Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejujuran Dewi
...Aahhkkkhhh...." Suara teriakan kencang membuyarkan candaan Kiara dan Vanes....
...Mereka berdua dan beberapa murid yang memang sudah datang berlari mendatangi asal suara....
...Ternyata suara itu berasal dari ruang guru, terlihat Bu Saras yang terduduk lemas di lantai sambil memegang sebuah kotak kecil....
...Guru-guru dengan panik mendekati Bu Saras....
..."Ada apa Bu?" Tanya Bu Sri....
..."I...l...ini...ku...kuku... Monica" jawab Bu Saras terbata-bata....
...Bu Sri mengambil kotak itu, beberapa guru lainnya juga ikut melihat, mereka merasa aneh, kuku itu persis seperti kuku asli yang bersimpuh darah, bau amis juga tercium dengan semerbak saat mereka membuka kotak itu, tapi bagaimana mungkin jika ini adalah kuku asli, ini lebih tepat seperti kuku buatan untuk acara Halloween....
..."Kenapa Monica membeli kuku seperti ini, dia membuat wali kelasnya terkejut" ucap Bu Sri kesal....
..."Itu kuku asli Monica Bu, saya tau" ucap Bu Saras menangis....
...Mereka semua terdiam dan terpana....
..."Maksud ibu apa?" Tanya Bu Sri...
..."Monica tadi malam gak pulang, saya pikir dia nginap di tempat Angel, tapi setelah Kiara hubungan nya dan Angel tidak baik, saya memutuskan untuk menelpon nya, tapi selalu tidak di angkat, saya sudah menghubungi Dewi temannya, tapi dia juga tidak tau Monica di mana, saya juga bahkan sudah menghubungi Angel dan teman-teman nya yang lain, tapi mereka tetap tidak tau Monica dimana, dan pagi ini saya mendapat kan kotak berisi kuku itu, saya yakin seratus persen itu kuku Monica, tapi sampai sekarang saya tidak tau Monica dimana" jelas Bu Saras panjang lebar, tangisnya pecah....
..."Sebentar Bu, jadi Monica anak ibu? Terus kenapa selama ini kalian menutupi nya dari kami, Monica bilang ibunya tinggal di Amerika" tanya Bu Sri....
..."Memang betul Bu, itu memang salah saya yang tidak mengijinkan Monica mengakui bahwa saya ini adalah mama nya, supaya jika saya ingin menambahkan nilai, tidak ada yang curiga" jawab Bu Saras yang sepertinya keceplosan....
..."Apaaa? Jadi seperti ini kelakuan ibu sebenarnya?" Teriak pak Ridwan yang baru saja datang dan mendengarkan penuturan Bu Saras....
...Bu Saras berjalan lalu berlutut di depan pak Bu Saras berjalan lalu berlutut di depan pak Ridwan, dia memeluk lutut pak Ridwan sambil menangis....
..."Maafkan saya pak, ini semua saya lakukan karna saya tidak mau orang memandang remeh Monica" ucap Bu Saras sesenggukan....
..."Saya sangat kecewa dengan ibu, pantesan saja Monica yang nilainya tidak seberapa selalu jadi juara pertama atau kedua dari dulu, ternyata ibu biang keroknya" ucap pak Ridwan marah....
..."Maaf kan saya pak, tolong bantu saya mencari Monica, saya merasa dia dalam bahaya" ucap Bu Saras tetap memeluk lutut pak Ridwan....
...Pak Ridwan tidak menanggapi, dia menghentakkan kakinya, melepaskan pelukannya Bu Saras pada lutut nya, dia lalu pergi dari ruang guru....
..."Kalian semua kembali ke kelas masing-masing, dan tunggu guru nya masuk, jangan kemana-mana" ucap pak Ridwan lalu melanjutkan langkahnya....
...Semua anak-anak kembali ke kelas, tidak ada yang berani membantah perkataan pak Ridwan....
...***...
...Di kelas anak-anak mulai menggosip seperti biasa, mereka selalu semangat jika ada berita baru, apalagi murid perempuan....
..."Menurut kamu Monica kemana ya Kia?" Tanya Vanes menopang dagunya....
..."Dia memang pantas mendapatkan itu" belum sempat Kiara menjawab, tiba-tiba Dewi menyambung dari belakang, itu adalah tempat duduk Angel dan Monica....
...Vanes Dan Kiara sontak menengok ke belakang....
..."Dewi? Kok Lo ngomong gitu?" Tanya Vanes heran, Kiara juga sama heran nya....
...Muka Dewi tiba-tiba memerah, matanya berkaca-kaca....
..."Jika memang omongan Bu Saras benar, dia memang pantas mendapatkan itu, dia tertalu jahat untuk hidup" ucap Dewi berapi-api....
...Vanes Dan Kiara saling berpandangan. Dewi melihat dua sahabat itu bergantian, dia lalu melanjutkan cerita nya....
..."Kalian pasti bingung kan kenapa aku mensyukuri keadaan Monica, sebenarnya kami tidak berteman sama sekali, begitu juga dengan Angel. Waktu aku masih SMP, aku satu sekolah dengan Monica, aku selalu jadi bahan Bullyan sama hal nya dengan mu Kiara" Dewi menatap Kiara. mereka semakin penasaran dengan cerita Dewi....
..."Dulu orang tua ku sangat miskin, itulah sebabnya aku di bully, aku selalu jadi pesuruh untuk mereka yang punya banyak duit, jika aku menolak maka siap-siap saja jika aku pulang dengan keadaan terluka, mereka tidak segan-segan bermain fisik. Semakin lama usaha papa dan mama ku semakin maju, hingga aku bisa di sekolah kan disini, aku pikir setelah ini aku akan terbebas dari bayang-bayang Monica, tapi ternyata aku salah, aku malah bertemu kembali dengannya, walaupun keluarga ku sudah tidak miskin lagi, Monica tetap membully ku karna sudah kebiasaan, dan dia memiliki seorang teman yang juga ikut membully ku, orang itu adalah Angel, dan yang aku baru tau, ternyata papa ku kerja di kantor papa nya Angel, di depan orang kami memang terlihat sebagai sahabat, tapi jika hanya ada kami bertiga, mereka membully ku habis-habisan, mereka memaksa ku untuk meminum minuman keras, memakai baju seksi, mereka bahkan menjual ku" Dewi menghentikan ceritanya, air matanya meleleh keluar, dengan cepat Vanes mengambil tisu dari tas nya dan memberikan nya kepada Dewi....
...Dewi melanjutkan ceritanya....
..."Sebenarnya aku sangat ingin berteman dengan kalian atau bahkan dengan teman-teman yang lain, tapi mereka selalu mengancam, jika aku berbicara atau berteman dengan orang lain, maka Angel akan menyuruh papa nya untuk memecat papaku, aku tidak mau itu terjadi, aku tau bagaimana papa ku bekerja dengan keras untuk mendapatkan pekerjaan nya itu, setelah Angel pergi, aku merasa sedikit lega, aku selalu berdoa setiap malam supaya Monica juga pergi secepatnya, walaupun aku tidak tau kemana Monica pergi, aku merasa doa ku terkabul, aku harap dia tidak kembali lagi" ucap Dewi mengakhiri cerita nya....
...Vanes menghela nafas nya panjang, Vanes memang memiliki hati yang lembut dan hangat, dia tidak menyangka kalau Dewi melewati masa-masa yang sulit, dan yang parahnya tidak ada orang yang mengetahui hal ini, padahal Dewi selalu di tengah-tengah mereka setiap hari....
...Kiara juga merasakan sedikit pedih di hati nya setelah mendengar cerita Dewi....
..."Jadi waktu kalian di danau dengan tiga pria, itu bukan pacar kamu?" Tanya Kiara....
...Dewi menggeleng...
..."Mereka selalu menawarkan ku dengan pria berbeda setiap hari nya, aku bahkan tidak boleh menolak, bahkan untuk sekedar bersikap cuek dan membosankan pun tidak boleh, Meraka mengharuskan ku untuk selalu tersenyum setiap saat, supaya tidak ada yang curiga dengan mereka, dan bodohnya aku, aku tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti nya" jawab Dewi menghapus air mata nya....
..."Kamu mendoakan hal tepat" ucap Kiara menatap mata Dewi....
...Dewi bagaikan terhipnotis, dia mengangguk dan tersenyum kecil disela isakan nya....
..."Jika kamu mau, kamu bisa kok berteman dengan kami, iya kan Kia?" Tanya Vanes menatap Kiara....
..."Of course, why not" Jawab Kiara mengangkat bahunya....
...Mereka tertawa bersama....
...Bersambung........