NovelToon NovelToon
Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Angst
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Riven Daylon Chamron adalah pria yang memiliki segalanya. Terlahir sebagai putra sulung Thomas Chamron dan Hellary Chamron, ia tumbuh di tengah kemewahan, kekuasaan, dan lingkaran pergaulan elit yang membuat namanya dikenal di banyak kalangan.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah diajarkan oleh dunia bisnis, kekuasaan, ataupun pendidikan terbaik yang pernah ia terima: cinta.

Angelina Angie, seorang gadis yang terlihat polos dan pekerja keras demi mencapai impiannya mampu meluluhkan hati Riven.

Namun, saat perasaannya semakin dalam, Riven mulai menyadari bahwa wanita yang dicintainya mungkin tidak mencintainya dengan alasan yang sama.

Angelina Angie yang tak memiliki apapun tak membawa apapun hingga akhirnya menjadi Ratu Instagram berkat Riven, ternyata memiliki kehidupan yang penuh kontroversi. Di balik senyumnya yang memikat, tersimpan ambisi, drama, intrik, serta rahasia yang tak di ketahui.

Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, ambisi, dan harga yang harus dibayar ketika seorang pewaris konglomerat jatuh hati pada wanita yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 26

Riven menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua, lalu merengkuh tubuh mungil Angie ke dalam pelukan posesifnya. Ia membiarkan kepala Angie bersandar di dada bidangnya, sementara jemari besarnya dengan lembut menyisir rambut Angie yang kusut dan basah oleh keringat

Di ambang batas antara kesadaran dan tidurnya, Angie bisa merasakan kecupan lembut Riven mendarat di puncak kepalanya, menyalurkan kehangatan yang perlahan mengikis rasa sakit di tubuhnya. Malam yang brutal itu telah usai, meninggalkan ikatan tak kasat mata yang kini terjalin jauh lebih kuat dan mengikat di antara keduanya.

Matahari semakin tinggi, sinarnya yang mulai menghangat tidak lagi sekadar mengintip, melainkan sudah terlihat cukup menyengat dari celah gordyn.

Di dalam keheningan pagi itu, hanya terdengar suara napas teratur dari dua insan yang akhirnya terlelap setelah badai gairah yang melelahkan. Mereka tidur seperti pasangan yang begitu tenang, berbeda dari suasana semalam yang penuh desah dan kebrutalan.

Riven terbangun lebih dulu. Jam dinding digital di sudut kamar menunjukkan pukul sepuluh pagi.

Pria itu membuka matanya perlahan. Hal pertama yang ia rasakan adalah beban ringan dan hangat di atas dadanya.

Angie masih tertidur sangat lelap, meringkuk seperti anak kucing dalam dekapannya. Riven menunduk, mengamati wajah polos yang tampak begitu kontras dengan ekspresi penuh damba dan kepasrahan yang Angie tunjukkan beberapa jam lalu.

Ada rasa hangat yang tidak biasa menjalar di dada Riven, sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar kepuasan fisik.

Dengan gerakan selembut mungkin agar tidak mengusik tidur Angie, Riven mengurai pelukan mereka. Begitu selimut bergeser, kilasan samar dari warna kemerahan dan jejak keunguan di suruh tubuh mulus Angie membuat Riven mengatupkan rahangnya.

Ia mengumpat pelan dalam hati, menyadari betapa brutalnya ia bertindak semalam ketika kendali dirinya runtuh total.

”Maaf…” kata Riven lirih, menyentuh pipi Angie dengan lembut.

Riven turun dari ranjang, pria itu memakai celananya dan berjalan ke kamar mandi, dan kembali beberapa menit kemudian dengan sebaskom air hangat dan selembar handuk kecil.

Ia duduk di tepi ranjang, lalu dengan ketelatenan yang tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun seumur hidupnya, Riven mulai menyeka tubuh Angie. Gerakannya sangat pelan saat membasuh peluh dan sisa-sisa malam mereka.

Sentuhan hangat itu membuat Angie melenguh halus.

“Uhgghh….”

Kelopak matanya bergerak-gerak sebelum akhirnya terbuka perlahan, menampakkan sepasang manik mata yang masih diselimuti kabut kantuk dan rasa lelah.

“Riv…” bisik Angie. Suaranya terdengar sangat serak, hampir seperti bisikan yang hilang di udara.

Riven menghentikan gerakannya, lalu meletakkan handuk ke dalam baskom. Ia condong ke depan, mengecup dahi Angie dengan lembut sebelum mengusap pipi gadis itu.

“Hei. Merasa sakit di suatu tempat?” tanyanya dengan suara bariton yang rendah dan penuh perhatian.

Angie merasakan seluruh tubuhnya kaku dan pegal, seluruh nya sakit, terutama di bagian pinggang ke bawah.

Mengingat kembali bagaimana Riven memperlakukannya semalaman membuat pipi Angie seketika merona merah padam. Ia menyembunyikan sebagian wajahnya di balik selimut, merasa malu sekaligus kewalahan oleh tatapan intens Riven yang kini begitu memikat.

“Semuanya pegal! Semuanya sakit!” cicit Angie jujur, tidak bisa berbohong atas rasa lelah yang mendera fisiknya.

Riven terkekeh rendah, sebuah suara berat yang menggetarkan dada bidangnya. Ia menarik selimut yang menutupi wajah Angie, memaksa gadis itu menatapnya.

“Aku tahu. Aku yang salah karena kehilangan kendali,” ujar Riven, mengecup bibir bengkak Angie sekilas sebagai permohonan maaf yang tulus.

“Istirahatlah lagi. Aku akan memesankan makanan.”

Angie hanya bisa mengangguk pasrah. Di bawah dominasi kelembutan Riven yang baru ini, benar-benar seorang peia yang jauh dari yang ia lihat pertama kalinya.

Melihat Riven yang hendak beranjak dari tepi ranjang untuk mengurus sarapan, Angie tiba-tiba merasa kehilangan. Pria itu memakai kaos nya.

Rasa hangat yang menjalar di tubuhnya setelah dibasuh air hangat seolah menguap, digantikan oleh rasa sepi yang aneh begitu jarak membentang di antara mereka.

Tanpa sadar, Angie mengulurkan tangannya yang masih lemas, mencengkeram ujung kaos rumahan yang baru saja Riven kenakan.

“Riv… jangan pergi dulu,” bisik Angie parau. Matanya yang berkaca-kaca menatap Riven penuh harap, tampak begitu rapuh dan menggemaskan di saat yang bersamaan.

”Peluk aku... Berbaringlah di sini bersamaku, sebentar saja.”

Riven menghentikan gerakannya. Menatap binar manja dan ketergantungan yang tersorot jelas dari sepasang mata Angie, pertahanan pria itu runtuh seketika. Rasa bersalah yang sempat bersarang di dadanya melebur menjadi kehangatan yang protektif.

Senyuman tipis langsung mengembang di bibir pria itu.

Riven kembali naik ke atas ranjang besar mereka, menyingkirkan baskom air ke meja nakas, lalu menyusupkan tubuh kekarnya ke dalam selimut tebal yang sama dengan Angie.

Begitu tubuh mereka kembali merapat, Riven langsung membawa Angie ke dalam dekapan posesifnya.

Beberapa saat kemudian, Riven meraih ponsel Angie. “Berapa kata sandinya?”

Angie tampak terkejut. “0000.”

Sudut bibir Riven seketika terangkat. Ia mati-matian menahan tawa yang nyaris lolos.

“Kenapa tertawa?” selidik Angie.

“Bukan apa-apa,” jawab Riven singkat.

Padahal, dalam hati ia gemas setengah mati. Gadis itu menggunakan kata sandi yang bahkan bisa ditebak oleh bayi sekalipun. Untuk apa repot-repot mengunci layar jika isinya cuma deretan angka nol? Pikiran itu membuat Riven geli sendiri.

Tanpa sadar, ia membungkuk, lalu mengecup lembut puncak kepala Angie.

“Kenapa? Kau jelas-jelas sedang menahan tawa!”desak Angie lagi, wajahnya dipenuhi rasa penasaran.

“Tidak ada, Sayang...” ulang Riven dengan senyum tipis yang masih tertinggal. Ia mengetikkan empat angka nol, dan layar pun langsung terbuka.

Riven segera mengetikkan nomornya sendiri, lalu menyimpannya dengan nama ‘Sayang’. Tak butuh waktu lama, ia melakukan panggilan singkat ke nomornya sendiri agar jejaknya tersimpan di riwayat panggilan.

Selanjutnya, ia meraih ponselnya sendiri yang tergeletak di atas nakas samping ranjang. Riven dengan cepat menyimpan nomor gadis itu dengan nama ‘Sayang A’.

“Selesai,” ucap Riven sembari mengembalikan benda pipih itu ke pemiliknya.

Angie menerima ponselnya dengan kening berkerut bingung. “Maksudnya?”

Riven menatapnya lurus-lurus sebelum akhirnya terkekeh pelan. “Kau masih bertanya setelah apa yang terjadi semalam? Apa cuma aku di sini yang merasa kalau mulai hari ini kita resmi pacaran?”

Seketika itu juga, rona merah langsung menjalar di pipi Angie. Namun perlahan, sebuah senyum lebar mengembang di wajah gadis itu, begitu manis, hingga membuat Riven makin sulit untuk memalingkan pandangannya.

Angie menghela napas lega, seolah baru saja menemukan tempat paling aman di dunia. Ia menyurukkan wajahnya ke dada bidang Riven, menghirup dalam-dalam aroma tubuh pria itu yang maskulin dan menenangkan, aroma yang semalam begitu dominan menguasainya, namun kini terasa begitu meneduhkan.

Kedua tangan mungilnya melingkar pasrah di pinggang kokoh Riven.

Riven mempererat pelukannya, menumpukan dagunya di atas puncak kepala Angie. Satu tangannya bergerak turun, mengusap punggung dan pinggang Angie yang tegang dengan pijatan-pijatan kecil yang lembut, berusaha meredakan rasa pegal yang ditinggalkannya semalam.

“Apakah seperti ini lebih baik?” tanya Riven rendah, getaran suaranya terasa langsung di dada tempat Angie bersandar.

“Hmm...” Angie melenguh nyaman, memejamkan matanya menikmati sentuhan Riven. “Tetaplah seperti ini. Aku belum mau melihatmu pergi ke mana pun.”

Riven tersenyum tipis, sesuatu yang sangat jarang terjadi pada pria sedingin dirinya. Ia mengecup rambut Angie dengan penuh perasaan. “Aku tidak akan pergi ke mana-mana. Aku di sini, bersamamu,” bisiknya menenangkan, membiarkan pagi itu berjalan lambat dalam keheningan yang penuh keintiman dan kenyamanan yang mutlak.

Bersambung

1
Hanima
Lanjut Rivvv
Hanima
😍😍
evanindia
paham, paham tpi d blkang lain lagii nihh c angie....
evanindia
iya wajar klo loyal am adek sndri mh....
act service riven bnr² bkin meleyott wkw
btw angie mau k rumah tmn yg mana yaa ??
afifah
Seru
evanindia
panggilan utk kaka.a luar biasa nii elana 😄
nah kan ditnyain kmu kenapa blum ke kantor
wiliss
salting kk?
wiliss
😅😅
wiliss
perhatian bgt ya riv...
Rudy satria
nama "musang"begitu cocok untuk riven emak kelakuannya kaya musang🤣🤣🤣
Rahmat Soiku: bls apaan sih g terbaca dilayar hp
total 11 replies
Rudy satria
antara Maruk dan rakus beda dikit ya Riv,tapi entah kenapa dari awal nggk respek Ama pasangan yang satu ini,bang author bisa nggk sih di ganti alurnya tentang Gavin dengan cwe yang di jodohkan 😔😓
evanindia: wow baru tau gue sejak kapan dy ilang arah 🤣
total 26 replies
Rudy satria
boleh nggk si bilang" KAMU ITU MURAHAN RIF DUAKALI KETEMU DI RAYU DIKIT LANGSUNG BILANG SAYANG" kesel aku😓
afifah: aku mengakak so hard denger kata murahan🙏🤣
murahan itu kalau gonta ganti pasangan terus cowo nya mokondo miskin . ini gentle gini dikata murahan. tolong ya allah lulusan apa kak sskolahnya? 🙏🙏🙏
lagi pula ini cerita tidak tahu alurnya di percepat atau nggak. terus kalau boleh tanya kenapa lama kelamaan komenn nya nggak nyambung dan nggak mutu? nggak berdasar 🥲
total 4 replies
wiliss
merasa di cintai bgt sm riven aku klo jd angie
wiliss
😋😘😘😘😘
wiliss
gk papaa bang santae aja
Hanima
Lanjuttt
evanindia
Riven kerja² jgn kokopan trus am angie 🙊🙊
evanindia
ps tmen q juga samaa wehh 0 4x 😵😵😵
Hanima
🔥🔥
Hanima
Lanjut Akak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!