sabarnya wanita penghuni syurga~
[][]
Aisyah adalah seorang gadis bercadar yang ta'at agama nya.
Hari hari bahagia di lewati oleh Aisyah si gadis bercadar tanpa tahu apa takdir nya dan siapa jodohnya.
Ketika di lamar oleh seorang pria muda tampan ia berharap jika ini adalah jalan yang benar dan takdir menuju ke bahagiaan yang di berikan Allah SWT untuk nya.
Tetapi siapa sangka sang pria tampan malah menghalal kan gadis lain di depan matanya.
Dan seorang yang Aisyah kira pria brengsek tak punya hati malah menolong nya dari keterpurukan dan membuatnya bangkit kembali.
pria yang dia kira brengsek tak punya hati malah membuatnya jatuh ke dalam pesona pria itu?
bagaimana kisah mereka?
Apakah pria tak memiliki perasaan itu hanya kasihan pada Aisyah yang di tinggal nikah ?
BUKAN KARENA DIA MEMILIKI PERASAAN PADA AISYAH?
atau malah dia memang punya maksud lain pada aisyah?,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 26
Aisyah tersentak tak percaya jika abi nya tega menembak pria yang ia cintai. Ia terus memangku Faiz sambil terus berusaha menekan bahu nya Faiz. Darah segar mengalir hingga menodai paha nya Aisyah. Ia berteriak meminta tolong namun tak ada siapapun yang datang membantu. Sementara Faiz yang masih sadar hanya tersenyum. Hujan membasahi wajah nya.
"" Saya sudah kalah Aisyah.. saya kalah dari cinta abi mu pada mu.. cinta saya tidak cukup kuat menahan amarah dari abi mu... berhenti lah menangis,, itu membuat saya semakin sakit.. ini tidak seberapa.. saya siap kehilangan separuh dari tubuh ini demi mempertahan kan kamu.. tersenyum lah.."". Gumam Faiz yang mulai memejamkan mata nya.
Aisyah semakin histeris saat melihat umi nya yang di angkat oleh para ajudan abi nya ke dalam mobil. Dengan pelan ia mencoba melepaskan kepala nya Faiz dari pangkuan nya lalu berlari menuju ke mobil yang di kendarai abi nya. Ia mencoba mengetuk2 kaca mobil abi nya namun abi nya tidak memperdulikan tangisan Aisyah. Kembali ia berlari ke arah Faiz , lalu ia berlari lagi ke arah gudang dan mengambil sebuah gerobak kayu. Dengan susah payah ia mencoba membangun kan badan nya Faiz untuk di tidur kan di atas gerobak kayu. Ia melepaskan sepatu nya lalu mulai mendorong gerobak itu dengan sekuat tenaga hingga menuju ke jalan tol. Di sana ia kembali berhenti dan ia berlari ke tengah jalan berharap seseorang mau menghentikan mobil nya untuk menolong Faiz. 15 menit berlalu , tiba2 berhenti lah sebuah mobil sedan berwarna merah,seseorangturun dengan sebuah payung di tangan nya. Aisyah langsung menghampiri pria itu dan memohon sambil menahan tangis nya agar pria itu mau membantu nya. Karna kasihan akhirnya pria itu mau menolong dan membawa Faiz serta Aisyah ke rumah sakit terdekat.
Di rumah sakit , saat Faiz sedang berada di ruang UGD , ia melihat jika abi nya sedang berada di ruang ICU yang tak jauh dari tempat ia berdiri. Aisyah pun langsung menghampiri abi nya.
"" Abi bagaimana keadaan umi ..."". Tanya Aisyah khawatir.
"" dua kali kamu mengecewakan saya. Masih berani kamu melihat wajah saya... hah !! Kamu sudah memilih pria berandalan itu maka pergilah bersama nya."". Teriak abi nya.
"" Ya Allah abi ... Aisyah mohon jangan perlakukan Aisyah seperti ini.. jangan pisahkan Aisyah dari umi... "". Pinta Aisyah yang langsung bersimpuh dan memeluk erat kedua kaki abi nya itu. Kemarahan pak habib ternyata belum lah reda. Dengan kasar nya ia mendorong Aisyah hingga pelukan itu terlepas.
"" Kamu sudah kehilangan hak untuk memanggil saya sebagai abi mu. Dan satu lagi sampai kapan pun saya tidak akan pernah mau menikah kan kamu dengan berandalan itu.. sekarang pergi lah..."". Gertak abi nya sambil menarik tangan aisyah agar menjauh dari ruangan ICU tersebut.
Dunia seakan hancur,,Aisyah terpukul,,tak berdaya,,dan tidak memiliki pilihan yng bisa membuat masalah nya selesai. Airmata nya seakan menjadi saksi setia nya betapa ia sangat menderita. Ia pun pergi ke mushalla yang ada di rumah sakit itu. Ia mengambil wudhu lalu shalat. Hampir tiap gerakan dalam shalat nya tubuh nya gemetar. Airmata nya tak mau berhenti mengalir. Ia berdoa dalam tangis nya..berharap agar semua masalah nya cepat berlalu..