NovelToon NovelToon
Wanita Solihah Pujaan Hati

Wanita Solihah Pujaan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:182.5k
Nilai: 3.8
Nama Author: Ajeng Nurjamilah

Namaku Raisa, Aku lahir di Bandung. Aku tinggal bersama Ayah, Ibu dan Kakak ku. Ini kisahku, aku menjadi yang kedua demi cinta pertamaku bernama Yusuf, namun aku di pertemukan dengan cinta yang membuat aku merasa nyaman namun perbedaan keyakinan yang bernama Morgan.

Hafidzah adalah seorang santri sekaligus anak dari pemilik pesantren yang di sebut Abah Junaedi. Ia satu pesantren dengan Yusuf yang sudah lama ia kagumi tetapi Yusuf tidak tahu. Hafidzah rela di poligami demi mempertahankan rumah tangga nya dengan Yusuf.

Ini Novel pertamaku...
Jangan lupa terus dukung dengan cara:
Like, Share, Vote, Rating 5 dan Favoritkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajeng Nurjamilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ep 25 - Antara Aku, Kau dan Dia

Aku tahu terkadang hidup ini tidak selalu indah dan aku pun tahu terkadang dunia ini mempunyai banyak teka-teki yang tak dapat kita tebak. Untuk itu kita harus percaya pada Qodo dan Qodarnya Allah, Tuhan semesta alam.

Malam itu, Yusuf dan Hafidzah duduk saling berhadapan di meja makan.

"Sayang kenapa kamu diam aja dari tadi?" tanya Yusuf pada Hafidzah.

"Kenapa Aa menikahiku kalau Aa tidak mencintaiku?" Hafidzah bangkit dari tempat duduknya lalu pergi.

Yusuf melihat kecemburuan Hafidzah, Yusuf memasuki kamar dan melihat Hafidzah sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil terisak tangis. Yusuf menghampiri Hafizah lalu memeluknya dan menciumnya, walau Yusuf belum mencintai Hafidzah tapi Yusuf tidak akan meninggalkan Hafidzah.

"Jangan nangis sayang! aku tidak akan meninggalkanmu..." Yusuf mulai menenagkan Hafidzah.

Malam itu...

Jarum jam merangkak menuju angka sebelas. Yusuf belum juga bisa tidur ia hanya memainkan ponselnya sambil memeluk Hafidzah. Tak lama kemudian ada panggilan masuk dari nomor yang bernama Raisa. Ia tidak mau mengangkatnya karena melihat istrinya sedang marah ia tak mau membuatnya semakin sedih.

Suara telepon itu bergetar lagi. Yusuf

tatap tidak segera mengangkatnya. Tetapi Delia tak menyerah... Delia mengabari Yusuf melalu pesan singkat. Menyampaikan berita duka kepada Yusuf, Delia mengatakan bahwa aku kecelakaan.

Delia : "Assalamuallaikum, Yusuf ini aku Delia menggunakan ponsel Caca..." pesan ke satu.

Delia : "Aku cuman mau meberi tahukan kalau Caca mengalami kecelakaan..." pesan ke dua.

Yusuf tadinya tidak membaca pesan yang di kirim Delia melalui ponsel Raisa, tapi karena Delia terus menurus mengirim pesan akhirnya membaca pesan dari Delia.

Yusuf kaget membaca pesan yang di kirim Delia dan akhirnya Yusuf turun dari ranjang dan pergi keluar untuk menelepon Delia. Yusuf menelepon Delia tetapi Delia tidak mengangkatnya karena sudah pulang dari rumah sakit.

Ada kecemasan dalam dada Yusuf sehingga menjadi sulit untuk bernapas. Kecemasan yang tak berhenti. Rasanya ingin sekali Yusuf pergi ke Bandung untuk melihat keadaanku.

Waktu sudah menunjukan pukuk 12.00 malam. Yusuf masih duduk di kursi belakang masih dalam kecemasannya. Ia masih tak tenang dengan apa yang di beritakan oleh Delia tentangku.

Hafidzah yang sudah tertidur, ia membukakan matanya, ia meraba ke samping tempat tidurnya tidak di temukan sosok Yusuf. Hafidzah langsung bangkit dari tempat tidurnya dan mencari Yusuf keluar kamar. Hafidzah menemukan Yusuf di teras depan dalam keadaan melamun lalu ia membangunkan Yusuf dari lamunanya.

"Aa..." Sapa Hafidzah.

"Ia sayang..." Yusuf terkejut.

"Kamu lagi apa di sini?" tanya Hafidzah.

"..." Yusuf hanya diam, ia bingung tak tau apa yang harus Yusuf katakan.

"Kenapa?"

"Kenapa?" tanya Hafidzah sambil memeluk Yusuf dari belakang.

"Kamu gak marah lagi?" aku gak akan pernah marah lagi padamu mas," jawab Hafidzah dengan senyuman.

"Makasih yah sayang, maaf kan aku selama ini

aku selalu menyakitumu," balas Yusuf dengan membalas pelukan Hafidzah.

Hafidzah berusaha menjadi Wanita Solihah untuk Yusuf, karena yang ia harapkan sekarang bukan lah cinta, tapi keridhoan sang suami. Hafidzah tahu Yusuf tidak mencintainya tapi Hafizah yakin akan ada saatnya Yusuf akan mencintai Hafizah, karena Allah maha membulak-balikan hati manusia.

"Hafidzah..."

"Iya, A..."

"Aku tidak mau ada kebohongan lagi di antara kita,"

"Iya, terus!"

"Aku harus mengatakan ini padamu, Caca kecelakaan dan aku harus menjenguknya," Yusuf meminta izin Hafizah untuk pergi ke Bandung menjengukku.

Sebenarnya hati Hafidzah hancur bagai teriris pisau tajam, hatinya menjerit dan matanya menangis tanpa air mata, tetapi Hafidzah berusaha mengerti setiap apa yang di lakukan Yusuf.

"Tapi kalau kamu gak izinin aku gak bakalan pergi..." ujar Yusuf sambil memegang pipi Hafidzah.

"Gapapa A, pergi aja! aku percaya sama Aa..." balas Hafidzah sambil tersenyum.

"Tapi kamu?" tanya Yusuf.

"Gapapa, A..." Hafizah menunduk sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Ya sudah aku berangkat sekarang ya... jaga dirimu baik-baik!" Yusuf berpamitan lalu mencium kening Hafidzah.

Yusuf masuk kedalam kamar untuk mengambil kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan Hafidzah seorang diri di rumahnya.

***

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pintu terdengar di telinga Ayah dan Ibu yang sedang menungguku di ruang perawatan. Ayah bergegas membukakan pintunya.

"Assalamhallaikum, Om..."

"Waalaikumsalam, kamu?" Ayah kaget melihat Yusuf.

Bertahun-tahun Ayah tidak pernah lagi bertemu dengan Yusuf, baru kali ini Yusuf menampakan dirinya di hadapan Ayah.

"Iya, Om..." jawab Yusuf sambil menyodorkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Ayah.

"Mau apa kamu disini? pergi...!" Ayah menolak bersalaman dengan Yusuf dan menepiskan tangan Yusuf.

"Aku mau menjenguk Raisa, Om..." balas Yusuf sambil menunduk.

"Kamu hanya akan membuat Raisa semakin sakit..." kata Ayah lalu pergi tapi Yusuf menahannya.

Tapi tak lama kemudian terdengar suaraku dari dalam ruangan perawata memanggil-manggil nama Yusuf dalam keadaan tak sadar.

"Yusuf!"

"Yusuf!"

Ayah dan Yusuf langsung masuk kedalam kamar.

"Caca, ini aku Yusuf..." kata Yusuf.

"Yusuf!"

Yusuf melihat keadaanku ia tak sadar meneteakan air matanya.

"Dok, tolong anak saya!" Ibu memencet tombol yang ada atas sofa untuk memanggil dokter.

Tak lama kemudian dokter datang beserta perawat untuk memeriksaku.

Yusuf yang melihat keadaanku seperti ini batinnya menjerit, ingin rasanya ia memeluku tapi apa daya takdir memisahkan Yusuf denganku.

Jam ditangan Yusuf sudah menujukan pukul 9.00 malam, waktunya Yusuf pulang karena istrinya menunggunya di rumah

"Aku tak mungkin meninggalkan Raisa dalam keadaan seperti ini, tapi... bagaimana dengan istriku..." batin Yusuf.

"Aku harus mengabari istriku,"

Yusuf : "Assalamualaikum,"

Hafidzah : "Waalaikumsalam,"

Yusuf : "Hafidzah aku sudah sampai di Bandung,"

Hafidzah : " Alhamdulillah kalau begitu, gimana keadaan Caca?"

Yusuf : "Keadaan Caca sekarang sangat memprihatinkan, aku belum bisa pulang malam ini. Kamu gapapa kan?"

Hafidzah : "Astagfirullahaladzim, iya A gapapa..."

Hafidzah sebenarnya sakit hati ia berusaha mengerti pada Yusuf dengan berbagai situasi.

Yusuf : "Aa usahakan agar bisa pulang cepat,"

Hafidzah : "Iya, A...!

Yusuf : "Assalamuallaikum,"

Hafidzah : "Waalaikumsalam."

Hafidzah sebenarnya belum bisa tidur, dari tadi hanya menatap foto pernikahannya dengan Yusuf. Pikirannya melayang memikirkan rumah tangga kedepannya.

Setelah menerima panggilan telepon dari Yusuf Hafidzah air matanya mulai jatuh.

"Hikz... hikz... hikz..." suara tangisan Hafidzah.

Hafidzah merasa tak ada gunanya jika dia terus-terusan menangis, Hafidzah turun dari atas ranjang dan masuk kekamar mandi untuk mengambil wudhu. Hafidzah biasanya melaksanakan Shalat Tahazud tetapi sekarang tidak tidur setelah wudhu dia keluar rumah dan berzikir sambil menatap langit.

"Ya Allah... apa yang harus aku lakukan dengan semua kenyataan ini, apakah aku harus mengiklaskan suamiku menikah lagi dengan orang lain..." do'a Hafizah dalam hatinya.

***Terimakasih udah setia mengikuti cerita "Wanita Solihah Pujaan Hati"...

Tinggu di Episode selanjutnya ya!

Setalah membaca budayakan Like, Vote, Favoritkan, Comen dan ret 5 ya! makasih 😙😘😘***

1
Ajeng Nurjamilah
bagus banget
Ila Ila
click j
Bety Nurlaila
lanjut kak
ig@taurusdi_author
semangat thor

salam dari HIDUPKU BERSAMA CEO
istrinya linyi💕
huaa seru
Lesty
kecewa
Nurul Afifah
kak kok tamat
ig@taurusdi_author: hai kakak salam kenal

mampir yuk ke karyaku

HIDUPKU BERSAMA CEO
total 1 replies
Refni Sari Winanda
kok endingnya gantung sih kak..😟
Bintun Arief
kaget gw bacanya, endingnya gini thor? kasian Raisa 😭😭

semoga kamu ketemu Hamish ya Ra 😊
Bintun Arief
waktu dengar mikaila nangis aku mikir, hm.... sepertinya waktu ngidam Hafidzah "para wali" deh, Eeeeaaa.... eeeeeaa 😂

becanda denk, ✌️

alhamdulillah, plong ya Raisa, satu step nih, tinggal step ke dua yeyeyeyye..., thor, waktu Yusuf salah sebut nama, ada kata Morgan nyempil di situ lo. Semangat upnya, cuss lanjuuut 😊🥰
Dsyy
Semangat thor
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
semangat terus berkaryanya kak..

🥀 ceo somplak
꧁ℌ𝔢𝔰𝔱𝔦꧂
lanjut🥰 jangan lupa mampir di cerita ku

"Cinta kita"
Noejan
Hadir😁
kimseyeol: hy kka mampir yuk di novel terbaru ku judulnya"" Dia Untuk Ku Dan Aku Untuk Nya""
total 1 replies
Quin Alesha
lanjut
Quin Alesha
langsung nikah aja gan
Quin Alesha
sedih gw bacanya
Lesty
lanju
Lesty
sehaeusnyq bu angel memberikan g terbaik
Lesty
ih kok gitu sih bu angel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!