang sudah datang. Anak anak yang sedang bahas kisi kisi yang diberikan bu Rita mulai beristirahat sejenak dan mereka menuju ke kantin sekolah.

Sementara aku, Mila dan Silvi hanya berada di dalam kelas. Aku membuka bekal yang ku bawa dan kami makan bersama.

"Makin hari masakan kamu makin enak deh Bin. Kapan kapan ajarkan aku masak ya Bin."

"Ok siap guys. Aku siap aja ngajarin kalian kalau masak masak."

Setelah selesai makan, kami mulai cerita cerita random. Dari curhat Mila dan juga curhat Silvi. Sampai membahas tentang masa depan kami.

Setelah sesi curhat curhatan. Kami mulai lagi membahas kisi kisi yang diberikan oleh bu Rita.

Selesai mengisi kisi kisinya kami pun melangkah keluar dari kelas menuju ke rumah masing masing.

"Bin, Sil kita jalan ke mall yuk. Ada yang mau aki beli. Temani dong."

"Aku sih ok aja, gimana dengan mu Bin. Apa kamu mau ikut."

"Ikut aja ya Bin. Ya ya... ayuk lah Bin, cepat dong kamu hubungi mommy mu dan katakan kamu mau temani teman mu ke mall yang mau beli sesuatu."

Omongan Mila yang minta aku ngabarin mommy kalau aku telat pulang di dengar oleh kak Aksa. Kak Aksa hanya diam aja dan memandangi aku dengan tatapan yang tajam. Dan aku nggak tahu arti tatapannya itu. Tak berapa lama, terdengar suara Tia. Dia nggak masuk sekolah hari ini, tapi kok dia ada disekolah pas jam pulang sekolah. Memang aneh sih.

"Kak Aksa, kenapa nggak jemput Tia sih tadi mau kesekolah. Akhirnya Tia minta izin deh nggak masuk sekolah."ucapnya dengan manja.

"Malas." Hanya kata itu yang terdengar dari bibir kak Aksa. Entah kenapa kak Aksa sekarang berbeda begitu.

"Ya deh. Kak Aksa nggak sayang lagi ya sama Tia."dengan nada dibuat sedih Tia berucap.

"Aduh Tia, kenapa lebay kali sih. Kamu kan ada mobil dan juga sopir. Buat apa itu nggak dimanfaatkan. Percuma aja ada kan. Iya nggak Ted." Dan dianggukkan oleh Teddy.

"Yuk Bin, naik mobil cepat. Biar cepat pergi cepat pula pulangnya."

"Yuk lah." Aku akhirnya masuk ke mobil Mila bersama Silvi.

Sementara itu di parkiran sekolah, Tia masih ngotot minta diantar sama Aksa ke mall membeli baju yang diinginkannya. Tapi Aksa dengan tegas menolaknya. Mungkin aja Aksa sudah malas dengan sikap Tia.

"Kak Aksa, temani Tia dong ke mall. Tia pingin kali beli baju ini."ngomong Tia sambil melihatkan apa yang mau dia beli.

"Pergi aja sendiri. Tuh ada mobil juga sopir. Aku mau pulang, mau belajar. Guys aku pulang dulu." Ucap Aksa sambil berlalu pergi dari temannya dan Tia.

Tia menghentak hentakkan kakinya karena dia kesal dengan ucapan Aksa. Akhirnya dia masuk ke mobil dan menuju kerumahnya.

Sementara Aksa melaju ke cafe Hit. Tempat usahanya, dia mau memgecek pembukuan dan bahan bahan yang masih dibutuhkan apa masih ada atau tidak. Sesampai disana, cafenya sangat rame. Ya cafe yang didirikan Aksa sangatlah rame dan terkenal juga sih.

"Gimana Den, apa pemasukan bulan ini ada peningkatan? Dan apa bahan bahan mentahnya masih lancar dikirim oleh pemasoknya?"

"Aman Aks. Penjualan bulan ini hari ke hari meningkat. Dan juga bahan baku aman."

"Bagus kalau gitu. Aku masuk keruangan ku dulu. Dan ingat, jangan sampai ada yang tahu aku pemilik cafe ini."

"Siap bos."ucap Raden

Aku masuk keruangan ku, ku cek semua pembukuan dari awal bulan sampai sekarang. Tapi aku tak kosentrasi. Karena aku ingat Bintang. Ingat apa yang aku lakukan semalam dan ingat jika hari ini Bintang dan teman temannya pergi ke mall.

"Aneh, kok nggak ada notifikasi pembelanjaan Bintang. Jika dia ke mall pasti ada yang dia beli. Tapi ini kok nggak ada." Gumam Aksa dalam hati." Aku harus tanya kan lagi sama Bintang. Atau jika perlu, aku yang akan pergi sama Bintang untuk membeli kebutuhannya."gumamnya lagi.

Setelah mengecek laporan pembukuan dan keadaan penyimpanan bahan baku, Aksa pulang ke apartemennya. Niat hati ingin ngomong sama Bintang. Tapi sesampai di apartemen, apartemen masih kosong tidak berpenghuni. Setelah setengah jam di apartemen, barulah Bintang pulang. Dan dia pun membuka pintu apartemen. Bintang kira tidak ada orang di apartemen, tapi dia dikejutkan dengan kak Aksa yang duduk di ruang tamu.

"Assalammu'alaikum kak."ucap Bintang sambil menyalami tangan Aksa. "Kak Aksa sudah lama di apartemen ini, kak Aksa sudah makan ?" Tanya Bintang bertubi tubi sama Aksa.

"Wa'alaikumsalam. Kakak sudah hampir setengah jam disini dan kakak belum makan."

"Oh kalau gitu bentar ya kak, Bintang ganti baju dulu dan baru buat makanan buat kakak."

"Ya."

Setelah Bintang ganti baju. Dia mulai memasak makanan buat Aksa. Dan Aksa mengekori Bintang ke dapur, tapi dia hanya duduk di kursi ruang makan sambil melihat kelincahan Bintang memasak. Sesaat Aksa begitu kagum dengan Bintang. Bintang bukan sosok yang manja dan tidak ketergantungan dengan yang lain. Dia tumbuh jadi sosok wanita yang cantik dan mandiri.

1
partini
ortu egois,,tuh si Aska yg ga serius masa kaya gitu ga ngehh kalian par ortu busettt dah bego bngt
partini
para ortu happy tapi anknya nyesek ortu buta ga bisa lihat apa pura" lihat
partini
ngmng ke ke mertua diem"Bae aihhh nanti ada yg deketin jalan barang setatus kamu masih istri Aska ya kamu selingkuh
partini
ajukan perceraian aja kan bisa dari pihak wanita,iya kalau dia pulang masih sendiri kalau udah berdua kamunya macam mana be smart don't be stupid Bin ,ngmng ke mertua toh mertua kamu tau apa yg terjadi di jangn buta karena cinta
partini
seandainya bintang ada temen cowok yg care Banggt bisa buat pelipur lara nantinya pas Aska di sana udah ada cem ceman
partini
enak bener si Aska ini ya udah bin kan dia ngmng kaya gitu moga aja pas dia diluar negri ada cowok ganteng paripurna cinta kamu ga salah dong kan itu yg Aska mau kalian juga ortu Bege
partini
kapan bintang minta pisah Thor ,secara Aska udah mau ke luar negeri
Dewi Puspitasari
k yg banyak up episode 🤭
Bunda Ning
cerita menarik tidak bertele tele
Dewi Puspitasari
k cepetan abdet episode yg banyak
May Maya
mampir Thor semoga karya nya bgus n GK berhenti d tengah jln 🤭 harus sampai tamat ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!