Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGAKUAN
waktu berlalu sangat ligat tanpa terasa satu tahun telah berlalu tanpa ada perang tanpa ada pertempuran hanya cinta dan pertumbuhan.
meja makan mansion yas semua keluarga berkumpul di meja makan termasuk alena mereka makan dengan tenang tanpa ada gangguan hanya hembusan yang angin yang menusuk telinga perlahan.
ketenangan perlahan berubah karena Nara dan Luna membuat meja makan perlahan berubah dingin "tadi nara dan kak luna melihat sesuatu yang indah" Nara memulai pembicaraan.
nayla melirik ke Nara "keindahan seperti apa yang kamu lihat baby?" nayla bertanya kepada Nara.
"tentang dua pasang kekasih yang sedang bercinta" Nara kembali berkata.
"siapa baby yang sedang bercinta?" nayla kembali bertanya kepada nara
"kak aura dan kak Kayla yang sedang bercinta" nara membalas perkataan nayla.
Nara melirik Luna "benarkan kak lun?" Nara bertanya kepada Luna
luna mengangguk "benar nar, kalau tidak percaya tanya saja sama yang bersangkutan" Luna membalas perkataan Nara
nayla sangat penasaran "bagaimana ceritanya baby?" Nayla bertanya kepada Nara
"begini ceritanya ma" Nara menjelaskan ceritanya.
FLASHBACK ON-
Sore hari di dalam mobil mewah Luna dan Nara sedang jalan-jalan sore keliling kota.
"kak kita mau kemana lagi sudah kita keliling seluruh kota Seoul?" Nara bertanya kepada luna
"kakak juga tidak tau juga nar sekarang kakak juga lagi bingung karena masih jalan saja mobil ni maka dari itu kakak gas terus" luna berkata bingung.
"kakak kebiasaan!!" Nara berkata kesal.
"haha beginilah karakter kakak cantikmu baby"Luna tertawa menanggapi perkataan Nara.
Tiba tiba mata Nara terpaku pada satu hal dua pasang kekasih sedang duduk di taman koto "stop!!" Nara memerintahkan Luna menghentikan mobil.
Luna langsung menginjak rem kuat.
screeeshh
Ckiiit
Skkrrtt
Krieet
"ada apa baby kau mengagetkan kakak" kata Luna sangat kaget disaat Nara menyuruhnya berhenti.
Nara turun dari mobil "parkiran mobilnya disini ayo ikut nara" Nara mengajak Luna.
Luna bingung dengan tingkah Nara hanya mengikuti mau adiknya untuk memarkirkan mobilnya disana dan Luna mengikuti nara yang sedang mengendap-endap.
"apa yang sedang kau lakukan baby?" Nara sangat bingung.
Nara menunjuk ke arah depan "kakak lihat kesana" perintah Nara kepada luna
mata luna mengikuti jari tangan Nara menunjuk berapa terkejutnya luna melihat ternyata Kayla dan aura sedang bersama kekasihnya sangat romantis.
raka memutar bola matanya malas selalu di ikuti Alvin dan aura "kenapa kalian selalu mengikuti kami dimanapun berada" raka kesal
"jangan terlalu percaya diri kak Raka ini hanya sebuah kebetulan" aura membalas perkataan raka.
Alvin tidak perduli dia hanya menyuapin aura makan ice cream sangat romantis"ini sayang akhh" Alvin berkata kepada aura
aura memakan ice cream yang alvin berikan "enak sayang" aura mengangguk senang.
di tempat Luna dan Nara mengintip "kakak mereka berdua sangat romantis pelukan dan Suap-suapan" Nara berkata kepada Luna.
"benar nara kalau pak tua di mansion mengetahui kabar ini dia akan berubah jadi singa" Luna membalas perkataan Nara.
"haha benar kak dunia bisa runtuh dan kacau balau jangan main-main sama pak tua kami" Nara tertawa keras apa yang akan terjadi kalau angga mengetahuinya.
"haha dunia akan hancur lebur tinggal debu" Luna tertawa menanggapi adiknya Nara.
FLASHBACK OFF-
"begitu ceritanya ma" Nara berkata kepada Nayla.
Kayla dan aura terdiam tanpa sebuah kata mereka hanya tertunduk takut namun suasana berubah mencekam angga mengeluarkan kemarahannya "kalian bawa pacar kalian ke mansion malam ini tanpa ada penolakan" nada suara angga rendah namu dingin kepada Kayla dan aura.
aura dan Kayla menunduk "baik pa!!" jawab mereka serentak.
diruang tamu saaat ini setelah Kayla dan aura menghubungi pasangannya, Angga duduk di kursi utama Tatapannya sangat tenang Tidak seperti Angga biasanya Tapi hal itu sangat berbahaya semua orang mengetahuinya,nayla duduk berdampingan dengan angga, tatapannya dingin yang tak tersentuh Namun sesekali senyum Psikopat nayla terukir indah di wajahnya.
Arka berdiri berdampingan bersama Alena mereka Diam tanpa sebuah kata Namun kehadiran mereka berdua lebih berat dari kata-kata, di sofa panjang keluarga yas Nara duduk bersebelahan bersama luna dan disisi sofa Reyhan duduk bersama zayden, disebelahnya Kael duduk dengan tenang, kayla bahkan aura duduk sendirian di sofa mereka masing-masing, namun disisi mereka masih ada ruang kosong.
beberapa waktu telah berlalu akhirnya tamu yang di tunggu tiba juga kedatangannya di mansion keluarga yas.
raka melangkahkan kakinya terlebih dahulu ia melangkah tenang namun matanya waspada, dibelakang raka ada Alvin yang berjalan santai sambil cekikikan Namun hanya sebentar Senyumnya hilang
wajah Alvin berubah cemas "aku memasuki sebuah mansion namun setelah tiba di dalam lebih mengerikan dari sarang binatang buas" gumam Alvin ketakutan.
perlahan Langkah alvin melambat memasuki ruang tamu namun saat matanya bertatapan dengan Angga dadanya tiba tiba menegang.
raka dan Alvin datang tidak ada sambutan tidak ada kata-kata selamat datang Tidak ada basa-basi Hanya tekanan yang membuat jantung Alvin dan raka berdekat tidak normal.
angga menatap mereka dingin "Nama ?" angga bertanya singkat.
"nama saya Raka ferdinan saya bekerja di tempat Kayla bekerja,saya dokter bedah" raka membalas terlebih dahulu
Alvin berusaha sekuat mungkin untuk menjawab "perkenalkan nama saya Alvin Sanjaya saya bekerja sebagai reporter" dia memperkenalkan dirinya
mendengar perkataan Alvin rayhan dan zayden langsung tersenyum miring "Reporter masuk ke rumah ini" suara rayhan sengaja dicekat.
"Berani atau bodoh" zayden melanjutkan perkataan rayhan.
alvin menelan ludah"Saya lagi mempertimbangkan dua-duanya" Alvin berkata kepada zay dan ray.
lalu Nayla bergerak sedikit dari kursinya, semua yang melihat pergerakan nayla terdiam Nayla menatap mata Alvin dan raka satu persatu "Kalian datang ke sini bukan hanya membawa diri kalian" nayla berkata.
nayla menatap aura dan Kayla secara bergantian "tapi kedatangan Kalian membawa hati anak-anak kami" nayla melanjutkan katanya.
Alvin dan raka tidak menjawab mereka hanya diam ketakutan seakan mereka ingin waktu bergerak cepat tapi sayangnya tidak bisa
kael menatap mata raka "Dokter!!" kata kael singkat! kael menatap mata raka lebih dalam "kalau tanganmu gemetar jangan sentuh adik tercintaku" kael melanjutkan katanya.
"Tangan saya gemetar disaat menyangkut tentang kayla selebih dari itu tidak pernah" raka membalas perkataan kael
"kau tau kami tidak butuh janji kami hanya butuh bukti nyata jadi berhenti berkata hanya untuk menangkan" kael berkata dingin kepada raka.
raka yang mendengar perkataan kael terdiam tanpa mampu mengeluarkan suara sedikitpun
arka menujuk wajah Alvin dingin "hey kau" kata arka kepada Alvin.
"saya??" Alvin bertanya ketakutan.
"kau terlihat belum siap, kalau kau masih takut keluar dari sini kami tidak butuh yang seperti itu" nada suara arka tinggi.
aura melihat Alvin begitu ketakutan langsung menggenggam tangannya erat namun Alvin tepat tidak tenang "kak arka jujur iya saya takut tapi saya lebih takut kehilangan aura, hidup tanpa aura bagai langit tanpa pelangi tidak berwarna" balas Alvin kepada arka
arka mendengar perkataan Alvin tersenyum sekilas hanya sekilas dan sangat sebentar.
Raka berdiri dari duduknya menundukkan kepalanya kepada angga dan nayla "oom tante izinkan raka menjalan hubungan dengan Kayla, raka akan berjanji tidak akan menyakiti atau melukainya." raka memohon
Alvin ikut berdiri "oom tante saya seorang reporter sering membuat berita bohong namun tentang aura saya tidak pernah berbohong saya mencintainya lebih dari sebuah kata-kata" Alvin ikut memohon.
Kayla dan aura tersenyum melihat raka dan Alvin berusaha keras untuk berani mengungkapkan isi hatinya.
angga menatap mata mereka berdua "kalau kalian berdua lari dari hubungan kalian dengan anak saya akan saya pastikan kalian mati tidak tersisa" angga berkata dingin
Raka dan alvin yang mendengar angga berkata seperti itu berubah raut wajah mereka berubah sangat pucat seperti mayat hidup.
"kalau kalian tepat disisi kayla dan aura kalian keluarga kami" angga berkata dengan senyuman indah wajahnya!! "aku merestui hubungan kalian dengan anakku" angga kembali berkata kepada raka dan alvin
raka Alvin bahkan aura dan kayla tersenyum senang mendapat restu dari angga, mereka tidak henti-hentinya mengucap syukur.
malam kelam perlahan berubah menjadi terang bukan sinar namun karena senyum hangat dan penerimaan dikeluarga yas.
BERSAMBUNG....