NovelToon NovelToon
Istri Bercadar Tak Dianggap

Istri Bercadar Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:419.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: purna yudiani

IG : purna_yudiani

Pernikahan ini merupakan pernikahan yang tidak pernah Kafkha inginkan, bagaimana tidak ia menikahi gadis bercadar yang tidak ia cintai, pernikahan ini hanya pernikahan kontrak yang di buat oleh nya.

Kafkha terpaksa menikahi gadis ini karena ada suatu kesepakatan waktu itu antara kakek Kafkha dengan almarhum kakek Medina, Kafkha terpaksa menyetujui pernikahan ini toh pernikahan ini hanya satu tahun saja yang ia buat di surat perjanjian.

Medina sangat terpuruk saat suaminya lebih memilih kekasihnya ketimbang dirinya yang sudah sah menjadi istrinya. Medina tidak mau pernikahan kontrak ini berakhir dengan begitu cepat, dengan tekat yang kuat dan izin Allah SWT, Medina mau mengejar cinta suaminya itu.

Menurut Medina pernikahan itu hanya sekali seumur hidup.

Akankah Medina bisa meluluhkan hati seorang Kafkha Darmansyah yang sangat terkenal dengan sifat cuek dan dingin nya.

Yuk saksikan kelanjutan cerita ini hanya di sini!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon purna yudiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 26. Perlahan Namun Pasti

Kafkha terdiam dengan apa yang ia lakukan barusan, ia bahkan tak membela Clara demi Medina, apa dia salah makan tadinya sehingga ia tak mendengarkan ucapan Clara tadi.

Sampai-sampai Clara pergi saja ia tidak tahu karena perhatian nya langsung teralihkan oleh Medina yang tiba-tiba saja sangat berani duduk di pangkuan nya tadi.

Apa otaknya selama ini di cuci oleh Clara sampai-sampai istri sebaik dan secantik Medina tidak ia anggap?

Banyak pertanyaan berputar di kepala Medina, pasalnya suaminya itu tak kunjung juga memberikan perlawanan terhadap nya.

Jadi begini rasanya rasa senang jika suami membela kita itu, Medina tersenyum di balik cadarnya.

Mumpung tidak ada orang di sini, Medina memberanikan dirinya untuk membuka cadarnya itu, agar Kafkha tidak lagi memikirkan pelakor itu.

"Makan ya mas, mama sudah bela-belain masak buat kamu!" beritahu Medina jika Sarah bela-belain memasak makan siang untuk putra bungsu nya ini.

Medina menyiapkan makan siang itu di atas meja yang ada di ruangan Kafkha itu, Kafkha beranjak dari kursi kebesaran nya itu lalu ia menghampiri Medina yang lagi duduk di sofa menyiapkan makan siang itu untuk nya.

Kafkha masih diam entah apa yang ia pikirkan soal Medina tadi.

Kalau saja Darmansyah tau jika Medina bisa melawan pelakor tadi sudah pasti Darmansyah akan memberikan apresiasi kepada cucu menantunya itu.

Jangan di kira Medina hanya bisa diam melihat suaminya di ambil oleh orang lain, ia akan lebih bisa lagi merebut suaminya itu dari orang itu.

Ternyata diam Medina tidak sembarang diam saja ternyata dia memiliki segudang cara untuk merebut suaminya itu lagi.

Bisa di juluki sebagai wanita bercadar memiliki segudang cara untuk merebut suami dari pelakor.

Kafkha masih diam ia memperhatikan Medina yang lagi menyiapkan makan siang itu untuk nya.

Kafkha menerima makanan yang di berikan oleh Medina itu, Medina tersenyum sangat manis untuk memikat hati suaminya itu, dia pernah baca di novel-novel cara memikat hati seorang suami itu dengan menampakkan senyum yang sangat manis, di pastikan suami akan terpikat.

"Kenapa tidak di kejar kekasih kamu itu? dia ke sini ngajak kamu makan siang di luar lho, apa kamu tidak kasihan dengan nya?" tanya Medina memancing suaminya itu, ia pengen tau apa alasan nya tidak mengejar Clara.

Kafkha terbatuk-batuk saat pertanyaan itu terlontar dari mulut Medina.

"Uhuk! uhuk! uhuk!

"Minum dulu!" Medina memberikan air minum kepada Kafkha.

Glak!

Glak!

Glak!

Kafkha meneguk habis air minum itu, lalu ia melanjutkan makan siang nya, seakan pertanyaan Medina tadi tidak pernah ada dan tidak pernah bertanya.

Selesai Kafkha makan ia langsung duduk lagi di kursi kebesaran nya itu, seolah-olah tidak terjadi apa-apa saat ini, ia mulai berselancar di laptop nya itu.

"Mas, aku pulang dulu ya!" ujar Medina

"Kamu ke sini dengan siapa?" tanya Kafkha barulah dia bersuara

"Di antar supir pribadi mama!" jawab Medina

"Nanti saja, kita pulang bareng!" ujar Kafkha memutuskan untuk pulang bersama dengan nya.

Entah kesambet dimana Kafkha tadi sampai-sampai dia bersikap baik kepada Medina, atau cara Medina tadi sangat ampuh meluluhkan hati batu Kafkha itu.

"Bukanya kamu kuliah hari ini?" tanya Kafkha ia masih fokus dengan laptop nya itu.

"Sudah pulang, dosennya lagi rapat, makanya Dina bisa ke sini sekalian mengusir pelakor tadi yang mau merebut suami Dina!" tutur Medina dengan tersenyum kepada suaminya itu.

"Kalau tidak ada Dina, Dina tidak tau kalian bakalan apaan tadinya, beruntung Dina datang cepat dan bisa mengusir pelakor itu!" sambung Medina

Entah kenapa Medina jadi banyak oceh saat ini, biasanya dia akan lembek dan membiarkan suaminya itu di rayu-rayu oleh wanita lain, lah sekarang kekuatan dan dorongan dari mana ia mendapatkan keberanian itu.

Kafkha sempat tertegun dengan semua ucapan istrinya itu, seakan dia tidak percaya jika Medina lah yang berbicara banyak dan percaya diri.

"Jangan senang dulu, saya tidak membela mu, tadi itu saya malas saja untuk ikut campur urusan wanita, makanya saya membiarkan kalian, siapa yang lemah pasti akan minggat eh malah Clara yang pergi!" tutur Kafkha entah bentul yang ia ucapkan itu entah mengada-ada saja.

"Kenapa? mas tidak rela ya mbak Clara pergi dari sini?" tanya Medina

"Sudahlah, kau jangan banyak bicara, gara-gara kau saya jadi lupa untuk meeting!" sungut Kafkha

"Kamu di sini saja, saya meeting dengan klien dulu, jangan banyak ulah di kantor saya!" ucap Kafkha ingin pergi dari ruangan nya ini namun di cegah oleh Medina.

"Siap pak suami, tapi Dina tidak tau harus sholat dimana, apa di ruangan sini bisa melaksanakan sholat?" tanya Medina karena waktu sudah menunjukkan waktu sholat Zuhur

"Kau pergi saja ke mushola kantor ini, di sana saja kau sholat!" ucap Kafkha

"Temani boleh?, Dina tidak tau dimana letak mushola di sini, mas kan pemilik kantor ini jadi mas pasti tau dimana letak mushola nya!" ujar Medina sudah berani memegangi tangan Kafkha itu.

Kafkha hanya diam menatap Medina dengan ekspresi wajah datar, "menyusahkan!" gerutu Kafkha

Medina tersenyum karena Kafkha mau menemaninya untuk ke mushola, sebenarnya Medina akan mudah menemukan mushola di kantor suaminya ini karena denah kantor ini pasti ada, tapi ia ingin mengajak Kafkha untuk sholat Zuhur.

Medina mengambil tas nya lalu ia mengikuti langkah kaki suaminya itu, "mas tunggu Dina!" keluh Dina mengejar langkah kaki Kafkha yang sangat lebar itu.

"Lamban sekali kau macam siput!" umpat Kafkha

Mereka berdua sudah sampai di mushola kantor ini, Kafkha hendak pergi namun lagi-lagi Medina memganggam tangan Kafkha itu.

"Mau kemana? masa sudah sampai di rumah Allah kamu tidak mengerjakan perintah-Nya, berdosa lho jika kamu meninggalkan sholat!"

"Yang meninggalkan sholat dzuhur sama seperti dosanya orang yang membunuh 1000 muslim, apa kamu mau seperti itu mas suamiku? sambung Medina memberitahu kepada Kafkha apa balasannya meninggalkan sholat Zuhur dengan sengaja.

Kafkha menghela napas ia juga ngeri mendengarkan ceramah singkat istrinya itu, banyak hal yang tidak ia ketahui tentang balasan orang yang sengaja meninggalkan sholat 5 waktu.

Kafkha membuka sepatu nya itu lalu ia pergi ke tempat wudhu laki-laki, Medina tersenyum karena suaminya itu mendengarkan ucapan nya.

"Alhamdulillah kamu mau mendengarkan ucapan ku, aku sangat bersyukur sekali jika kamu berubah!"

Perlahan namun pasti, Kafkha menunaikan ibadah sholat Zuhur nya, bahkan ia tidak lupa dengan niat sholat Zuhur ia masih hafal niat-niat sholat dan cara pelaksanaan sholat pun ia masih ingat, tapi sangat sayang ia suka melalaikan kewajiban sebagai hamba Allah SWT.

Selesai mereka sholat, kini mereka bertemu di luar mushola itu, Medina mencium punggung tangan suaminya itu.

"Semangat ya meeting nya, aku akan tunggu kamu di ruang kerja kamu!" ujar Medina lalu ia pergi dari sana, sedangkan Kafkha masih diam mematung.

"Eh, apa dia tidak lupa jalan menuju ruangan ku?

"Tunggu!" teriak Kafkha menghentikan langkah kaki Medina

"Ya? ada apa? apa kamu kangen dengan ku?" canda Medina dengan tersenyum di balik cadarnya itu.

"Nggak usah ngawur, saya mau bilang apa kamu tau di mana jalan ke ruangan saya!" tutur Kafkha.

Medina mengangguk kecil seraya menunjuk denah kantor ini, "jangan khawatir mas, istri kamu ini sangat pintar jika soal membaca denah!" ucap Medina

Medina melihat kiri kanan dan di sana tidak ada siapapun kecuali mereka berdua, Medina mendekati Kafkha lalu ia sedikit menjijitkan kakinya, satu kecupan mendarat di pipi Kafkha, walaupun kecupan yang ia berikan itu tertutup oleh cadarnya tapi mampu membuat Kafkha mematung sesaat.

"Semangat!" ucap Medina mengepalkan tangannya ke udara memberi semangat pada Kafkha yang masih setia mematung itu.

...

Bersambung...

Author boleh ngeluh nggak sih? boleh lah ya!

capek tau tangan author ngetik sebanyak ini, tapi tak apa ini demi para emak-emak yang suka minta up tiap saat, author rela ngetik sampai keriting nih jari, hanya demi kalian.

Jadi kalian harus beri dukungan dan semangat buat author pemula ini ya, jangan lupa beri like, vote, dan komentar kalian!!!

Huffff.... capek.. tapi capek beneran, sudah ah kalian nikmati saja baca karya receh author ini.

1
ayu cantik
ceritanya bagus semua
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali 👍👍
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
makasih kak thor buat karya nya
sungguh mantap sekali 👍👍
Yunerty Blessa
jahat sekali kau Clara mempermainkan perasaan Kafkha..
Yunerty Blessa
baguslah berdamai..aman juga hati
Yunerty Blessa
padan muka kau Clara
Yunerty Blessa
syukur lah kalau Kafkha mau berubah..
Yunerty Blessa
jangan sampai Medina pergi baru menyesal..... fikir² lah
Yunerty Blessa
mantap Kafkha.... tinggalkan Clara
Yunerty Blessa
jahat sekali ayah Clara mau menghancurkan keluarga Darmansyah.... hati² Kafkha
Yunerty Blessa
moga hati Kafkha bisa berubah menjadi lebih baik
Yunerty Blessa
satu kucupan di pipi...
Kafkha seperti patung 🤣🤣
Yunerty Blessa
lawan tu pelakor tak tahu malu
Yunerty Blessa
moga hati Kafkha sudah terbuka..
Yunerty Blessa
sungguh sulit untuk Kafkha berubah apa lagi ada Clara..
Yunerty Blessa
kesabaran Medina ada batas nya...
kalo tak kuat pergi saja
Yunerty Blessa
kalau kau tahu apa maksud kakek mu kau pasti menyesal karna telah kenal dengan Clara
Yunerty Blessa
sungguh sabar sekali kau Medina
Yunerty Blessa
pergi saja Medina
Yunerty Blessa
setelah melihat wajah Medina... Kafkha langsung terkejut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!