WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua limaa
..."Pergi ke Dokter? Memangnya kau kenapa? Apa kau sudah sekarat hingga harus pergi ke Dokter?" Gita sangat marah saat pagi-pagi dia harus memasak makanannya sendiri. Biasanya Sabrina yang memasak untuk mereka....
...lagi." "Aku minta maaf, Bu. Aku tidak akan mengulanginya...
..."Kau pikir aku akan memaafkan mu begitu saja? Ikut denganku!" Gita menyeret tangan Sabrina hingga gadis itu meringis saat tangannya di cekal begitu kuat oleh Gita....
...Sabrina hanya diam saat Gita menyeretnya ke kamarnya. Wanita tua itu mendorong tubuh Sabrina hingga terhempas ke ranjang. Beruntungnya Sabrina tidak terbentur ke ujung ranjangnya....
..."Tetaplah di dalam rumah ini sampai nanti malam!...
...Dan kau tidak akan mendapatkan makan malam lagi untuk hari ini!" Gita segera keluar dari sana meninggalkan Sabrina dan Sherly....
...Sherly tersenyum penuh kemenangan. Dia begitu puas saat melihat Sabrina di siksa oleh Gita. Dia benar-benar adik yang tidak punya perasaan....
..."Berikan aku uang," Sherly menadahkan tangannya....
..."Aku akan bersenang-senang dengan pacarku hari ini....
...Cepat berikan!" Sherly menendang kaki Sabrina hingga Sabrina meringis....
..."Kamu tidak bisa membuang-buang uang hanya untuk kesenangan semata. Gunakan uang yang aku berikan waktu itu untuk keperluan sekolahmu, dan kenapa Harini kamu tidak bersekolah?"...
..."Itu bukan urusanmu! Jangan pernah coba-coba ikut campur urusanku atau aku akan membuatmu semakin menderita di sini. Cepat berikan aku uang!" sentak Sherly tidak sabaran....
...Sabrina menghela napasnya. "Maaf, aku tidak bisa memberikanmu uang. Jika kamu menggunakannya untuk hal yang tidak penting, lebih baik kamu tabung saja."...
...Sherly mengepalkan tangannya. "Jalang ini!" Sherly menarik rambut Sabrina dengan kuat hingga Sabrina kesakitan....
... "Berikan aku uang atau aku bisa menarik rambutmu hingga kepalamu lepas!" Sherly menghempaskan kepala Sabrina dan memukulnya dengan tasnya. ...
..."Dasar jalang sialan!" setelah itu dia pun juga ikut bergegas keluar dari sana....
...Sabrina terduduk bersandar di ranjangnya. Air matanya mengalir dan tangannya memegangi kepalanya yang begitu sakit....
..."Kapan ini akan selesai? Ayah, aku sudah lelah."...
...Sabrina menenggelamkan wajahnya di lipatan ke dua kakinya....
...***...
...Jeff menatap Charles yang sudah lebih tenang setelah dia berhasil bernegosiasi dengan Jeff. Jeff akan menjamin keselamatan Charles karena pria itu mau bekerja sama....
..."Tuan, aku tidak tahu apakah ini akan membantumu atau tidak. Tetapi yang jelas, orang yang menyuruh kami adalah orang terdekatmu sendiri."...
...Jeff terdiam mendengar itu. Lalu dia menarik sudut bibirnya. "Aku tahu itu, bahkan tidak ada orang yang ku percayai sepenuhnya. Karena manusia lebih berbahaya daripada iblis."...
...Charles menghela napasnya. Benar, istrinya saja mengkhianatinya padahal mereka baru saja menikah. Siapa lagi yang bisa di percaya di dunia ini?...
..."Sebenarnya, yang menyuruh kami adalah Tuan-"...
...Charles menghentikan perkataannya saat ponsel Jeff berdering. Jeff segera melihat ponselnya dan nama Damian tertera di sana. Jeff segera mengangkat panggilan itu karena teringat jika Damian pasti berada di Mansion nya....
..."Ada apa?"...
..."Jeff, sepertinya gadis itu sudah kembali ke rumahnya. Saat aku datang dia sudah tidak ada di rumah ini. Dan pengawal bilang jika Sabrina meminta supir untuk mengantarnya."...
...Jeff terdiam mendengar itu. "Bagaimana bisa? Dia bilang padaku jika dia akan menungguku." Jeff bangkit dari duduknya....
..."Aku tidak tahu. Tetapi yang jelas sepertinya dia sudah pulang ke rumahnya, Jeff."...
...Jeff menghela napas kasar dan mengusap kasar wajahnya. "Baik, aku akan segera kembali." Jeff segera memutuskan panggilannya. Niatnya dia akan sedikit lama di sana setelah mengetahui dalangnya nanti. Jeff akan menyelesaikan masalah di sana hari itu juga. Namun sepertinya dia tidak punya pilihan lain....
..."Tuan, apa ada masalah?" tanya Charles melihat raut wajah Jeff seperti panik....
...Jeff menggelengkan kepalanya. "Tidak, hanya ada beberapa masalah di sana. Sepertinya aku tidak bisa berlama-lama lagi di sini. Kau sembunyi lah di tempat yang akan aku siapkan. Jangan sampai orang yang mengutusmu tahu jika kau membantuku. Orang-orang ku akan menjamin keselamatanmu." Jeff menyimpan ponselnya di dalam sakunya dan bersiap untuk pergi dari sana. Jeff pun mulai melangkah....
..."Tuan Eric yang menyuruh kami."...
...Langkah Jeff terhenti mendengar itu. Dia segera berbalik dan menatap Charles tak percaya. "Eric?" Jeff mengernyit tak percaya....
...Charles mengangguk. "Ya, Tuan Eric Madison yang menyuruhku."...
...Jeff langsung memutuskan untuk kembali ke New York detik itu juga saat mengetahui jika yang menjadi dalang ini adalah Eric, Ayahnya sendiri. Kemarahan terlihat jelas di wajah Jeff saat ini....
...Bahkan Josh dan Pras sejak tadi hanya diam karena mereka takut sampai salah bicara. Jeff bukan hanya marah karena Eric yang menyebabkan kekacauan ini, tetapi karena Eric lah Sabrina harus kembali tanpa menunggu dirinya....
..."Pak tua itu memang mencari masalah denganku! Aku tidak akan tinggal diam jika dia memang berniat menghancurkan bisnisku ini."...
...Jeff tiba di New York pada pukul dua siang. Dan dia langsung mendatangi kediaman Eric bersama Josh dan juga Pras. Jeff berjalan dengan langkah lebarnya memasuki rumah yang sudah sangat lama tidak dia kunjungi itu. Bahkan terakhir kali Jeff menginjakkan kakinya di sana adalah empat tahun yang lalu....
..."Pak tua! Keluarlah!" teriak Jeff saat berada di ruangan tengah. Rumah itu sangat besar dan juga sepi. Hanya ada beberapa Maid dan penjaga yang bertugas di sana. Eric juga tinggal sendirian di sana....
...Terlihat Eric yang berjalan dengan santainya menuruni anak tangga. Bahkan pria tua itu tersenyum ke arah Jeff yang sudah sangat murka."Akhirnya, setelah empat tahun terakhir, kau menginjakkan kakimu di rumah ini lagi." Eric tersenyum semakin lebar....
...Jeff mengepalkan tangannya. "Jadi kau memang berniat mengibarkan bendera perang padaku? Oh, kau cukup berani juga. Ingatlah umurmu itu, Pak tua. Bahkan tubuhmu sudah bau tanah tapi kau masih ingin bermain-main!" Jeff mengeraskan rahangnya....
...Eric berjalan dengan santai melewati Jeff. Pria tua itu malah duduk di sofa tunggal....
..."Sudah aku bilang jika aku punya cara sendiri untuk membuatmu patuh. Aku sudah memberi tahumu dengan baik-baik agar kau segera mengambil alih perusahaan itu. Kenapa kau sangat keras kepala dan menunggu aku membuat masalah untukmu?"...
...Jeff tersenyum remeh. "Cih, bahkan seandainya kau berlutut di hadapanku pun, aku tetap tidak akan mau mengambil alih perusahaan itu! Aku sungguh tidak membutuhkan uangmu itu, Pak tua!"...
...Eric melipat kakinya. "Benar' kah? Jeff Madison, putra tunggal dari Eric Madison. Semua orang juga tahu itu. Apa kau tidak takut jika tiba-tiba semua orang tahu jika Jeff Maverick adalah Jeff Madison?"...
...Jeff semakin mengepalkan tangannya. Dia sudah menyembunyikan hal ini dari Eric tetapi pria tua itu tetap saja bisa tahu apa yang Jeff sembunyikan....
aku suka
aku suka🥰