NovelToon NovelToon
Akan Ku Ubah Takdirku

Akan Ku Ubah Takdirku

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Sun044

dilarang plagiat !
plagiat dosa ini karyaku asli.
jika kalian menemukan versi sama di aplikasi lain itu berarti bukan karyaku karena aku hanya membuat di aplikasi ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Sun044, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan hati Raka

Satu tahun berlalu begitu cepat. "Laras Kreatif" kini semakin dikenal luas, bahkan karyaku sudah sampai ke beberapa kota besar di luar pulau. Aku juga sudah bisa membantu lebih banyak ibu-ibu di desaku untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Namun, meskipun kesuksesan mulai menghampiri, ada satu bagian dari diriku yang masih tertutup rapat—hatiku. Orang-orang di sekolah memanggilku gadis dingin. Aku jarang berbicara, jarang tersenyum, dan lebih suka menyendiri di sudut perpustakaan atau di bangku taman sekolah saat jam istirahat. Mereka tidak tahu, dinginnya sikapku hanyalah tameng untuk melindungi diriku sendiri dari rasa sakit yang pernah aku alami.

Di antara semua orang yang melihatku sebagai gadis yang sulit didekati, ada satu orang yang berbeda. Dia adalah Raka, ketua OSIS yang populer, ramah, dan selalu dikelilingi banyak teman. Bagi Raka, aku bukan sekadar gadis dingin. Baginya, aku adalah gadis yang unik.

Awalnya, Raka hanya mencoba menyapa saat berpapasan di koridor sekolah. Lalu, dia mulai duduk di sebelahku saat istirahat, meskipun aku hanya menjawab pertanyaannya dengan singkat dan datar. Dia tidak pernah menyerah. Dia menceritakan hal-hal lucu yang terjadi di sekolah, membawakanku buku-buku yang dia pikir aku akan suka, dan bahkan menungguku selesai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kerajinan tangan agar bisa berjalan bersamaku sampai gerbang sekolah.

Semakin lama Raka berada di sekitarku, semakin dalam perasaannya. Awalnya hanya rasa kagum melihat ketekunanku dan keindahan karyaku, tapi lama-kelamaan itu berubah menjadi rasa cinta yang tulus. Raka ingin menjadi orang yang bisa membuatku tersenyum, orang yang bisa menghapus kesedihan yang sering terselip di mataku.

Suatu sore, setelah kegiatan sekolah selesai, Raka mengajakku ke taman belakang sekolah yang sepi. Angin sore bertiup sejuk, menerpa rambutku. Raka berdiri di hadapanku, wajahnya terlihat serius tapi juga penuh dengan ketulusan.

"Laras," panggilnya pelan, matanya menatap tajam ke mataku. "Selama ini aku sudah berusaha mendekatimu, mencoba menjadi teman dekatmu. Dan selama itu pula, aku semakin mengenalmu. Kamu bukan gadis dingin seperti yang orang katakan. Kamu gadis yang kuat, berbakat, dan punya hati yang baik. Aku... aku menyukaimu, Laras. Bukan sekadar suka sebagai teman, tapi rasa cinta. Aku ingin menjadi orang yang bisa menjagamu, membuatmu bahagia. Maukah kamu menjadi pacarku?"

Jantungku berdegup kencang mendengar pengakuan Raka. Rasanya hangat mendengar kata-kata itu, tapi di saat yang sama, rasa takut dan sakit yang mendalam langsung menyergapku. Gambar-gambar masa kecilku yang buruk tiba-tiba muncul begitu saja di kepalaaku, seolah-olah kejadian itu baru saja terjadi kemarin.

Aku teringat rumahku yang dulu selalu penuh dengan teriakan. Ayah dan Ibu yang selalu bertengkar, kadang karena hal-hal sepele. Aku teringat suara tamparan dan benturan saat ayah memukul ibu. Aku teringat bagaimana aku sering menjadi pelampiasan kekesalan mereka—aku dipukul, dimarahi, dan bahkan sering diabaikan seolah aku tidak ada. Aku teringat rasa sakit fisik yang menyengat dan rasa sakit hati yang jauh lebih perih karena merasa tidak dicintai, merasa dibenci oleh orang tua sendiri.

Semua kenangan itu berputar-putar di otakku, membuatku gemetar. Aku takut. Takut jika aku menerima Raka, suatu hari nanti hal yang sama akan terjadi padaku. Takut cinta itu berubah menjadi kekerasan, takut kebahagiaan itu hanya sementara dan akan digantikan oleh rasa sakit. Aku belum siap. Hatiku masih terlalu terluka, tembok yang aku bangun di sekeliling hatiku masih terlalu tebal untuk ditembus.

Aku menunduk, menahan air mata yang mulai menggenang. Suaraku bergetar saat aku menjawab, "Maaf, Raka. Aku... aku tidak bisa."

Aku melihat keterkejutan di wajah Raka, tapi dia tidak menyela. Dia menunggu aku melanjutkan kata-kataku.

"Aku tahu kamu orang baik, Raka. Kamu sudah sangat baik padaku. Tapi aku... aku masih belum bisa menerima perasaanmu. Ada terlalu banyak hal di masa laluku yang masih menghantuiku. Aku takut..." suaraku tercekat, "Aku takut merasakan sakit lagi. Aku takut jika aku membuka hatiku, aku akan terluka seperti dulu. Maafkan aku, Raka."

Raka menghela napas panjang, tapi dia tidak marah. Dia malah melangkah maju sedikit, tapi tetap menjaga jarak agar aku tidak merasa tertekan. "Tidak apa-apa, Laras. Aku mengerti. Aku tidak akan memaksamu. Aku tahu menyembuhkan luka masa lalu butuh waktu. Aku akan menunggu. Aku akan tetap di sini, sebagai temanmu, sampai kamu siap dan sampai kamu merasa aman untuk membuka hatimu lagi. Aku tidak akan pergi mana-mana."

Mendengar kata-kata Raka, air mataku akhirnya jatuh. Bukan karena sedih, tapi karena rasa haru. Ada seseorang yang begitu tulus padaku, yang mau mengerti dan menunggu. Tapi rasa traumaku masih begitu kuat, masih menjadi tembok tebal yang memisahkan aku dari kebahagiaan yang mungkin bisa aku dapatkan. Aku berharap suatu hari nanti, aku bisa benar-benar melepaskan rasa takut itu dan menerima kehadiran Raka di hidupku. Tapi untuk saat ini, aku masih harus berjuang melawan bayang-bayang masa laluku sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!