NovelToon NovelToon
KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:935.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: shafrilla

Menjadi seorang isteri yang setia, tidak membuat suami dari wanita yang bernama Safira menjadi setia. tanpa sepengetahuan safira ternyata suaminya sering sekali keluar bersama seorang wanita.

"Ada apa? apa istrimu itu telepon lagi?" tanya seorang wanita.

"Iya seperti biasanya." jawab Rudi.

"Pasti kamu bilang kalau kamu sedang berada di luar kan?" tanya si wanita kembali.

"Kamu tenang saja, aku nggak bakal melukai kamu ataupun dia." jawab Rudi.

Kata-kata yang diucapkan oleh Rudi benar-benar begitu enteng, pria itu menganggap segalanya seperti sebuah permainan yang akan dia mainkan. Entah berapa lama dan sesering apa Rudi membohongi istrinya, baru 1 tahun mereka menikah namun tidak ada landasan kepercayaan di hati Rudi.

Malam itu akhirnya Safira tidur terlebih dahulu, wanita itu menunggu suaminya hingga pukul 22.30 malam. Safira hanya bisa terduduk sembari memejamkan matanya di sofa panjang ruang tamu. dengan begitu setia Safira menunggu suaminya yang sedang bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si kembar di bully

Pagi itu akhirnya Safira pergi ke sekolah si kembar, wanita itu memakai dandanan seperti yang dipinta oleh dua anaknya tersebut.

"Nia, nanti tolong kamu bilang sama beberapa tamu kalau aku masih berhalang ya. Kalau Pak Presdir di sana kamu bilang seperti yang tadi aku bilang. soalnya tadi aku juga sudah menelpon pak Presdir kalau aku sedang pergi ke sekolah anak-anak." ucap Safira.

"Baik bu." jawab Nia.

Sopir tua akhirnya mengantarkan Safira ke sekolahan anak-anak, wanita itu tidak akan tahu jika dia tidak pergi ke sekolah. sebuah kejadian yang ternyata selama ini tidak pernah dikatakan oleh si kembar kepada siapapun. Saat memasuki gerbang sekolah tatapan mata Safira menatap situasi yang ada di sana.

"Nyonya, apa saya tunggu atau saya tinggal?" tanya Pak sopir kepada Safira.

"Bapak tunggu aja di sini, Oh ya pak di kursi belakang ada makanan. Bapak makan dulu selagi menunggu saya." ucap Safira.

Supir tua yang menjadi supir keluarga atau orang yang biasa mengantar si kembar nampak begitu tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Safira. tidak pernah sekalipun pria tua itu mendapatkan perlakuan seperti itu, nyatanya setiap kali keluar bersama Safira Dan si kembar Pak sopir tua yang bernama Pak di Pak Madi selalu diperlakukan Safira dengan Begitu baik.

"Terima kasih, Nyonya." ucap pak Madi.

"Tidak apa-apa, kita itu keluarga jangan begitu." ucap Safira yang kemudian keluar dari mobil. baru melangkahkan beberapa langkah kaki, kerumunan dari beberapa siswa yang ada di sekolah itu berkumpul dengan begitu ramai.

"Lepaskan, lepaskan!!" seru 2 bocah yang terlihat mendorong teman-temannya.

"Dasar tidak punya ibu!!" seru para siswa yang lain.

Tatapan mata Safira menatap kerumunan tersebut, Entah mengapa dia benar-benar begitu penasaran dengan apa yang terjadi.

"Ada apa ini." ucap Safira.

Sesaat kemudian salah satu guru nampak mendekati Safira. "Selamat pagi, Bu." ucap pak guru.

"Selamat pagi Pak, Oh ya pak. itu ada kerumunan apa ya? Kok para murid sedang berkerumun?" tanya Safira kepada salah satu guru yang ada di sekolah itu.

"Entahlah Bu, saya akan melihatnya." jawab Pak guru yang kemudian mendekati kerumunan tersebut. Sedangkan Safira tentu saja wanita itu juga ikut mendekati kerumunan anak anak yang ada di sekolah itu.

Pak guru melerai beberapa murid yang ternyata sedang berkelahi, tatapan mata Safira menangkap dua bocah yang diseret oleh teman-temannya tersebut. seketika tatapan mata Safira terkunci pada dua bocah kembar yang ada di tempat itu, dengan segera langkah kaki Safira mendekati kerumunan itu.

"Ada apa ini?!" teriak Safira kepada bocah SD yang sedang berkelahi tersebut.

Pak guru menoleh menatap Safira yang berteriak seperti itu. "Kelihatannya anak-anak ini sedang berkelahi, Bu." ucap pak guru.

Seketika Safira menarik dua putranya. "Ada apa ini, Yufan, Ivan. Kenapa wajah kalian seperti ini?" tanya Safira yang melihat dua putranya Itu bajunya sudah tidak beraturan dan wajahnya ada bekas tamparan.

Pak guru yang melihat hal itu nampak dia sedikit kebingungan. "Maaf Bu, Ibu ini siapa ya?" tanya Pak guru kepada Safira.

Seketika kekesalan ditampakkan oleh Safira ketika guru dari sekolah itu begitu santai menanggapi perkelahian para siswa itu.

"Saya adalah ibu dari Yufan dan Ivan." jawab Safira dengan nada suara yang begitu keras

Yufan dan Ivan langsung memeluk Safira dengan pelukan yang begitu hangat.

"Tidak mungkin tante ibunya, Anak cengeng itu tidak punya ibu!" seru beberapa siswa yang mungkin usianya lebih tua dari Yufan dan Ivan.

"Ada apa ini, Yufan, Ivan?" tanya Safira.

"Mereka memukul kami, Ma." jawab Ivan.

Tatapan mata yang tidak suka seketika ditunjukkan oleh Safira kepada guru yang ada di tempat itu, dua tangan Safira langsung menarik dua anak yang tadi terlihat menarik tubuh Yufan dan Ivan.

"Di mana ruang kepala sekolah?!"seru Safira yang tidak terima karena dua anaknya diperlakukan seperti itu.

"Dengarkan Aku baik-baik, berani kalian memperlakukan anak-anakku seperti itu. Cepat kalian panggil orang tua kalian, jika tidak kalian akan aku lempar dari lantai atas sekolah itu ke bawah." ancam Safira dengan kata-kata yang benar-benar begitu menakutkan.

Pak guru yang mendengar perkataan seperti itu, pria itu langsung menelan ludahnya dengan susah payah. karena selama bersekolah di tempat itu selama 1 tahun yang biasa datang ke tempat itu hanyalah Paman dari si kembar.

"Maaf Bu, apa Ibu ini benar-benar orang tua dari si kembar?" tanya Pak guru.

"Apa bapak itu tuli, bapak itu tidak bisa dengar apa!" jawab Safira dengan kata-kata yang sangat kasar.

Dua tangan Safira sudah mencengkram pakaian dua siswa yang sudah memukul si kembar, pak guru yang melihat hal itu tentu saja dia langsung mengantarkan Safira ke ruang kepala sekolah. hari ini memang rencananya ada rapat karena itu Safira berpikir dia harus menemui dua orang tua dari beberapa siswa yang sudah melakukan pemukulan kepada anak-anaknya.

"Iya Bu ada apa?" tanya kepala sekolah kepada Safira.

"Saya ingin mengajukan keberatan kepada sekolah ini karena membiarkan siswa mengeroyok siswa yang lain." ucap Safira yang langsung mengatakan hal itu kepada kepala sekolah.

Tentu saja kepala sekolah sedikit kebingungan karena tiba-tiba ada seorang wanita yang tidak pernah dia lihat berada di tempat itu.

"Maaf Bu, Anda ini siapa ya?" tanya kepala sekolah.

"Saya adalah ibu dari Yufan dan Ivan." jawab Safira dengan nada suara yang begitu keras.

Tatapan mata kepala sekolah menatap seorang wanita yang sudah mencengkram pakaian dua siswa. kepala sekolah nampak kebingungan sedangkan Pak guru yang melihat kejadian tadi menceritakan apa yang terjadi.

"Apakah sekolah ini tidak mempunyai peraturan, tidak mempunyai keamanan atau sekolah ini membiarkan siswa yang lebih besar membully siswa yang lebih kecil?" tanya Safira dengan kata-kata yang begitu tajam.

Kepala sekolah langsung terhenti. "Maaf Bu, mungkin tadi ada kesalahpahaman." ucap kepala sekolah.

"Saya akan membawa kasus ini ke jalur hukum, Saya sudah melihat dengan kedua mata saya. Saya tidak ingin sekolah ini mendapatkan repotasi saya akan membawa semua permasalahan ini ke jalur hukum." ucap Safira yang mengancam kepala sekolah.

Dua dari empat anak yang sudah membully Yufan dan Ivan, guru nampak ketakutan. kata-kata tajam yang keluar dari mulut seorang wanita cantik yang ada di ruangan kepala sekolah membuat kepala sekolah dan guru yang ada di tempat kejadian nampak kebingungan.

"Kita bisa menyelesaikannya dengan damai, Bu." ucap kepala sekolah.

"Saya tidak menginginkan kedamaian, karena di sekolah ini tidak ada kedamaian dan di sekolah ini tidak ada tata tertib yang bisa dipercaya." jawab Safira.

** bersambung **

mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.

- my little wife

- Isteri kesayangan tuan besar

- ku balas pengkhianatan mu

- Mawar hitam berduri

- I love you uncle Bastian

1
Alina Bams
sampah
Maria Magdalena Indarti
kasus... rumit
Maria Magdalena Indarti
Reno jodoh nih sm sheila
Maria Magdalena Indarti
Mirasti bgt donk.... tegas.... jangan mau ditindas
Maria Magdalena Indarti
mantap Ivan tegas
Maria Magdalena Indarti
Ivan pilih Aisyah saja
Maria Magdalena Indarti
Aisyah jodoh Ivan kali ya
Maria Magdalena Indarti
mantap Ivan perlu tegas sm Zaskia yg culas
Maria Magdalena Indarti
Ivan waspada sm Zaskia
Maria Magdalena Indarti
putri ga ada malu
Maria Magdalena Indarti
kok sering ya salah tulis nama. fenti jd putri. Rudi jd gunawan.
terburu-buru ya
Maria Magdalena Indarti
putri trima karmanya
Maria Magdalena Indarti
mantap.... fira.... balas..... libas
Maria Magdalena Indarti
gunawan mulai bucin
Maria Magdalena Indarti
nah gitu PDKT dong gunawan
Maria Magdalena Indarti
Gunawan bersaing sm Satria
Maria Magdalena Indarti
Luar biasa
Maria Magdalena Indarti
dua orang hianat
Maria Magdalena Indarti
suami mendua..... jahat
Priskha
cinta sm suami blh saja tp jgn smp dibutakan oleh cinta smp tdk percaya klau suaminya selingkuh sedangkan bukti sdh ada, kmu itu terlalu baik atau bodoh si Fira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!