Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 25
Dentuman suara musik terdengar menggelegar di dalam Sebuah Klub malam ternama Ibu kota.
Terlihat kedua wanita cantik tengah menemani Salah satu teman mereka yang sudah mabuk akibat minuman yang sudah masuk kedalam tubuhnya.
"Dinda, Sudah. Mau berapa banyak lagi kamu minum?" Tanya Salah satu teman Dinda bernama Mayang.
"Iya Din, sudah." Sahut Wanita lainnya bernama Ike merebut gelas minuman ditangan Dinda.
"Dia bisa kenapa aku tidak?" Ucap Dinda mulai meracau
"Dia pulang selalu larut malam dalam keadaan mabuk. Aku juga bisa. Aku benar benar tidak terima diperlakukan seperti ini!" Racau Dinda lagi berusaha merebut gelas ditangan Ike
"Sudah Din, Ayo pulang." Ucap Mayang berusaha memapah Dinda yang sudah tidak dapat berdiri dengan benar akibat mabuk
Meskipun sedikit kesulitan tapi kedua wanita itu tetap berusaha memapah Dinda untuk keluar dari Klub tersebut.
"Bagaimana ini? Apa tidak apa apa kita antar dia pulang kerumah dalam keadaan seperti ibi?" Tanya Mayang Bingung setelah mereka sudah berada didalam mobil.
"Kenapa dia tidak bisa menerimaku. Aku benci wanita bernama Maria itu. Semua karena dirinya." Ucap Dinda yang terus meracau
"Bukankah Dinda bilang mertuanya masih berada di luar Negeri. Jadi tidak masalah kita antar dia pulang kerumahnya, lagian Reyhan juga sepertinya tidak akan perduli." Jawab Ike
"Baiklah kalau begitu. Tapi tunggu dulu, Kamu dengar tidak? Dia bilang Maria, Apa Maria yang dimaksud Dinda adalah mantan kekasih Reyhan yang hadir di pesta pernikahan kemarin itu?" Ucap Mayang bertanya sembari mulai mengemudikan mobilnya membelah jalanan Malam yang terlihat mulai sepi
"Mungkin betul wanita itu yang dimaksud Dinda. Wanita itu Sepertinya baij, aku sudah beberapa kali belanja di Butiknya." Jawab Ike santai
"Kamu pernah belanja di MC Butik?"
"Iya, Bahkan Mami sudah menjadi pelangganntetap disana." Ucap Ike lagi
"Kalau kamu mau kesana lagi ajak aku ya?" Pinta Mayang yang dijawab anggukan setuju oleh Ike.
40 menit kemudian. Mobil yang ditumpangi Dinda Tiba ditujuan. Mayang dan Ike kembali memapah Dinda untuk masuk kedalam rumah Reyhan yang baru pertama kali keduanya datangi.
"Astaga.... Dinda!" Terdengar suara Wanita yang panik sekaligus kesal menatap Dinda menantu nya.
"Ikuti saya...!" Ucap Lusi mertua Dinda pada Kesua teman Dinda agar mengekorinya yang melangkah menuju kamar tamu. Tidak mungkin Lusi membawa Dinda kedalam kamar Reyhan, Lusi tidak ingin Reyhan kembali menyalahkan dirinya atas semua yang sudah terjadi.
"Bagaimana ini? Bukananya Dinda bilang mertuanya belum kembali?" Tanya Mayang berbisik
"Aku juga tidak tahu." Jawab ike menggelengkan kepalanya
"Kenapa kalian mengajak Dinda minum?" Tanya Lusi merasa kesal menatap Ike dan Mayang
"Maaf tante, Tapi Bukan kami yang mengajak Dinda. Dia yang malah meminta kami menemaninya!" Jawab Ike tak terima dengan ucapan Lusi
"Kenapa kalian membiarkannya minum?" Tanya Lusi lagi sama sekali tidak merasa bersalah atas ucapannya sebelumnya
"Tante, Ini sudah malam. Kami pamit pulang, sebaiknya besok tante tanya sendiri sama Dinda. Permisi!" Sahut Mayang dengan cepat menarik tangan Ike keluar dari sana sebelum emosi Ike yang sering meledak tidak pada tempatnya itu keluar.
"Dinda bilang mertuanya baik. Baik darimana nya? Kamu lihat sendiri dia seenaknya menuduh kita seolah olah kita pengaruh buruk untuk Dinda." Geram Ike saat mereka sudah di dalam mobil menuju arah pulang.
"Sudahlah Ke, Tidak perlu diambil hati. Aku tidur ditempatmu malam ini ya? Tidak mungkin pulang larut malam begini." Ucap Mayang yang dijawab anggukan oleh Ike.
Reyhan yang sedari tadi sudah berada dirumah setelah Lusi mengabari jika ia sudah kembali, hanya bisa tersenyum sinis menatap Pintu kamar tamu yang tertutup. Reyhan dengan jelas melihat Dinda yang dipapah masuk kedalam rumah oleh kedua temannya dalam keadaan mabuk.
"Sedikitpun dia sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Mariaku." Gumam Reyhan kembali sedih jika mengingat semua tentang Maria.
Reyhan kembali masuk kedalam kamar setelah tadi hanya berdiri dibalik Tembok menyaksikan Semua yang terjadi.
"Kamu semakin cantik Sayang, Aku sungguh menyesal. Maafkan aku telah menyia-nyiakan Wanita sebaik dirimu."
Tanpa sepengetahuan Maria, Reyhan selalu mengikuti Maria persis seperti penguntit. Reyhan merasa malu dan takut untuk menghadapi Maria, Reyhan belum siap untuk menghadapi Maria apalagi untuk menerima kenyataan jika Maria bukan lagi miliknya. Hanya sebagai penguntitlah Reyhan bisa melepaskan meski hanya sedikit rasa rindu yang menyiksanya.
Reyhan sangat mengenal sosok Maria, Wanita seperti Maria tidak akan dengan mudahnya menerima Dirinya kembali. Apalagi dengan status Reyhan saat ini yang sudah menikah, sangat kecil kemungkinan jika Maria mau kembali bersamanya. Tidak ada satupun Kenangan tentang Maria yang Reyhan Lupakan, Bahkan Semua barang yang berhubungan dengan Maria masih tersimpan dan tertata rapi dikamar dan dalam Hidupnya.
"Maafkan aku sayang, Maaf." Ucap Reyhan yang sudah berdiri di Balkon kamarnya menatap Langit malam, menyesali semua yang sudah terjadi ditemani dengan botol minuman yang sudah berada ditangannya.
Lain Reyhan lain pula Faizan. Sedari tadi Faizan tak dapat memejamkan matanya karena selalu teringat akan Maria. Mengingat Maria benar benar membuatnya senang. Perasaan yang Faizan miliki untuk Maria tidak pernah ia rasakan sebelumnya pada siapapun.
Perasaan Gugup, gelisah, takut, Rindu, senang, bahagia. Semua menjadi satu saat melihat dan mengingat tentang Maria.
Kehadiran Maria benar benar memberikan warna untuk Hidupnya, yang selama ini hanya mengenal Keluarga dan kerja.
Kehadiran Maria benar benar sudah melengkapi hidupnya saat ini.
Kehadiran Maria membuat Faizan mempunyai tujuan untuk pulang.
Faizan kembali menyentuh bibirnya, membayangkan saat tadi Bibir mereka tak sengaja bertemu. Meskipun hanya menempel beberapa detik. Tapi hal itu bermakna besar untuk Faizan yang tidak pernah dekat dengan wanita, apalagi Bersentuhan dengan wanita.
Bahkan hanya untuk berjabat tangan dengan rekan bisnis perempuan, Jika tidak benar benar terpaksa, Faizan tidak akan mau melakukannya.
Begitulah seorang Faizan Rajesh, Jadi sangat wajar jika semua orang mengatakan dirinya Tuan FR yang Arogant.