NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 24

"hmm" Or ji oh tidak membantah, ia membenarkan dengan menganggukkan kepalanya. "ternyata benar." ujarnya akhirnya sedikit lega ternyata ingatannya tidak salah, namun kembali penasaran, "dimana kira-kira kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya kakak ipar ibu pimpinan itu lagi karena masih penasaran, sebab ia tidak terlalu ingat dimana tepatnya ia pernah bertemu dengan Or ji oh, seketika semua orang melihat kearah Or ji oh, termasuk Ye Eun yang sejak tadi sedang bermain dengan anak pertamanya, karena mereka juga jadi ikut kepo.

"dirumah ini, sekitar kurang lebih enam tahun yang lalu." kata Or ji oh menjelaskan dengan tenang, "oh" kata kakak ipar ibu pimpinan setelah mendengar penjelasan Or ji oh, dan langsung disela oleh ibu Ji Ming, "rumah ini?" ulangnya karena penasaran dan juga tidak sabar ingin tahu lebih detail. "hmm" jawab Or ji oh lagi-lagi hanya dengan anggukan kepala, seperti tidak suka banyak bicara.

"bagaimana bisa?" kata ibu Ji Ming seperti tidak percaya dan kemudian melihat kearah Oh pil sun, "pasti Oh pil sun yang membawa mu kemarin?" lanjutnya menyelidiki, Namun yang menjawab justru ibu pimpinan. "tidak perlu Oh pil sun yang membawanya, karena sejak dulu ia bebas untuk keluar masuk rumah ini kapan saja ia mau." ujar ibu pimpinan dengan melihat kearah Or ji oh yang sejak tadi duduk disebelah Yin, yang tepatnya disebelah kiri ibu pimpinan, sementara kakak ipar ibu pimpinan duduk disebelah kanan ibu pimpinan, seperti tidak suka dengan keponakannya itu yang banyak bertanya.

"bebas keluar masuk?" ulang kakak ipar ibu pimpinan dan juga ibu Ji Ming yang tidak mengerti, kedua ibu dan anak itu memang sangat mirip, yaitu sangat kepo dengan kehidupan orang lain. "hmm, karena dulu Or ji oh adalah sekretaris pribadi Oh pil sun sekaligus orang kepercayaan ibu pimpinan." dan kali ini yang menjawab adalah Yin, mewakili ibu mertuanya. Seketika mereka terlihat seperti tidak percaya, "sekretaris." ulang ibu Ji Ming dan nenek Ji Ming saling berpandangan terlihat tidak percaya, tidak peduli dengan sikap ibu pimpinan yang tidak suka banyak bicara.

"hmm" jawab Or ji oh membenarkan tidak terlalu peduli dengan pandang mereka yang kini terlihat seperti mengejek. "oh, sekretaris!" kata ibu Ji Ming dengan terlihat seperti mencibir sedikit, karena penampilan dan gaya Or Ji oh seperti konglomerat, tapi ternyata hanya orang biasa. pikirnya! Bahkan Hyu Ming yang sejak tadi terlihat kikuk dan salah tingkah setiap kali Or Ji oh melihatnya, kini mulai terlihat cuek dan bahkan tidak menanggapinya. Ternyata hanya orang biasa, tidak jauh berbeda dengan neneknya dan juga Ye Eun! pikir Hyu Ming.

"hanya sekertaris" gumam ibu Ji Ming pelan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu mengambil sepotong kue dihadapan dan memakannya. Seketika ruang itu menjadi hening, dan hanya senyum palsu yang sesekali terlihat di wajah mereka, ketika Or ji oh melihat kearah mereka. Tak ada lagi yang membuka suara hingga Seol masuk dan berjalan menghampiri Or ji oh, "nyonya muda! ada yang mencari anda." kata Seol di hadapan Or ji oh.

"Siapa?" tanya Or ji oh dengan kening mengernyit melihat kearah Seol, ia terlihat bingung dan juga penasaran, karena ia baru saja kembali kemarin dan sekarang sudah ada yang datang mencari nya, dan nampaknya yang lain juga penasaran. "ibu anda nyonya muda." jawab Seol dengan hati-hati. "ha! nyonya Ma?!" kata Or ji oh dengan kening mengernyit seperti tidak percaya memanggil ibu tirinya dengan sebutan nyonya Ma seperti yang biasa ia lakukan, dan saat Or ji oh menyebut nama itu semua orang langsung melihat kearah nya.

"ya nyonya muda" jawab Seol membenarkan. "huft" mendengar itu Or ji oh hanya menghela nafas tidak percaya, bagaimana mungkin ibu tirinya sudah datang kemari mencarinya padahal dua hari yang lalu mereka sudah bertemu? Sementara ibu pimpinan yang mendengar itu langsung memerintahkan kepada Seol untuk membawa nyonya Ma, "kalau begitu bawa dia masuk!" perintah ibu pimpinan cepat dan bersiap berdiri untuk menyambut besannya itu, begitu pun dengan Yin, bahkan Oh pil sun pun sudah berdiri dan beberapa kali merapikan pakaiannya.

ini adalah pertama kali ia bertemu dengan ibu mertuanya dan ia sangat gugup, sementara Or ji oh terlihat biasa saja. "nyonya Ma" kata Yin ramah menyambut ibu tiri Or ji oh dengan senyum sambil mengulurkan tangannya, begitu ibu tiri Or ji oh masuk, pakaian dan penampilannya benar-benar terlihat sebagaimana wanita terhormat pada umumnya. "nyonya Yin" kata nyonya Ma juga ramah menyambut cepat tangan Yin. "maaf kita baru bertemu sekarang" kata Yin kemudian, meski umur ibu tiri Or ji oh sangat mudah darinya, dan terlihat seperti tidak ada permusuhan sebelumnya.

"jangan begitu, seharusnya sayalah yang minta maaf karena datang kemari tanpa memberi tahu terlebih dahulu." kata ibu tiri Or ji oh merasa sungkan dan tidak enak sambil menyerahkan beberapa buah tangan kepada Yin yang terlihat sangat mahal, apa lagi umur Yin kurang lebih hampir sama dengan umur ibunya. Seketika mata ibu Ji Ming terlihat terbelalak melihat banyaknya barang-barang mahal yang dibawa oleh ibu tiri Or ji oh, ditambah lagi Yin juga menyebut ibu tiri Or ji oh dengan sebutan nyonya Ma sama seperti Or ji oh tadi, karena seperti yang mereka tahu, nama nyonya Ma itu adalah sebutan untuk istri dari presdir direktur Ma, pemilik perusahaan Ma&Group, kini mereka tahu siapa Or ji oh!

"kita sudah menjadi besan tidak perlu lagi canggung seperti orang lain." kata Yin sambil tersenyum dan menerima beberapa buah tangan yang dibawa oleh Nyonya Ma dengan dibantu oleh beberapa pelayan. "mari nyonya Ma silakan duduk" kata Yin lagi mempersilahkan besannya duduk, setelah pelayan membawa semua barang-barang yang dibawa nyonya Ma.

"terimakasih" jawab ibu tiri Or ji oh terlebih dahulu karena sebetulnya ia tidak ingin duduk, dan melihat kearah Oh pil sun, "buk" sapa Oh pil sun sambil menunduk saat ibu tiri Or ji oh melihatnya dan dijawab dengan anggukan oleh ibu tiri Or ji oh, "hmm" katanya dengan tersenyum, lalu melihat kembali kepada Yin dan juga ibu pimpinan secara bergantian. "Maaf ibu pimpinan, nyonya Yin, tapi sebenarnya, sejak tadi saya sudah cukup lama duduk dimobil, jika harus duduk lagi saya sungguh tidak sanggup." katanya dengan hati-hati namun sopan dan membuat Yin serta ibu pimpinan bingung.

Tapi ia cepat-cepat melanjutkan kata-katanya "lagi pula sebenarnya saya datang kesini hanya untuk Or ji oh." katanya lagi berterus terang, akhirnya membuat semua orang kembali melihat kearah Or ji oh yang sejak tadi berdiri dibelakang ibu pimpinan. "apa?" tanya Or ji oh dingin setelah mendengar itu dengan kening mengernyit, karena perasaannya tidak enak. "kali ini apa?" ulang Or ji oh lagi karena perasaannya benar-benar tidak enak, tanpa peduli dengan pandangan orang, yang berpikir bahwa dia tidak sopan berbicara dengan ibu tirinya dengan nada dingin, seperti bukan berbicara dengan orang tua.

Namun bukannya menjawab ibu tiri Or ji oh justru berbicara kepada supirnya yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya, "bawa semuanya kemari!" perintahnya pada supirnya dan berjalan mendekati Or ji oh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!