NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Mbak-Mbak

Terjebak Cinta Mbak-Mbak

Status: tamat
Genre:Berondong / One Night Stand / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:69.4k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Abizar yang baru saja lulus wisuda, malah terjebak hubungan satu malam dengan seorang perempuan yang lebih dewasa darinya. Pertemuan pertama mereka harus berakhir di ranjang yang sama, tetapi perempuan itu malah menolak untuk dinikahinya.

"Lupakan saja!"

Begitulah tutur perempuan yang sudah ia renggut kehormatannya. Namun, apalah daya jika takdir ingin menyatukan mereka berdua. Sang perempuan hamil dan Abizar harus bertanggung jawab untuk menikahinya.

Akankah rumah tangga mereka berjalan dengan gampang? Saat perbedaan usia membentuk satu benteng yang sulit untuk diterjang. Pun dengan sifat mereka yang bertolak belakang, serta hadirnya orang ketiga yang menjadi penghalang. Apakah rumah tangga itu akan bertahan, atau malah hancur berantakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Balas Dendam

...Happy Reading...

...****************...

Beberapa saat menunggu Kezia keluar dari kamarnya. Abizar sudah duduk di meja makan. Ia yang keluar tanpa membersihkan badan, karena sang istri sudah mengusirnya semenjak ia membuka mata. Jadinya lelaki itu hanya mencuci mukanya saja di kamar mandi yang ada di ruang tengah. Saat dirinya hendak kembali ke kamar, Erna sudah memanggilnya agar bergabung di meja makan untuk sarapan.

"Pagi, semua." Tak lama Kezia keluar kamar, dan menyapa seluruh keluarganya di ruang makan. Senyumnya terukir dan dilayangkan pada semua orang di sana, kecuali pada Abizar yang duduk berhadapan dengan mamanya. Semua perhatian mereka pun tersita dan membalas sapaan Kezia.

Abizar yang masih merasa bersalah karena melakukan hal yang membuat istrinya marah hanya terdiam. Namun, otaknya terus berputar bagaimana caranya untuk membawa istrinya pulang. Sejurus kemudian, lelaki itu mengulas senyuman. Tiba-tiba saja ide cemerlang muncul dalam pikiran. Abizar melakukan drama, ia mencoba mencari muka di hadapan mertuanya. Sebelum Kezia duduk, ia lebih dulu menarik satu kursi kosong yang berada di sampingnya. Memberikan tempat untuk istrinya agar duduk di sana.

Semua orang tampak memperhatikan perlakuan Abizar terhadap Kezia. Sungguh manis perhatian lelaki tersebut jika tampak dari luar. Namun, hal itu membuat kening Kezia berkerut dalam. Ia pasti curiga, ada rencana apa lagi dari suaminya. Gerakannya terhenti tepat di depan kursi yang ditarik Abizar.

"Duduk di sini, Sayang!" ucap Abizar mesra.

"Sayang?" Kezia menyipitkan kedua matanya mengiringi tautan kedua alisnya yang hampir menyatu. Bulu guduknya langsung meremang mendengar kata keramat itu.

Abizar sedikit mencondongkan kepalanya mendekati telinga Kezia lalu berbisik di sana, "Di depan papa, aku nggak boleh panggil kamu dengan sebutan 'Mbak'. Jadi, bekerja samalah!"

Abizar menarik mundur kepalanya lagi. Menarik kedua sudut bibirnya dengan senyuman mengembang. Kedua matanya melirik kursi kosong, seolah memberi kode agar Kezia segera menduduki kursi tersebut.

Kezia tentu saja paham, tetapi kelakuan suaminya tadi sungguh sangat menyebalkan. Ia masih tidak terima, dan marah dengan keisengan Abizar. Tidak semudah itu meluluhkan hati Kezia, walaupun itu hanyalah pura-pura.

"Aku duduk di sini saja." Bukannya menduduki kursi yang disediakan oleh Abizar, Kezia malah berjalan memutar lalu duduk di kursi kosong sebelah mamanya. Semua orang pun tampak tercengang.

"Zee, kenapa nggak duduk di sana saja? Suamimu sudah repot-repot menarik kursi. Hargailah usahanya, Nak!" tutur Erna ikut berkomentar.

"Enggak, ah, Ma. Dia kayak gitu karena ada maunya," celetuk Kezia. Dengan santainya perempuan itu mengambil gelas dan mengisinya dengan cairan bening, lalu meminumnya.

Abizar menghela napasnya, lalu duduk ke kembali di kursinya. Walaupun dia kesal, ia harus menjaga emosinya agar tetap stabil di depan mertua. Abizar pun berpura-pura kecewa. Sebisanya ia bersabar menghadapi sikap Kezia tersebut. Ia juga mengerti kenapa Kezia bersikap seperti itu. Pasti karena kesalahannya tadi.

"Zee, duduk di sana!"

Perintah tegas dari Surya membuat kepala Kezia mendongak dan langsung menoleh pada sang papa. "Nggak mau, Pa," tolaknya lagi.

"Duduk di sana!" Sekali lagi Surya memaksa dengan penuh penekanan, menggunakan dagunya untuk menunjuk pada kursi kosong di sebelah Abizar.

Abizar tersenyum tertahan melihat papa mertuanya memaksa Kezia. Apalagi saat melihat wajah Kezia yang semakin kusut karena ditekuk. Ia lantas berdiri, dan menarik kursinya lagi, saat melihat pergerakan sang istri.

Kezia terpaksa bangkit dan duduk di sebelah Abizar.

"Makasih, Sayang," ucap Abizar dengan senyuman seringai. Kedua mata Kezia sontak melotot tajam. Ingin sekali dia mencekik leher Abizar.

Beberapa detik kemudian, Kezia langsung mengambil piring kosong dan mengisinya dengan makanan. Hal itu juga dilakukan oleh Abizar. Namun, lelaki itu hanya mengambil piring kosong saja, lalu menyodorkannya ke arah Kezia.

"Isiin punyaku juga, dong!" katanya dengan nada manja.

Kezia kembali mendelikkan mata. Menatap piring kosong yang disodorkan Abizar, lalu beralih pada wajah tampan yang tersenyum licik di sebelahnya itu.

"Ambil sendiri, bisa, kan?" ketus Kezia.

"Zee!" Lagi-lagi Kezia mendapatkan teguran.

Dadanya kembali turun naik seolah menghirup banyak kesabaran. Lihat saja, Kezia pasti akan balas dendam.

"Sini!" Kezia menarik piring Abizar dengan kasar, lalu mengisinya dengan nasi goreng yang sudah dibuatkan oleh sang mama. Tidak tanggung-tanggung, Kezia mengisinya sepiring penuh.

"Habiskan, ya, Sayang. Biar kamu lebih kuat dan nggak kerempeng kayak sekarang," cibir Kezia dengan penuh penekanan. Kedua matanya melotot saat Abizar seperti enggan menerima piringnya.

"Tapi ini kebanya—"

"Oh, kamu mau aku suapin juga. Boleh-boleh, sini aku suapin kamu." Kezia langsung memotong penolakan Abizar. Tangannya mengambil sendok dan mengisinya dengan makanan, lalu menyuapkannya ke mulut Abizar.

Abizar refleks membuka mulutnya. Ia tidak bisa mengelak dari serangan Kezia.

"Enak, kan? Ayo, makan lagi!"

Belum selesai Abizar mengunyah makanannya, satu suapan lagi sudah Kezia sodorkan di hadapan bibir Abizar. Abizar ingin menolak, tetapi rasa sakit yang menjepit pahanya di bawah sana, membuat lelaki itu sontak membuka mulutnya. Ternyata sebelah tangan Kezia yang melakukannya. Ia sengaja mencubit paha lelaki tersebut di bawah kolong meja, tanpa sepengetahuan keluarganya.

Abizar benar-benar kewalahan dengan tingkah Kezia, sedangkan keluarga Kezia hanya bisa geleng-geleng kepala. Tingkah sepasang pengantin baru itu sungguh menggemaskan di mata mereka.

"Udah, Sayang! Aku udah kenyang," ucap Abizar menyerah. Namun, Kezia masih belum selesai dengan aksinya. Makanan di piring Abizar masih tersisa.

"Eh, harus dihabiskan! Ini mubazir, dong, kalau dibuang." Kezia memasang senyuman palsu di bibirnya. Seolah dia adalah istri yang sangat perhatian kepada suaminya.

"Kalau gitu aku sendiri saja yang selesaikan. Nanti kamu capek nyuapin aku," seloroh Abizar hendak mengambil alih sendok miliknya, tetapi dengan cepat Kezia menjauhkan sendok tersebut dari Abizar.

"Nggak apa-apa. Aku suka, kok, melayani suami. Lumayan, kan, buat nambahin pahala istri. Kamu nggak boleh ngambil hak itu dari istri kamu. Iya, kan, Pa?" tanya Kezia pada Surya, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh sang papa.

"Papa juga mau disuapin sama mama?" Erna pun tak mau kalah, lalu menawarkan pada suaminya.

Surya tertawa kecil mendengarnya. "Mama telat, papa udah selesai sarapannya," kekehnya, "nanti malam aja nyuapinnya," tambahnya kemudian lalu tersenyum penuh arti.

"Apaan, sih, si Papa. Suka nggak nyambung, deh." Erna mencebik. Tentu saja Erna mengerti dengan arti senyuman itu. Ia tidak mau lagi berkomentar, lantaran malu dengan anak-anaknya yang masih memperhatikan.

Di sela keharmonisan keluarga tersebut, tiba-tiba perhatian mereka teralihkan oleh kedatangan asisten rumah tangga mereka yang datang bersama seorang laki-laki muda. "Permisi, Tuan. Ada Den Devan," ucapnya sopan.

Kezia terhenyak dengan tangan yang masih mengambang sambil memegang sendok di hadapan mulut Abizar. Tatapannya bertemu dengan tatapan sendu milik Devan. Lelaki itu memperhatikan kelakuan Kezia yang menyuapi Abizar dari semenjak dirinya masuk ke ruang makan.

...****************...

...To be continued...

Kasih komentarnya, dong. Kalau kalian jadi Devan, mau ngapain saat melihat Kezia dan Abizar bermesraan? 😁

1
Ros Yusmiasih
karakter aby gak bagus .....kasihan kezia kl dapat laki2 pelit 😂😂
°ammy🌾👉ig: amih_amy: hehehe 😁😁😁
total 1 replies
bunda syifa
Luar biasa
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Makasih bintangnya limanya, Kak. Aku kasih bintang tujuh untukmu juga ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ 😘😘
total 1 replies
bunda syifa
bukan sok perhatian Abi tapi emang selama kamu ngurusin pacarmu Devan yg ngurusin ngidam istri qm, bahkan Zee gc punya no qm itu menjelaskan klo qm gc pernah ingat untuk nelpon istrimu sekedar untuk nanya kabar anak qm yg d perut zee
Ran Aulia
terimakasih author 😍😍😍😍

ceritanya mengharukan 😫😫😫😫
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Terima kasih, Kak. Jika berkenan mampir di ceritaku yang lainnya, ya 😘🤗🤗
total 1 replies
Alikha
suka
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, kak 🥰🥰
total 1 replies
Smiling 🙆
laki-laki kalo mabuk berat gak bisa bangun. tidur pasti.
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, kak, sudah membaca sampai tamat. Jika berkenan ikuti kisah Devan di novel yang baru, yuk 🤗
total 1 replies
Smiling 🙆
Devan bisa bilang apa lagi
Sulaiman Efendy
KURANG PUAS DGN CERITANYA..
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Terima kasih, Kak. Maaf jika belum memuaskan. Semoga di novel berikutnya bisa lebih memuaskan 🙏🤗
total 1 replies
Sulaiman Efendy
JGN UDH MULAI BAIKAN HUBUNGN LO DGN ZIA, TAU2 LO LABIL LGI SAMA SELENA,, KLO AKU JDI ALUDRA, KU DEKATI TU SI SELENA.
Sulaiman Efendy
KNP LO TAKUT ORTU LO TAU..
Sulaiman Efendy
KNP LO CEMBURU,,MKANYA JGN BUAT ISTRI LO LBH NYAMAN KE PRIA LAIN, DRIPADA KE SUAMINYA SENDIRI..
Sulaiman Efendy
BENAR2 GOBLOK NI SI ABI, MKIN MNJENGKELKN
Sulaiman Efendy
JENGKEL BANGET DENGAN TOKOH ABIZAR, RASA INGIN AKU BENAMKN TU KPALANYA DIDALAM COMBERAN..
HERANNYA SI JIRO KNP GK AWASI SI ABI, DN ADIKNYA SI ALUDRA, KNP GK AWASI JUGA ABANGNYA
Sulaiman Efendy
KEZIA MNGKIN GK TAU, TPI TUHAN TAU..
Sulaiman Efendy
KAN MSH AZA LO PNY PEMIKIRAN BODOH KYK GITU...
Sulaiman Efendy
KLO LO TRIMA KEZIA SBAGAI ISTRI LO SPENUH HATI, DN BLAJAR MNCINTAI ZIA, DEVAN GK MINGKIN BRANI DEKAT2 ZIA, KRN KLAKUAN & SIKAP LO KE ZIA ITU YG BUAT DEVAN BRANI MASUK SBGAI ORG KTIGA DIRMH TANGGA LOO.. BTUL KATA KEZIA, LO MMG MSH BOCAH..
Sulaiman Efendy
LO MMG BRONDONG GOBLOK. TUNGGU AZA PENYESALAN LO SPRTI YG ALFATH BILANG..
Sulaiman Efendy
BARU X INI BACA CERITA BRONDONG GOBLOK SPRTI ABIZAR...
Sulaiman Efendy
NAHHHH BENARKN, ITU ULAH DEVAN..
Sulaiman Efendy
PASTI ULAH DEVAN TU YG BUAT ABI NOLAK MNIKAH DGN KEZIA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!