Hi ☺️
Tuan Anas Mikail adalah laki-laki tua yang belum memiliki istri. Dalam hidupnya perempuan hanyalah benalu baginya. Hingga suatu hari datanglah seorang gadis menghampirinya dan membuat jatuh cinta kepadanya.
Siapakah gadis yang sudah membuat jatuh cinta seorang Tuan Anas Mikail?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Malam hari
Setelah seharian di perlakukan layaknya seorang ratu. Kini saatnya Syuhada merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Syuhada yang merasa kelelahan dirinya langsung memejamkan mata miliknya dan tidur terlelap.
Tuan Anas masih berada di dalam kamar miliknya. Menunggu kedatangan Syuhada untuk melakukan malam pertama. Namun malam itu ia sudah lewati bersama Syuhada ketika dirinya merebut paksa kesucian Syuhada pada malam itu.
Tuan Anas melihat jam dinding yang berada di dalam kamar miliknya. Jam tersebut menunjukkan pukul sebelas malam. Tuan Anas memutuskan untuk pergi ke kamar Syuhada yang berada di lantai atas.
Saat Tuan Anas akan menaiki anak tangga menuju ke lantai atas. Dirinya berpapasan dengan Bu Mijah yang baru saja keluar dari ruang tengah.
"Hei Bu. Apa yang Ibu lakukan di malam hari?" Tanya Tuan Anas
"Oh itu. Tadi Ibu lagi beres-beres di belakang dulu" Jawab Bu Mijah menjelaskannya dan sedikit tersenyum
"Apa Bu Mijah tau di mana Syuhada?" Tanya Tuan Anas
"Nona Syu. Sepertinya sudah tidur, karena sejak tadi Bu Mijah tidak melihatnya" Jawab Bu Mijah
"Bu... Tolong besok bereskan semua barang-barang milik Syuhada yang berada di kamar atas dan pindahkan ke kamar milik ku. Kosongkan kamar yang berada di lantai atas!" Perintah Tuan Anas dengan berkacak pinggang
"Iya Tuan siap" Jawab Bu Mijah
"Ya sudah pergilah dan istirahat" Ucap Tuan Anas segera naik ke lantai atas
Sesampainya di dalam kamar milik Syuhada. Tuan Anas membuka pintu tersebut dengan sangat perlahan. Dan ternyata benar Syuhada sudah tertidur pulas. Tuan Anas segera naik ke atas tempat tidur tersebut dan tidur di samping Syuhada. Untuk sesaat Tuan Anas melihat wajah Syuhada dengan tersenyum sendirinya. Kemudian Tuan Anas memeluk Syuhada dan segera tidur.
Syuhada yang ingin membalikkan tubuhnya merasa ada sesuatu berat yang berada di atas tubuhnya dan sesuai itu adalah tangan Tuan Anas. Syuhada terkejut saat melihat Tuan Anas tidur di sampingnya dan memeluk dirinya. Dengan segera Syuhada memindahkan tangan tersebut dan segera pergi ke luar kamar miliknya.
"Apakah dia tidak bisa memberikan ku waktu untuk sendiri" Ucap Syuhada dengan membawa bantal menuju ke lantai bawah
Syuhada kembali duduk termenung di ruang tengah dengan melihat foto yang terpajang di dinding. Foto yang menggambarkan keluarga besar Tuan Anas di dalam foto tersebut ada Pak Mikail, Bu Anna, dan Tuan Anas. Di dalam foto itu juga terlihat jelas bahwa Tuan Anas sedang tersenyum dengan wajah sumringah.
"Apakah aku akan tertidur pulas di sofa ini dengan melihat wajah laki-laki itu" Umpat Syuhada saat dirinya merebahkan tubuhnya di atas sofa tersebut
"Astaga. Apa seluruh sudut rumah ini berisikan semua foto laki-laki itu" Ucap Syuhada segera berdiri dan menunjuk ke foto Tuan Anas
"Hahaha" Suara Syuhada dengan kesal dan segera pergi dengan membawa bantal miliknya
Di dalam rumah Bu Anna hanya ada empat kamar. Satu kamar milik Tuan Anas, satu kamar milik Bu Anna, satu kamar milik Bu Mijah, dan satu kamar tamu.
"Apa aku harus tidur dengan Bu Mijah" Pikir Syuhada yang berada di ruang tamu dengan memijit kepalanya yang terasa sangat pening
"Kalau aku pergi ke sana, nanti aku akan membangunkannya" Ucap Syuhada mengurungkan niatnya
Syuhada kembali berjala dan melewati kamar milik Bu Anna. Saat Syuhada membuat kamar Bu Anna ternyata tidak terkunci. Dengan segera Syuhada masuk ke dalam kamar tersebut dan berjalan mengendap-ndap menuju ke arah tempat tidur. Syuhada melihat ke arah wajah Bu Anna di lihatnya Bu Anna tertidur dan tidak sadarkan diri kalau saat ini Syuhada sudah merebahkan tubuhnya di sampingnya.
"Akhirnya aku bisa tidur juga tanpa adanya gangguan dari Tuan Anas" Ucap batin Syuhada segera memejamkan matanya untuk tidur
Tuan Anas masih tidur di kamar milik Syuhada. Saat tangan Tuan Anas mulai menggerayangi tempat tidur di sampingnya. Tuan Anas tidak lagi menemukan sesuatu yang dia inginkan. Tuan Anas masih menggerayanginya dengan mata terpejam.
"Di mana minuman susuku" Ucap Tuan Anas
"Syu... Kemari lah mendekat aku ingin minum!" Perintah Tuan Anas
Beberapa menit kemudian tangan Tuan Anas menemukan sesuatu dan segera memeluknya. Saat Tuan Anas ingin meminum susu tersebut namun tidak menemukannya lagi.
"Syu... Kau di mana" Ucap Tuan Anas segera duduk dan mengucek-nggucek mata miliknya
Saat mata tersebut terbuka yang di pelukannya hanyalah bantal guling milik Syuhada dengan begitu Tuan Anas segera membuang bantal guling tersebut ke sembarang arah.
"A... Sial" Ucap Tuan Anas segera pergi menuju ke kamar mandi untuk melihat Syuhada. Namun tidak menemukannya dan Tuan Anas pergi ke lantai bawah untuk mencari Syuhada
Tuan Anas mencari Syuhada di seluruh rumah miliknya. Namun lagi-lagi Tuan Anas tidak menemukan batang hidung Syuhada.
"A... Di mana dia" Ucap Tuan Anas segera berpikir kembali dan tinggal satu ruangan yang belum di cek.
"Apa mungkin Syuhada berada di sana" Ucap Tuan Anas segera pergi dan masuk ke dalam
"Benar dugaan ku" Jawab Tuan Anas saat melihat Syuhada sedang tidur di kamar milik Bu Anna
"Baiklah jika kau ingin tidur di sini. Maka aku juga akan tidur bersama dengan mereka di sini juga" Ucap Tuan Anas dengan tersenyum puas dan segera membaringkan tubuhnya di samping Syuhada dan memeluknya
.
.
Pagi hari
Saat Bu Anna bangun tidur lebih dahulu. Dirinya terkejut melihat Syuhada dan Tuan Anas tidur satu ranjang dengannya. Posisi mereka sedang berpelukan.
"A..." Teriak Bu Anna dengan sangat kencang
"Ibu ada apa" Ucap Tuan Anas segera bangun dari tidurnya dan gelagapan dengan mata tertutup
Syuhada pun begitu, betapa terkejutnya saat melihat Tuan Anas ada di tempat tersebut.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Bu Anna dengan memelototkan kedua bola mata miliknya
"Astaga Ibu. Kenapa Ibu mengejutkan diriku" Jawab Tuan Anas dengan santai
"Anas" Bentak Bu Anna
"Sayang kemari lah dan kita tidur lagi!" Perintah Tuan Anas dengan menarik tangan Syuhada. Namun Syuhada menghempaskan tangan miliknya
"Anas apa kau sudah gila? Buka matamu dan lihat di mana saat ini kau sedang tidur" Ucap Bu Anna segera berdiri dan melipat kedua tangan miliknya
"Ibu berisik. Pergilah Bu jangan menggangguku untuk bersenang-senang dengan Syuhada" Usir Tuan Anas
Syuhada yang merasa sedikit malu, dirinya segera keluar dari kamar tersebut dan meninggalkan Tuan Anas yang masih tidur di atas ranjang milik Bu Anna.
"Tuan Anas Mikail. Bagun dan pergi dari kamar ku" Teriak Bu Anna dengan menarik lengan Tuan Anas
"Bukk..." Suara Tuan Anas terjatuh dari atas tempat tidur
"Aw..." Pekiknya kesakitan
"Ibu" Ucap Tuan Anas geram dan segera berdiri
"Ha... Kamar siapa ini?" Tanya Tuan Anas dengan melihat keadaan di sekitarnya
"Kamar ku" Jawab Bu Anna dengan berkacak pinggang
"Bukankah semalam Syuhada tidur di sini?" Tanya Tuan Anas yang tidak mengerti
"Iya benar kalian tidur di sini" Jawab Bu Anna menunjukkan ke arah tempat tidur miliknya
"Di mana dia sekarang?" Tanya Tuan Anas
"Sudah pergi" Jawab Bu Anna dengan malas
"Benarkah seperti itu?" Tanya Tuan Anas dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Iya" Jawab Bu Anna singkat
Dengan segera Tuan Anas berjalan ke luar kamar milik Bu Anna dengan menundukkan kepalanya.
Bersambung... ✍️
ihh gudeg jadinua