NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN VAMPIR TERKUAT DARI TIDUR PANJANG

KEBANGKITAN VAMPIR TERKUAT DARI TIDUR PANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Arafi Arif Dwi Firmansyah

Kurza adalah vampir terkuat dimasa lalu, entah apa yang ada dipikiranya sehingga dia memutuskan untuk beristirhat/tidur di dalam sebuah goa . sebelum Putri Kerajaan Alabas tanpa sengaja membangunkan Kurza dari tidurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arafi Arif Dwi Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. Menjemput Pedang Terkuat "Vampir Elf"

Sementara itu, jauh dari bau kematian di Alabas, Kurza dan Rin menapakkan kaki di tanah suci Elfuss. Udara di sini sangat kontras; segar, dipenuhi aroma pinus dan energi magis yang murni. Mereka sudah ditunggu oleh penjaga Hutan Lindung.

‎"Selamat datang tuan Kurza" Sambut salah satu dari penjaga Hutan Lindung sembari membungkukan separuh badannya.

"Mari Tuan, Tuan Noldor sudah menunggu di Rumahnya." Seru si penjaga tadi. ‎Mereka akhirnya berdiri di hadapan Kepala Suku Elfuss, Elf laki - laki tua dengan jubah yang terbuat dari jalinan akar pohon kuno dan mata yang memancarkan kearifan ratusan tahun.

Sang Kepala Suku menatap Kurza dengan dahi berkerut, karena Kurza datang tanpa membawa putrinya Miyuki. Namun dia tetap menyapa Kurza dengan lembut. "Selamat datang Kurza" sapa Noldor dengan senyum. Noldor mempersilahkan Kurza masuk ke dalam rumah sederhana khas Elfuss.

"Bagai mana kabarmu Noldor? Cukup lama kita tidak berjumpa." tanya Kurza dengan santai. "Seperti yang kau lihat Kurza, tubuh tua ini masih bisa berdiri kokoh." Jawab Noldor. "Jadi Kurza, dimana Miyuki? Jarang sekali, bahkan tidak pernah kau keluar dari Alabas tanpa membawa Miyuki." Noldor bertanya dengan ekspresi yang terheran - heran, karena ia tau persis Kurza tidak bisa jauh dari Putrinya.

"Noldor, itu kenapa aku datang kemari dan memintamu untuk menyiapkan daun Pohon Ash. Putrimu (Miyuki) ikut tertidur bersamaku di sebuah gua. Namun aku di bangunkan tanpa sengaja oleh putri kerajaan Alabas. Panjang ceritanya Noldor." Seru Kurza yang sekarang sudah duduk bersila didepan Noldor.

"Ahhhhh,,, jadi kau berencana untuk membangunkannya Kurza? Kau tau kurza? Berat rasanya melepas Miyuki, apa lagi dia adalah 'Wood Elf' (Peri Hutan) yang akan menjaga Pohon Ash (Pohon Suci). Namun takdir berbicara, dan kesalahanku juga membiarkan putriku keluar dari Elfuss tanpa pengawal yang cukup; sehingga dia diculik oleh para bandit." Ucap Noldor dengan nada pelan.

"Ingat Noldor!.. Aku tidak pernah memaksa Miyuki untuk ikut bersamku. Dia memilih jalannya sendiri. Jadi jangan mencoba menyalahkan aku atas keputusan yang Miyuki pilih" Jawab Kurza. "Aku tidak menyalahkanmu Kurza, aku hanya ingin bertemu dengan putriku. Namun dia sedang tertidur di tempat yang jauh." Seru Noldor.

"Aku akan membangunkan Miyuki, aku butuh daun dari Pohon Ash, karena terlalu cepat bagi tubuh Miyuki untuk di bangunkan, tanpa daun itu Miyuki bisa kehilangan kesadaran." Ucap Kurza.

‎Kepala Suku Elfuss perlahan membuka telapak tangannya. Di sana, terbaring tiga lembar daun Ash yang berkilau dengan warna hijau zamrud yang magis. Daun - daun ini bukan sekadar tanaman biasa; mereka adalah jantung dari hutan purba yang memiliki kekuatan untuk menetralkan kutukan paling gelap sekalipun.

"Aku sudah menyiapkan daun Ash seperti yang kau minta lewat pesan yang kau kirim lewat Rin, Kurza," ucap Noldor dengan nada tenang namun berwibawa dan menyerahkan daun Ash itu kepada Kurza. Kurza menerimanya "Terima kasih Noldor, aku akan segera membangunkan Miyuki." Seru Kurza.

Sementara Kurza dan Noldor berbincang di dalam rumah, Rin menunggu di depan pintu. Ia masih belum tau persis apa yang di rencanakan oleh Kurza dengan singgah di Elfuss. "Rin... Masuklah!" Terdengar suara Kurza memanggil. Rin pun masuk dan berdiri di samping Kurza.

"Bawa baju itu Rin!" Perintah Kurza sambil menunjuk ke arah meja yang terdapat sebuah baju buatan Noldor yang akan di pakai oleh Miyuki. "Baiklah Kurza, setelah kau selesai dengan urusanmu di Alabas, kemarilah berasama Miyuki. Ibunya ingin bertemu denganya." Ujar Noldor "Baiklah Noldor, ketika urusanku selesai; aku akan segera kemari bersama Miyuki." Jawab Kurza sembari beranjak dari duduknya.

Ibu Miyuki kini menjadi Wood Elf menggantikan Miyuki yang memilih mengikuti Kurza ke Alabas. "Kurza pun berpamitan dengan Noldor dan menuju gua, tempat dimana Miyuki berada. "Rin... Kita pergi menjemput Miyuki!.." Perintah Kurza dengan tatapan yang sudah berubah menjadi lebih tenang. Rin senang mendengar ucapan Kurza yang akan menjemput Miyuki. "Baik Tuan" Jawab Rin dengan senyum yang semringah.

Kurza dan Rin melangkah masuk ke dalam Black Shadows milik Rin menuju Gua di mana Miyuki sedang tertidur.

Kurza dan Rin sampai di dalam gua yang suasana di sana begitu tenang, hanya terdengar suara tetesan air yang bergema di dinding gua yang berpendar biru. Kurza melangkah kan kakinya menuju salah satu peti yang berisikan Miyuki. Tanpa membuang - buang waktu Kurza membuka tutup peti itu dengan meneteskan darahnya.

Cahaya ke emasan terpancar ketika setetes darah Kurza sampai pada peti itu. Dengan pelan Kurza mulai membuka tutup peti itu.

tampak Miyuki terbaring, dengan wajah yang begitu cantik dalam tidurnya. Kurza mengakat tubuh Miyuki dari peti itu dan meletakan kepala Miyuki di atas pangkuanya. "Rin, bantu aku memakikan baju Miyuki!" Perintah Kurza sambil memperbaiki posisi tubuh Miyuki yang sekarang ada di pangkuanya.

Rin mendekat dengan perlahan mulai memakaikan baju kepada Miyuki yang di bawanya dari rumah Noldor. Rin terperangah melihat keindahan tubuh Miyuki, yang membuat gerakanya melambat. "Rin?.. Rin..?" Panggil Kurza melihat Rin melamun memandangi tubuh Miyuki. "Maaf tuan,,, maaf" Rin tersadar dari lamunanya dan melanjutkan memakaikan baju pada Miyuki.

"Rin... Menjauhlah!" Perintah Kurza yang bersiap membangunkan Miyuki. Rin melangka mundur menjauh sesuai perintah Kurza. Kurza memandangi wajah Miyuki dengan tatapan yang dalam. dengan kekuatanya dan Tiga lembar daun Ash Kurza bersiap. Telapak tangan kanan Kurza menempel di kening Miyuki.

"VWOOOOOM!” Cahaya hijau muncul dari Telapak tangan Kurza. Rin masih bersiap dengan kemungkinan - kemungkinan yang tidak di inginkan. Tubuh Miyuki mulai merespon namun matanya masih terpejam. Kurza masih berusaha untuk memaksa Miyuki bangun.

Tiba - tiba mata Miyuki terbuka, Miyuki terbangun dari tidurnya. Namun respon yang Miyuki tunjukan sangat agresif, Miyuki menerjang maju langsung menyerang Kurza, tubuhnya hanya terlihat seperti kilatan bayangan yang membelah udara. Kurza yang masih dalam posisi mengeluarkan energi hijau nyaris tak sempat menghindar, namun insting vampir murninya bereaksi lebih cepat dari logika.

"BRAKK!" Tangan Miyuki menghantam dinding gua tepat di samping kepala Kurza, menghancurkan dinding gua yang dari batu. Mata Miyuki yang biasanya bening kini menyala merah darah, dipenuhi amarah liar yang tak terkendali. Efek dari membangunkanya secara paksa, tubuhnya bisa bergerak seperti biasanya, namun pikiranya masih kosong belum sepenuhnya bangun.

Miyuki yang sekarang dalam mode bertahan dari ancaman apa pun.

Kurza melompat mundur. "Miyuki, sadarlah! Ini aku!" seru Kurza, namun suaranya hanya dibalas dengan geraman rendah. Miyuki tidak menunggu. Dia menekuk lututnya dan meluncur seperti peluru ke arah Kurza. Pertarungan antar predator malam ini pun tidak terelakkan lagi.

Pertarungan ini merupakan adu kecepatan dan teknik antara dua gaya yang berbeda: Miyuki yang mengandalkan agresi liar dan kecepatan, melawan Kurza yang menggunakan kecepatan dan ketenangan. Keduanya bergerak begitu cepat sehingga Rin hanya bisa melihat bayangan - bayanga yang bergerak begitu cepat dan benturan fisik di udara.

Miyuki menggunakan kuku tajamnya untuk mencakar, sementara Kurza menangkis dengan tangan kosong. Selanjutnya Kurza menciptakan rantai energi hijau dari telapak tangannya untuk menjerat pergerakan Miyuki. "Aku tidak ingin menyakitimu, tapi aku harus menahanmu!" Gumam Kurza ditengah - tengah usahanya menangkap Miyuki.

Dengan kekuatan fisik vampir yang luar biasa, Miyuki merobek rantai energi tersebut menggunakan tangan kosong. Ia menggunakan dinding - dinding gua sebagai pijakan untuk melakukan serangan mendadak dari sudut yang tidak terduga.

Miyuki berhasil mencengkeram leher Kurza dan membantingnya ke lantai dengan kekuatan penghancur tulang. Saat Miyuki bersiap untuk menggigit leher Kurza, Kurza melepaskan ledakan energi hijau berskala kecil dari seluruh tubuhnya.

Ledakan itu mendorong Miyuki mundur namun tidak melukainya secara permanen, memberikan celah bagi Kurza untuk melakukan penangkapan. Kurza berpindah ke belakang Miyuki dalam sekejap, memeluk Miyuki dari belakang dengan kuat.

"Rin,,, ambil daun ini dan masukan kemulut Miyuki!...Cepat..!" Perintah Kurza sambil memperlihatkan daun Ash yang ada di genggamanya. Dengan cepat Rin mengambil daun Ash dari tangan Kurza dan langsung mencoba membuka mulut Miyuki. "Buka mulutmu Miyuki!. Dan sadarlah" Gumam Rin sambil berusaha sekuat tenaga untuk membukaulut Miyuki.

Rin berhasil membuka mulut Miyuki dan memasukan daun Ash ke mulut Miyuki. Daun Ash mulai meresap ke dalam pikiran Miyuki, meredam api merah di matanya. Tubuh Miyuki perlahan lemas dan jatuh ke pelukan Kurza saat kesadarannya mulai kembali.

Rin mulai paham, Kenapa Kurza meminta daun Ash dari Kepala suku. Karena daun Ash memilih 1000 manfaat. Apa lagi Miyuki yang jiwanya terhubung langsung dengan Pohon Ash. Dengan ini mereka tinggal menunggu hasil. "Apakah dengan menelankan daun Ash pada Miyuki berhasil menyadarkan Miyuki?"

Bersambung. . .

1
T28J
hadiir kakak 🙏
Arafi Arif Dwi Firmansyah: Terima kasih bosku.
total 1 replies
putri kurnia
lanjutannya dooong, penasaran bgt ini 😍
putri kurnia
bikin penasaran kelanjutannya
Arafi Arif Dwi Firmansyah: sabar ya. malam ini bab 4 selesai.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!