NovelToon NovelToon
JIWA MAFIA DI TUBUH GADIS TERHINA

JIWA MAFIA DI TUBUH GADIS TERHINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝑁𝑜𝑣𝑖𝑒25

Zerrin Atalea Felix seorang gadis mafia yang meninggal dunia lalu berpindah jiwa atau biasa di sebut bertransmigrasi ke tubuh Claudia Ramirez seorang gadis kaya tapi begitu di benci oleh saudara kandung nya sendiri, hanya kedua orang tua nya lah yang menyayangi nya.. Claudia yang selalu di anggap sebagai pembully di sekolah nya, padahal kenyataan nya selama ini dia hanya selalu di jadikan kambing hitam oleh seorang yang iri pada nya. Kesalahan pahaman ini lah yang membuat Claudia akhir nya di benci secara berlebihan oleh kedua abang dan lelaki yang sudah dia cintai sejak lama beserta anggota genk nya yang merupakan anggota most wanted di kampus. Kelompok para cowok-cowok kaya, keren dan populer di kawasan sekolah.
Bagaimana kisah jiwa Zerin yang berada di tubuh Claudia selanjutnya, ikuti terus kisahnya ya 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑁𝑜𝑣𝑖𝑒25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Ancaman dari Luar dan Getaran di Hati

Setelah dua musuh dari dalam berhasil disingkirkan, Klan Felix memasuki masa stabilitas yang paling baik dalam dua tahun terakhir. Aturan ditegakkan dengan adil, keuntungan dibagikan merata, dan rasa persatuan mulai tumbuh kembali di antara anggota. Namun Zerrin tahu betul: ketenangan ini hanya mengundang perhatian mereka yang selama ini menunggu kesempatan untuk menyerang saat klan sedang lemah.

Dan dugaannya tidak salah.

Tiga minggu setelah kasus Rico selesai, laporan penting masuk ke meja kerjanya Klan Elang, kelompok paling kuat dan paling lama menjadi saingan Klan Felix, mulai mengerahkan pasukan dan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan. Mereka melihat bahwa Klan Felix kini dipimpin oleh sosok yang masih asing bagi mereka, dan menganggap ini sebagai momen emas untuk memperluas kekuasaan dan merebut jalur perdagangan yang paling menguntungkan.

Pemimpin Klan Elang adalah Guntur Wibowo, pria berusia lima puluh tahun yang kejam, berani, dan memiliki ambisi yang tidak mengenal batas. Selama masa kekacauan di bawah Marco, ia telah berhasil merebut sebagian wilayah kecil tanpa perlawanan berarti, dan kini ia ingin mengambil lebih banyak lagi.

“Klan Felix sudah lemah selama dua tahun terakhir, dan sekarang dipimpin oleh seseorang yang bahkan tidak diketahui asal-usulnya,” kata Guntur dalam pertemuan dengan para bawahannya. “Mereka belum sepenuhnya pulih, dan kita bisa menghancurkan mereka sebelum mereka semakin kuat. Jika kita berhasil, seluruh wilayah tengah akan menjadi milik kita selamanya.”

Di sisi lain, Zerrin menerima laporan ini dengan wajah tenang, namun matanya menyiratkan kewaspadaan yang tinggi. Ia memanggil Tuan Han, Karim, dan kepala kelompok lainnya untuk membahas situasi ini.

“Guntur tidak akan menyerang tanpa perhitungan,” ujar Zerrin sambil menunjuk peta wilayah yang terbentang di meja. “Ia mengira kita masih lemah dan terpecah. Ia akan mencoba menyerang secara mendadak di beberapa titik sekaligus untuk membuat kita kewalahan.”

“Apakah kita harus bersiap untuk perang terbuka, Queen?” tanya Karim dengan nada tegas. “Kita siap bertarung jika diperlukan.”

Zerrin menggeleng pelan. “Perang terbuka hanya akan menimbulkan kerugian besar bagi kedua belah pihak, terutama bagi warga sipil yang tinggal di wilayah kita. Kita harus mengalahkan mereka tanpa harus mengorbankan terlalu banyak nyawa. Kita akan menggunakan kelemahan mereka rasa percaya diri yang berlebihan dan keserakahan mereka.”

Ia kemudian menyusun strategi yang cerdik: membiarkan mereka maju sedikit masuk ke wilayah perbatasan, seolah-olah pertahanan lemah, namun sebenarnya sudah menyiapkan jebakan di jalur mundur dan jalur suplai mereka. Saat mereka merasa telah menang dan mulai lengah, barulah serangan balasan dilancarkan untuk memutuskan koneksi dan membuat mereka terjebak tanpa jalan keluar.

Sementara urusan besar ini berlangsung di dunia klan, kehidupan sebagai Claudia di sekolah juga memasuki babak yang berbeda. Setelah kasus Vania terungkap, suasana di sekolah menjadi lebih tenang, namun ada perubahan yang tidak disangka-sangka mulai terlihat.

Arjuna yang sejak awal sering salah menilai Claudia, lalu merasa sangat bersalah, dan kini melihat ketangguhan serta kebijaksanaannya mulai merasakan perasaan yang lebih dari sekadar rasa hormat atau penyesalan. Ia sering mendapati dirinya secara tidak sadar memandang Claudia, mendengarkan setiap kata yang diucapkannya, dan berusaha selalu ada untuk membantu jika diperlukan.

Perubahan ini tidak luput dari perhatian Claudia. Sebagai Zerrin yang telah hidup cukup lama dan memahami karakter manusia, ia segera menyadari apa yang sedang terjadi, namun ia berada dalam posisi yang sulit. Ia adalah jiwa seorang pemimpin yang sudah berpengalaman puluhan tahun, namun terperangkap dalam tubuh seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Memiliki perasaan atau terlibat dalam hubungan asmara adalah hal yang paling tidak ia harapkan, karena hanya akan menambah kerumitan pada kehidupan gandanya yang sudah cukup rumit.

Suatu sore, saat mereka berdua secara tidak sengaja terjebak di bawah atap halte sekolah karena hujan deras yang turun tiba-tiba, Arjuna memberanikan diri untuk berbicara lebih terbuka.

“Claudia… aku ingin sekali mengucapkan terima kasih lagi,” katanya dengan suara yang sedikit bergetar, berbeda dari biasanya. “Dulu aku mudah percaya pada orang lain dan meragukanmu, bahkan melukai hatimu dengan kata-kata dan perbuatan bodohku. Tapi sejak saat itu, setiap hari aku melihat siapa dirimu sebenarnya tenang, cerdas, dan selalu berusaha mencari kebenaran tanpa membalas kejahatan dengan kejahatan. Aku sangat mengagumimu.”

Claudia menatapnya dengan pandangan yang tenang namun agak dalam. “Sudah kubilang, Arjuna, masa lalu sudah berlalu. Yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan dan berjalan ke depan. Tidak perlu terus-menerus memikul rasa bersalah.”

“Tapi bagiku, itu bukan sekadar rasa bersalah lagi,” lanjut Arjuna dengan lebih berani, matanya menatap lurus ke mata Claudia. “Semakin lama aku mengenalmu, semakin aku merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirimu. Seolah-olah ada kebijaksanaan dan kekuatan yang jauh melebihi usiamu. Dan… jujur saja, perasaanku padamu sudah berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar teman sekelas atau teman baik.”

Mendengar pengakuan itu, hati Claudia terasa sedikit bergetar bukan karena rasa senang atau terpesona, melainkan karena merasa terjebak dalam situasi yang rumit. Ia menyadari bahwa bagi Arjuna, ia adalah Claudia Ramirez, gadis muda yang dikenal di sekolah dan di rumah. Namun di dalam dirinya, ia adalah Zerrin Atalea Felix, pemimpin klan yang membawa beban berat dan rahasia besar yang tidak bisa dibagikan kepada siapa pun.

Ia menarik napas pelan, lalu menjawab dengan nada lembut namun tegas, agar tidak menimbulkan harapan yang salah.

“Arjuna, aku menghargai ketulusan hatimu, sungguh. Kamu adalah teman yang baik, dan aku sangat menghormatimu. Tapi saat ini, aku belum bisa memikirkan hal-hal seperti itu. Hidupku sedang menghadapi banyak hal yang harus diselesaikan, dan aku tidak ingin melibatkan perasaan yang hanya akan membuat semuanya menjadi lebih rumit. Biarkan kita tetap berteman dan menjaga hubungan baik seperti ini saja, ya?”

Meskipun jawabannya tidak seperti yang diharapkan, Arjuna tidak merasa kecewa atau marah. Sebaliknya, ia justru semakin yakin bahwa Claudia bukan gadis yang mudah tergoda oleh kata-kata manis atau perhatian semata.

“Aku mengerti,” jawabnya dengan senyum tipis namun tulus. “Aku tidak akan memaksamu atau membuatmu merasa terganggu. Aku hanya ingin kau tahu, apa pun yang terjadi, aku akan selalu ada untukmu sebagai teman, dan jika suatu saat nanti kau berubah pikiran, aku akan tetap menunggu.”

Percakapan itu berakhir dengan suasana yang tetap hangat, namun meninggalkan perasaan yang campur aduk di hati Claudia. Ia tahu bahwa semakin lama ia menjalani dua kehidupan ini, semakin banyak hal yang harus ia sembunyikan, dan semakin besar risiko bahwa rahasianya akan terbongkar atau ia akan menyakiti orang-orang yang mulai menyayanginya.

Namun ia tidak punya pilihan selain terus melangkah.

Beberapa hari kemudian, situasi di perbatasan mulai memanas. Pasukan Klan Elang mulai bergerak masuk ke wilayah yang dianggap milik Klan Felix, dengan alasan mencari pencuri dan penyelundup, namun sebenarnya mereka berusaha menguasai posisi-posisi strategis.

Sesuai rencana Zerrin, pasukan Klan Felix berpura-pura mundur secara teratur, memberikan kesan bahwa mereka lemah dan tidak berani melawan. Hal ini membuat Guntur semakin percaya diri dan memerintahkan pasukannya untuk terus melaju masuk lebih dalam, tanpa menyadari bahwa ia sudah berjalan ke dalam lingkaran pengepungan yang telah disiapkan dengan sempurna.

Malam itu, saat pasukan Klan Elang beristirahat dengan rasa aman di sebuah lembah yang sempit, tiba-tiba lampu sorot dari segala arah menyala terang, memancarkan cahaya yang menyilaukan mata mereka. Suara teriakan dan gerakan pasukan terdengar dari atas bukit dan kedua sisi lembah, memotong semua jalan keluar.

“Kalian sudah terjebak, Guntur Wibowo!” terdengar suara lantang dari atas bukit, di mana Zerrin berdiri diiringi Tuan Han dan Karim. “Wilayah ini adalah milik Klan Felix. Kau datang dengan niat untuk merebut dan menyerang, dan kini kau harus menanggung akibatnya.”

Guntur yang terkejut dan marah segera berteriak memerintahkan pasukannya untuk melawan, namun mereka menyadari posisi mereka sudah sangat buruk, dikelilingi, jalur suplai terputus, dan jumlah pasukan pengepung jauh lebih banyak dan terorganisir.

“Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau tahu cara bertempur sebaik ini?” bentak Guntur dengan suara keras, mencoba menutupi rasa paniknya.

Zerrin melangkah maju sedikit, suaranya menggema di seluruh lembah. “Aku adalah pemimpin sah Klan Felix. Jika kau ingin berperang, kita bisa melakukannya, tapi hasilnya sudah pasti: banyak nyawa akan melayang, dan kekalahan ada di pihakmu. Namun aku menawarkan jalan lain mundur sekarang, tinggalkan wilayah ini, dan janji tidak akan mengganggu lagi. Jika kau menerima, kita akan membiarkan kalian pergi dengan selamat.”

Guntur terdiam, berjuang antara harga diri dan akal sehat. Ia melihat sekeliling, menyadari bahwa jika pertempuran dimulai, ia dan pasukannya akan hancur dalam waktu singkat. Ia tidak menyangka bahwa pemimpin yang dianggapnya lemah ini ternyata memiliki strategi dan kekuatan yang jauh melampaui dugaannya.

Akhirnya, dengan perasaan marah dan malu yang membara, ia mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah. “Baiklah… kita mundur. Tapi ingat, ini bukan akhir. Suatu saat nanti kita akan bertemu lagi.”

“Kapan pun itu, aku akan siap menunggumu,” jawab Zerrin dengan tenang. “Ingatlah, kekuasaan yang diraih dengan serakah dan keinginan merusak orang lain tidak akan pernah bertahan lama.”

Malam itu, kemenangan diraih tanpa pertumpahan darah yang berarti. Zerrin berhasil mempertahankan wilayahnya, menunjukkan kekuatannya kepada musuh, dan membuktikan kepada seluruh anggota klan bahwa ia mampu melindungi mereka dari ancaman luar sekalipun.

Namun kemenangan ini tidak membuatnya lengah. Ia tahu bahwa Guntur akan menyimpan dendam dan pasti akan mencari cara lain untuk menyerang, mungkin dengan cara yang lebih licik dan berbahaya.

Saat ia kembali ke rumah dan melepaskan penatnya, ia memandang dirinya sendiri di cermin melihat wajah gadis muda yang polos, namun di baliknya tersembunyi beban sebagai pemimpin, rahasia besar, dan perasaan yang mulai tumbuh di lingkungan sekolah.

“Dua dunia yang sangat berbeda, satu rahasia yang harus dijaga selamanya,” gumamnya pelan. “Tantangan akan terus datang, baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Tapi selama aku tahu siapa diriku dan apa tujuanku, aku akan tetap berdiri tegak.”

Babak baru yang membawa tantangan dari luar dan kerumitan perasaan di dalam hati telah dimulai. Zerrin harus semakin cerdas menjaga keseimbangan ini, agar tidak ada satu pun dari dua dunianya yang hancur karena kebocoran atau kesalahan langkah.

**✿❀ ❀✿** To be continued **✿❀ ❀✿**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!