Vey, gadis berusia 18 tahun. Hidupnya menderita semenjak Ayahnya, Gan, menikahi wanita bernama Lam dan memiliki anak permpuan bernama Jel. Ibu dan saudara tiri Vey selalu menyiksa Vey ketika Ayahnya tidak ada. Namun kehidupan Vey berubah setelah bertemu dengan seorang vampir tampan bernama Tae.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virlia Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Jel Yang diputuskan oleh Go menjadi sangat membenci Vey karena telah menghancurkan hidupnya ditambah tadi ia melihat mereka malah berbahagia bersama Yang membuatnya semakin semakin membenci Vey.
Jel pun merencanakan untuk membunuh Vey dengan tangannya sendiri. Dia TIDAK terima Vey hidup bahagia diatas penderitaannya. Jel pun menyusun rencana untuk menjebak Vey lagi dan kali ini ia memastikan bahwa Vey akan habis di tangannya.
Namun, tiba-tiba Jel teringat ekspresi Tam Yang habis bertemu dengan Jel di gudang Cafe. Jel merasa bahwa Tam seperti telah di campakan. Jel pun berencana untuk mencari Tam besok.
Keesokan harinya, Jel pergi mencari Tam. Akhirnya ia menemui Tam yang sedang bersiap untuk mengendarai motornya. Jel pun menghampiri Tam dan mengajaknya mengobrol di Cafe dekat rumahnya.
Awalnya Tam menolak dan ia malah memarahi Jel karena selalu berusaha menyakiti Vey. Karena Jel mengatakan ingin memberitahu hal penting ini pada Tam dan ada hubungannya dengan Vey akhirnya Tam pun menyetujui dan mereka akhirnya mengobrol bersama.
"Aku tahu bagaimana rasanya sakit hati ditinggalkan oleh orang Yang dicintai. Pasti sangat pedih bukan, Tam? Kemarin malam aku melihat dengan masa kepalaku sendiri bahwa Vey mencampakanmu."
"Jadi, kamu hanya ingin mengatakan hal ini? Kalau begitu aku permisi."
"Weh weh jangan buru-buru. Duduklah kembali dulu. Kamu tidak ingin mendapatkan Vey kembali dan menyingkirkan Tae? Aku bisa membantumu dalam hal ini."
"Sepertinya adegan ini sama seperti Joy yang ingin mengajakku bekerja sama menghabisi Tae dan akhirnya Key malah terbunuh oleh Joy? Apakah ini akan terjadi lagi? Aku tidak bisa membiarkan Vey mati untuk kedua kalinya. Ini tidak boleh terjadi! " gumam Tam dalam hatinya karena ia merasa adegan ini mirip dengan masa lalunya.
"Bagaimana Tam? Apa kamu bersedia? "
"Tidak. Maaf aku harus pergi! Selamat tinggal! "
"Hey.. Tam... Tunggu! Hey..! Dasar cowo sableng! Dibantuin malah kaga mau! Kayanya emang harus turun tangan sendiri nih! "
Tam pun pergi meninggalkan Jel. Dan Jel kembali ke rumahnya untuk menyusun rencana liciknya untuk menghabisi Vey. Setelah merasa bahwa rencananya akan berhasil 90% Jel pun bersiap untuk memulai rencananya besok.
***
Disisi lain, Vey dan Tae kembali menjalani rutinitas mereka di kantor. Kini Vey pun merasa ia tidak terlalu tertekan lagi karena para karyawan lain sudah tidak berani bergunjing dibelakangnya.
Waktu pun telah menunjukkan sore hari dimana waktunya para pegawai pulang. Tae dan Vey pun pulang bersama menuju rumah Tae. Sesampainya dirumah mereka membersihkan diri, makan dan kemudian menonton TV bersama. Tiba-tiba Vey mengajak Tae bicara.
"Emmm bolehkah aku bertanya padamu? "
"Tentu saja sayangku. Apa Yang ingin kamu tahu? Katakan saja. "
"Apakah suatu saat nanti kita memang harus berperang lagi? Untuk merebutkan kekuasaan kah? Atau ada hal lainnya juga? Tidak bisakah kita tidak berperang? Itu akan buruk bagi Yang lain dan juga mereka bisa kehilangan orang Yang mereka cintai. "
"Apa Yang kamu khawatirkan? Manusia serigala itu? "
"Jangan bercanda! Aku serius! Maksudku kenapa harus memilih jalan perang jika bisa diselesaikan secara damai?"
"Maksudmu memang baik, namun kaum mereka bukanlah tipe Yang mudah diajak berdiskusi. Lagipula dulu mereka juga Yang mulai duluan. Tanah kita telah diambil! Kita harus rebut kembali! Jika setelah itu bisa berdamai dan kembali ke wilayah masing-masing alangkah baiknya jika seperti itu kan Sayang? "
"Yah aku juga berharap suatu saat kita bisa damai agar tidak melukai banyak orang. "
"Kamu memang berhati mulia sayangku, emm ada sesuatu Yang ingin aku berikan adamu"
"Apa itu? "
Tae mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya pada Vey.
"Ini kuberikan padamu sebagai tanda cintaku. Kelak, setelah kerajaan kita kembali aku akan menikahimu dan menggelar pesta Yang meriah agar seluruh dunia tau kamulah orang Yang paling berharga dihidupku" ucap Tae lembut sambil memeluk Vey.
"Terimakasih atas segalanya sayang. Ayo tidur aku mengantuk. Aku naik duluan ya. "
"I Love You Sayang. Tidur Yang nyenyak yaa. "
"I Love You Too My Tetet hehehe... "
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat. Malam itu dirumah Tae dipenuhi dengan suasana hati Yang berbunga-bunga dari kedua insan Yang saling mencintai. Keduanya hanya bisa berharap bahwa kelak mereka akan hidup bahagia bersama tanpa terhalang oleh apapun.
--to be continued--
#entahlah😅😂