NovelToon NovelToon
3 Days, 2 Nights, 1 Love

3 Days, 2 Nights, 1 Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:124.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Jayden harus menerima takdirnya sebagai seorang bintang, merasa tak memiliki orang yang mencintainya dengan tulus, bahkan Kayla, kekasihnya yang bertahun-tahun dicintainya, hanya memanfaatkannya untuk ketenarannya.

Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita, wanita yang memandangnya dengan cara berbeda, namun bukan hanya itu yang dia temukan, 2 dunia yang berbeda memisahkan mereka bahkan sebelum kuncup cinta bisa mengembang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Launa hanya bisa diam, air matanya pun sudah mengering, menyisakan sensasi sedikit ketat di pipinya.

Sejauh ini bibinya tak melakukan apapun padanya, dia diperlakukan dengan sangat baik setelah pemaksaan itu, mereka membawanya ke sebuah tempat yang Launa tak tahu apa namanya, dia di suruh naik dan tiba-tiba saja dia mendengar mereka akan terbang, dan tak menunggu lama sekarang dia ada di ketinggian 35.000 kaki di atas permukaan laut.

"Launa, makanlah, setelah ini jika kau ingin istirahat, maka istirahatlah, perjalanan kita masih 2 jam lagi, lihat, aku bukan bibi yang jahat, maka jangan menangis lagi, aku malah akan membuat hidupmu jadi wanita paling beruntung di dunia, keluarga kita akan kembali mendapatkan kejayaannya," suara bibi Launa sedikit lembut dilanjutkan dengan tawa yang sedikit menakutkan, membuat Launa hanya bisa mengangguk pelan, setelah itu mencoba meraba makanan yang ada di depannya, sepertinya hanya sepiring mie, dia tak tahu itu adalah spaghetti.

Setelah cukup kenyang dengan makanannya, Launa menyenderkan tubuhnya pada kursi yang bahkan lebih empuk dari pada tempat tidurnya, seorang pramugari membawakan selimut dan membantunya untuk bisa lebih nyaman.

Launa hanya diam, sekali lagi yang dia lihat hanya gelap dan sedikit cahaya yang buram tak berbentuk, dia mengedipkan matanya perlahan, tak tahu harus apa sekarang? haruskah dia sedih karena sudah berpisah dengan Mery, tapi bibinya memperlakukannya dengan baik pula di sini.

Lalu bagaimana dengan Jayden? bagaimana jika dia kembali dan tak menemukan Launa di sana, apakah dia akan salah paham, apakah dia berpikir Launa tak ingin menunggunya?

Tidak, Mery pasti memberitahukan semuanya dan sekarang dia hanya bisa berharap bahwa pria itu kembali mencari keberadaannya, tapi ... apakah benar mereka akan bisa bertemu kembali?

Pikiran Launa melalang buana, sebagian malah tak bisa lagi dia ingat, hingga dia dibangunkan oleh seorang pramugari.

"Nona, kita akan mendarat, saya akan membantu anda untuk melakukan persiapannya," ujar pramugari itu lembut

Launa hanya mengangguk pelan dan pramugari itu segera memakaikan sabuk pengamannya, menegakkan kursi Launa dan menyiapkan hal-hal lainnya.

"Bagaimana tidurmu?" suara bibi Launa terdengar dari arah depan, bibi Launa Memang duduk berhadapan dengannya.

"Baik bibi," kata Launa pelan, Bibi Launa hanya mengulas senyum puas.

"Baguslah kalau begitu, setelah kita mendarat, aku ingin kau berganti pakaian, Jaselin akan membantumu untuk menukar bajumu, kau tak akan terlihat menarik jika masih menggunakan baju lusuh itu," kata Bibi Launa lagi

Launa mengerutkan dahinya, kenapa harus terlihat cantik? memangnya mereka ingin melakukan apa?

Namun Launa hanya bisa diam, awalnya dia ingin bertanya yang sebenarnya, namun pesawat mereka sudah mulai turun dan tak lama menyentuh daratan dengan sedikit guncangan yang membuat Launa harus memeras tangannya sendiri ketakutan.

Launa bisa merasakan pesawat itu berhenti sempurna, setelah itu semua terdengar sedikit berisik karena suara sabuk pengaman yang mulai di buka.

"Jeselin, tolong kau dandani dia secantik mungkin, jangan terlalu menor, kau tahu Tuan Felix tak menyukainya," kata bibi Launa segera meninggalkan Launa.

Launa tambah mengerutkan dahinya, Siapa Felix? apakah salah satu nama kerabatnya? tapi kenapa bibinya memanggilnya Tuan.

"Nona, Ayo ikut saya," kata Jeselin, Launa hanya bisa terdiam dan mengikutinya saja, apa yang bisa dia lakukan? berteriak? menangis? saat ini itulah yang bisa dia lakukan, tak ada Mery yang akan membawanya pergi, bahkan jika ingin keluar dari sini pun Launa tak bisa.

Jeselin membantu mengantikan pakaian Launa, Mengantinya dengan gaun satin polos berwarna baby pink lembut, Jeselin juga segera menyisir rambut indah Launa, setelah itu sedikit memoleskan lipstik berwana sedikit lebih merah dari pada gaunnya, dan dengan begitu saja, Launa sudah begitu cantiknya.

Jeselin menuntun Launa untuk keluar, membawanya ke arah bibi Launa, Bibi Launa memperhatika penampilannya dari atas hingga bawah, ternyata Upik abu jika didandani sedikit bisa terlihat seperti ratu.

"Baiklah, bagaimana dengan pertemuannya?" kata Bibi Launa yang puas dengan penampilan keponakannya itu.

"Tuan Felix mengutus asisten pribadinya untuk menemui kita, Beliau sudah ada di luar pesawat," kata asisten Bibi Launa.

"Baiklah, ayo turun, jangan sampai dia mengatakan kita lama sekali," kata Juliet berdiri dan melenggang dengan perlahan ke arah pintu pesawat yang segera dibukakan.

Jeselin menuntun Launa menuruni anak tangga yang cukup kecil, kakinya setapak demi setapak turun, dan saat dia menyentuh tanah, dia cukup gamang rasanya, mungkin itu sensasi karena pertama kali dia terbang dengan pesawat.

Launa lalu dibawa mendekati seorang pria dengan pakaian formal serba hitamnya.

"Aku sudah membawanya," suara Juliet terdengar bagaikan dia membawa sebuah barang, Launa yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan tangannya, seketika takut, apakah dia akan di jual?

Pria dengan tatapan dan tampang serius itu menatap Launa dari atas hingga bawah, dia lalu kembali menatap Juliet yang berwajah licik, sesungguhnya pria ini pun tak menyukainya.

"Tuan Felix sudah pergi ke Belanda siang tadi jadi dia memerintahkan ku untuk melakukan semuanya, dia ingin semuanya selesai setelah dia pulang dari Belanda," kata Erik melirik ke arah Juliet.

"Jadi apa kesepakatan ini artinya disetujui?" kata Juliet dengan roman wajah senang.

Erik malas menjawabnya, dia hanya mengangguk dengan mantap, Juliet terpekik senang, akhirnya apa yang seharusnya jadi miliknya akan menjadi miliknya sekarang.

"Baiklah, bawa saja dia," kata Juliet tanpa simpati.

Launa yang mendengar itu mengerutkan dahinya, wajah cemasnya tiba-tiba saja muncul, apalagi Jeselin segera menarik lengannya yang membuat Launa jadi terikut tarikannya. Apakah dia benar-benar dijual?

"Bibi, ini ada apa? aku mau di bawa kemana?" tanya Launa sedikit berontak juga akhirnya.

"Launa, stop, tenang saja, kau akan mendapatkan hidup nyaman, bibi yakin itu, jadi nikmati saja hidup barumu," kats Juliet mengusap pipi halus Launa, Launa mendengarkan itu membesarkan matanya.

"Tidak, aku tidak mau," teriak Launa yang enggan pergi dari sana, Juliet hanya menatapnya tak peduli, sama sekali tak punya rasa kasihan, bahkan melihat air mata berderai dari mata Launa dan bagaimana mereka menariknya walaupun Launa mencoba untuk tetap mempertahankan posisinya, Jeselin sedikit kewalahan untuk menariknya.

Launa terus berotak dan berteriak, Erik merasa hal ini bisa sangat berbahaya, walau saat ini mereka berada di lapangan udara pribadi, tapi bisa saja ada orang yang mendengar teriakan Launa akan datang dan mereka mengira ada tindakan kriminal di sini.

Erik memberikan gesturnya pada seorang penjaganya, penjaga itu mengerti, mengeluarkan sebuah sapu tangan yang langsung dibubuhi sesuatu, dan tanpa belas kasihan sama sekali langsung membekap mulut dan hidung Launa, tak butuh waktu lama, Launa akhirnya tak sadarkan diri juga.

Tubuh tak berdayanya segera diseret ke dalam mobil, diposisikan dengan nyaman di kursi belakang mobil mewah itu, Erik memandang wajah Launa yang cantik namun sendu itu, mereka harus menjaganya dengan baik karena Tuan Felix tak akan mentolerir jika barangnya cacat sedikit pun.

1
Wangintowe Tundugi
kok gitu
Wangintowe Tundugi
siapa bibi juliet😁
Wangintowe Tundugi
anak tiri
Susanti
bagus
Susi Yanti
br efisi 29 kok udah berhenti yaaa....
Qie_batubara
ngulang baca...
Teh lia
Aku baca semua novel mu ka,tpi syang knpa di novel ini bikin kecewa ngegantung pdahal kisah nya seru jadi sedihhhhh kk author tolong lanjutin ya ka....
Anonim
penasaran lanjut kak quin...
Rinisa
Cerita nya bagus, sayang sekali tdk di lanjut Kak Quin....
Rinisa
Semua karya novelmu bagus....👍🏻
Mutiara Sani
kak quin ini ngk diterusin lagi ya kk
Kristiana
sampe lupa ceritanya gimana...saking lamanya 😇😇😇
🌻 sinar 🌻
g diterusin kak? ngebut bacanya tyt lom end 😁
kafa ainshod
mbak quin... sayang...

kapan update abang jayden lagi...
udah setahun nungguin nya...
Arika
yg ini gak diterusin?
kafa ainshod
mudah2an Authornya sehat terus, biar bisa update...
Ariez Aprieo
menunggu bab selanjutnya...
Ariez Aprieo
kapan up lagi kak
Ariez Aprieo
ceritanya bagus, sayang sekali gak diteruskan. Aku menunggu update-nya kak.
Sugiati Hisam
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!