Yt : Aam Aminah
IG : Aamaminah45
Aurin dan Nanda menjalin hubungan asmara sejak SMA sementara keluarga nanda tidak setuju karna aurin anak dari seorang pelacur karna dijual ayahnya.
ibunya bekerja di Bar sementara ayah nya pemabuk dan selalu menyakiti Aurin serta ibunya kehidupan yang menderita sering Aurin rasakan ditambah kisah cinta Asmaranya.
Suatu ketika ayahnya Aurin menjualnya saat itu Raka ketua Mafia sedang ada disitu saat itu Aurin meminta tolong ke Raka orang asing tapi karna keadaan mendesak aurin dengan sangat ceroboh nya meminta bantuan dengan orang asing tidak lain Raka.
Raka pun membantu aurin dengan syarat tanpa berfikir lagi aurin menyetujui persayaratanya.
Padahal Raka dan Nanda musuh sementara Nanda tidak tau Aurin dijual.
akan kah aurin bertahan dengan siksaannya atau malah bertahan dengan keganasan Raka yang setiap saat menyiksanya tanpa henti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aam aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Perubahan Raka
Hujan di malam hari serta petir menyambar nyambar menandakan suasana malam ini begitu mencekam seperti perasaan Aurin saat ini dia sedang duduk di kamar Rara karna takut dengan Raka bahkan dia sendiri tidak mau bertatap muka dengan Raka.
Sementara Rara di samping nya dia berusaha menengang kan Aurin tapi Aurin seperti tidak mendengarkan Rara bicara.
Brakk.
Pintu kamar Rara terbuka dengan keras mereka berdua di dalam sampai kaget dan Raka di depan pintu itu dengan wajah marah dia menatap Aurin.
Raka melangkah dan menarik tangan Aurin dengan paksa dan membawa nya ke kamar sementara Aurin dia berusaha memberontak tangan nya terasa sakit karna Raka terus menarik nya.
Saat sudah ada di dalam kamar Raka mendorong tubuh Aurin hingga terjatuh mata Raka benar benar menakutkan seperti pocong mumu.
"Karna kamu yang tersisa dan wanita yang dicintai Nanda, aku akan buat hidup mu menderita bahkan setiap hari kau akan ku siksa." ucap Raka dengan suara tinggi memenuhi langit langit kamar itu.
Kenapa dia berubah.?? Aurin.
Tangan Raka menarik rambut Aurin dan membawa nya ke kasur dia dengan kasar menjatuhkan tubuh Aurin.
Lalu mengambil sabuk nya dia pun memukul Aurin hingga berteriak menahan sakit setelah puas memukul nya Raka pergi dari situ tubuh Aurin memerah karna bekas sabuk itu tapi rasa sakit ini begitu menyiksa nya.
Raka keluar dari kamar itu dengan membanting pintu kencang semua penjaga di situ kaget tapi tidak bisa menegurnya dia hanya terdiam dan mendengar kan tangisan istri Tuan nya.
Sementara Raka masuk ke ruangan kerja nya dia memanggil Max suruh membawa anggur yang biasa dia minum Max pun masuk sambil membawa anggur nya dia melihat Raka yang memegangi kening nya seperti terasa pusing entah apa yang di pikirannya.
"Tuan." ucap Max Raka melihat Max yang membawa anggur itu dia langsung berdiri dan meraih anggur itu dia langsung minum dibotol nya.
Kini Max melihat Raka dia begitu kasihan dengan Raka sepertinya Aurin masih mencintai Nanda.
"Tuan jangan sakiti diri sendiri biarkan Aurin melihat Ketulusan Tuan dan jangan menyakiti Aurin justru membuat Aurin menjauh dan takut dengan sikap Anda." ucap Max tiba tiba Raka menghentikan aktifitas minum itu matanya beralih ke Max.
"Kau tidak tau apa yang aku pikirkan jadi diam dan jangan banyak bicara. atau lidah mu mau ku kupas." ucap Raka tajam.
"Maaf Tuan." ucap Max sepertinya Tuan akan kembali kejam dan tidak punya hati lagi entah itu sampai kapan aku harap keadaan cepat membaik.
Sementara Di kamar Aurin menangis merasakan perih di punggung nya dia pun berjalan ke kamar mandi dengan menangis kenapa dia jahat sekali.
Saat melihat wajahnya di cermin Aurin mengapus air matanya dia pun membasuh wajahnya lalu keluar dari kamar mandi dia pun langsung ke kasur dan tidur sambil menangis.
Malam makin larut Aurin sudah terlelap tidur tapi dia terbangun karna tubuhnya dipeluk oleh seseorang serta bau anggur yang menyengat di hidung nya saat ingin melepaskan tangan nya Raka menarik nya dan mencium Aurin.
Malam yang begitu melelahkan rintihan serta rasa sakit itu masih terasa di tubuh Aurin sekarang tubuh mereka benar benar polos cuma di tutup oleh selimut tebal sementara pagi masih terasa lama sekali Aurin sungguh tak tahan dengan keadaan ini.
Semalam Aurin tak tidur karna Raka terus melakukan nya berulang ulang sementara tubuh Aurin dia seperti remuk Aurin bangun dan mandi membersihkan dirinya.
Raka masih tertidur pulas dengan tubuh polosnya sementara Aurin dia keluar dari kamar itu masih jam lima pagi.
Saat melihat dapur Rara sedang membersihkan halaman belakang rumah itu tiba tiba air mata Aurin terjatuh dia merindukan ke bebasanya.
"Non." panggil Rara yang melihat Aurin berdiri di depan nya cepat cepat Aurin mengapusnya.
"Non, masih pagi sudah bangun." ucap Rara menatap Aurin.
"Maaf selama disini kalo aku sering nyusahin kamu." ucap Aurin memeluk Rara lalu melepaskan nya.
Aurin melangkah menuju pintu yang biasa Rara membeli bakso mercon Rara melihat Aurin tapi dia sendiri tidak bisa mencegah Aurin karna dia tau semalam Raka memukul nya.
Aku janji tidak akan memberi tau Tuan Raka pergilah dan jangan kembali lagi temukan pria yang membuat mu bahagia. Rara.
Aurin menyetop angkot di depannya dia akan pergi ke pelosok desa tidak akan kembali lagi ke tempat ini.
Aurin pergi ke terminal bandung dia akan menyembunyikan dirinya di tempat itu dia tidak mau berurusan lagi dengan Raka.
Bu maaf Aurin pergi.
Tidak membawa tas bahkan pakaian Aurin hanya mengambil sedikit uang kertas buat hidupnya dia bahkan menaruh handphone nya saat di dalam bis Aurin menangis dia hanya butuh kebebasan tanpa di siksa seperti binatang.
Siang hari Raka baru bangun tidur dia pun mengeliat mengumpulkan Roh nya saat sudah sadar dia melihat dirinya tidak memakai baju satu pun ingatan nya kembali sadar mengingat apa yang dilakukan dirinya kepada wanita yang di cintainya.
Raka bahkan menampar Aurin saat Aurin sudah lelah sementara dirinya masih ingin dia bangun dan menuju kamar mandi selesai mandi dia turun mencari Aurin.
"Selamat siang Tuan." ucap Max menatap Raka.
"Kau tau Aurin di mana." ucap Raka Max mengeleng karna sedari pagi dia tidak melihat Aurin.
"Panggil semua pelayan dan penjaga sekarang." ucap Raka keras Max memanggil mereka dengan cepat mereka datang sambil tergopoh.
"Siapa di antara kalian yang melihat Istri ku." ucap Raka menatap mereka satu persatu tapi mengeleng mata Raka mengamati Rara.
"Apa kau tau dia ada dimana." ucap Raka menatap Rara sementara Rara mulai ketakutan.
"Tuan, tadi pagi Non Aurin ke dapur saya melihat nya bahkan berbicara tapi saat itu saya di suruh sama kepala pelayan suruh membersihkan taman belakang jadi saya tinggal Non Aurin di dapur." ucap Rara berbohong berusaha setenang mungkin mata Raka kini menatap kepala pelayan itu.
"Apa benar yang di kata kan dia." ucap Raka menunjuk Rara.
"Iyah Tuan." ucap kepala pelayan itu dia pun saat itu menyuruh Rara.
Raka benar benar marah karna Aurin kabur darinya dia bahkan membanting gelas didepan nya karna anak buah nya benar benar bodoh tidak becus dengan pekerjaan nya.
"Max, cari dia sampai ke lubang semut sekali pun aku tidak perduli bahwa dia sekarang juga." ucap Raka berteriak ke Max Raka lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan marah dia benar benar sangat emosi.
Raka masuk ke kamar nya dia benar benar menyesal karna perbuatan nya kini orang yang di cintai nya pergi meninggalkan nya.