NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:809
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Kira menerima sepotong serpihan kain dari Doddy, lalu melihatnya sebentar sebelum menyimpannya. Kemudian, dia bertanya dengan heran,

“Kenapa kamu tahu akan ada perampok yang datang ke rumah ku?"

Doddy pun menjelaskan,

“Semalam, kamu sudah menunjukkan kekayaan mu. Ayah juga bilang, mungkin bakal ada orang yang cemburu dan iri yang akan datang untuk merampok. Jadi, ayah menyuruhku dan Kak Danu bergantian berjaga di sini!"

“Makasih ya!"

Hati Kira terasa hangat setelah mendengar penjelasan Doddy.

Paman Basan bukanlah orang yang pintar berkata-kata, dia lebih suka menunjukkan perhatiannya lewat tindakan nyata.

"Kak Kira, untuk apa kamu berterima kasih. Seharusnya kami yang harusnya berterima kasih padamu!" Doddy berkata dengan mata memerah, kemudian melanjutkan,

"Semalam, waktu Ayah pulang membawa begitu banyak uang perak dan bilang bisa menghasilkan 10 ribu rupiah per bulan ke depan nya, Ibu langsung menangis. Dia juga bilang mau datang bersujud dan berterima kasih padamu!"

Kira berkata sambil tersenyum,

"Kita toh kerabat, untuk apa begitu sungkan? Ayo cepat masuk. Di luar anginnya dingin."

Doddy menggeleng dan menjawab,

"Nggak perlu. Aku bisa sambil berlatih di luar!"

Kira pun penasaran,

"Berlatih apa?"

"Wing Chun!" ucap Doddy.

Doddy menunjukkan posturnya,

"Ini Wing Chun yang diwariskan jenderal tua kepada Ayah. Jari-jari kaki harus mencengkram lantai, telapak kaki harus kosong, dan lutut harus sedikit ditekuk. Pantat seperti duduk di kursi, selangkangan lebarkan, tulang ekornya diturunkan. Lalu otot perut harus ditahan, dada juga harus terbuka. Kedua tangan seperti mau mencengkram sesuatu, bahunya diturunkan, siku ditekuk. Terus, dagu ditarik masuk dan kepalanya harus kayak lagi menahan sesuatu. Kalau berdiri lama dengan cara begini, kekuatannya bisa bertambah, reaksinya juga bisa jadi lebih cepat. Jadi, satu orang juga bisa langsung lawan beberapa orang."

Kira pun terkejut. Teknik yang diajarkan Doddy ini mirip pencak silat di film film yang ia tonton sewaktu di jaman modern. Di era di mana informasi tersebar di mana-mana, segala jenis bela diri juga diposting di internet. Ada banyak orang yang menontonnya, tetapi jarang ada yang mempraktikkannya secara langsung.

"Kak Kira, ini warisan rahasia. Ayah bahkan nggak kasih tahu kedua paman ku itu."

Doddy berbisik,

"Ayah bilang tubuhmu lemah. Jadi, dia suruh aku ajarkan Wing Chun ini ke kamu supaya tubuhmu jadi kuat. Tapi kamu nggak boleh disebarin, ya. Ini jurus warisan keluarga jenderal tua!"

"Kalau gitu, aku mau coba!"

Kira juga mengikuti postur Doddy, tetapi kehilangan fokus pada hal-hal utama.

Setelah berdiri sekitar 5 menit, dia pun tidak tahan lagi. Doddy mengerutkan keningnya,

"Kak Kira, kalau kayak gini, kamu nggak bakal berhasil! Kamu harus berdiri sampai benar-benar habis tenaga, baru kekuatanmu bisa mulai bertransformasi. Dulu waktu aku sudah nggak tahan, Ayah selalu pukul aku pakai rotan hingga aku nggak punya pilihan lain selain lanjut berdiri. Aku nggak bakal pukul kamu, biar Ayah saja yang melakukannya besok!"

"Lagi!"

Kira berdiri dengan pose yang diajarkan Doddy lagi.

Dia tidak pernah berpikir untuk berlatih hingga menjadi sehebat Doddy. Namun, dia harus meningkatkan kebugaran fisiknya.

Pada era ini, ilmu kedokteran masih sangat terbelakang. Bahkan hanya masuk angin dan demam biasa saja sudah bisa membuat orang meninggal.

Apalagi sekarang dia juga sudah punya seorang istri cantik.

Kira terus berlatih. Pada latihan terakhir kali, Kira sudah bisa bertahan selama 10 menit.

Selesai latihan, langit sudah terang. Kira pun mencuci wajah dan menyikat giginya. Tiba-tiba, terdengar suara tangisan yang kuat.

Tony dan ketiga kakaknya sedang menangis sambil berjalan ke rumah Kira. Sekelompok warga dusun pun mengikuti mereka.

"Kira, uang perak ku hilang! Lima puluh ribu rupiah ku yang kemarin sudah lenyap! Aku sudah nggak bisa nikah!"

Begitu masuk ke rumah Kira, Tony langsung menangis tersedu-sedu.

Semalam, begitu pulang ke rumah, dia sudah mendapatkan perlakuan istimewa.

Sinta memasakkan empat lauk, Sofyan membawakan setengah botol arak anggur, dan Said membawakan sepotong dendeng untuknya. Mereka sekeluarga berkumpul untuk merayakan Tony yang kini menjabat menjadi wakil ketua tim penangkap ikan.

Bagaimanapun juga, wakil ketua bisa mendapatkan gaji 3.000 rupiah dalam sebulan.

Tony sudah mabuk berat, tetapi menolak tawaran kakak iparnya untuk tidur di kamar. Jadi, dia tetap tidur di kandang sapi dengan membawa semua uangnya. Begitu bangun tadi pagi, 50 ribu rupiah miliknya sudah hilang!

"Dasar kamu ini! Kenapa nggak kasih tahu kami kalau Kira sudah kasih begitu banyak uang untukmu? Kamu takut kami minta, ya? Suruh kamu tidur di kamar, kamu juga nggak mau! Takut kami curi uangmu? Sekarang, uangmu sudah hilang! Apa kamu sudah puas? Itu 50 ribu rupiah, lho!" teriak Sinta sambil menangis.

Tony juga menangis. Dia bukan takut kakak dan kakak iparnya mencuri uang itu. Dia takut mereka akan meminjamnya. Uang itu adalah uang yang diberikan Kira kepadanya agar dia bisa segera membangun rumah dan menikah.

Sofyan, Said, dan Surya juga ikut menangis.

Di pedesaan, uang 50 ribu rupiah adalah jumlah yang sangat besar. Bahkan orang paling kaya di desa sekali pun akan menangis sedih apabila kehilangan begitu banyak uang!

"Aku juga mau pulang dulu untuk periksa, apa rumahku kemalingan apa nggak!"

Kira dan Tony sudah dirampok Doddy pun terkejut dan buru-buru pulang ke rumah. Para warga desa juga terkejut. Kira juga memberi uang perak kepada keluarga Basan?

Mereka berempat baru mengikuti Kira dua hari, tetapi sudah mendapat begitu banyak uang. Jika begitu, orang yang mengikuti Kira bisa kaya raya dengan sekejap!

"Kak Kira, maaf. Aku sudah kehilangan uang yang kamu kasih!"

Tony yang masih terlihat sangat bersemangat kemarin, sudah menjadi lemas hari ini.

Jika uangnya hilang, rumah batu dan istri cantik sudah tidak mungkin di dapatkannya. Dia akan kembali menjadi gelandangan.

Kira berkata dengan tegas,

"Buat apa menangis! Kalau sudah hilang, ya sudah Toh bukannya nggak bisa dihasilkan kembali? Kamu itu seorang pria dewasa! Masa nangis-nangis kayak perempuan? Memangnya kamu nggak malu? Cepat berhenti!" Ucap Kira dengan tegas

Tony langsung menutup mulutnya, Dia tidak berani meneteskan air mata lagi. Sinta, Sofyan, Said, dan Surya juga tidak berani menangis mengeluarkan suara.

Kira menatap semua warga dusun sambil berkata,

"Kalian semua pulanglah. Hari ini tim penangkap ikan sudah mau mulai kerja. Habis makan, tunggu saja perintah dari Paman Basan. Ini kesempatan kalian mendapatkan uang. Jadi, kalian nggak boleh ceroboh!"

Para warga dusun yang datang menonton keramaian buru-buru mengangguk, lalu pulang ke rumah masing-masing. Masalah Tony tidak ada hubungannya dengan mereka.

Tim penangkap ikan baru bisa menghasilkan uang untuk mereka. Saudara-saudara Tony tidak pergi. Mereka sekeluarga seolah-olah sudah kehilangan semangat hidup mereka.

Kira pun menghibur,

"Semangat dikit, dong! Toh cuman uangnya saja yang dicuri. Kalau kita pakai cara yang tepat, kita pasti bisa menemukannya kembali."

Mata Tony langsung berbinar.

“Masih bisa ketemu lagi?"

Ketiga kakak Tony juga menjadi bersemangat.

Kira berkata lagi,

"Tergantung kamu. Kamu sering berkeliaran ke mana-mana, apa kamu tahu ada perampok yang tinggal sekitar 10 kilometer dari sini?"

Kemarin, mereka baru menunjukkan kekayaan mereka. Malamnya, sudah langsung ada orang yang mau merampok mereka. Pelakunya pasti orang yang tinggal di dekat dusun mereka. Dalam waktu yang begitu singkat, informasinya tidak mungkin langsung tersebar jauh. Paling jauh juga sekitar 10 kilometer saja atau beberapa dusun di sekitarnya.

Tony buru -buru berkata,

"Tahu. Aku tahu jelas tentang ini!"

Sejak usianya yang ke 15 hingga 17 tahun, dia sudah familier siapa pun pencuri, perampok, dan siapa pun yang dikabarkan sebagai pembunuh di sekitar kota-kota terdekat.

Dulu, ada pencuri yang membawanya masuk ke geng, tetapi Tony tidak cukup berani sehingga tidak jadi bergabung.

Kira yang mendengar detailnya pun bertanya,

"Apakah ada geng yang beranggotakan tiga orang? Mereka bisa bela diri dan menggunakan pisau!"

"Ada!"

Tony memikirkannya sejenak, lalu berujar,

"Di Dusun Garata yang jauhnya sekitar lima kilometer dari sini, ada Gavin beserta dua saudaranya. Mereka bisa melompati tembok yang setinggi dua meter dalam sekejap dan aku pernah melihatnya sekali. Ayah mereka merupakan pasukan yang turun ke medan perang dan mewariskan ke mereka teknik pedang pembunuh milik pasukan. Teknik itu adalah milik orang-orang kejam dari Dusun Garata."

Kira pun mengangguk.

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!