Setelah game bergabung dengan dunia nyata puluhan tahun kemudian, Randika terlahir kembali setelah dibunuh oleh seorang dewa karena bakatnya yang mengerikan.
Setelah terlahir Kembali sehari sebelum Game “Other World” diluncurkan, Randika yang memiliki ingatan tentang game tersebut mulai memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Tapi kemudian tiba-tiba mucullah Jari Emas Randika yang disebut Unlimited Upgrade, karena hal itu Randika memulai petualangannya yang melebihi para pemain dan memimpin ke puncak dunia.
[Ding, System Unlimited Upgrade sedang mengikat…]
[1%]
[20%]
…
[100%]
[Ding, Selamat kepada host telah mengikat System Unlimited Upgrade]
[Ding, Selamat telah meningkatkan bakat Host ketingkat Tidak Diketahui]
[Ding, Selamat Host telah meningkatkan Fire Ball menjadi Fire Ball+10]
[Ding, Selamat Host telah meningkatkan Pekerjaan Tersembunyi ketingkat Mitos]
Dengan hal tersebut Randika menjadi pemimpin umat Manusia dalam melawan para Dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tunery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masakan Naura dan Menuju Untuk Membeli Rumah
26. Masakan Naura dan Menuju Untuk Membeli Rumah
Naura yang melihat kakaknya duduk di meja makan memberinya senyuman dan berbicara kepada kakaknya.
“Tunggu sebentar kak, sebentar lagi matang dan cobalah masakan ku kali ini hehe” Kata Naura yang menantikan reaksi kakaknya nanti dengan masakannya
“Oke aku menjadi tidak sabar untuk mencicipinya” balas Randika sambil tersenyum
“Kalau begitu cuci muka dulu sana kak, liat tuh muka sama rambut keliatan kacau banget haha” kata Naura sambil mengejek kakaknya
“Hee, Naura ku sekarang sudah berani mengejek kakaknya yaa… Tunggu saja lain kali akan ku balas hehe” balas Randika sambil tersenyum mengerikan seperti sedang memikirkan sesuatu yang nakal
Naura yang melihat senyum kakaknya menjadi merinding dan segera berkata kepada kakaknya.
“Tidak tidak tidak, aku hanya bercanda kak, ampuni aku, huhu…” kata Naura merasa merinding dan akhirnya menyerah
“Haha, kalau begitu cepatlah memasak, aku menjadi tidak sabar untuk mencicipi masakanmu” balas Randika sambil menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya
“Yaa~”
Dengan begitu tidak lama setelah Randika selesai mencuci mukanya, hidangan juga telah selesai di siapkan di atas meja makan.
Naura yang melihat kakaknya telah keluar dari kamar mandi kemudian mengajaknya untuk segera makan siang.
“Ayo kak kita makan dulu” kata Naura
“Oke, aku tidak sabar untuk mencicipinya” kemudian Randika berjalan ke meja makan dan mulai mencicipi makanannya.
Naura yang melihat kakaknya akan memakan masakannya sangat menantikan reaksi kakaknya.
Sedangkan Randika yang sudah memakan satu suap merasa bahwa masakan Naura juga sangat meningkat banyak jadi Randika tidak segan-segan untuk memuji Naura.
“Yah, masakanmu sangat enak kali ini, peningkatanmu sangat signifikan, jadi untuk kedepannya aku akan makan masakan yang kamu buat setiap hari oke, hehe” kata Randika dengan tersenyum memuji Naura
“Hehe, kalau begitu aku akan berusaha membuat makanan untuk kakak setiap hari hehe” balas Naura dengan tersenyum mendengar pujian kakaknya.
“Kalau begitu mari makan, jika tidak nanti akan dingin dan menjadi mubazir” kata Randika mengingatkan
“Ya” kemudian Naura mulai memakan makanannya, tapi saat sudah memakan satu suap, Naura merasa bahwa makanannya masih kalah daripada punya kakaknya jadi Naura segera protes kepada kakaknya.
“Kak, kamu curang, masakanmu lebih enak daripada punyaku, kamu pasti sudah merencanakan ini dari awal yaa…” kata Naura sambil cemberut tapi masih melanjutkan memakan makanannya
“Hee, kakak tidak merencanakan ini, kan emang masakanmu meningkat banyak jadi kamu yang memasak untuk kakak setiap hari oke, haha” balas Randika sambil tersenyum
“Tidak, kakak curang jadi untuk seterusnya kakak saja yang memasak untuk Naura wlee…” balas Naura sambil menjulurkan lidahnya.
Randika yang melihat Naura yang sangat imut segera mencubit pipinya yang menggemaskan.
“Baiklah baiklah, aku mengalah untuk adikku yang imut ini” kata Randika sambil mencubit pipi Naura
“Bwenarkwah kwak? (Benarkah kak?)” tanya Naura yang berbicara tidak jelas saat di cubit
“Tapi boong haha” balas Randika yang sudah melepaskan cubitannya tersenyum cekikikan
“Ahhh… awas saja kamu ya kak, Naura tidak peduli lagi sama kakak hmph!” balas Naura mengambek
“Baiklah, kakak hanya bercanda kok, besok-besok kakak akan memasak sesekali untuk Naura” kata Randika sambil tersenyum
Naura yang mendengarnya segera tersenyum lagi dan langsung menanggapinya
“Ya, kalau begitu kakak harus janji” kata Naura sambil tersenyum
Randika yang melihat senyum Naura juga ikut senang karena melihat Naura bisa bahagia
“Oke janji, tapi kakak juga harus memakan masakan Naura juga sesekali” balas Randika juga tersenyum
“Baiklah janji” kata Naura yang bahagia mendengar kakaknya berjanji dan masih ingin memakan masakannya
“Oke, kalau begitu mari lanjutkan makannya setelah itu kita pergi untuk membeli rumah baru” balas Randika
“Ya”
Dengan begitu setelah 10 Menit akhirnya mereka selesai memakannya dan segera membereskan piring kotor yang ada di meja makan dan kemudian mencucinya.
Setelah selesai mencuci piring, mereka Kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap pergi membeli rumah.
Kemudian Randika yang telah selesai bersiap-siap akhirnya keluar dari kamarnya lalu melihat sekitar dan tidak menemukan Naura jadi Randika berpikir bahwa Naura masih ada di kamar.
“Naura, apakah sudah selesai?” kata Randika
“Tunggu sebentar, sedikit lagi selesai ini” balas Naura
“Baiklah, aku menunggumu” kata Randika
Setelah 15 Menit kemudian akhirnya Naura keluar dari kamarnya, Randika yang melihat Naura berdandan akhirnya terpesona karena kecantikannya, apalagi setelah ditambah dengan atribut pesonanya yang membuat menjadi sangat cantik seperti Dewi.
Naura yang melihat kakaknya yang menggunakan kemeja putih juga terpesona karena ketampanannya seperti Dewa laki-laki, yang membuat Naura menjadi bengong dan akhirnya wajahnya menjadi merah karena malu dan kemudian membuang muka ke samping.
Randika yang melihat Naura membuang muka hanya tersenyum saja dan akhirnya berkata kepada Naura.
“Kamu sangat Cantik saat berdandan seperti ini Naura” kata Randika dengan senyum dan lembut membelai kepalanya Naura
“Te-terima kasih, Kakak juga sangat Tampan” balas Naura dengan senyum malu-malu
“Baiklah ayo kita pergi membeli rumah” kata Randika sambil mengulurkan tangannya kepada Naura
“Ya” Naura yang melihat tangan kakaknya yang diulurkan segera memegangnya juga dan kemudian mereka berdua berjalan keluar dari rumah sambil bergandengan tangan dan kemudian mengunci pintu rumah mereka.
Setelah itu, mereka berdua berjalan menuju taksi yang telah di pesan sebelumnya oleh Randika melalui HPnya dan kemudian mereka berdua memasuki taksi tersebut.
…
Sedangkan si supir yang mengemudikan taksi tersebut melihat dua orang yang sangat tampan dan cantik yang tidak lain adalah Randika dan Naura, kemudian membuat supir taksi itu terpesona.
Melihat mereka begitu dekat si supir itu akhirnya bergumam “Pasangan yang sangat serasi, hah… anak muda memang sangat bersemangat” kata Supir Taksi tersebut
Dan kemudian melihat bahwa mereka berdua berjalan mendekat, si supir akhirnya keluar dari dari mobil dan menyambut Randika dan Naura untuk masuk kedalam mobil karena si Supir sudah tahu dari wajah Randika bahwa dia adalah pemesan Taksi tersebut.
Walaupun begitu, supir itu juga heran karena tidak tahu kenapa dia segera keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk menyambut mereka berdua seperti bangsawan, padahal biasanya dia acuh tak acuh kepada pelanggan siapapun.
Tapi supir itu hanya menganggap ini hanya kesalahan teknis, jadi supir tersebut segera mengabaikannya dan segera memasukin mobil juga.
…
Kembali ke Randika dan Naura yang melihat supir taksi itu keluar dari Mobil untuk menyambut akhirnya kaget terutama Naura yang melihatnya, sedangkan Randika yang melihatnya hanya memberikan wajah dingin dan segera membawa Naura masuk kedalam mobil
“Ayo segera masuk” kata Randika
“Ya” balas Naura
Kemudian Randika dan Naura yang sudah masuk melihat supir tersebut mulai memasuki mobil juga dan kemudian menjalankan mobilnya sesuai tujuan yang telah di tetapkan di pesanan tadi.