Dunia Kayra Hana Nur Pramudya dalam satu malam membuat hidupnya jungkir balik. ketika dirinya mendapat pelecehan seksual di malam reuni sekolahnya oleh seorang pria merupankan cinta dalam diam Kayra yang tak lain mantan sahabatnya.
Karena trauma dan sakit hati yang di alami oleh Kayra, Setelah kejadian naas tersebut membuat kedua orang tua nya memutuskan membawa Kayra kembali ke Amerika.
Tiga tahun berlalu Kayra kembali di pertemukan dengan Arjuna mantan sahabat sewaktu SMA dulu. Arjuna sangat terkejut melihat seorang bocah kecil yang sangat begitu mirip dengan wajahnya, bersama dengan Kayra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Millea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 Pertemuan
Arjuna yang barus saja keluar dari restoran tempat ia melakukan meeting bersama dengan kolega nya. Ia berjalan beriringan bersama dengan asprinya berjalan menyusuri Mall tersebut.
" Mar, apa saya ada jadwal meeting lagi ? " tanya Arjuna sambil berjalan menyusuri lorong mall.
" Tidak tuan. Hari ini cuman meeting barusan saja, tidak ada lagi " jawab Marko sopan.
" Kalo begitu saya langsung pulang saja. Kalo kamu terserah mau pulang atau mau lanjut kerja "
" Saya langsung pulang saja juga, kalo gitu tuan. Pekerjan saya juga sudah selesai semua "
Kedua orang tersebut kembali terdiam. Mata elang Arjuna menatap orang - orang yang berlalu lalang di Mall ini. Banyak muda - mudi, serta orang tua yang membawa anak - anak mereka berkunjung ke Mall ini.
Arjuna terus mengedarkan matanya ke segala penjuru arah untuk melihat - lihat sekeliling Mall. Ketika ia menengok ke depan matanya terpaku pada sosok bocah kecil yang sangat begitu mirip dengan dirinya.
Mata mereka sempat beradu tatap hanya beberapa saat saja. Arjuna tertegun melihat paras bocah batita tersebut. Wajahnya sangat begitu mirip dengan dirinya.
Bocah batita itu memakai celana jins hitam dan kemeja berwarna biru muda, dengan saputu kets putih yang menghiasi kaki mungilnya. Pakean bocah tersebut sangat senada dengan wanita yang menggandeng tangan mungil pria kecil itu.
Melihat wanita yang sangat ia kenali bersama bocah kecil tersebut membuat Arjuna mempercepat langkah kakinya, mendekati kedua orang tersebut.
Setelah dekat kedua orang tersebut, kedua mata Arjuna membola sempurna. Melihat sosok wanita yang empat tahun silam ia nodai.
" Ka-kayra " wanita cantik tersebut mengangkat kepalanya melihat ke arah depan, mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya.
Kedua mata Kayra membola sempurna melihat sosok pria yang berdiri tegak tepat di hadapan nya. Orang yang sangat ia benci setengah mati dan tak mau ia temui. kenapa sekarang ia harus bertemu kembali dengan pria b*jing*n tersebut.
" Apa... apa dia anak ku ? " Arjuna menatap bocah kecil yang sedang menggandeng tangan Kayra di sisinya. Garis wajah, hidung serta mata berwarna kecoklatan persis sepertinya. Ia dan anak itu bagai pinang di belah dua.
" Dia bukan anakmu ! " jawab Kayra ketus dengan suara meninggi. Ia berlalu menarik Dhava ke belangkang tubuhnya untuk di sembunyikan dari Arjuna.
" Ta- Tapi... Di- dia sangat begitu mirip dengan ku " ujur Arjuna dengan kedua mata yang mulai berkaca - kaca.
Melihat Kayra ingin berjalan pergi dari harapannya tanpa menjawab perkataan nya. Membuat Arjuna segera memblokade jalan Kayra dengan cara merentangkan kedua tangannya.
" MINGGIR! AKU MAU LEWAT ! SATU LAGI DI BUKAN ANAK MU, MELAINKAN ANAK KU. JIKA KITA BERTEMU KEMBALI, ANGGAP SAJA KITA TIDAK SALING MENENGAL " ucap Kayra tegas penuh penekanan. Ia menabrak tangan Arjuna begitu saja agar bisa terbebas dari manatan sahabatnya itu.
Tap
Tangan kanan Arjuna mencekal pergelangan tangan Kayra begitu saja.
" Lepas! " bentak Kayra yang berusaha melepaskan tangan Arjuna dari pergelangan tangannya.
" Tidak akan. Aku mau kamu jujur tentang anak itu ! Apa dia Anak ku, Kay ? " ucap Arjuna.
" Tentang anak ? Apa kamu tuli dengan perkataan ku tadi. Di anak ku brengsek. CUMAN ANAK KU, bukan anak mu " ucap Kayra penuh penekanan dengan mata menatap tajam lawan bicaranya tersebut.
" Una tatut " ucap Dhava yang sejak tadi ketakutan melihat bunda dan seorang pria dewasa sedang beradu mulut di depannya.
Kebetulan tadi Mama Rika izin pada Kayra untuk mengangkat telfon dari ayah Rama dahulu. Ia menyuruh Kayra dan Dhava masuk duluan ke dalam toko main tersebut, baru nanti ia menyusulnya.
Tanpa mama Rika ketahui sebelum anaknya itu masuk ke dalam toko main. Kayra di hadang oleh pria yang sudah membuat putri Samata wayangnya itu Depresi tiga tahun silam.
" Tak usah takut sayang, ada Bunda. Dhava sembunyi dulu di belakang Bunda ya " ucap Kayra. Dhava dengan nurutnya bersembunyi kembali di belakang kaki sang Bunda.
Sejak tadi bocah itu mengintip dari celah kaki sang Bunda. Melihat Bundanya tersebut sedang beradu mulut dengan seorang pria.
" Minggir dari jalan ku ! Jangan membuat mood anak ku rusak. Karena diri mu " seru Kayra. Ia menengok ke belakang lalu menggendong Dhava ke dalam gendongannya.
" Tunggu, aku akan membuktikan kalo dia itu anak ku. " ucap Arjuna.
" Silakan, kamu buktikan saja, aku tak takut. " tantang Kayra.
" Kalo dia benar terbukti anak ku. Aku akan merebut dia dari tangan mu, Kay. "
Kayra tertawa terbahak - bahak mendengar perkataan Arjuna barusan. " Merebut putra ku dari tanga ku ? Jangan mimpi tuan Arjuna Sky Maheswara yang tidak terhormat! "
" Apa kamu belum puas mendekam di penjara 4 tahun silam ? Apa kamu kangen berada di dalam hotel prodeo itu lagi ? Makannya mau berurusan dengan ku kembali " ucap Kayra dengan nada mengejek.
Arjuna terdiam membisu di tempatnya. Bagaimana dia lupa kalo 4 tahun silam yang menjebloskan dirinya ke penjara karena wanita yang di depannya sekarang.
" Aku tak peduli, aku hanya ingin memastikan kalo dia benar putra ku " seru Arjuna.
" APA KAMU LUPA SAAT ITU KAMU MENOLAK BERTANGGUNG JAWAB PADA KU ? TAPI SEKARANG KAMU INGIN MEREBUT DHAVA DARI TANGAN KU ? "
" SELAMA INI KAMU KEMANA SAJA B*JING*N ? SEKARANG SAJA KETIKA ANAK KU SUDAH TUMBUH BESAR MENJADI ANAK YANG LUCU DAN MENGGEMASKAN. KAMU DENGAN ENTENGNYA MEREBUT DIA DARI TANGAN KU ? " Sambung Kayra yang tak kuasa menahan segala gejolak dalam dadanya saat ini. Ketika mendengar Arjuna ingin merebut Dhava dari tangannya.
" TIDAK ! TIDAK AKAN BISA. KU PASTIKAN BAIK KAMU ATAU KELUARGA MU TIDAK AKAN ADA YANG BISA MEREBUT DIA DARI TANGAN KU "
" KALO KAMU INGIN MEMBUKTIKAN DIA ANAK MU ATAU BIKAN. AKU PERSILAKAN KAMU UNTUK MELAKUKAN TES DNA TERHADAPNYA. TAPI INGAT SATU HAL, SAMPAI KAMU ATAU KELUARGA MU NEKAT MEREBUT DHAVA DARI TANGAN KU SIAP - SIAP KAMU AKAN BERURUSAN PADA KELUARGA PRAMUDIYA KEMBALI "
" Jeruji besi masih muat menampung pria brengsek, b*jing*n dan pengecut seperti mu di dalamnya " ucap Kayra penuh penekanan. Tatapan tajam yang berkilat dengan api amarah itu seperti mengular sinar leser yang siap menghunus tepat di jantung Arjuna.
" Ada apa ini ? " tanya mama Rika yang barusaja menyudahi telponnya ketika melihat putri semata wayangnya sedang beradu mulut pada seseorang.
" Kamu! Mau ngapain kamu ada disini ? Mau menyakiti anak ku lagi ! Apa belum puas juga kamu menghancuri kehidupan anak saya, hah " Ucap mama Rika ketika melihat sosok Arjuna yang berada tepat di hadapan Kayra saat ini.
Tanpa mendengar jawab Arjuna terlebih dahulu. Kayra langsung menggandeng tangan sang Mama begitu saja. Meninggalkan lelaki yang masih mematung di tempatnya.
Sebenarnya Kayra membawa ibunya pergi menjauh dari Arjuna. Takut sang Mama mengamuk dan menjadikan sebuah tontonan publik oleh orang yang berlalu lalang di lantai tiga mall ini.
Sepeninggal Kayra, Arjuna baru tersadar dari keterdiaman nya. Karena sebuah tepukan di pundaknya.
" Tuan tidak papa ? " tanya Marko pada Bos nya tersebut.
Sejak tadi ia hanya menontoni pertengkaran antra kedua manusia beda kelamin itu saja. Tanpa mau membela sang atasan. Lagi dia juga tidak tahu akar masalah di antara Bos dan wanita tersebut.
" Mar, tolong kamu cari tahu tentang wanita tadi berserta anaknya barusan " bukan menjawab pertanyaan sang asisten. Ia malah memerintahkan Marko untuk mencari tahu tentang kehidupan Kayra dan Dhava.
" Baik tuan. Akan segara saya cari tahu " jawab Marko dengan cepat.
Bersambung.....