NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:395.5k
Nilai: 5
Nama Author: Harsie Alive

Devano Alexander, seorang pria dengan kepribadian ganda, kejadian masa lalu membuat dirinya membangun tameng dengan menajdi seorang monster. Dev pria yang dulunya bersahabat kini menjadi seorang pria yang sulit dikendalikan. Dia sakit tetapi selalu mengatakan kalau dirinya sehat, ya dia memang sehat tetapi yang sakit disini sadalah hati dan pikirannya.

Saat penyakitnya kumat dia tidak akan bisa dikendalikan, hal ini menyebabkan Dev tak bisa lepas dari obat penenang, hingga dia bertemu dengan seorang gadis gila yang pemberontak yang berhasil mengacaukan hari harinya yang tenang, dan anehnya dia tidak kumat saat berada di dekat gadis yang selalu mengacaukan dirinya itu.

"Heh kau itu tidak gila, kau hanya sedang sakit, jangan manja, berjuanglah untuk sembuh," ucap Lisa.
"Tau apa kau dasar pembuat onar," balas Dev.
"Aku bukan pembuat onar, aku hanya seorang gadis cantik dan mempesona," balas Lisa.
"cih... terlalu narsis," ejek Dev.

Akankah Dev bisa menyembuhkan penyakit mentalnya? apa yang akan Lisa lakukan untuk membuat pria itu sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yakin

Lisa, Pak Kevin dan Dev masuk ke dalam rumah, gadis itu langsung merebahkan tubuhnya di atas tikar tempat Dev terlelap sebelumnya.

“Arhhhhh mantap,” ucap Gadis itu sambil tersenyum dan guling guling di atas tikar.

“Jangan guling guling begitu sa, lukamu masi belum kering semua, nanti makin parah,” ucap Pak Kevin yang ikut duduk di dekat Lisa.

Dev juga mengambil tempat yang sama, dia duduk bersila kaki di samping Pak kevin sambil memperhatikan Lisa yang enak enaknya berguling di atas tikar.

“Hehehe... kangen rumah Pa, “ jawab gadis itu sambil tertawa.

“Halah kangen apanya, orang rumah reot begini kamu kangenin dasar aneh,” ketu Pak Kevin.

“cihhh... emang kangen kok, di rumah sakit gak nyaman, bau obat, Papa tau kan Lisa gak suka,” ucapnya sambil memperbaiki posisi duduknya.

“Kenapa?” tanya Dev penasaran.

“Karena Mama meninggal di rumah sakit, dulu Mama makan banyak obat, aku jadi gak suka bau obat gara gara itu,” jawabnya.

“hmmm... sudahlah jangan diungkit ungkit, itu masa lalu,” ucap Pak kevin.

“Nggak ngungkit masa lalu Papa, kak Dev juga harus tau kali, kan dia keluarga sekarang,” ucapnya.

“iya sih, Ceritain aja tapi jangan di depan Papa, Papa mau ke kamar dulu, mau istirahat, nanti kalian jualan gorengan, Dev, bantu Lisa nyiapin bahan bahannya, kalian olah, Papa istirahat jangan di ganggu,” ucap Pak Kevin sambil beranjak menuju kamarnya berusaha menyembunyikan kesedihan di wajahnya.

Dev merasa hangat ketika mereka mengatakan kalau dirinya adalah anggota keluarga sekarang, akhirnya sesuatu yang Dev rindukan terwujud hari ini, memiliki sebuah keluarga yang hangat yang mampu menerima dirinya.

“Maaf ya Kak Dev, Papa bukannya gak mau jelasin ke kakak, Cuma Papa masih belum bisa relain Mama, mungkin itu juga alasannya Papa sampai bicara tegas sama kakak seperti kemarin, dia gak mau Lisa disakiti,” ucap Lisa sambil menatap Pintu kamar Papanya.

“Tapi Lisa yakin kok sama kak Dev heheh, “ ucap Lisa sambil tersenyum manis.

“Hmmm tapi apa kau tidak takut denganku Sa? Aku ini sakit, kalau orang bilang aku ini monster gila, apa kamu tidak takut memiliki suami seperti diriku?” tanya Dev, sebenarnya pria tampan itu sudah ingin menanyakan hal ini sejak awal, apalagi Lisa pasti melihat dirinya berubah ubah sejak kejadian mereka bertemu.

Lisa menggelengkan kepalanya ,” Aku kan sudah bilang aku tidak masalah kak, toh juga aku sudah ketemu mereka semua dasar kau ini, jangan jangan kau mulai pikun ya pak tua,” ucap Lisa seraya melemparkan tatapan mengejek.

Dev memutar malas kedua bola matanya, berbicara dengan Lisa memang tak pernah bisa serius karena gadis itu masih begitu muda dan termasuk labil.

“Lagipula kita sudah menikah dan kau sudah menandatangani surat perjanjian dengan Papa, apa pak tua bodoh ini mulai merasa rendah diri untuk bersanding dengan seorang gadis cantik paripurna seperti diriku ini hah?” ucap Lisa sambil mengibaskan rambutnya dan tersenyum sambil menaik turunkan alisnya di depan Dev.

“Cihh dasar pembuat onar, aku ini punya penyakit yang sewaktu waktu bisa kumat loh Lisa, bahkan aku bisa membahayakan kalian, aku tidak tau seberapa banyak yang ada di dalam diriku, aku... aku hanya ingin memperingatkanmu kalau sewaktu waktu aku bisa berubah menjadi monster,” ucap Dev dengan suara bergetar menjelaskan kondisi dirinya pada Lisa.

Pria itu menunduk, tampak gurat kesedihan di matanya.

Lisa terdiam ,” Aku sudah tau Dev, dan aku sudah bertemu dengan mereka semua,” batin Lisa.

“Cihhh dasar cengeng, “ ejek Lisa, bukannya menghibur Lisa malah mengajak pria itu berkelahi , gadis ini benar benar membuat keributan.

“Lisaaa... aku serius, kumohon kau pertimbangkan sekali lagi, sejujurnya aku bahagia saat bertemu dengan kalian , aku senang karena bisa merasakan hangat nya keluarga sekarang, tapi beberapa detik lalu aku tersadar apakah aku terlalu serakah untuk memiliki itu semua? Aku hanya khawatir dengan kalian,” ucap Dev, kali ini nadanya sedikit meninggi.

“Bisa dibilang aku ini sebenarnya orang gila sa, aku ,... aku..”

“Hehh pria tua yang kolot, kau itu tidak gila, kau hanya sedang sakit, jangan manja, berjuanglah untuk sembuh. Kau ini seperti perempuan saja, dasar pria tua, kalau kau nyaman dengan sesuatu raih itu jadi milikmu bukan malah melepasnya, kenapa sih ada orang bodoh seperti dirimu ,” umpat Lisa sambil mendengus kesal mendengar ucapan Dev.

“Tau apa kau dasar pembuat onar,” balas Dev dengan wajah kesal, percuma saja dia berbicara panjang lebar dan berusaha membangun atmosfer yang menyedihkan, nyatanya Mak Lampir di depannya malah mengumpatnya sejak tadi.

“Heh pak tua , aku ini bukan pembuat onar, aku ini hanya seorang gadis yang cantik dan mempesona, kau akan klepek klepek hahahha,” tawa Lisa dengan bangga.

“Cih terlalu narsis, dasar Mak lampir pembuat onar,” balas Dev dengan nada ketus dan wajah kesal.

“Prfftt hahahaha.... Pak tua marah hahahah kasihan deh lo hahahah, “ Lisa terpingkal pingkal melihat wajah kesal Dev.

Cerita yang seharusnya sedih malah berakhir konyol karena kelakuan Lisa.

Tanpa mereka sadari, Pak Kevin dan Adam mencuri dengar pembicaraan mereka. Pak Kevin berdiri di dekat pintu kamarnya dan mendengarkan apa yang mereka bahas, seketika seutas senyuman tergambar di wajah duda tampan itu.

“Sayang, kau benar dia menemukan Lisa dengan caranya sendiri, lebih tepatnya mereka bertemu dengan cara yang sudah ditakdirkan oleh alam,” ucap Pak Kevin sambil menatap foto mendiang istrinya yang sangat cantik.

“Saat pertama kali melihatnya aku langsung tau kalau dia adalah anak Kak Ani, hmmm kalian sudah tenang disana, sekarang aku akan berjuang melindungi mereka berdua, haishhh kenapa juga kalian berdua cepat pergi,” ucap Pak Kevin seraya menggerutu namun dadanya terasa sesak, air matanya lolos begitu saja dari kedua pelupuk matanya.

Rahasia Pak Kevin yang selama ini dia sembunyikan dari anaknya Lisa, masa lalu keluarga mereka yang belum pernah dia ungkapkan pada siapapun dan mengapa mereka tinggal di lingkungan kumuh dan aneh itu belum dia beberkan.

Hatinya terasa sakit dan sesak, benar benar menyedihkan ketika mengingat bagaimana perjuangan sang anak selama mereka hidup tanpa istrinya.

“Aku akan menjaga kalian nak, aku sudah menjanjikan itu pada Mama kalian, aku akan melindungimu Lisa, Dev, ,” batin Pak Kevin yang menangis dalam diam di kamarnya sambil memeluk foto sang istri.

Sementara itu Adam yang mendengar pembicaraan Lisa dan Dev justru sangat terkejut saat mendengar bahwa Lisa sudah bertemu dengan semua kepribadian Dev yang bahkan Mike dan Adam sendiri belum pernah temui.

“Apa aku tidak salah dengar? Bagaimana bisa dia bertemu dengan kepribadian Dev yang lain dan masih dalam kondisi selamat? Siapa sebenarnya mereka ini,” batin Adam.

Sementara itu, lisa menyiapkan bahan bahan gorengan untuk berjualan di sore hari nanti, dia dibantu oleh Dev membersihkan Ubi, pisang dan tempe lalu meracik bumbu untuk gorengan mereka.

Merasa kekurangan satu orang, Lisa berjalan keluar rumah dan mencari cari Adam.

“Loh kak Adam dimana? Mobilnya juga gak ada?” ucap Lisa.

“Ada apa Lisa?” tanya Dev.

“Kak Adam tidak kelihatan, dia kemana? Mobilnya juga gak ada ,” ucap Lisa sambil kembali duduk di dekat Dev.

“Mungkin keluar sebentar,” ucap Dev.

.

.

.

Like, vote dan komen

1
Rumput Liar
Luar biasa
Rara Kusumadewi
wahhh pak beruang tua udah kasih lampu hijau tuh .. buat cucu
Rara Kusumadewi
kepergok tuhhh
Rara Kusumadewi
pasti mau bls dendam
Rara Kusumadewi
kok Liam jahat sih .. bpknya aja baik.... iklhas km saja dia bukan jodohmu
Rara Kusumadewi
ibunya Dev mungkin sahabatan sama ibunya lisa
Rara Kusumadewi
duhh bikin sakit perut...baca diam'' di tempat kerja....kaya orang gila ketawa" sendiri...😂😂😂😂🤦
Rara Kusumadewi
pak Kevin tua gaulll bingit
Rara Kusumadewi
banyak banget kepribadiannya....😂
Dessy Rinda: hooh jd bingung bacanya😁😊🤭
total 1 replies
Rara Kusumadewi
kocakk
Sri Wahyuni
akhir yang bahagia
Andi Fitri
Luar biasa
Andi Fitri
pak kevin mereka suami istri ga ada larangan posesif amat pak..😁
Andi Fitri
tenang aja mike adam dev sedang bersama calon jodohnya..😁
Andi Fitri
suka dgn krakter lisa ceria dan cuek..
Andi Fitri
aku mampir.. kisah dev mengganas kan kasian...
wahhh.. seperti nya papa kevin ini bukan orang yang sembarangan dehhh🤔 apakah dia sebenarnya orang² yg sebenarnya tahu tentang Dev, atau kh selama ini dia cuman menyamar menjadi pedagang gorengan pdhl pekerjaan sebenarnya adalah bodyguard yg cerdik mungkin.. semakin dibuat penasaran dgn kisah nya 🥰🥰 aku sangat menyukai nya 😘
novel paling keren yg pernah aku baca🥰
ini novel sangat menarik.. aku suka sekali 😍
kok aku malah menghayal sosok hulk🙄🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!