Di cintai dengan tulus oleh pasangan merupakan impian bagi seseorang yang menjalin hubungan.
Mengisahkan perjuangan cinta anak sekolah antara Nasya dan Aditya. Aditya beberapa kali menyatakan perasaannya, namun di buat menunggu oleh keputusan Nasya untuk tidak menjalin hubungan dekat sampai mereka lulus SMA. Walau begitu, Aditya setia menunggu jawaban Nasya setelah nantinya lulus SMA.
Mereka berdua menjalin persahabatan sejak pertama kali mereka bertemu. Selama bersekolah mereka sangat bahagia dan nyaman satu sama lain sebelum datang wanita yang mengaku kekasih Aditya yang selalu berusaha untuk memisahkan mereka berdua.
Bagaimana kisahnya? Apakah hubungan mereka berjalan dengan mulus atau tidak?
Selamat Membaca 💫
Dukung karya ini dengan ➡️ Like, Subscribe, vote, dan komentar terbaikmu. Terima kasih.
Salam hangat dari Author💫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vincar:), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 26 Keindahan Pulau Dewata
Mereka pun sampai di bandara udara Soekarno-Hatta. Lalu mereka pun bergegas menuju terminal 3.
Setibanya di terminal 3, mereka langsung check in untuk mendapatkan boarding pass. Lalu Aditya mendatangi konter sesuai maskapai yang akan mereka tumpangi. Kemudian, mereka menuju ke pemeriksaan keamanan Securty.
Tanpa pikir panjang, mereka langsung menunggu keberangkatan di ruang tunggu sesuai gate atau lokasi keberangkatan yang sudah tertera pada boarding pass.
Rasa khawatir bercampur bahagia yang di rasakan oleh Nasya saat pertama kali pergi bersama teman-temannya menaiki pesawat.
Pukul sudah menunjukkan 14:15 WIB. Mereka pun bersiap-siap untuk menaiki pesawat. Lalu Nasya pun mengirim pesan untuk orang tuanya, bahwa pesawatnya sebentar lagi akan berangkat.
"Mohon perhatian, para penumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ... tujuan Bali. Di persilahkan segera naik ke pesawat udara melalui pintu 8. Terima kasih." Terdengar suara pramugari.
"Ayo! Kita berangkat," ucap Aditya. Lalu mereka pun bergegas menuju pesawat melalui pintu 8.
****
Di dalam pesawat.
Nasya duduk dekat jendela di samping Agnes, sedangkan Aditya duduk di samping Rafael.
Sebelum pesawat lepas landas, datang pramugari yang menjelaskan prosedur keamanan penerbangan, mulai menggunakan sabuk pengaman yang benar, mengenakan pelampung, dan mengetahui letak pintu darurat.
Mereka pun mencermati dan memperhatikan penjelasan dari pramugari-pramugari tersebut.
"Cya, kamu gak apa-apa?" Khawatir Aditya pada Nasya yang terlihat pucat.
"Sedikit pusing Adi," ujar Nasya.
"Kamu gak ngomong kalau hari ini kita harus berangkat, harusnya aku beli obat anti mabok," ungkap Nasya.
"Maaf Nasya."
Aditya pun mengambil obat mabok yang sudah ia bawa. Lalu Aditya memberikannya pada Nasya.
"Ini Cya, minumlah," ucap Aditya.
"Terima kasih Adi."
"Hadeh Cya, naik pesawat aja mabok. Gimana kalo nanti jadi nyonya Aditya bakal bolak-balik naik pesawat tau ...." Ledek Rafael.
Nasya hanya cemberut mendengar ledekan Rafael.
Pesawat sudah sampai di bandar udara internasional I Gusti Ngurah Rai. Lalu Agnes segera membangunkan Nasya yang tertidur akibat obat anti mabok.
"Para penumpang yang terhormat, sembari kita mulai mendarat, mohon pastikan punggung kursi dan meja Anda berada dalam posisi tegak. Pastikan juga sabuk pengaman Anda terkait dengan baik dan seluruh barang bawaan tersimpan di bawah kursi di depan Anda atau di penyimpanan atas. Terima kasih." Terdengar suara pramugari.
"Cya, bangun. Kita sudah sampai," ujar Agnes.
Lalu Nasya membukakan matanya dan sesekali memegang kepalanya.
"Cya, apakah kamu masih pusing?" tanya Agnes.
"Aduh ... masih Nes."
Lalu mereka pun keluar dari dalam pesawat. "Sungguh penerbangan yang melelahkan," batin Nasya.
****
"Adi, setelah ini kita mau kemana?" tanya Nasya seraya melihat pemandangan dari arah kaca mobil.
"Kita langsung ke hotel, Cya."
"Oh."
Bali di anugerahkan memiliki alam yang indah dan bervariatif, dari mulai pantai, laut, sungai, danau, gunung, dan hutan. Semua objek alam ini sangat potensial untuk dijadikan objek wisata.
Objek wisata alam yang menarik di Bali, yaitu pantai. Bali sangat terkenal dengan keindahan pantainya.
Dunia mengenal Bali sebagai pulau dengan keramahan penduduk lokalnya. Masyarakat Bali dikenal sopan dan punya tata bicara yang halus.
Kehidupan di Bali juga damai dan tentram, yang membuat turis-turis asing betah berlama-lama liburan di Pulau Dewata.
Julukan The Island of Gods atau Pulau Dewata diberikan kepada Bali, karena kebanyakan masyarakatnya beragama Hindu yang mempercayai keberadaan Dewa atau disebut Dewata. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika hampir berbagai tempat di Bali terdapat banyak sesaji, yang dipersembahkan untuk dewa penjaga.
Mereka pun sampai di hotel Grana Inna Bali Beach. Hotel yang terletak di pinggir pantai Sanur yang berpasir putih dengan pemandangan matahari terbitnya yang menawan, hanya 20 menit berkendara dari Bandara Ngurah Rai.
Sesampainya, Aditya langsung check in kamar untuk mereka berempat.
"Cya, kamu berdua sama Agnes. Ini kunci kamarnya nomor 316," ucap Aditya seraya memberi kunci kamar ke Nasya.
"Oh, iya Adi. Kamar kalian nomor berapa?"
"Aku dan Rafael berada di kamar nomor 319," jawab Aditya.
"Iya Adi. Oh ya, aku ingin berkeliling hotel bersama Kakak ini. Tolong masukan barang-barang kami ke kamar ya," pinta Nasya.
"Iya Adi, kami jalan-jalan dulu," kata Agnes.
Lalu mereka pun meninggalkan Aditya dan Rafael dan berkeliling hotel bersama petugas pelayan hotel.
"What, si Nasya ... ?" kaget Rafael.
"Bisa-bisanya Nasya menyuruhmu membawakan barang bawaannya! Kasihan sekali," ujar Rafael tertawa kecil.
"Oh iya, cewe kan selalu benar! Ha ... ha ... ha ...."
Aditya pun segera bergegas menuju ke kamar, dan tidak mempedulikan ledekan Rafael baginya. Bawaan Nasya tidaklah terlalu berat dan tidak begitu banyak.
"Sudahlah ... segera masuk," ajak Aditya.
"Siap Boss."
****
"Inna Grand Bali Beach Hotel tidak saja menawarkan kamar yang luas nyaman namun juga fasilitas yang lengkap dan berbagai aktivitas yang bisa Anda nikmati sambil mengagumi keindahan Pantai Sanur yang menawan."
Inna Grand Bali Beach Hotel menyediakan fasilitas dan layanan, antara lain 4 kolam renang, restoran warung beringin, Bali kopi shop, bar, panggung terbuka Pandawa yang ideal untuk perjamuan, pesta kebun dan makan malam, spa, 2 lapangan tennis, lapangan golf dan driving range, lintasan jogging, tenis meja, indoor bowling center, dan sebagainya," ucap pelayan hotel yang lihai menjelaskan secara detail fasilitas yang tersedia.
"Terima kasih Kak buat penjelasannya," ujar Nasya.
"Sama-sama ... Kakak pergi dulu, jika ada keluhan bisa langsung konsultasi dengan kami," ucap pelayan hotel dengan penuh senyuman.
"Iya Kak."
Agnes hanya mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan beruntun dari pelayan hotel. "Ngomong apa sih Mbaknya?"
"Astaga ... lupain aja Nes. Sekarang kita pergi menemui Aditya dan Rafael," ujar Nasya.
****
"Adi, pelayan tadi menawarkan jasa keliling wisata di sekitaran Bali," ucap Nasya yang antusias.
"Baguslah. Tapi, aku sudah memesan mobil untuk kita jalan-jalan. Jadi kamu tinggal bilang ke sopir, mau ke tempat wisata yang mana," tutur Aditya.
Nasya hanya tersenyum mendengar penuturan Aditya. Aditya begitu perhatian padanya di mana Aditya begitu detail mempersiapkan semuanya.
Tiba-tiba Rafael mendekati Nasya dan mengatakan sesuatu hal. "Cya, apa kamu lupa yang kemarin aku ceritakan. Orang tuanya punya usaha di Bali, jadi kamu hanya tinggal duduk manis menikmati semuanya."
"Iya Cya, orang tuanya seorang pengusaha," sahut Agnes.
"I-iya ... saya ingat, pantas saja Aditya terlihat santai dan menikmati," kata Nasya.
Lalu mereka pun melanjutkan makan siang di hotel. Aneka makanan yang tersedia dan berjejeran dengan manja di atas meja.
Selesai makan siang mereka langsung pergi ke kamar masing-masing. Nasya pun mengambil kunci kamar yang ia simpan di kantongnya.
"Wah, adem ya Nes. Kasurnya empuk, aku mau lihat pemandangan di luar jendela." Kagum Nasya yang melihat suasana hotel yang begitu indah dan mewah.
"Iya Cya. Ini pasti mahal, kamarnya luas banget dan cuma di isi kita berdua," tutur Agnes.
"Iya, coba Mira dan Priskila di ajak, pasti rame deh ...."
Bersambung.
Aku masih pegang Adit Nasya nih. Tapi kalau Arman lebih gentle keknya bisa kali 😏😏😏
Coba Rafa jadi alim dikit
Berasa nyewa di sini