NovelToon NovelToon
Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nita.P

Lanjutan dari Novel KETULUSAN CINTA SALWA

Ditya harus hidup dalam dua pilihan, antara memilih perjodohan nya yang sudah dari kecil di rencanakan keluarganya. Atau memilih wanita yang sangat di cintanya dan dinikahi secara diam diam dari keluarganya.

Langsung baca saja 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25

Tiara merasa bosan di rumah tanpa melakukan apapun. Ditya sudah berangkat ke kantor dan Tiara hanya diam karna semua pekerjaan rumah sudah di kerjakan oleh Bi Esih. Palingan Tiara hanya memasak saja untuk suaminya.

Tiara duduk di bangku taman sambil memeluk boneka kesayangan nya, disinilah Tiara merasa senang saat merasa bosan berada di rumah.

"Kalau di pikir pikir apa Mas Ditya bisa menggaji Bi Esih, supir dan dua penjaga di depan? Rasanya mustahil kalau seorang karyawan biasa bisa memiliki uang sebanyak itu untuk membayar gaji mereka dan juga rumah ini" Tiara menatap ke sekeliling

"Rumah yang sangat mewah dan besar. Dengan halaman yang luas dan taman yang luas. Kenapa aku merasa ada yang aneh ya" gumam Tiara

"Permisi Nona, apa Nona mau cemilan?" Bi Esih sudah berada di samping Tiara

Tiara menoleh dan tersenyum manis "Tidak Bi, terimakasih"

"Baiklah Nona kalau begitu Bibi permisi mau ke pasar dulu. Apa ada yang Nono inginkan?" tanya Bi Esih

"Bibi mau ke pasar? Tia boleh ikut?" tanya Tiara dengan mata berbinar senang

Bi Esih terkejut dengan ucapan Nona nya. Dia tidak menyangka kalau Tiara yang menjadi majikan nya sangat ramah dan hangat. Tidak seperti yang selama ini Bi Esih bayangkan kalau istri dari Tuan Muda Ditya akan gelamor dan sombong.

"Tapi Bibi mau ke pasar tradisional Nona, bukan ke supermarket " kata Bi Esih

Tiara tersenyum "Iya Bi, Tia mau ikut ya bosen juga di rumah cuma diem. Menringan ikut Bibi ke pasar"

"Nona yakin?" tanya Bi Esih yang merasa ragu

"Yakin Bi, Tia biasa ko pergi ke pasar" kata Tiara tersenyum ceria

Hah.. Siapa sebenarnya Nona Tiara ini? Ko tidak terlihat seperti dari kalangan orang kaya.

"Baiklah Nona, tapi sebaiknya Nona izin dulu pada Tuan" kata Bi Esih yang tidak mau Nona nya melakukan kesalahan

Tiara mengangguk cepat "Iya Bi, aku ganti baju dulu ya"

Bi Esih menatap punggung Tiara yang mulai menjauh dan menghilang di balik pintu ke rumah utama.

Tiara sudah selesai mengganti pakaian. Dia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya.

"Hallo Sayang. Assalamualaikum "

"Waalaikumsalam. Mas Tia mau izin"

"Izin kemana?"

"Tia mau ikut Bibi ke pasar boleh ya"

Tiara memegang tali tas selempangnya takut kalau suaminya tidak mengizinkan.

"Mau apa kesana?"

Tuhkan suaranya sudah terdengar tidak suka dan penuh dengan nada khawatir.

"Mau jalan jalan aja Mas, sebentar ko. Boleh ya please aku bosen di rumah"

"Ekhem.

Tidak boleh sayang, nanti saja kalau mau jalan jalan sama aku pas aku libur"

Tiara cemberut dengan wajah kesalnya "Ya nantikan bisa jalan lagi Mas. Tia cuma mau jalan jalan aja sama ada yang mau Tia beli"

Ditya menghela nafas "Oke, tapi jangan ke pasar ke supermarket aja"

"Tapi....."

"Mau aki izinin atau enggak sama sekali" suaranya sudah terdengar tegas dan mengancam.

Tiara menghembuskan nafas kasar "Baiklah. Terimakasih Sayang"

Tiara langsung menutup telpon nya karna merasa malu sudah keceplosan memanggil Ditya sayang.

"Hah apa yang aku katakan? Nanti Dia pasti akan menggoda ku. Ahhh bagaimana ini"

Wajah Tiara sudah memerah dan tersenyum malu saat mengingat lagi apa yang Dia ucapkan pada suaminya.

"Ahhh biarin lah, sama suami sendiri ini. Kenapa harus malu.... Ahhh tapi aku malu" gumam Tiara smabil menutup wajah dengan kedua tangannya.

Tok tok tok

"Nona maaf, apa Nona jadi ikut ?" kata Bi Esih dari luar kamar

"Iya Bi, sebentar" Tiara memasuk kan ponselnya ke dalam tas dan berjalan ke luar kamar.

Ceklek

"Ayo Bi, Tia sudah siap"

Tiara menggandeng tangan Bi Esih dan berjalan menuruni tangga. Bi Esih merasa tidak nyaman karna mau bagaimana pun Tiara adalah istri dari majikan nya.

"Maaf Nona, silahkan Nona jalan lebih dulu saya tidak enak berjalan berdampingan dengan Nona Tiara " kata Bi Esih

"Ya ampun Bi, gak papa kali. Tia ini sama ko kaya Bibi. Jadi jangan sungkan ya, bersikap biasa aja " kata Tiara

Bi Esih tersenyum 'Kenapa Nona sangat rendah hati. Pantas saja Tuan sangat mencintai Nona'

"Oh iya Bi, kata Mas Ditya kita belanjanya ke supermarket aja jangan ke pasar" kata Tiara dengan wajah cemberut

Bi Esih tersenyum melihat Tiara yang mengembungkan pipinya. Terlihat sangat menggemaskan.

"Baik Nona"

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

"Tadi beli apa aja?" tanya Ditya sambil mengelus kepala Tiara yang bersandar di dadanya.

"Bahan makanan sama kebutuhan dapur aja" jawab Tiara masih asyik memainkan ponselnya

"Hmmm. Udah main ponselnya" Ditya mengambil ponsel Tiara dan menyimpan nya di nakas samping tempat tidur

"Mas aku...."

"Apa? Kenapa? Mentingin ponsel daripada suami sendiri?" kata Ditya menatap tajam istrinya

"Iya maaf" Tiara mengeratkan pelukannya pada Ditya

"Oh ya tadi waktu kamu telpon aku kaya denger sesuatu deh" kata Ditya tersenyum

"Apa?" tanya Tiara masih belum menyadari apa yang di maksud suaminya

"Ada yang manggil aku sayang loh" kata Ditya mencium puncak kepala istrinya

Wajah Tiara langsung berubah merah padam. Dia menyembunyikan wajahnya di dada Ditya.

Ditya tersenyum lucu melihat tingkah istrinya. Dengan satu gerakan kini Tiara sudah berada di bawah tubuh Ditya. Menatap mata indah sang suami.

"Ma...mau apa Mas?" tanya Tiara gugup

Ditya menyeringai "Apa lagi? Mau memberi istriku hadiah karna sudah memanggil sayang"

Aaaaa. Ini sih bukan hadiah tapi penyiksaan. Aku tidak butuh hadiah.

Malam yang panjang baru di mulai.

Bersambung

1
Marhaban ya Nur17
meta yg punya niat jahat ama tiara wkt itu kan wkwkkw
Marhaban ya Nur17
lg PMS tuh makanya baperan
Marhaban ya Nur17
Lea 😄
Marhaban ya Nur17
rara ama nevan
Marhaban ya Nur17
busyeettt
Marhaban ya Nur17
tp jan ada pelakor y
Marhaban ya Nur17
ngapa se yg cowoknya begitu semua wkkwkwk
Marhaban ya Nur17
ahirnya lega
Marhaban ya Nur17
buang ke laut aja neh ardi wkwkkwkk
Marhaban ya Nur17
ardi saudara nya angga
Marhaban ya Nur17
salah pilih teman
Marhaban ya Nur17
knp lu yg g jujur tia 😠
Marhaban ya Nur17
apa Rafa sama nessa wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
tak kira dea ama viza bakal lama neh dramanya
Marhaban ya Nur17
baim siapa tuh ???
Marhaban ya Nur17
emang udh kodratnya perempuan banyak bicara
Marhaban ya Nur17
itu ditya mulutnya di lakban apa gmn ko g bisa ngomong wkwkkwk
Marhaban ya Nur17
ngomong se knp diem bae wkkeke
Marhaban ya Nur17
jujur makanya lol
Marhaban ya Nur17
sukurin g jujur wkwkwkw emang enak 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!