Ria seorang gadis berdarah Aceh yang berasal dari keluarga sederhana. Saat duduk di SMP ia menemukan cinta pertamanya.
Di masa SMA Ria membentuk sebuah persahabatan antara dua perempuan dan satu laki-laki. Laki-laki tersebut berasal dari keluarga yang kaya raya, diam-diam laki-laki ini mulai jatuh cinta kepadanya. Bahkan, ketika Ria mendapatkan beasiswa kuliah ke Jakarta ia selalu mengikuti kemana Ria pergi.
BUGH...
Ria terjatuh di kamar kosnya.
Apa yang terjadi dengan Ria?
Siapakah yang akan menjadi belahan jiwanya?
Cinta pertama atau sahabatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Ariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Retac
Ditulis tulisan "Retac" dengan pena khusus kaligrafinya diukir sangat hati-hati hingga rapi pada secarik kertas polos putih. Lalu diwarnainya begitu indah.
"Bagaimana Aku bisa menyentuh hatimu Ria, Kamu sudah sangat yakin untuk tidak mau mempunyai hubungan spesial dengan seorang laki-laki?" Tanya Enta di dalam hatinya.
"Ria... Ini sudah siap". Ucap Enta sambil memberikan selembar kertas yang penuh dengan warna yang membuaikan mata setiap memandangnya.
Akupun terpana melihatnya, sungguh indah memanjakan mata.
"Terima kasih Enta". Jawabku.
Ku berikan kepada Farisya, dan Dia juga memuji hasil karya Enta itu.
Suara bel tiga kali mengejutkan Kami. Akhirnya Kami pulang ke rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah, Ku buka kedua belah sepatuku dengan hati-hati lalu Ku letakkan dengan rapi di atas rak yang sengaja di beli Bapak.
Setelah itu, Aku langsung masuk kamar dan mengganti pakaian sekolahku. Lalu beranjak santai ke ruang makan.
"Kriukkkkkkk". Cacing di perutku mulai protes.
Akupun hanya tersenyum geli mendengar suaranya. Di ruang makan sudah ada Ibu dan Bapak. Mereka selalu makan siang bersama di meja makan.
"Mesra sekali rasanya, semoga kelak nanti bisa seperti Ibu dan Bapak". Bisik hatiku.
Selesai makan, Ku tunaikan shalat Dhuhurku. Lalu mencoba untuk tidur siang. Masih terlintas dalam pikiranku. Kejadian tadi di sekolah sungguh menguras otakku.
"Arghggggghh......"
Dan Akupun mulai terlelap.
Aku berjalan lurus ke depan
Aku tidak kesepian
Aku bersama dia
Dia menggenggam tanganku erat sekali
Tangan kanannya dan tangan kiri kami menyatu
Tangan kirinya memegang erat sebuah kamera
Aku terus berjalan
Sekali-kali Kami saling mamandang
Tersenyum, senang sekali
Lalu Dia mengajakku berlari
Berlarian kecil menuju ke sebuah padang rumput yang ditumbuhi oleh banyak bunga
Aku sungguh terpesona dibuatnya
Hatiku sangat senang, bahagia sekali
Seakan Dunia ini milik kami berdua
"Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar". Suara azan membangunkan Aku dari tidur dan membuyarkan semua mimpiku.
"Ya Allah, mimpi apa Aku barusan, siapa ya Allah laki-laki yang mengengenggam erat tanganku tadi". Lirihku di dalam hati sambil memegang dadaku seraya merasakan suara degupan jantungku yang sangat cepat.
Aku melemas seketika. Mimpi yang aneh. Aku terduduk cukup lama di tempat tidurku.
"Udah Shalat Dek?". Suara Kakak sedikit mangagetkanku.
Tanpa menjawab pernyataan si Kakak, Aku langsung beranjak menuju kamar mandi yang syukur Alhamdulillah jaraknya hanya beberapa langkah.
Di dalam kamar tidur kami, ada kamar mandi di dalamnya.
#Keesokkan harinya
Seperti biasa Aku pergi ke sekolah, dengan sangat bersemangat. Dengan harapan, semoga hari ini sudah ada jawaban tentang jurusan pelajaran yang akan Aku dalami.
Sesampainya di sekolah, sudah ada Enta dan Farisya disana. Aku agak terlambat hari ini. Perasaan malas mulai menyerang Ku, Aku duduk dikursiku tepat disebelah tempat duduk Farisya.
Aku tahu, pasti Enta dan Farisya baru siap membicarakan Aku. Saat Aku datang, pembicaraan antara mereka mendadak terputus.
"Hallahhh... Aku tidak perduli, Beteku datang kembali ketika melihat mereka terlalu akrab". Kata hatiku.
Suara bel masukpun sudah berbunyi. Ibu Tika tiba-tiba muncul di balik pintu masuk.
"Ria dan Farisya, tolong ke kantor ya Nak?". Suara Bu Tika mengiang tegas di telingaku.
Dengan langkah malas Aku menuju ke kantor ruang guru yang dimaksud Bu Tika.
"Assalamu'alaikum". Ucap Farisya lalu masuk ke ruang guru tadi dan diikuti oleh Aku tepat di balik tubuh Farisya.
"Duduk disini Nak..". Pinta Bu Tika.
"Ibu minta maaf, tahun ini peminat kelas IPB (Ilmu Pengetahuan Bahasa) sangat minim. Jadi pihak sekolah meniadakannya. Kalian mausk kelas IPA saja ya Nak". Keputusan Bu Tika tanpa meminta persetujuan Kami dahulu.
Aku dan Farisya kembali ke kelas. Sesampainya di kelas. Aku benar-benar makin malas menjalankan hari-hari di kelas IPA.
#Satu Bulan Kemudian
Walaupun dalam keadaan setengah hati, akhirnya Aku mulai terbiasa belajar di kelas IPA.
Aku dan Farisya sedang serius mengerjakan beberapa soal Matematika yang ditulis di papan tulis. Berhubung Kami kelas Tiga IPA inti, Kami semua sangat tekun dalam belajar. Walaupun dikelas tidak didampingi oleh guru kami.
Dikarenakan Bu Ulfa Guru Kami, sedang diluar kelas ada kegiatan di Aula Sekolah.
Tiba-tiba Bu Tika datang, meminta Aku dan Mia untuk segera berkumpul di aula. Kelas IPA terdiri atas tiga kelas yaitu kelas 3 IPA inti, kelas 3 IPA 1 dan kelas 3 IPA 2. Juga terdapat Kelas 3 IPS.
Perwakilan Dua Siswa disemua kelas Tiga sudah berkumpul di ruang Aula. Bu Tika menjelaskan dengan panjang lebar cukup terperinci. Kami diberikan beberapa lembar soal dan diwawancarai langsung oleh Bu Tika untuk diseleksi agar bisa diambil 3 siswa perwakilan sekolah untuk mengikuti acara lomba besok.
Aku, Ulfa dan Lina besok jam 8 pagi wajib datang dan berkumpul di Kantor Dinas Pendidikan dengan mengenakan pakaian sekolah yang rapi untuk mengikuti Acara Pemilihan Murid Teladan Sekota Langsa.
Juara Pertama diraih oleh Pesantren ternama di Banda Aceh, Juara Kedua diraih oleh Siswi dari SMA Unggul Banda Aceh. Dan Juara Tiga diraih oleh Sekolahku yaitu Aku sendiri.
Juara Satu akan dibawa lagi ke tingkat Provinsi mewakili Kota Banda Aceh.
Saat acara pengumuman Sang Juara selesai diumumkan. Semua peserta mendapatkan sejumlah uang yang cukup banyak yang sengaja dimasukkannya kedalam amplop oleh panitia.
Sesampainya di rumah, Aku segera membuka amplop isi uang tadi. Alhamdulillah ada 3 lembar uang merah, pecahan Seratus Ribuan. Sambil menggigit bibir, Aku senang bukan kepalang. Ditahun 2005 uang sejumlah itu cukup besar bagi seorang pelajar sepertiku.
Uang itu Aku simpan baik-baik. Sesuatu saat nanti pasti akan diperlukan.
#Beberapa hari kemudian
Persahabatan antara Aku, Farisya dan Enta mengalir begitu saja.
Pukul 12.30 WIB
Zikra masuk kelas dengan tergesa-gesa, nafasnya ngos-ngosan dengan wajah dibasahi oleh tetesan keringat.
"Bu, Enta kecelakaan". Beritahu Zikra kepada wali kelas Kami Bu Suriani yang sedang duduk di kursi guru depan kelas.
Aku langsung menoleh ke arah kursi Enta duduk.
"Hah.. Sejak Kapan Dia tidak ada dikursinya?". Ucapku dalam hati.
Bu Suriani langsung berdiri dan meminta siswanya untuk tetap duduk tenang di dalam kelas.
Beliau berlalu begitu saja keluar dari kelas.
Aku dan Farisya saling berpandangan.
Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Kami. Lalu Kami sibuk berargumen dengan pikiran Kami masing-masing.
Lalu bel Sekolahpun berbunyi sebanyak tiga kali. Semua temanku dikelas mulai pulang.
Aku dan Farisya tidak beranjak sedikitpun dari kursi Kami.
"Gimana Far?".
"Apa coba Aku SMS saja ya ke nomor Hp Enta?".
"Coba saja".
Lalu Farisya mulai mengetik sebuah pesan dan dikirimkan kepada Enta sipemilik nomor tersebut.
Beberapa menit kemudian, Ada sebuah panggilan dari Hp Farisya. Dia langsung mengangkatnya juga sengaja mengeraskan suara panggilannya agar Aku juga bisa ikut mendengarkan suara si Penelpon tersebut.
"Assalamu'alaikum Far..". Terdengar suara Enta lembut, lemah seperti sedang menahan sakit.
"Wa'alaikumussalam Nta, gimana keadaanmu sekarang? Kamu di rumah sakit?". Tanya Farisya terburu-buru.
"Aku tidak apa-apa, sekarang Aku dirumah sakit Kesdam".
Lalu Farisya memutuskan pembicaraan mereka secara sepihak.
"Ayo kita ke Rumah Sakit Kesdam sekarang". Farisya menarik tanganku secara paksa.
"Far, Kita belum shalat Dhuhur". Sergahku.
"Kita bisa shalat di mesjid yang terletak tepat disebelah rumah sakit itu".
Aku tidak berkata apa-apa lagi, Aku mulai mengikuti langkahnya.
**🌹🌹🌹
Maafkan baru bisa update sekarang.
Selama Pandemi ini, begitu banyak perubahan jadwal yang terjadi.
Mudah-mudahan Saya masih tetap bersemangat dalam menyelesaikan Novel ini ya Sahabat.
Maafkan Saya Wahai Pihak Mangatoon dan Noveltoon. Saya akan lebih giat lagi.
Terima kasih
🙏🙏🙏
🌹🌹🌹**
😁
suka banget sama karya kaka
salam dari *make sure you love me*
karya baru kak..
Tentang Kenangan💙 disini
Salam dari ❤️Sepenggal Kisah di Negeri Jiran❤️
di tunggu feedbacnya.. 😊