NovelToon NovelToon
Di Ujung Peluru

Di Ujung Peluru

Status: tamat
Genre:Romantis / Fiksi Modern / Cinta pada Pandangan Pertama / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Beberapa bab akan mengandung konflik keras. Tidak diperkenankan berkomentar buruk dan sok tau sebelum membaca sampai bab terakhir. Yang tidak kuat harap SKIP.

Bukan aku tidak mencintai gadis impianku, Bukan tidak menyayangimu. Aku menjaga dirimu dan kehormatanmu. Memilihku adalah pilihan berat untukmu, Jika kamu sabar..tunggulah aku. Kulindungi wanita pilihanku, Karena aku mencintaimu selalu walau Nyawa ada di ujung peluru.

Aku Ardian Putranto, Lettu Ardi.. memilihmu dalam hatiku Adinda ku...

Bersama kisah Lettu Rama Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Apa salah jika aku cinta???

"Ibu takut Ardi akan sedih kehilangan bayinya. Lagipula itu khan juga cucu sampai tempat dinas Ardi. Ibu masih sayang kehilangan cucu" Bu Nuri masih kepikiran tentang cucu di perut Adinda.

Aahh.. dasar wanita tua ini sulit sekali di atur. Oke kuturuti maumu. Tapi lihat saja nanti.

"Baiklah ibu mertua" senyum Vania di buat semanis mungkin.

***

Ardi memijat kaki Dinda. Istri Ardi itu agak demam. Mungkin kepikiran tingkah ibu mertuanya.

Kakek tak sampai hati melihat cucu menantunya bersedih sampai sakit seperti itu. Kakek ke dapur dan membuatkan minuman hangat untuk Adinda.

"Entah kenapa ibumu bisa bersikap seperti itu" keluh kakek bergumam pada diri sendiri tidak percaya dengan kelakuan menantunya.

-_-_-_-

Lebih dari lima belas panggilan tidak terjawab di ponsel Ardi. Ardi memang sengaja mengabaikan panggilan telepon dari ibunya. Bukannya tidak menghormati ibunya tapi ia pun ingin menenangkan hati dan pikirannya, apalagi melihat Dinda dengan wajah sembab karena terlalu banyak menangis membuatnya sangat tidak tega, hatinya teriris perih.

"Coba minumkan kalau Dinda sudah bangun" kata kakek mengganti gelas obat yang sudah habis tiga perempat di minum Dinda tadi.

"Demamnya nggak turun juga kek" kata Ardi cemas.

"Karena sakitnya bukan di badannya. Tapi di hatinya. Istrimu tidak pernah melawan apa perkataanmu. Bahkan saat ibumu memarahinya.. Dinda hanya diam dan menyimpan sakit di hatinya sendiri. Kalau kamu juga menyakiti hati istrimu. Kakek yang akan turun tangan langsung untuk memberimu pelajaran" ancam kakek.

Ardi membelai rambut adinda yang masih tidur. Air matanya masih sesekali meleleh dalam tidurnya.

-_-_-_-_-

"Dinda benar-benar kurang ajar. Benar kata Vania. Dia sudah menguasai Ardi, sampai harta Ardi pun dia yang akan habiskan" gerutu ibu Nuri.

"Terus apa maumu?????" kesal bapak Ardi melihat tingkah istrinya.

"Ya harusnya ibu yang pegang semua gaji Ardi. Ibu saja yang mengaturnya. Masa Adinda pakai perhiasan bagus itu. Ardi memberikan segalanya untuk si janda genit itu. Malah sekarang dia lagi hamil" celoteh ibu Nuri.

"Eehh.. istighfar Bu, nggak baik bicara begitu. Itu sudah kewajiban anakmu membahagiakan istrinya lahir batin. Salahnya dimana????" tegur bapak Ardi.

"Salah pak.. Ardi nggak ijin mau belikan istrinya perhiasan. Kalau istrinya di belikan..ya harusnya ibu juga donk"

"Ya Allah.. kerasukan setan apa kamu Bu" jengkel bapak Ardi pergi meninggalkan istrinya.

Bu Nuri mencoba menghubungi Ardi sekali lagi tapi tetap tidak di respon Ardi putranya. Bu Nuri sangat jengkel hingga membanting ponselnya.

***

Hari ini ada pasar malam. Kakek menyarankan Ardi membawa Adinda berjalan-jalan untuk mengalihkan pikiran Dinda. Ardi pun menyetujuinya.

"Dek.. ikut Abang yuk!!" ajak Ardi.

"Kemana bang?" tanya Adinda tidak bersemangat.

"Pokoknya ayo ikut Abang" ajak Ardi.

-_-_-_-_-

Benar kata kakek, sesampainya di pasar malam senyum Dinda mengembang. Aura bahagia lebih terpancar dari istri Ardi itu.

"Kamu senang sayang??" tanya Ardi.

"Senang sekali bang. Terima kasih ya bang!" Adinda memeluk lengan Ardi dengan manja.

"Sama-sama cintanya Abang" senyum Ardi ikut bahagia.

"Abang.. Dinda mau masuk rumah hantu" Dinda merengek memaksa.

"Jangan yang itu dek. Kamu penakut. Bisa-bisa Abang kamu cekik saking takutnya" tolak Ardi.

Adinda langsung memasang ekspresi kesal karena ia sangat ingin masuk rumah hantu itu.

"Ya sudah, kita masuk. Awas saja nanti malam kalau kamu sampai ketakutan, Abang taruh kamu di bawah pohon pisang" ancam Ardi.

"Iihh..iya bang"

Ardi dan Adinda akhirnya masuk ke dalam rumah hantu dan benar saja baru sepuluh langkah di dalam sana Adinda sudah menjerit ketakutan memeluk pinggang Ardi dengan kencang sampai Ardi kesulitan bernapas.

"Nah..lanjut apa nggak nih" tanya Ardi.

"Lanjut bang!" ucap Dinda sambil menangis. Ardi kesal tapi ia juga tidak bisa menahan tawanya melihat bumil yang suka mengerjainya belakangan ini.

Ardi dan Dinda berjalan lagi, tiba-tiba hantu melintas di depan Dinda. Adinda menjerit sekuatnya.

"AllahuAkbar.. Abaaangg!!!! Allahumma barik lanaa fiimaa razatanaa waqinaa ‘adzaa bannar"

Sontak Ardi tertawa terpingkal mendengar Adinda membaca doa mau makan.

"Apa yang Abang tertawakan??? Dinda takut bang!!" kesal Dinda.

"Kamu mau ajak semua setan disini makan malam???" ujarnya masih tertawa sambil terus menggamit pinggang Adinda.

"Sudahlah bang!! Yang penting Dinda berdoa" kesal Dinda.

Ardi terus mengajak Adinda berjalan lagi. Berkali kali Dinda hampir terjatuh.

"Kurang berapa lagi setannya bang?" tanya Dinda.

"Mana Abang tau sayang!! Memangnya Abang rajanya setan??"

"Abang rajanya hati Dinda" kata Dinda.

"Idiiihh.. istri Abang bisa ngegombal" ledek Ardi membuat Adinda cemberut.

"Yaaa.. marah deh.. Jangan marah donk. Nanti kita cobain makanan di luar!" bujuk Ardi.

"Dinda yang pilih ya bang!!" kata Dinda langsung semangat.

"Siap bu" Jawab Ardi dengan suara lantang dan khas.

-_-_-_-

Sampai di luar, Adinda membeli banyak sekali makanan dan Ardi tidak pernah melarangnya. Begitulah istrinya kalau sudah mau makan tidak akan mudah berhenti, tapi kalau tidak mau makan, bahkan sampai besok malam pun istrinya kuat tidak makan.

"Pelan sayang. Abang nggak akan minta. Abang makan empal genthong saja sudah kekenyangan" kata Ardi.

"Iya bang" Dinda pun pelan-pelan menghabiskan makanannya.

Kenapa setiap melihatmu Abang selalu ingin menangis Dinda. Kenapa kamu harus berhadapan dengan ibunya Abang. Abang janji akan bahagiakan kamu dan anak-anak kita.

"Abang benar nggak mau?" tanya Dinda.

"Nggak sayang.. Abang sudah kenyang. Makanlah yang banyak. Si kecil masih lapar di perutmu." jawab Ardi.

"Bang!!!"

"Kenapa dek?"

"Boleh beli somay nggak?" tanya Dinda yang mungkin masih merasa lapar.

Ardi tertawa mendengarnya.

"Boleh. Tunggu sebentar, Abang belikan" Ardi beranjak dan membelikan Somay pesanan istrinya.

Tak lama Ardi kembali.

"Nih, buat anak papa sama mamanya" Ardi menyerahkan piring somay di hadapan Adinda.

"Ini banyak bang porsinya"

"Nggak apa-apa. Yang makan sekarang berdua. Kamu sama si kecil" Tak ada yang lebih membuat Ardi bahagia selain melihat senyum Adinda.

"Terima kasih banyak ya bang"

"Nggak perlu begitu, memang sudah seharusnya memanjakan istri Abang, ibu dari anak-anak Abang"

Ardi mengecup kening Adinda. Tak peduli orang lain mau bilang apa. Yang jelas bahagianya hanya melihat senyum Dinda.

.

.

1
Lalu Awan
tapi pada akhirnya bercerai juga😭
NaraY_Kamanatha: Nara juga punya cerita di akun lain ya kak.

silakan mampir jika berkenan.

Bojone_Batman 🙏
total 1 replies
Rusma Yulida
kalo dgn ardi secara tidak langsing udah jatuh talak juga
Zulinatul Hidayah
Buruk
Wan Trado
terlalu banyak drama yg berulang, cerita perangnya pudar padahal judulnya di ujung peluru
Wan Trado: ke siipp... kita nikmati aja yah sambil rebahan dan ngopi-ngopi 👍
total 2 replies
Wan Trado
baru calon suami dah punya calon anak 👍
Wan Trado
rumah dinas di komplek itu dempetan lho yaa, teriak teriak masalah sensitif begituu...!!
Wan Trado
pengen tau, jika anak dinda dg Rama nikah dengan anak Ardi dg vania itu halal ga sih.. secara sebelumnya Ardi dan dinda juga punya anak.. 🤔
Wan Trado
😅😂🤣🤦‍♂️
Wan Trado
iya iyaa iyaaa 😁
Wan Trado
semangat terus Nara 💪 high support to you..
Wan Trado
alhamdulillah lanjutkan... 🤣
Wan Trado
iya juga kita yg tidak teliti baca suratnya Rama, jelas indikasinya dia masih hidup.. hehe author mmg paling.. 👍
Wan Trado
becandanya ga lucu yaa, tau istrinya hamil dan kondisinya lemah kok dikerjain sihh
Wan Trado
salah satu tokoh utama dihilangkan, hmmm cukup bikin kaget tapi okelah antimainstream dan jadi penasaran.. 👍
Wan Trado
pada ibu yg mana di kakinya terletak surga buat anaknya...??
kalau ibu yg seperti ini, hanya ada neraka bagi kehidupan anaknya... 😡
Wan Trado
sudah sangat hebat ya jadi anak lurah itu... 😂😂
Nuraisyah
yg d sebelah Rinto dan Mey anak Rama dg Dinda juga kn yaa
Nuraisyah
bang Ardi anake 3 pembarep Kabeh,/Grin/
Nur Hafizah
Luar biasa
siccasiccasic
Bu Ardi seharusnya thor, bukan "mbak". Kalo istri tentara emang dipanggil ibu+nama suaminya dikalangan mereka.
siccasiccasic: Ya sama emak aku juga istri TNI kak, akupun anak TNI. Ya maaf kalo salah, karna sebanyak yg saya tau tiap batalyon manggilnya emang gitu, ibu+nama suami.
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!