NovelToon NovelToon
Di Pacarin Brondong Kaya

Di Pacarin Brondong Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dya Veel

Kayla Daviena, seorang gadis konglomerat yang hidupnya suka foya-foya. Karena sikapnya itu, sang ayah mengambil seluruh kartu kreditnya dan bahkan menyuruh Kayla untuk tinggal seorang diri di kos-kosan sederhana di tengah kota! Hidup pas-pasan, tunggakan yang numpuk, piring belum di cuci, semuanya datang bertubi-tubi tanpa henti dalam hidup gadis itu. Siapa sangka ia tiba-tiba bertemu cowok aneh super menyebalkan yang tinggal di sebelah kosnya, dan mendadak di cowok itu memacari dirinya tanpa aba-aba! Apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dya Veel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Who is He?

Kayla menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Ia lalu menyambar laptop miliknya yang masih berada di atas kasur dan langsung membuka chrome. Ia kemudian menuliskan beberapa huruf disana, dan seketika muncul informasi dari sosok yang sedang ia cari.

David William.

Hanya butuh waktu kurang dari satu detik, layar laptop Kayla langsung dipenuhi oleh ribuan hasil pencarian. Berbagai artikel berita, foto, hingga video wawancara eksklusif bermunculan.

Mata Kayla membelalak. Tebakannya sama sekali tidak salah. Pria paruh baya berjas kaku yang semalam menampar Juna di pinggir jalan itu memang David William. Dia bukan pengusaha biasa; David adalah salah satu taipan bisnis paling berpengaruh di negeri ini.

Pria itu merupakan pendiri sekaligus pemilik utama dari skincare merek "Glow&Co"—jenama kosmetik lokal raksasa yang iklannya ada di setiap sudut kota dan selalu menggunakan artis papan atas sebagai duta mereknya. Tidak hanya itu, David juga menjabat sebagai Direktur Utama dari William Group, sebuah perusahaan konglomerat yang bergerak di bidang properti dan perhotelan mewah.

Kayla menggulirkan kursornya ke bawah dengan perlahan. Ia mengeklik salah satu artikel teratas yang membahas tentang biografi singkat David William. Namun, setelah membaca beberapa paragraf, isinya terasa sangat biasa dan formal. Artikel itu hanya penuh dengan sanjungan mengenai kesuksesan bisnis, daftar kekayaan, dan bagaimana David dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang dinilai sangat sempurna serta harmonis oleh publik.

"Cih, pencitraan banget. Sempurna apanya, orang semalam main tangan di pinggir jalan," cibir Kayla kesal, mengingat kembali suara tamparan yang mendarat di pipi Juna.

Tidak puas dengan informasi yang terlalu bersih itu, Kayla kembali ke halaman utama pencarian. Ia mencoba menggali lebih dalam, menggunakan kata kunci yang lebih spesifik. Jemarinya kembali mengetik, mencari celah atau berita miring seputar keluarga William.

Pencariannya terus berlanjut hingga pandangan Kayla mendadak terhenti pada sebuah judul artikel usang dari sebuah forum diskusi daring. Di dalam artikel tersebut, ada satu nama yang berulang kali disebut di samping nama David.

Alexa Renata William.

Didorong rasa penasaran yang membuncah, Kayla segera mengeklik tautan tersebut. Halaman demi halaman artikel mulai terbuka, membeberkan informasi mengenai sosok Alexa yang ternyata merupakan kakak perempuan Juna.

Dari data biografi yang dibacanya, Alexa adalah definisi dari anak emas yang sempurna. Gadis itu memiliki segudang prestasi akademis sejak dini, bahkan berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Harvard pada usia yang sangat muda. Tidak hanya cerdas di dunia akademik, Alexa juga dikenal sebagai seorang kreator konten edukatif yang sangat vokal. Ia kerap diundang sebagai pembicara utama di berbagai seminar kepemimpinan anak muda dan acara televisi ternama untuk membagikan motivasi.

Namun, saat Kayla menggulirkan halaman lebih bawah, suasana artikel berubah drastis.

Sejak satu tahun belakangan ini, Alexa tiba-tiba menghilang total dari hadapan publik. Akun media sosialnya mendadak senyap, dan ia tidak pernah lagi terlihat di acara seminar mana pun. Di bagian akhir artikel, barulah tertulis sebuah rumor mengejutkan yang sempat berusaha diredam oleh pihak William Group.

Kasus hilangnya Alexa dari dunia maya diduga kuat karena adanya skandal internal keluarga yang sangat kelam. Berdasarkan bocoran dari salah satu utas investigasi, Alexa dikabarkan mengalami tekanan mental berat akibat tindakan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan secara terus-menerus oleh keluarganya sendiri—yang tidak lain melibatkan sang ayah, David William.

Kayla membeku di depan layar laptopnya. Napasnya tertahan sejenak saat membaca kalimat demi kalimat di artikel itu. Peta teka-teki di kepalanya perlahan mulai menyatu dengan jelas.

Ia kembali menggulir layar chromenya semakin jauh ke bawah, informasi baru bermunculan. Namun ada yang berbeda dengan artikel yang baru saja ia baca, ada yang mengatakan bahwa Alexa kabur dari rumahnya, ada juga yang menulis bahwa gadis itu dihamili oleh rekan kerjanya, bahkan ada yang mengatakan bahwa kini gadis itu masuk rumah sakit jiwa. Entah mana yang harus Kayla percayai.

Tring! Tring!

Ponsel di sampingnya berdering, ada notifikasi masuk. Kayla dengan cepat meraih benda itu dan membuka layar berandanya. Muncul pesan dari nomor Ibu Arin. Wah tumben sekali, ada apaan nih?

Ibu Arin Galak: Neng, ini ada titipan

Ibu Arin Galak: Sini atuh ke depan

Kayla mengerutkan dahinya. Tak mau berlama-lama, ia langsung berdiri dari atas kasur lalu menyambar jaket merahnya dan beranjak keluar dari kamar.

Kayla melangkah cepat melewati lorong hingga sampai di kos depan dekat pintu masuk. Disana sudah ada Ibu Arin dengan daster maca tutulnya yang mecolok itu. Gawat nih, sepertinya Ibu Arin sudah menunggu lama.

"Ha-halo Ibu, ehehe," sapa Kayla dengan senyum kikuk.

Wanita itu menoleh, "Morning neng geulis, nih titipan buat neng," lanjutnya sambil memberikan sebuah kantong plastik yang entah apa isinya kepada Kayla.

Kayla menerima kantong itu dan menatapnya sekilas, "Dari siapa ya ibu?"

"Tadi ada bapak-bapak, siapa ya namanya? Oh Pak Yono! Trus dia bilang sama ibu mau nitipin makanan buat neng, katanya dari ayah neng! "

"Owalah... Ya sudah ibu saya balik ke kamar yaa! Makasih ibu," ucap Kayla sebelum berlalu pergi.

Senyuman mengembang pada wajahnya, wah ternyata ayahnya masih peduli dengannya! Kirain sejak ditelantarkan ke kos seuprit ini, sang ayah mendadak lupa kalau punya anak.

"Wih, ada brownies! Ada mie lima biji, ada minyak juga, ada duit 500 ribu, WAH ADA SUSU FAVORIT GUA?!" Kayla melonjak senang hingga melompat-lompat di tempatnya sembari memeluk kantong plastik itu erat-erat di depan dadanya.

Ya meski ini ya seberapa, namun setidaknya makanan ini cukup untuk mengisi perutnya untuk beberapa hari ke depan. Lumayan lah ngirit duit.

Diam-diam dari koridor lantai atas, Raka sedang berdiri bersandar pada pagar pembatas kayu. Cowok itu memakai kaus oblong santai dengan handuk kecil yang dikalungkan di lehernya. Rupanya dia baru saja keluar dari kamar mandi atas. Raka memperhatikan tingkah Kayla yang masih asyik melompat-lompat girang di lantai bawah dengan senyum dan tawa kecil yang terhibur.

Tepat saat Raka sedang terkekeh, Kayla tidak sengaja mendongak ke atas.

Deg.

Mata mereka berdua saling bertemu. Suasana mendadak terasa canggung luar biasa. Kayla langsung menghentikan lompatannya, mematung dengan wajah terkejut.

Kayla tersadar dan langsung berdehem, berusaha untuk tetap terlihat cool. Padahal mah aslinya malu banget!

"Heh, ngapain lo senyum-senyum di atas? Kurang kerjaan banget!" serunya dari lantai bawah.

Raka tidak luntur senyumnya. Ia justru semakin melebarkan cengirannya, menopang dagu di pagar pembatas. "Lagi lihat masa depan," jawab Raka asal dengan nada santai.

Kayla yang dasarnya polos dan tidak peka, langsung mengernyitkan dahi. Ia tidak ngeh dengan maksud ucapan cowok itu. Kayla malah menengok ke kanan, ke kiri, lalu ke belakangnya, memperhatikan lorong kosan yang sepi.

"Dih, ngaco lo. Perasaan di sini nggak ada yang menarik, mana tanda masa depannya? Yang ada cuma jemuran handuk anak-anak yang belum kering," gerutu Kayla heran.

Raka tertawa lepas mendengar kepolosan tetangga kosnya itu. "Ya emang belum kelihatan sekarang, namanya juga masa depan. Btw, dapet apaan lo siang-siang udah kayak menang undian?"

"Kepo amat! Ini tuh kiriman sakral dari bokap gue. sahut Kayla bangga, mendekap plastik belanjanya dengan senang. "Yaudah ah, gue mau balik ke kamar dulu, mau ngadem! Bye!"

Baru saja Kayla membalikkan badan hendak melangkah pergi, suara Raka kembali menahannya.

"Btw ngapain pagi-pagi tadi dari kamar Juna? Hayoo, wah mencurigakan nih!"

Kayla terpaku di tempatnya. Sial! Matilah dia!

1
Arin
Udah gak usah dengerin tuh si mantan. Cuman mau gertak aja sama kamu Kayla. Jangan mau balikan lagi ya
Arin
Hari apesmu Kayla.... memang gak boleh pindah kos-kosan.... 🤣🤣🤣🤣
Nah akhirnya ketemu Juna. Lumayan ngirit ongkos balik ke kos-kosan
Arin
Saingan Juna malah ikut kos disana juga😁😁😁. Makin seru persaingan buat menarik Kayla
Arin
Lah ibu.... orang cuman jalan berduaan diributin. Itu sebelah kamar Kayla apa kabar??? Lagi mendesah bersama..... Udah halal apa belum???? 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!