NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benteng untuk sang pewaris

Leonardo tidak bisa tenang hanya dengan pengawalan manusia. Baginya, daging dan darah bisa dikhianati atau ditembus, tetapi baja dan teknologi adalah kepastian. Setelah insiden foto di rumah kaca, paranoidnya mencapai level baru, terutama sekarang dengan adanya janin yang sedang tumbuh di rahim Olivia.

Ia memutuskan untuk merombak total salah satu ruangan besar di samping kamar utama menjadi kamar bayi. Namun, ini bukan sekadar kamar bayi dengan dekorasi awan dan bintang. Leonardo mendatangkan tim insinyur militer dari Israel untuk membangun sebuah "shalter" di dalam mansion.

"Tuan, ini spesifikasi pintu baja yang Anda minta," ucap Marco, menyerahkan tablet berisi desain teknis.

Leonardo memeriksa detailnya dengan teliti. "Pastikan sensor biometriknya hanya mengenali sidik jariku, Olivia, dan Ibuku. Tambahkan lapisan timbal di dalam dinding untuk mencegah pemindaian termal dari luar. Dan kaca jendela itu..."

"Kaca laminasi tujuh lapis, Tuan. Tahan terhadap peluru kaliber .50 dan ledakan granat jarak dekat," lapor Marco lugas.

Perdebatan di Ambang Pintu Baja

Saat Olivia datang untuk melihat progres kamar calon anaknya, ia terpaku di depan pintu masuk. Bukannya pintu kayu ukir yang hangat, ia mendapati sebuah pintu baja setebal sepuluh sentimeter yang tampak seperti pintu brankas bank pusat.

"Leonardo, apa ini? Ini kamar bayi, bukan bunker nuklir!" seru Olivia, menyentuh permukaan dingin baja tersebut.

Leonardo keluar dari dalam ruangan dengan dahi berkeringat, memegang obeng elektrik. Ia sedang memasang sendiri kunci manual tambahan di bagian dalam—ia tidak percaya sepenuhnya pada sistem digital jika terjadi sabotase listrik.

"Ini adalah keamanan, Olivia. Di luar sana, musuh kita tidak akan berhenti hanya karena ada bayi di dalam sini. Aku ingin tahu bahwa saat aku tidak di rumah, kau dan anakku berada di balik pintu yang tidak bisa ditembus oleh tank sekalipun," jawab Leonardo tanpa menoleh.

"Tapi bayinya butuh sinar matahari! Kau memasang kaca yang begitu tebal hingga warna mawar di luar sana terlihat abu-abu!"

Leonardo berhenti bekerja. Ia menatap Olivia, lalu berjalan mendekat. Ia meletakkan tangannya yang kasar di perut istrinya. "Mawar bisa tumbuh lagi, Olivia. Tapi kalian tidak. Biarkan aku melakukan ini. Ini satu-satunya cara agar aku bisa tidur tanpa harus memegang pistol di bawah bantal setiap malam."

Hukuman dari Dalam Rahim

Seakan tahu ayahnya sedang membangun "penjara" baru untuknya, bayi di dalam perut Olivia memberikan reaksi instan. Begitu Leonardo mulai menjelaskan fitur air filtration system yang bisa menyaring gas beracun, Olivia mendadak meringis kesakitan.

"Aduh! Leo, dia menendang keras sekali!"

Leonardo panik. Ia segera menjatuhkan peralatannya dan memapah Olivia duduk di kursi kayu yang belum dicat. "Ada apa? Apa aku bicara terlalu keras?"

"Dia tidak suka bau logam dan oli di ruangan ini. Dan dia sepertinya protes karena kau terlalu terobsesi dengan perang," Olivia mengatur napasnya. "Setiap kali kau bicara tentang 'peluru' atau 'ledakan', dia menendang rusukku."

Leonardo menatap pintu baja raksasanya dengan bingung. Pria yang ditakuti seluruh Eropa ini sekarang merasa diadili oleh makhluk kecil yang bahkan belum lahir. Ia menghela napas, menyerah pada tekanan tak kasat mata dari anaknya sendiri.

"Baiklah. Marco! Suruh tim dekorasi masuk. Tutupi dinding baja ini dengan wallpaper mawar paling lembut yang bisa ditemukan di Paris. Dan belikan karpet wol yang paling tebal agar bau oli ini hilang," perintah Leonardo dengan nada kesal namun pasrah.

Marco, yang berdiri di pojok ruangan sambil memegang senter, hanya bisa menggigit bibir bawahnya agar tidak tertawa. Sang Singa Madrid baru saja memerintahkan wallpaper mawar untuk menutupi dinding anti-nuklirnya.

Siksaan itu terus berlanjut. Leonardo mungkin bisa membangun pintu yang anti-segalanya, anti-peluru, dan anti-ledakan. Namun, ia menyadari satu hal yang tidak bisa ia cegah: ia sama sekali tidak punya pertahanan terhadap tendangan kecil dari dalam rahim istrinya yang terus menghukum egonya setiap hari.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!