Bagaimana jadinya jika seorang Mafia tampan jatuh hati pada gadis ketus?
Perjuangan Afra Revix Saputra dalam mendapatkan gadis bernama Shyla Agatha Afriansyah dan hatinya.
Mengalami berbagai rintangan hingga ancaman kematian.
Mengingat perjuangan Afra, bukankah akhir bahagia pantas dia dapatkan?
_______-_________
Season 3 dari:
• The Bad Girl
• Love, My Queen Of Mafia
Note: Jangan Lupa Tinggalkan Jejak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bangkitnya Si Ratu Kejam
Di dalam kamarnya, Agnes hanya bisa menatap ke arah lain saat Afgan menanyakan alasannya untuk kembali ke dunia mafia dengan cara memberinya obat tidur. Dalam hati, Agnes terus mamaki Afra karena dia yakin bocah itulah yang sudah memberitahu rencananya pada Afgan.
" Dasar iblis kecil itu, beraninya dia. " Geram Agnes dalam hati.
" Agnes, " Panggil Afgan.
Agnes menelan salivanya susah payah. Karena jika Afgan sudah memanggilnya dengan nama, maka suaminya itu pasti sedang marah.
" Maaf, "
Hanya kata itulah yang bisa Agnes ucapkan. Sekarang otaknya terasa buntu dan tidak bisa lagi membuat rencana untuk kabur. Sepertinya malam ini Sarah akan selamat dari penyiksaan yang sudah dia rencanakan.
" Ayo kita pergi! " Ajak Afgan sambil menyambar jaketnya.
" Kemana? "
" Mansion mafiamu, bukankah kau harus menyelesaikan sesuatu di sana? " Tanya balik Afgan.
" Ka-kau, ikut? " Ucap Agnes dengan ekspresi lucunya.
Afgan tersenyum gemas melihat wajah istrinya, dia mendekat dan langsung mencuri satu kecupan singkat di bibir Agnes yang sedikit terbuka.
" Tentu saja sayang, aku juga ingin tahu apa alasan dia ingin mencelakai putri kita. "
" Dan, aku juga sedikit penasaran. Sehebat apa istriku dalam hal yang begituan, " Lanjut Afgan sambil mengedipkan sebelah matanya genit.
Kedua sudut bibir Agnes tertarik hingga menunjukkan deretan gigi rapihnya. Tanpa perlu di beritahu, Agnes pun sudah bangkit dan menyambar pakaian serba hitamnya.
" Ayo, aku sudah tidak sabar. " .
" Hey, sabarlah sedikit! ".
Afgan tersenyum sambil menggeleng melihat istrinya yang sudah berlari ke luar dengan tidak sabaran. Akhirnya dia pun ikut berlari kecil menyusul sang istri tercintanya itu.
--
Sedangkan di luar sana, terlihat Shyla yang sedang cemberut dengan kedua tangan yang di lipat di dada. Dia membuang mukanya saat Afra melihat ke arahnya.
" Jangan marah Shy, nyokap sama bokap lo kan masih muda. Jadi wajarlah, kalo mereka mau kencan. " Ucap Afra yang terduduk di samping Shyla.
" Ya tapi seenggaknya izin dulu kek, sama gue. Bukan main ngibrit gitu aja, " Protes Shyla.
" Alah, ngomong aja lo iri sama mereka! Lo juga mau kencan kan? Iya kan? Hayo ngaku...! " Goda Afra sambil mencolak-colek dagu Shyla.
" Ih, ngaco lo! " Elak Shyla sambil menghempas kasar tangan Afra.
" Udah dong jangan marah! Kalo lo mau, ya udah beson sepulang sekolah kita kencan aja. Gimana? Mau ya? "
" Ogah! " Jawab shyla sambil berdiri.
" Ahhh!! " Pekik Shyla kaget.
Afra menarik tangan Shyla sampai gadis itu kembali terduduk, namun kali ini Shyla terduduk tepat di atas pangkuannya.
" Yes or yes, " Ucap Afra sambil menyimpan dagunya di bahu Shyla.
" Sinting lo, awas ah! "
" Yes or yes? Apa susahnya jawab si, " Protes Afra kesal.
" Or, "
" Shy! "
" Apa? " Ucap Shyal tanpa dosa.
" Kalo lo gak jawab juga, ya udah mending kita kayak gini aja semaleman. " Ancam Afra.
" Gila lo Afra, gak punya urat malu banget. Liat tuh! Kita di liatin, " Semprot Shyla sambil menunjuk para jomblo di depan sana.
Kenandra, Nathan dan yang lainnya langsung membuang muka saat Shyla menunjuk mereka.
" Ya gak papa, biarin aja. Biar yang panas tambah panas, " Jawab Afra sambil melirik Nathan.
Nathan hanya cuek saja dengan tatapan yang kini hanya terfokus pada BBQ yang sedang dia panggang.
" Panas panas, otak lo tuh yang kelewatan panas! "
" Ck, Shy jawab Yes aja apa susahnya si? " Ucap Afra kesal.
Shyla terdiam sesaat, kemudian dia sedikit menoleh menatap wajah Afra yang masih berada di salah satu bahunya.
" Gue mau nanya sama lo, "
" Apa? "
" Lo tuh kenapa si sering gangguin gue? Lo kan tahu, gue gak suka sama lo begitupun dengan lo yang- "
" Gue suka sama lo, " Potong Afra.
Shyla membeku di tempat untuk beberapa saat. Hingga kesadaran menyadarkannya dan langsung kembali menatap Afra sambil tersenyum mengejek.
" Jangan bicara kalo mulut lo lagi penuh, " Ucap Shyla.
" Hem? Tapi gue gak lagi makan, " Jawab Afra dengan alis berkerut.
" Penuh kebohongan! "
Bughk.
Shyla menyiku perut Afra yang membuat pria itu meringis dan melepaskan pelukannya. Tanpa berkata ataupun menoleh menatap Afra, Shyla langsung pergi begitu saja.
" Gila, demen banget gue yang model beginian. " Gumam Afta sambil tersenyum dengan mata yang terus mengikuti kemana Shyla pergi.
---
Sementara di tempat lain, terlihat seorang wanita dengan kedua tangan yang di rantai dan kepala yang menunduk merasakan sekujur tubuhnya yang teramat sangat sakit.
Dialah Sarah, putri dari keluarga yang bisa di bilang cukup berada. Hanya karena popularitas di sekolah dan seorang laki-laki dia melakukan tindakan bodoh yang justru malah berakir dengan dirinya sendiri yang menderita.
Ya, Sarah membenci Shyla bukan hanya karena Afra memutuskannya dan memilih Shyla. Tapi karena Shyla juga dengan mudahnya selalu mengalahkannya di arena balap serta kepopuleran Shyla di sekolah yang sering di perbincangkan semua orang, terutama siswa laki-laki.
Sarah benci itu! Karena sampai kapanpun, hanya dia yang bisa memiliki Afra dan hanya dia juga yang patut di puja-puja oleh semua orang. Bukan Shyla.
Dan rasa iri hati hati serta dengki itulah yang akhirnya membawa Sarah ke dalam kejamnya dunia hitam. Tapi tanpa Sarah ketahui, rupanya apa yang di alaminya beberapa hari ini tidak akan sebanding dengan amukan Agnes nanti.
Gadis itu tidak tahu, seperti apa kejamnya ibu yang anaknya sempat dia culik dan hampir dia persembahkan sebagai pemuas nafsu tiga pria tua yang kini sudah berada di jahanam.
" Dimana orangnya? ".
Sarah yang tadinya menunduk berusaha keras untuk mengangkat kepalanya saat mendengar suara seorang wanita di balik pintu hitam yang tertutup. Hingga beberapa saat kemudian, pintu itu terbuka dengan mambawa cahaya terang yang membuat kedua bola mata Sarah tertutup karena silaunya.
Sarah mengerjapkan matanya berkali-kali sampai kini pintu itu sudah kembali tertutup dengan adanya dua orang yang sudah berada tepat di depannya.
" Jadi kau, bocah ingusan yang berani mengganggu putri seorang ratu mafia. " Ucap seorang wanita yang tidak lain adalah Agnes.
" Herlambang? Sahamku hampir 87% berada di sana. Bagaimana nasib ayahmu nanti jika aku mengambil sahamku itu? " Tanya seorang pria yang sudah pasti adalah Afgan.
" Ka-kalian-, "
" Agnes Clallistiana Anfilex, "
" Afgan Afriansyah, "
" Dan kami, adalah orangtua Shyla. " Ucap Agnes dan Afgan serempak.
Kedua bola mata Sarah membulat sempurna, dia tahu siapa itu keluarga Filex dan keluarga Afrisnyah. Anfilex? Filex? Filex Alexander? Si keluarga Mafia tersohor di negaranya? Dan Afrianyah? Dia pernah mendengar jika dulu ada salah satu dari anggota keluarga Afriansyah yang sempat masuk ke dalam dunia hitam dengan mendapatkan gelar gold prince.
" Sial, aku berurusan dengan orang yang salah kali ini. " Batin Sarah.
" A-aku, "
" Selamat! Kau sudah membangunkan si ratu kejam yang sudah lama tertidur, " Potong Agnes.
" Well, kita mulai saja sekarang? " Lanjut Agnes sambil menyeringai iblis.
" Ti-tidak, arghkk!! "
_-_
Tbc!
psti dia punya rencana jahat ya thor