NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rencana balas dendam

Tenggorokannya terasa kering begitu melihat beberapa bukti foto, video, rekaman suara serta penjelasan Fabio, wajah nya mengeras dengan air mata yang sudah membuat bendungan di sudut matanya.

Bagaimana bisa? Sebelumnya ia dan Ayahnya tidak mengenal Riska sama sekali, bahkan ia sama sekali tidak tau kalau wanita gila seperti Riska itu hidup di bawah langit yang sama dengan nya.

Dan juragan Ghani? Ada apa dengan laki-laki itu, seingatnya hubungan keluarganya dan keluarga juragan Ghani terbilang cukup baik dan dekat. Tapi kenapa dia tega melakukan ini kepada Ayah nya.

" Arina, are you oke?" Fabio menyentuh lengan Arina lembut, ia sangat mengkhawatirkannya keadaan wanita itu saat ini.

Arina mengepalkan tangannya yang ada di atas meja, kenapa semua orang begitu kejam? Demi Ambisi nya mereka rela menumbalkan seseorang yang tidak bersalah, bahkan sama sekali tidak mengenal mereka demi keuntungan mereka sendiri.

" apa kamu mau menuntut mereka? Kita memiliki bukti yang sangat kuat, meski mereka mendatangkan kuasa hukum paling genius di dunia pun mereka tidak akan bisa mangkir dari hukuman.

Arina menggeleng." bukankah itu terlalu murah?" ada kilatan dendam pada sorot matanya, Fabio tersenyum tipis, ia kira wanita pujaan nya ini sangat polos, siapa sangka dia mengerti cara untuk membela harga diri keluarga nya serta memperjuangkan keadilan untuk hidupnya.

" apa rencana kamu selanjutnya?"

" mereka ingin bermain, kalau aku menolak bukannya itu sangat tidak sopan."

" good girl, kau ingin aku membalas mereka?" Fabio menatap serius ke arah Arina, gadis itu sangat cantik ketika kalem, tapi saat rautnya penuh ketegasan dan amarah, itu terlihat jauh lebih seksi.

Arina menggeleng " kamu cukup bantu aku ketika aku membutuhkan bantuan mu "

" sepakat! Senang bekerja sama dengan anda Mrs." Fabio menjabat tangan Arina, lalu meminum kopi hitam yang sudah ia pesan sebelum nya. Sesekali ia melirik Arina, memperhatikan raut cantik yang sedang di landa amarah, dendam dan kekecewaan secara bersamaan.

Begitu pun dengan Arina, ia perlu membahasi tenggorokan nya yang terasa kering, wajah ayah nya yang tak berdaya di atas kursi roda nya, begitupun dengan Tania yang kehilangan satu kaki nya, makam Aliyah dan pernikahan neraka yang sedang di jalani nya, menari-nari dalam pikirannya. Membuat nya tanpa sadar mencengkeram gelas jus strawberry yang baru saja di tenggak nya.

Dadanya terasa sesak seakan di timpa ribuan ton gajah, hatinya sangat sakit seperti di sayat ribuan pisau, lebih sakit dari pengkhianat yang di lakukan oleh Devan. Kenapa ada manusia seperti Riska, tega menumbalkan semua orang demi ambisinya, kenapa tidak ada rasa syukur sedikit pun dengan apa yang dimiliki nya.

Di dalam kamar nya, tak berhenti Arina memutar-mutar rekaman yang di berikan oleh Fabio, wajahnya mengeras, sorot matanya begitu gelap, namun hatinya menangis, meratapi nasib Ayah nya dan semua orang yang terkena dampak ambisi iblis betina itu, penderitaannya dan Ayahnya saat ini tidak murni takdir, ia bersumpah itu tidak gratis, kaki Tania hilang bukan karena salah Ayah nya, Aliyah meninggal bukan karena salah Ayah nya.

Bagaimana bisa demi ambisinya untuk menguasai harta keluarga angkat nya, wanita itu rela membunuh adik nya sendiri, mengkambing hitamkan orang lain, ada banyak korban yang tidak seharusnya dirinya ataupun Ayah nya yang mempertanggungjawabkan nya.

" ayah mu di beri obat tidur oleh wanita itu , Rin. Semua sudah di perhitungkan dengan matang, kapan dan dimana obat itu akan bereaksi, Aliyah sudah di persiapkan di depan sd, anak itu di buat telat karena gadis itu lah target nya. Masalah mobil oleng dan menerjang gerbang sekolah itu di luar prediksi mereka." Arina menatap Fabio dengan mata yang berkaca-kaca. Sorot matanya mempertanyakan kenapa harus ayah nya, wanita itu, dia sama sekali tidak mengenalnya.

Fabio mengerti, dia berdehem sekali untuk mulai menjelaskan nya dengan detail. " wanita itu hanya disuruh, dia bekerja di rumah besar itu, kalau kamu ingin bertemu dengan nya, aku sudah mengamankan nya."

" siapa yang menyuruh nya? Seingat ku keluarga ku tidak memiliki musuh sama sekali." suara arina bergetar, hampir pecah oleh tangisannya.

Fabio menggeser tab nya, Arina terbelalak, dia menutup mulut nya agar tidak meraung saat itu juga, juragan Ghani? mereka memang kurang akur hanya karena selisih paham antara juragan ghani dan ayah nya setiap mereka berkumpul hampir di setiap topik yang mereka bicarakan.

Tapi, di luar itu Ayahnya dan juragan Ghani sangat lah dekat, mereka sering berkumpul bersama, juragan ghani juga sering bertandang ke rumah nya, meski sering berdebat tapi Arina yakin mereka tidak pernah mengambil hati karena setelah itu mereka akan bercanda kembali.

" Ghani membutuhkan uang untuk berobat anak bungsunya yang terkena kanker stadium tiga, dan wanita ini" ghani kembali menggeser tab nya. Dan Arina kembali terbelalak, dia Riska! Saat itu mereka bahkan belum kenal sama sekali, lantas apa hubungannya?

" wanita ini menawarkan bantuan dengan syarat Ghani berhasil melenyapkan adik nya" Arina semakin terkejut, kepalanya pening seketika, ia sudah bisa menarik benang merahnya, hanya saja kenapa harus Ayah nya.

" Ayah mu hanya bernasib apes saja, saat wanita suruhan Ghani tadi memesan ojol, kebetulan Ayah mu yang mendapatkan pesanan nya lewat aplikasi " Arina meremat ujung kemeja nya, wajah nya sudah sembab bersimbah air mata.

" sekarang kamu bisa cocokan keterangan ku dengan keterangan Ghani langsung." Fabio memberikan earphone pada nya beserta tab nya, lantas dia menikmati kopi nya dengan sesekali memperhatikan ekspresi wanita itu yang tampak dangat shock. Ia membenci pemandangan ini meski tidak ia pungkiri pesona wanita itu bertambah berkali-kali lipat, jika Arina memberikan kuasa padanya untuk mengurus mereka, maka hidup mereka semua bukan lagi ada pada takdir tuhan.

Percakapannya dengan Fabio tadi terus berputar dalam ingatan nya, dan selama itu juga hatinya bagai di remas kuat hingga hancur berkeping-keping. Seharusnya hidup nya tidak serumit ini.

Arina menggapai ponsel nya untuk menghubungi Fabio, langkah pertama untuk membalas si iblis betina adalah dengan menggagalkan semua rencananya, merebut hati kekasih nya, sisa nya ia akan membuat wanita itu merenungi kesalahan nya di penjara, kalau perlu seumur hidup atau hukuman mati sekalian.

Pintu di ketuk dari luar, tidak kasar seperti biasanya, ia sangsi kalau yang melakukannya adalah Alvian, sedang yang tinggal di rumah ini sekarang hanya dirinya dan juga Alvian. Sedang yang selalu mengetuk pintu dengan wajar selama ini hanya Desi.

" Al?" Arina terkejut ketika mendapati pria itu berdiri di depan kamar nya, apakah dia mimpi? apa yang terjadi? Kenapa Alvian tidak menggedor nya seperti biasa.

keheranan Arina semakin bertambah begitu Alvian mengulurkan paper bag pada nya. Arina mencoba menelisik wajah Alvian, mencari petunjuk mengenai keanehan sikap pria itu saat ini.

" dari Lidya! Lain kali punya mulut jangan suka bocor, masalah rumah tangga itu tidak harus menjadi konsumsi publik!"

Setelah berkata seperti itu, Alvian melenggang meninggalkan nya, namun sebelum kaki Alvian menapak pada anak tangga pertama, dia segera berlari untuk mencegah nya.

" kita makan bersama?" tawar nya dengan senyum manis yang sengaja ia berikan.

" aku sudah makan!" ucap nya datar setelah beberapa saat .

Arina memasang wajah memohon." Ayolah, ini banyak sekali. Aku sedang diet"

Arina tersenyum tipis begitu Alvian mengurungkan niat nya untuk naik ke atas, bukankah semuanya bisa di awali dari sini?

1
j_ryuka
bagus
Mentariz
Good girl! Kusuka gayamu 😄
Mentariz
Idih sok beralasan luuu kelaut aja lu sono
Panda%Sya🐼
Habislah kalau di suruh nikah😆
Panda%Sya🐼
Lumrah manusia ini. Setiap kali ada hal darurat, pasti ponselnya lowbet atau gak ada jaringan
Blueberry Solenne
Bener, semua harus ke handle, dan harus mengutamakan pekerjaan utama, semangat ya Arina!
Blueberry Solenne
Ya ampun gemesnya yang lagi kasmaran, cuit cuit... 😁
HOPEN
😢😢
Kim Umai
wajar sih gak mau ketemu
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
paling benci sama cowok selingkuh
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
bukan kesalahan kamu Arina jangan merasa bersalah
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
waalaikumsalam
j_ryuka
kamu gak salah, tapi waktu yang membuatnya ini harus terjadi
Tulisan_nic
Aduh, tapi ya gimana ya. Sebagai posisi korban aku rasa juga wajar kalau begitu
Tulisan_nic
banyak juga kornanya
Tulisan_nic: korban🥲
total 1 replies
Panda%Sya🐼
Yang sabar Rin/Sob/
Panda%Sya🐼
Hmm selingkuh lagi ini/Sob/
chrisytells
Jangan ada korban? Anak SD disekolah itu mungkin, sampai masuk penjara?
chrisytells
Bisa jadi Arina benar nih.
Blueberry Solenne
Ini bukan kesalahan kamu Arina ini sudah kehendak sang penguasa, kamu pasti bisa melewatkan ujian ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!