Bertemu lagi dengan Dyta, Farel dan Agrif. Hasya Dyra dan lain-lainya di Fersi remaja
Di jodohkan? Sepertinya keturunan Alvina akan kembali di jodohkan
Follow IG author ya.
@chitanda_nnd
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putri Sarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos Cafe Bintang
Motor milik Lion memasuki pemakaman umum, dia memberhentikan motornya tepat di gerbang, dia melapaskan helmnya lalu turun.
Langkah kakinya membawanya masuk kedalam pemakaman, beginilah rutinitas Lion setelah dia pindah ke Jakarta, sepulang sekolah dia akan ke makam seseroang, yang sudah lama meninggalkanya.
Lion sudah sampai di makam kedua orang yang dia cintai, seseorang yang sudah pergi meninggalkanya di usianya yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tua, di usianya yang masih butuh support kedau orang tua.
Takdir berkata lain dengan jalan hidupnya, dia beranjak dewasa tanpa kasih sayang kedua orang tuanya, dia hanya mendapatkanya hanya sedikit saja, sebelum sang kuasa mengambil orang yang dia sayangi untuk selamanya.
Lion sedikit berjongkok, seraya memegang batu nisan bertuliskan ‘DANIEL’
''Pah...''
''Agrif datang lagi,'' ucap cowok itu. Yah, dia adalah Agrif, hanya saja dia mengubah namanya menjadi Lion, untuk menutupi dari orang yang mengenalnya, terutama keluarga Elgara.
Wajahnya yang dingin, serta sorot matanya yang tajam, menyimpan banyak luka yang tidak bisa dia ceritakan ke siapapun itu.
''Pah...Apa langkah yang Agrif tempuh udah benar?'' tanya cowok tampan itu, seraya memegang batu nisan milik Daniel.
''Rasanya tidak adil pah, orang yang bunuh papah hanya di hukum penjara 13 thun lamanya. Agrif mau, dia di hukum seumur hidup,'' menolog cowok itu dengan suara dingin khas miliknya.
''Orang yang udah bunuh papah nggak lama lagi keluar dari penjara. Dia akan menghirup udara segar, sementara papah sedang berada diatas langit. Izinkan Agrif pah, buat balas semuanya. Agar dia tau, orang yang dia bunuh secara tragis adalah seorang ayah yang mempunyai anak kecil. Seorang anak kecil yang sudah tidak mempunyai mamah, namun dia merenggut nyawa papah. Jadi...Agrif sendiri.''
''Agrif jadi yatim piatu.''
''Hidup berlimpah dengan harta yang papah tinggalkan, nggak sebanding dengan kasih sayang seorang papah.''
Agrif atau Lion tidak menangis, mungkin air matanya sudah tidak bisa keluar, air matanya sudah membeku beberapa tahun yang lalu.
''Agrif sekarang jadi anak yatim piatu. Anak papah Daniel sendiri,'' sambungnya masih setia bercerita di depan batu nisan milik Daniel.
Agrif memegang batu nisan mamahnya bertuliskan ‘INDAH’ setelah mengirimkan doa dan mengobrol di kuburan orang tuanya, Agrif langsung beranjak pergi, setelah mengucapkan kata pamit di makam milik Daniel dan Indah.
Agrif memasang helm fullfecnya, menjalankan motornya meninggalkan pemakaman umum. Agrif melajukan motornya, hingga pandangan matanya jatuh kepada sosok gadis yang beberapa hari ini mengusik tidurnya.
''Dyta,'' gumam cowok itu, gadis yang dia lihat sedang masuk ke dalam Mall, bersama dengan seorang cowok.
Agrif memberhentikan motornya di depan Mall terbesar di kota Jakarta ini. Dia tidak tau pasti, itu Dyta atau kembarannya Dyra.
Tapi dia melihat rambut gadis itu lurus, sementara rambut Dyta sedikit keriting.
Agrif menggelengkan kepalnya, dari jarak jauh dia susah membedakan antara Dyta dan Dyra. Hingga dia ingat satu hal, jika Dyta mempunyai rambut sebahu sedikit keriting, serta gayanya yang tomboi.
Sementara yang dia lihat tadi, sosok gadis rambutnya panjang, memaki rok diatas lutut, serta baju kaos gambar kucing, itu semua jauh dari Dyta.
Huft
Agrif menghembuskan nafas berat, dia kembali menjalankan motornya. Dia ingin ke cafe bintang terlebih dahulu untuk meminum secangkir coffe, agar bisa menenangkan sedikit pikiranya.
Agrif memasuki cafe bintang, seluruh tatapan pengunjung cafe menatapnya dengan tatapan takjub yang memuja.
Cowok itu masuk kedalam cafe dengan sorot matanya yang tajam, serta wajahnya yang kelewat dingin.
''Dia tampan sekali.''
''Aku baru melihatnya di sini. Atau aku yang baru berkunjung di sini?''
''Dia seperti artis Korea berperan sebagai antagonis.''
''Dia sangat tampan.''
Berbagai pujian di dengarkan oleh Agrif, namun cowok itu hanya abai saja. Dia duduk di meja tempatnya biasa duduk.
Tidak ada satu orang pun pengujung di sana di biarkan duduk, kecuali Agrif.
Agrif sudah duduk, seraya menunggu pelayan membawakannya coffe, cake dan juga laptop. Tidak butuh waktu lama, dua orang pelayan datang membawa cake dan coffe, pelayan satunya datang membawa laptop.
''Apa ada kendala?'' tanya Agrif dingin kepada kedua pelayan cafe bintang, tanpa mengalihkan pandanganya dari laptop yang dia buka.
''Tidak ada bos. Semua Aman, cafe bintang bos ini semakin ramai setiap harinya,'' jawab pelayan itu, membuat Agrif mengangguk kecil.
Lepas itu, kedua pelayan tersebut pamit kepada cowok yang dia sebut dengan sebutan bos itu.
Yah, Agrif atau Lion adalah pemilik cafe bintang, dia baru turun tangan mengelolanya setelah dia memutuskan pindah ke Jakarta.
Yang mengurus cafe miliknya saat dia di Banjarmasin adalah Jonathan, sosok pria yang di percaya Agrif mengurus cafe dan bar miliknya di Jakarta saat dia di Banjarmasin.
Sekarang dia kembali, dia yang turun tangan mengurus cafe miliknya dan Jonathan sisa mengurus bar miliknya, yang merupakan peninggalan Daniel untuknya.
Nama cafe dan Bar nya sama, yaitu cafe bintang dan Bar bintang.
Jonathan adalah sosok pria berumur 24 tahun, usianya beberapa langkah lebih tua dari Agrif. Dia yang mengurus cafe dan bar milik Agrif, setelah Agrif datang dia sisa mengurus bar saja.
Agrif tidak bisa mengurus keduanya, karna dia juga sekolah. Agrif fokus pada laptopnya, mengecek keuangan bulan ini yang masuk.
Merasa ada yang janggal, Agrif langsung menelfon asistennya, Jonathan.
***
Pulang sekolah Dyra langsung ke Mall bersama dengan Aldi, kekasihnya itu. Setelah berkeliling mal berbelanja kebutuhanya, mereka berdua memutuskan untuk ke cafe bintang dulu, cafe yang menjadi tempat favorit para anak muda untuk nongkrong.
Aldi melajukan motornya menuju cafe bintang, tanpa kedua sadari sepasang mata cowok menatap kepergianya.
Raka menarik nafasnya melihat Dyra dan Aldi berboncengan begitu mesrah, membuat Raka merasakan gejolak sakit di dalam dadahnya meminta untuk di luapkan.
''Tidak begini caranya, Raka,'' gumam cowok itu kepada dirinya sendiri.
Raka menjalankan motornya untuk segera pulang, di tengah perjalanan ponselnya berdering, rupanya yang menelfonya adalah kakaknya, siapa lagi kalau bukan Lea.
Lea menyuruh Raka kerumahnya untuk menjaga kedua anaknya, Raka nampak sedikit kesal. Bagaimana tidak, anak Lea dan Nathan sudah besar, mengapa harus di jaga kalau Lea dan suaminya ingin keluar?
Terpaksa Raka mengangguk mengiyakan ucapan Lea di Telfon, tanpa mengeluarkan unek-uneknya.
Jika dia mengeluarkan unek-uneknya, Nathan dan Lea tidak akan memberikanya uang setiap bulan, dan tidak akan menuruti permintaanya jika ingin membeli barang mahal.
Raka memutar motornya tidak jadi pulang kerumah, dia menjalankan motornya menuju rumah Lea.
Dia akan menjaga kedua keponakanya yaitu Steven dan Layla.