NovelToon NovelToon
Penyesalan

Penyesalan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:550k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipit fitriyani

Cover by @iqbald26


Menceritakan tentang dua manusia yang berupaya setia pada pasangannya yang sudah tiada,namun takdir yang mengatur mereka.


***

*Tidak ada orang ketiga
*Episode tidak banyak
*Siapkan tisu,karena mungkin saja cerita ini mengandung air mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan Menjelaskan

"Tidak ada yang perlu dijelaskan mah, cepat atau lambat semuanya akan terjadi,Ana hanya perlu bersiap saja. Oiya Mba Malika taunya Ana pengasuh Hana jadi mamah tidak perlu memberitahu mbak Malika mengenai status Ana sebenarnya,aku pamit ke kamar hana mah," ucapnya sambil meninggalkan Farida yang masih terkejut dengan apa yang Ana katakan, bagaimana bisa Ana mengaku sebagai pengasuh disaat dia masih berstatus istri sah Farid.

Waktu malam pun telah tiba,Hana telah tidur dengan nyenyak, setelah menidurkan putrinya Ana kembali kedalam kamar utamanya,Ana memutuskan untuk tidur dikamar pelayan seusai merapihkan sisa barang miliknya. Dia tidak ingin merusak suasana hati Farid yang sedang bahagia dengan calon istrinya,Ana janji setelah urusan ini selesai dia tidak akan menyesal untuk kedua kalinya.

Ana membawa sisa barangnya dengan koper dan memindahkannya kerumah belakang, berharap tidak ada jejaknya yang akan tertinggal dirumah besar itu. Ana sudah berada di kamar belakang merebahkan tubuhnya yang cukup lelah karena bermain dengan Hana,dia menatap langit-langit kamar banyak hal yang berbicara dikepalanya, tentang tinggal atau pergi.

Pukul 10 malam Farid baru pulang dari kantornya,Ana menyadari hal itu,namun dia tidak bisa melakukan kewajibannya lagi sebagai seorang istri meskipun Ana masih sah sebagai istrinya. Farid tidak mengetahui kepulangan Ana,biarkan semuanya sepertinya ada ya toh ada ataupun tidak ada Ana semuanya akan tetap sama.

Diruang utama saat Farid pulang Farida menghampiri putranya,dia ingin memberitahu soal Ana yang sudah kembali kerumah.

"Sudah pulang nak?," tanya Farida pada putranya

"Eh mamah,belum tidur? iya nih aku baru pulang di kantor banyak sekali pekerjaan," sahutnya sambil melepaskan dasi

"Kamu pasti lelah ya?," tanya Farida kembali

"Hmmh, cukup lelah si mah,memang ada apa sepertinya mamah ingin mengatakan sesuatu," ucap Farid curiga

Farida terdiam sejenak dia ingin mengatakan kepulangan Ana namun melihat kondisi Farid yang lelah dia tidak tega,jika diberi tahu besok pasti Farid akan kecewa,karena bagaimanapun Farid adalah suaminya.

"Mah, katakan saja,"

"Hmmh itu nak ...,"

"Itu apa mah?,"

"Ana sudah kembali dari rumah ibunya," ucap Farida dengan satu tarikan nafas

"Apa ibu serius?," ucap Farid yang seolah sangat bahagia

Farida mengangguk,dia tau bahwa anaknya sangat menantikan kepulangan Ana,sudah hampir 2 Minggu keduanya berpisah dengan kesalahpahaman,Farida berharap keduanya bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan rumah tangga mereka.

"Baiklah,aku akan menemui istriku dikamar," ucap Farid antusias

"Tapi nak ...," ucap Farida terhenti saat Farid sudah bersemangat menemui istrinya dan meninggalkan Farida yang belum selesai bicara

Saat Farid sampai dikamar utama,keadaan kamar itu masih gelap seperti sebelumnya,Farid beranggapan kalau Ana sengaja mematikan lampunya,namun saat dihidupkan kamar itu kosong,tidak ada Ana disana. Farid pun merasa bingung bukankah mamahnya mengatakan kalau Ana sudah kembali? Farid kembali kelantai bawah untuk menemui mamahnya dan mengatakan perihal ini.

"Mah ,katanya Ana sudah kembali namun dia tidak ada dikamar?,"

"Memang Ana sudah kembali dan saat mamah akan memberitahukan keberadaan Ana kamu malah meninggalkan mamah,"

"Maaf mah, sekarang Dia dimana, soalnya dikamar Hana pun tidak ada?,"

"Ana ada dikamar belakang,tadi sore mamah melihat dia membawa satu koper kekamar belakang,"

Farid terkejut bukankah dia sudah melarang Ana untuk menempati kamar sempit itu,tapi kenapa Ana malah kembali lagi ke kamar itu.

"Kenapa mamah tidak menghentikannya? "

"Mamah tidak punya keberanian untuk itu,mamah sudah merasa bersalah pada Ana,jadi mamah membiarkan Ana melakukan apapun yang membuatnya nyaman berada dirumah ini,"

"Menyesal? kenapa mamah harus menyesal?,"

"Nak tadi Ana bertemu dengan Malika,mamah menitipkan anakmu pada Malika karena mamah harus menghadiri undangan ulang tahun teman mamah,namun saat kembali ternyata istrimu sudah sejak siang ada dirumah. Dan lebih membuat mamah merasa bersalah lagi adalah Ana mengatakan kalau dia pengasuh Hana.,"

Farid terkejut mendengar penuturan mamahnya,pasti Ana sudah salah paham dengan keadaan ini, haruskah Farid menjelaskan semuanya agar Ana tidak lagi salah paham terhadapnya, sungguh Farid sangat dilema.

"Yasudah mah, sebaiknya Farid membersihkan diri dulu,ini tidak akan mudah bagi Ana."

"Lalu kamu akan membiarkannya?,"

"Tidak mah,aku akan menyusul nya namun aku ingin membersihkan badanku terlebih dahulu sekaligus menenangkan pikiran ku sebelum menemui Ana,"

"Baiklah,mamah harap kamu bisa menyelesaikan semuanya dengan baik"

Keduanya telah kembali ke kamar masing-masing, setelah selesai membersihkan diri Farid langsung pergi menuju rumah belakang untuk menemui Ana. Sesampainya didepan kamar Ana,Farid sengaja tidak mengetuk pintu kamar itu,dia membawa kunci cadangan dan membukanya dengan perlahan,dan benar saja Ana sedang tertidur di tempat tidur yang kecil itu.

Perlahan Farid mendekati Ana dan memeluk Ana dari belakang,Ana terbangun dari tidurnya,ia cukup kaget ada orang yang memeluknya dari belakang,namun tanpa membuka suara dia sudah mengenali siapa yang sedang memeluknya.

Jantung Ana berdetak kencang,hal itu pun sangat dirasakan oleh farid. Farid menciumi tengkuk istrinya, bagaimana pun sebagai seorang laki-laki normal dan sudah menahannya terlalu lama,Farid perlu menuntaskan hasratnya.

Tangan Farid sudah tidak terkendali lagi,meraba ke segala arah,bahkan dia tidak peduli dengan ruangan kecil dan tempat tidur yang sempit,yang jelas Farid menginginkan Ana. Ana yang merasakan hal itu mulai tersadar dan mencoba melepaskan diri dari pelukan dan tangan jahil suaminya,namun hal itu tidak berhasil karena Farid cukup kuat.

Ana pasrah toh bagaimana pun Farid tetap suaminya dan tubuhnya masih sah milik Farid jadi apapun yang Farid lakukan itu adalah haknya termasuk menyakiti Ana. Dengan hasrat yang sudah tidak terkendali dan kepasrahan tubuh ana membuat Farid melakukannya dengan perlahan dan ternyata hal itu dinikmati oleh Ana, meskipun sesekali airmatanya jatuh.

Farid melupakan sejenak permasalahan yang ada dan dia berjanji akan menceritakan semuanya pada Ana,dia tidak ingin Ana terlalu jauh dalam kesalahpahaman, terlebih Farid sudah melakukan kesalahan besar dengan mentalak Ana karena kesalahpahaman juga,dia tidak ingin melakukan hal bodoh lagi meskipun belum mencintai Ana, Ia berkewajiban untuk memperbaiki kesalahannya dan memulai semuanya dari awal.

Tempat sempit itu menjadi saksi sebuah penyatuan, kerinduan, kekecewaan, penyesalan semuanya menjadi satu. Ana dan Farid terkulai lemah,Farid memeluk tubuh Ana agar tidak terjatuh berulang kali dia mengeratkan pelukannya seolah mengatakan "terima kasih.

Sedangkan Ana yang menerima perlakuan itu merasa dipermainkan, bagaimana bisa laki-laki ini bersikap semuanya,apa karena Ana terlalu bodoh dan manusia yang tak punya rasa sehingga Farid bisa seenaknya menyakiti Ana.

***

Hhhmmh kita tunggu Farid jujur ..

Jangan lupa ih like ,komen,dan vote ❤️😉

1
Susi Yanti
prndek amat thor 🤭
Susi Yanti
hubungan yg diawali dgn kejujuran biasanya akan menjadi manis....
semoga
Susi Yanti
kenapa ana gak mau bilang kli dia br dirawat aja ya
Vera Wilda
ok Thor, terima kasih Thor, semangat ya Thor...
Vera Wilda
selamat Ana , semoga kamu bahagia terus dan secepatnya mempunyai keturunan bersama Ravi, ya Thor 😄😄😄
Vera Wilda
Wah ini part sedih Thor pertemuan Ana dan Hana serta Farid, 😭😭
Vera Wilda
Hana nya juga gak sepenuh hati dg Farid makanya pernikahannya gak ada perkembangan , maaf jd membosankan, 🥱🥱😪😪
Vera Wilda
sudah lah Hana untuk menghindari rasa sakit dan kecewa mu lebih gak perlu kamu tau apa yg emang tidak penting, dan tidak perlu juga untuk mencari tau.... jalani saja selagi dia Farid tidak macam2 😁
Vera Wilda
Semoga rumah tangga Ana dan Farid bisa d perbaiki sehingga mereka hidup normal ya Thor
Vera Wilda
greget, udah tua juga masak gak bisa sich bicara dg istri, .....
Vera Wilda
iya lebih baik pergi Ana, buat apa mempertahan kan orang yg tidak mau menghargai kita ...
Vera Wilda
sama kamu juga gak becus jd suami Farid .....
maling teriak maling....
Vera Wilda
Rumah Tangga yg tidak sehat, tidak ada komunikasi, dan tidak ada keterbukaan ...
lebih baik berpisah, dr pada menyiksa diri....
Vera Wilda
klo begini mah lebih baik lepaskanlah Ana Farid ?
jangan menyiksa orang lain karena pikiran mu yg salah....
Vera Wilda
terpantau masih aman2 saja 😄
Vera Wilda
Semoga aja s nenek lampir Farida akan dapat balasan atas perkataan nya .........
manusia tidak punya hati..... 😡😡
Vera Wilda
siap Thor saya mampir
Fay
selalu q like thor 👍
Fay
lanjut baca
Lia Sukmawati
iya betul pergi ana secepqtnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!