NovelToon NovelToon
BROMANCE

BROMANCE

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Tamat
Popularitas:94.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Reinz, tumbuh sebagai seorang lelaki tampan yang bahkan terlalu tampan untuk seorang laki laki.
Seharusnya ia menjadi Don Juan, playboy yang menaklukkan hati seorang wanita.

Namun itu tidak terjadi padanya, ia terkesan sangat dingin dan kejam terhadap semua perempuan yang selalu menggilainya sejak kecil.

Di alam bawah sadarnya terbentuk pikiran bahwa semua wanita pasti jahat, licik dan sekeji ibu kandungnya, yang meninggalkannya sejak bayi. Demi berselingkuh dengan seorang konglomerat tua yang menabur uang setiap hari.

Hidup bersama dengan seorang pria dewasa dan latar belakangnya tidak di ketahui, sejak bayi hingga dewasa Reinz hanya menerima bentuk kasih sayang dari pria dewasa yang selama ini merawatnya.

Kebenciannya kepada perempuan semakin menjadi ketika kisah cinta monyetnya sewaktu remaja berakhir penghinaan, lengkap sudah penderitaannya, kesimpulannya ia menganggap wanita adalah mahluk jahat. Cantik wujudnya namun busuk hatinya dan penuh dusta. Hingga akhirnya Reinz mengambil sikap wanita hanya bisa di nikmati tidak layak untuk di miliki apalagi di cintai.

Paling banter cuma di tipu dengan sandiwara sikap dari pada keduluan di tipu, itu yg mmbuat reinz mnjadi lebih percaya kepada teman laki laki.

Reinz merasa lebih nyaman berhubungan dengan laki laki dari pada perempuan di mulai dari persahabatan dari sampai hal hal pribadi.

Hingga ketika seorang wanita baik baik mencintainya, Reinz kehilangan pegangan untuk memilih antara menipu, pura pura memanfaatkan perempuan itu demi kelangsungannya hubungannya dengan sahabat laki laki yang sangat ia percaya dan sayangi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Kai duduk di kursi roda menatap ujung lorong rumah sakit, lalu ia memutar panel. Kursi roda bergerak sendiri menyusuri lorong rumah sakit.

Di ujung lorong Kai menghentikan laju kursi rodanya. Tatapannya lurus ke arah Jeni yang memegang beberapa dokumen dengan langkah tergesa gesa tanpa melihat ke arah Kai. Tiba tiba dokumen yang di pegang Jeni terjatuh tanpa Jeni sadari.

Kai memperhatikan punggung Jeni hingga hilang dari pandangan. Kemudian ia menggerakkan kembali kursi roda mendekati tempat jatuhnya dokumen milik Jeni, kemudian Kai mengambilnya dan meletakkan dokumen itu di pangkuannya.

Tak lama seorang suster menyapa Kai dari belakang dan bertanya hendak pergi kemana. Kai meminta suster mengantarkannya ke taman rumah sakit.

Suster tersebut mengangguk lalu ia mendorong kursi roda menuju sebuah taman. Sesampainya di taman, suster tersebut kembali bekerja.

Sementara Kai menatap dokumen di pangkuannya lalu menarik napas panjang. Perlahan ia membuka dokumen di pangkuannya dan membukanya. Mata Kai melebar saat tertera satu nama 'Reinz'. Kai mencoba membaca isi dokumen itu namun ia tidak mengerti sama sekali.

"Reinz? Apakah dia sakit? Atau apa?" Tanyanya bingung harus bertanya pada siapa.

"Tapi, kalau aku bertanya pada suster lain rasanya tidak baik. Dokumen ini milik Jeni, aku harus mengembalikan dan bertanya padanya." Gumam Kai.

Kai menggerakkan kembali kursi rodanya. Tak lama ada suster lain yang membantunya ke ruangan. Namun Kai meminta suster tersebut untuk mengantarkannya menemui Jeni di ruangannya.

Sesampainya di dalam ruangan, Jeni sedang sibuk mencari dokumennya yang hilang.

"Apakah ini yang kau cari?"

Jeni menoleh ke arah Kai yang sudah berada di belakangnya seraya menyodorkan dokumen.

"A, apa?"

Jeni mengambil dokumen di tangan Kai, lalu membukanya dan ia menarik napas lega karena dokumennya tidak hilang. Jeni mengalihkan pandangannya ke arah Kai, menatap tajam.

"Kau dapatkan dokumenku di mana?" Tanya Jeni.

"Reinz, ada apa dengan Reinz?" Kai balik bertanya.

"Tidak, dokumen ini bisa ada di tanganmu?" Jeni bertanya untuk yang kedua kalinya.

"Jawab dulu pertanyaanku, ada apa dengan Reinz?" Kai memegang tangan Jeni erat.

"Ah itu.." Jeni mengalihkan pandangannya lalu berjalan dua langkah ke depan menghindari tatapan Kai.

"Jawab," pinta Kai.

"Ini bukan Reinz, sahabatmu. Bukankah ada banyak nama Reinz?" tanya Jeni mengalihkan pembicaraan.

Kai terdiam sejenak, menundukkan kepalanya.

"Ya, tapi tidak ada nama Reinz selain Reinz ku," jawab Kai.

"Reinz, mu?" Jeni tersenyum miring.

"Ya..." sahut Kai.

"Ada apa?"

Jeni dan Kai menoleh ke arah pintu. Nampak Jimi dan Sojin berdiri di ambang pintu lalu mendekati mereka.

"Kakak?" Ucap Jeni dan Kai bersamaan.

"Kai, kakaknya Reinz kecelakaan." Kata Jimi.

"Apa?" Kai terkejut mendengar kabar buruk tentang Arkanza.

Jimi menganggukkan kepalanya.

"Antarkan aku ke sana kak, aku ingin melihat kak Arkanza." Pinta Kai.

"Baiklah!" Sahut Jimi lalu berjalan menghampiri kursi roda dan mendorongnya keluar dari ruangan Jeni.

"Ada apa?" Tanya Sojin menatap ke arah Jeni.

Jeni menggelengkan kepalanya.

"Apa ini?" Sojin menatap dokumen di tangan Jeni lalu merebutnya.

"Kak!" Jeni hendak mengambil lagi dokumen di tangan Sojin.

"Bukankah dokumen ini yang barusan kalian bicarakan?" Sojin menepis tangan Jeni lalu membuka dokumen tersebut.

"Hasil tes DNA?" Sojin mengalihkan pandangannya, menatap tajam Jeni sekilas lalu melanjutkan membaca isi dokumen itu.

"Reinz??" Mata Sojin melebar, melirik ke arah Jeni.

Jeni menganggukkan kepalanya, lalu duduk di kursi.

"Apakah itu artinya?" Sojin berjalan mendekati Jeni, menyentuh pundaknya.

"Hasil tes itu menunjukkan kalau Reinz...?" Jeni tidak melanjutkan ucapannya.

"Adikmu?" Tanya Sojin.

Jeni tengadahkan wajah menatap ke arah Sojin cukup lama. Bayangan masa kecilnya terlintas di benak Jeni.

"Bagaimana caramu menjelaskannya?" Tanya Sojin.

Jeni menundukkan kepalanya, menggelengkan kepalanya pelan.

"Kalau kau butuh bantuanku, katakan saja." Kata Sojin seraya meletakkan dokumen di atas meja. "Apakah Kai tahu?"

Jeni menggeleng cepat.

"Hampir, tapi aku yakin. Kai akan terus mempertanyakan soal isi dokumen ini lagi." Kata Jeni.

"Kau akan menemukan adikmu yang lain, segera..." ucap Sojin membesarkan hati Jeni, lagi lagi Jeni hanya menganggukkan kepalanya.

"Terima kasih, kak."

1
Olivia _
ada masalah apa arkanza sama Agatha??
Shinta Teja
kok aku jadi neting ya baca novel ini?! apa jangan-jangan hanya perasaan ku saja?!
masak cowok cemburu Ama cowok?!,,🤔🤔🤔🤔
🔵🍁섹시퍼머넌트𒈒⃟ʟʙᴄ
mngt makk
miciuuuuu
Dasih Sunarti
baby,, sabar.. jika terlalu sakit pergilah
melani sujarmo
berarti kai bukan adiknya jeni ya
Intan Nuraeni
semoga ibunya cpt di temukan
Intan Nuraeni
lanjut kak
Unyu Unyu 😍
🤩🤩🤩🤩🤩
Mela Wati
horeee. ...kalian bertemu kembali ayo semangat kk beradik cari ibu kalian biar bis berkumpul lg.
Risfa
siip, smngat up maaak 😍
Risfa
Reinz lmbut dikit napa sm perempuam
Unyu Unyu 😍
😁😁😁😁😁
🔵🍁섹시퍼머넌트𒈒⃟ʟʙᴄ
Kai..mending prgi aja yok
tingglin klg km
Mela Wati
rumit euy.....lanjut thor banyakan upnya ya...hehe
Risfa
ngeri eh, bolak balik dihukum tetap aja gak buat Kai jera nemuin Reinz
Ika Kartika
kasian amat c reinz
sefri
weh🤣🤣🤣
bininya mochi
bonyok again
Intan Nuraeni
hajar terooos
Risfa
hadehh babak belur teruss sehh Reinz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!