Update 1 × 10 bab per 7 hari
*******************
Li Yu’er hanyalah seorang pekerja kantor biasa di dunia modern.
Hidupnya dipenuhi lembur, kopi pahit, dan rutinitas tanpa akhir… sampai sebuah kecelakaan merenggut nyawanya dan membuatnya terbangun di dunia Douluo Dalu.
Ia bereinkarnasi sepuluh tahun sebelum kelahiran Tang San.
Di dunia tempat kekuatan ditentukan oleh roh bela diri dan soul ring, Li Yu’er terlahir dengan bakat yang bahkan mampu mengguncang seluruh Spirit Hall
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mianno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Warisan Valkyrie
Kabut emas berputar liar di sekitar area patung.
Tekanan divine kuno memenuhi udara.
Bahkan ruang di sekitar mulai sedikit bergetar karena aura yang perlahan bangkit dari patung malaikat bersayap enam itu.
Li Yu’er berdiri membeku.
Tatapannya terkunci pada sosok Valkyrie di depannya.
Armor perang emas. Tombak panjang. Enam sayap cahaya.
Semuanya terlalu mirip dengan Freya.
Tidak…
bahkan bisa dibilang identik.
Dan yang paling membuat jantung Li Yu’er berdegup keras—
suara tadi.
“Keturunan… akhirnya datang…”
Suara wanita itu masih menggema samar di kepalanya.
Dingin. Agung. Dan penuh tekanan divine.
Li Yu’er perlahan mengepalkan tangan.
“Ini mustahil…”
Bagaimana mungkin ada sesuatu yang berhubungan dengan Freya di dunia Douluo?
Freya seharusnya berasal dari MLBB.
Namun sekarang—
sebuah patung kuno di Holy Spirit Training Ground justru memiliki bentuk hampir sama persis.
Dan bahkan memanggilnya sebagai “keturunan”.
DEG.
Freya di dalam spiritual sea tiba-tiba bergerak lagi.
Cahaya emasnya menyebar semakin luas.
Dan untuk pertama kalinya—
Li Yu’er melihat Freya perlahan mengangkat tombaknya.
WHUSSH.
Aura divine lembut keluar dari tubuh roh bela diri itu.
Lalu—
cahaya emas dari patung mulai terhubung dengan spiritual sea Li Yu’er.
BOOM.
Kesadaran Li Yu’er langsung bergetar hebat.
Pandangan di sekitarnya berubah putih total.
…
Saat penglihatannya kembali pulih—
Li Yu’er menyadari dirinya sudah berada di tempat lain.
Langit emas tanpa batas membentang di atasnya.
Lautan awan putih mengelilingi area sekitar.
Dan di depannya—
berdiri seorang wanita.
Rambut emas panjang. Armor Valkyrie. Enam sayap cahaya.
Wajahnya sangat cantik.
Namun aura yang dipancarkannya jauh lebih menyesakkan dibanding siapa pun yang pernah Li Yu’er temui.
Bahkan aura Qian Daoliu terasa kecil dibanding keberadaan wanita ini.
Li Yu’er langsung memahami satu hal.
Ini bukan manusia biasa.
Wanita itu perlahan membuka mata emasnya.
Tatapannya jatuh langsung pada Li Yu’er.
Dan dalam sesaat—
Li Yu’er merasa seluruh jiwanya sedang dilihat sampai ke dasar.
Namun anehnya—
ia tidak merasakan niat buruk.
Sebaliknya, ada rasa hangat samar.
“Kau akhirnya datang.”
Suara wanita itu sama persis dengan yang tadi terdengar di kepalanya.
Li Yu’er perlahan menenangkan napas.
“Siapa… Anda?”
Wanita itu menatapnya beberapa detik sebelum menjawab pelan,
“Aku adalah Freya.”
DEG.
Jantung Li Yu’er langsung berdetak keras.
Freya.
Nama yang sama dengan roh bela dirinya.
Namun sebelum ia sempat bicara—
wanita itu kembali berkata,
“Atau lebih tepatnya…”
“Aku adalah sisa divine will yang tertinggal.”
Tatapannya perlahan berubah jauh lebih dalam.
“Dan kau adalah pewaris terakhirku.”
Li Yu’er langsung terdiam.
Pikirannya mulai kacau.
Pewaris? Divine will? Freya nyata?
Semua ini terlalu absurd.
Namun aura di tempat ini terasa begitu nyata hingga mustahil dianggap ilusi biasa.
Wanita bernama Freya itu perlahan melangkah mendekat.
Setiap langkahnya membuat ruang di sekitar bergetar samar.
“Aku sudah menunggumu sangat lama.”
Li Yu’er akhirnya bertanya,
“Apa sebenarnya tempat ini?”
Freya menatap langit emas di atas mereka.
“Ruang warisan.”
“Sisa kecil dari divine realm yang runtuh.”
Pupil mata Li Yu’er sedikit mengecil.
Divine realm.
Di dunia Douluo, itu berarti wilayah para dewa.
Dan sekarang—
ia berada di ruang warisan seorang dewa?
Freya kembali menatapnya.
Tatapannya perlahan menjadi lebih lembut.
“Kau pasti bingung.”
“Karena dunia ini seharusnya tidak mengenalku.”
Li Yu’er langsung terdiam.
Kalimat itu…
seolah mengetahui apa yang ada di pikirannya.
Namun sebelum ia sempat bertanya—
Freya melanjutkan,
“Namaku telah hilang dari sejarah.”
“Bahkan divine realm sudah melupakanku.”
Tatapannya perlahan berubah dingin.
“Aku adalah Valkyrie yang dibuang.”
Suasana mendadak sunyi.
Li Yu’er bisa merasakan emosi samar dalam suara itu.
Kesepian. Kemurkaan. Dan penyesalan panjang.
Freya perlahan mengangkat tangan.
WHUSSH.
Cahaya emas muncul di udara membentuk berbagai bayangan.
Dan Li Yu’er langsung melihat pemandangan perang besar.
Langit runtuh. Para dewa bertarung. Darah emas memenuhi dunia.
Sementara di tengah semuanya—
seorang Valkyrie bersayap enam berdiri sendirian melawan banyak sosok divine.
Tekanan dari bayangan itu begitu besar hingga Li Yu’er hampir sulit bernapas.
“Dulu…”
“Aku adalah salah satu penjaga divine realm.”
“Namun aku melanggar aturan para dewa.”
Tatapan Freya menjadi sangat dalam.
“Aku mencintai manusia.”
Li Yu’er sedikit membelalakkan mata.
Freya melanjutkan,
“Para dewa menganggap manusia hanyalah makhluk rendah.”
“Tetapi aku justru memilih melindungi mereka.”
“Karena itu…”
Cahaya di sekitar mulai bergetar.
“Aku dihukum.”
Bayangan perang tadi berubah semakin kacau.
Li Yu’er melihat Freya bertarung sendirian melawan banyak dewa.
Dan akhirnya—
tubuh divine miliknya hancur.
Namun sebelum menghilang—
ia melepaskan sebagian divine core ke dunia bawah.
Tatapan Li Yu’er perlahan berubah.
“Jadi roh bela diriku…”
Freya mengangguk pelan.
“Adalah pecahan divine core milikku.”
“Dan kau…”
Tatapannya lurus menembus mata Li Yu’er.
“Adalah orang pertama yang mampu menerimanya.”
Suasana kembali sunyi.
Li Yu’er akhirnya mulai memahami kenapa Freya begitu berbeda dibanding roh bela diri biasa.
Karena itu memang bukan roh bela diri normal.
Melainkan sisa kekuatan seorang dewa.
Namun justru karena itulah ia semakin bingung.
“Kenapa aku?”
Freya sedikit terdiam.
Lalu berkata pelan,
“Karena jiwamu berbeda.”
“Berbeda?”
“Kau bukan berasal dari dunia ini.”
BOOM.
Kalimat itu langsung membuat Li Yu’er membeku.
Tatapannya berubah drastis.
Freya… mengetahui dirinya transmigrator?
Melihat reaksinya, Freya perlahan tersenyum tipis.
“Jangan takut.”
“Aku tidak peduli dari mana asalmu.”
“Yang penting…”
Aura divine di tubuhnya perlahan melembut.
“Kau diterima oleh divine core milikku.”
Li Yu’er perlahan menenangkan napas.
Namun jantungnya masih berdetak keras.
Ini pertama kalinya ada orang lain yang mengetahui rahasia terbesarnya.
Freya kemudian berkata lagi,
“Karena jiwamu berasal dari luar dunia ini…”
“Takdirmu tidak terikat aturan Douluo World.”
Tatapannya perlahan menjadi tajam.
“Itulah alasan kau bisa menjadi pewarisku.”
Li Yu’er akhirnya memahami kenapa dirinya mendapatkan Freya setelah transmigrasi.
Bukan kebetulan.
Melainkan karena divine core itu memilihnya.
Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh—
Freya tiba-tiba mengangkat tombaknya.
WHUSSH.
Cahaya emas langsung memenuhi seluruh ruang warisan.
“Aku tidak punya banyak waktu.”
“Divine will-ku sudah sangat lemah.”
Tatapannya perlahan menjadi serius.
“Dan sekarang…”
“Aku harus memberikan pilihan padamu.”
Pilihan?
Li Yu’er langsung fokus.
Freya berkata perlahan,
“Kalau kau menerima warisanku sepenuhnya…”
“Kau akan berjalan di jalan para dewa.”
“Namun sebagai gantinya…”
Aura di sekitar perlahan menjadi lebih berat.
“Kau juga akan menjadi musuh mereka.”
Li Yu’er langsung memahami maksudnya.
Para dewa.
Kalau Freya benar-benar dibuang divine realm, maka menerima warisannya berarti berdiri di sisi yang berlawanan dengan mereka.
Dan itu jelas bukan hal kecil.
Freya menatapnya tanpa berkedip.
“Aku tidak akan memaksamu.”
“Kau masih bisa menolak sekarang.”
“Dan tetap hidup sebagai spirit master biasa.”
Suasana menjadi sangat sunyi.
Li Yu’er perlahan menunduk.
Pikirannya bergerak cepat.
Kalau ini novel biasa, mungkin pilihan seperti ini terdengar sederhana.
Namun sekarang—
ini hidupnya sendiri.
Berhadapan dengan para dewa bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng.
Namun beberapa detik kemudian—
Li Yu’er perlahan mengangkat kepala.
Tatapannya menjadi tenang.
“Kalau aku menolak…”
“Apakah Freya akan hilang?”
Freya sedikit terdiam.
Lalu mengangguk pelan.
“Divine core akan hancur perlahan.”
Li Yu’er langsung menghela napas kecil.
Lalu—
ia tersenyum tipis.
“Aku sudah sampai sejauh ini.”
“Mana mungkin aku mundur sekarang?”
Mata Freya sedikit berubah.
Dan untuk pertama kalinya—
senyum kecil muncul di wajah Valkyrie itu.
Senyum yang sangat tipis.
Namun sangat indah.
“Bagus.”
Detik berikutnya—
BOOM!!
Cahaya emas meledak memenuhi seluruh ruang warisan.
Dan suara Freya kembali menggema di telinga Li Yu’er.
“Mulai hari ini…”
“Kau resmi menjadi pewaris Valkyrie.”