"aku akan mempertahankan anak ini,dia bayiku," kata Bella.
" kalau begitu pergi dari rumah ini, kau bukan putri kami lagi, kau hanya membuat malu dengan kelakuanmu ini!" teriak pak Kuncoro marah.
Bella pun pergi meninggalkan rumah yang sudah dia tempati dari dia lahir, dia meninggalkan orang tuanya yang merasa malu atas keadaannya.
bahkan Bella tak tau pria yang telah menghadirkan janin di rahimnya, mereka berpisah begitu saja.
apakah Bella bisa bertahan?
apakah Bella bisa bersatu dengan ayah anaknya, atau menemukan cinta baru?
ikuti kisahnya..
follow @wulandari67
mohon dukungannya ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gabriel Harvey Kuncoro
kini kandungan Bella sudah masuk 9 lebih.. tapi Bella masih sibuk dengan tugas kuliahnya.. Yesa terus mengawasi Bella dari jauh karena tak ingin terjadi apa pada Bella...
saat menyelesaikan kuliahnya dan mengambil cuti Bella berjalan menuju ke luar kampus.. tak lama Yesa menghampiri Bella..
" kau di sini Yesa..." tanya Bella..
" ya.. aku takut terjadi apa-apa padamu.. makanya aku mengikuti mu.." terang Yesa..
" tenang Yesa.. baby boy belum waktunya.. dan aku sudah ambil cuti 2 bulan.." terang Bella..
" baiklah.. sekarang ayo kita pergi dari sini.. dan kita akan belanja sebelum pulang.." kata Yesa..
" baiklah.." jawab Bella..
kini mereka menuju ke sebuah pasar.. tapi tiba tiba Bella merasakan sesuatu..
" Yesa.. perutku sakit..." kata Bella..
" pak kita ke rumah sakit xxx ya.." kata Yesa..
" siap non..." jawab supir taksi itu..
tak lama mereka sampai di rumah sakit.. Bella sudah di bawa ke ruang bersalin.. tak butuh waktu lama Bella sudah melahirkan...
bayi tampan itu sudah lahir... dan sedang di bersihkan begitupun Bella... kini Yesa sedang menghubungi pak jaya...
" selamat pagi tuan.." sapa Yesa..
" pagi Yesa ada apa..." tanya pak jaya yg akan berangkat ke kantor..
" maaf tuan.. nona Bella sudah melahirkan putra nya lahir dengan sehat.." kata Yesa..
" apa Bella sudah melahirkan..." teriak pak jaya tak sadar...
Billy dan Mega yg kaget langsung tersedak karena sedang sarapan..
" baiklah saya dan Bahar akan ke sana sekarang.." kata pak jaya..
pak jaya menghubungi pak Bahar agar bersiap berangkat ke Korea bersama Siti dan Mak ipah..
pak jaya menghampiri istrinya dan mengajaknya bersiap..
" Bu kita harus berangkat sekarang karena Bella sudah melahirkan..." kata pak jaya..
" aku ikut yah.. ayah janji kalau aku sukses ayah akan membiarkan aku tau Bella di mana.." kata Billy..
" tapi maaf Billy.. Bella dan pak Bahar belum bisa mengizinkan mu untuk menemui nya.." kata pak jaya..
" baiklah yah.. Billy tak bisa memaksa kalau itu perintah bapak.. tapi bisakah ayah memberikan hadiah ini untuk Bella.." kata Billy membuka tasnya dan mengeluarkan kotak bludru bewarna pink..
" iya Billy.. maafkan ayah ya..." kata pak jaya.. Billy hanya mengangguk..
" Mega kamu di rumah ya sama kakak mu.. ibu dan ayah ke Korea mungkin 3hari kami disana.." pamit Bu Rina..
" oke Bu tapi belikan Mega baju hanbok ya.." kata Mega
" gampang sayang.. kalian baik baik di rumahnya.." kata pak jaya..
" iya yah.." jawabnya serempak..
kini ke lima orang itu sudah berangkat menuju ke Korea dan akan langsung menuju rumah sakit..
Hana yg baru dapat kabar dari Yesa pun langsung berangkat ke rumah sakit yg diberitahu Yesa..
Bella sedang memberikan asi pada putranya.. bayi boy itu begitu mirip Reino sedang bibir dan matanya mirip Bella..
bayi tampan itu menyusu dengan kuat.. setelah itu bayi itu di tidurkan di box di samping ranjang Bella..
" bell.. aku sudah menghubungi bapak mu dan pak jaya.. mungkin mereka sudah berada di pesawat saat ini..." kata Yesa..
" iya Yesa.. terima kasih.." jawab Bella..
" hallo semua.. i'm coming... " kata Hana yg membawa boneka panda dan balon..
" kenapa kau membawa semua itu Hana.." tanya Yesa..
" aku mau menyambut baby boy lah.. aku kan aunty nya yg cantik..." jawab Hana..
" iya aunty tapi baby nya masih tidur..." kata Bella..
" tak masalah.. aku juga membawa makanan buat kalian..." kata Hana..
" terima kasih ya Hana.." kata Bella..
kini mereka makan bersama dengan Hanna yg terus berceloteh tanpa henti..
tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu sore hari..
kini rombongan pak jaya dan pak Bahar sudah sampai.. mereka tadi sempat mampir ke hotel untuk menaruh barang barang sebum ke rumah sakit..
pak jaya langsung menuju ke ruangan tempat Bella karena Yesa sudah memberikan nama ruangan Bella..
" sore semua.." sapa pak jaya..
" sore..." jawab ketiga gadis itu kompak..
" bapak. Mak.. eyang.. dan om..." kata Bella..
kini mereka melepas rindu saling berpelukan.. sedang eyang langsung mengendong cicitnya itu..
pak Bahar begitu bahagia melihat Bella yg terus berpelukan dengan Mak Siti dan Bu Rina..
" uluh.. uluh.. ganteng nya cicit ku.. " kata eyang ipah..
" iya ganteng lah Mak.. wong Mbah e ganteng gini.." kata pak Bahar..
" iya kamu sama jaya sana gantengnya.. tapi masih ganteng Billy..." kata eyang ipah..
" ah.. kita bukan kalah ganteng cuma kalah muda.." jawab pak jaya...
mereka pun tertawa bersama... Bella bahagia melihat semua orang yg menyayanginya berada di sini..
" siapa namanya.. " tanya Bu Rina..
" Gabriel Kuncoro.." kata Bella..
" no.. harus ada nama ku.. jadi baby nya namanya Gabriel Harvey Kuncoro... bagaimana.." kata pak jaya..
" apa bapak setuju..." tanya Bella..
" iya nak.. bapak setuju.. lagian namanya jadi bagus.. kita panggilnya EL... " kata pak Bahar..
" baby El..." kata pak jaya tersenyum..
kini semua bergantian mengendong baby El.. sedang Bu Rina menyuapi Bella.. Bella merasa begitu beruntung mendapat dua ibu yaitu Mak Siti sekarang Bu Rina yg begitu baik..
" oh iya bell.. tadi Billy menitipkan sesuatu untukmu.. " kaya pak jaya..
" apa itu om.." kata Bella..
" bisa sekarang panggil ayah aja bell seperti kamu manggil istriku ibu.." protes pak jaya..
" hehe.. iya ayah.." jawab Bella..
pak jaya mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya pada Bella.. Bella pun membuka dan terkejut melihat isinya...
ada kalung bentuk hati berinisial B dan sebuah gelang Otok bertuliskan nama Gabriel...
" ini dari kak Billy yah.." kata Bella berkaca kaca..
" iya bell.. bahkan gelang Otok itu Billy yg membuat minta bantuan eyang.. " kata eyang ipah..
" ibu mau pakaikan kalung ini pada Bella dan ayah tolong pakaikan gelang itu pada El.. sebagai wakil kak Billy.." kata Bella..
" iya sayang.." jawab Bu Rina...
Kini Bu Rina memasangkan kalung pada Bella dan pak jaya memakaikan gelang pada Gabriel yg di gendongan Mak Siti..
Hana merekam semuanya dan mengirimkan pada Billy.. selama ini Hana yg selalu memberikan kabar kepada Billy.. karena Hana tau perasaan Billy dari Mega sepupunya...
" Hana.. bisakah kau meminta kak Billy untuk vicall..." kata Bella ..
" dengan senang hati Bella..." kata Hana..
Bella pun tersenyum.. Bella merasa senang perhatian yg di berikan Billy.. meski ia belum sepenuhnya melupakan Reino.. tapi Bella mencoba untuk melupakan Reino yg akan di jodohkan dengan Billa.. Bella mencoba mengikhlaskan semuanya...
.
.
.
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
Semoga menulis cerita yang berbobot buat Author 💪🙏
kayak gx tanggung jawab gitu...
bella biar single ajalah..