"Tolong lepaskan saya!" seru gadis cantik itu saat tubuhnya di seret menuju ke kamar yang sangat ingin dia hindari, salah rasanya dia telah menerima tawaran dari teman nya karena dia sangat butuh uang sekali.
"KAU! BISA DIAM ATAU TIDAK, ATAU KAU INGIN AKU PENGGAL DI SINI JUGA KEPALAMU!" teriak pemuda tampan namun sangat mematikan itu, bahkan wanita yang tadi di bentak oleh pria itu langsung diam dengan tubuh bergetar hebat.
"Tolong lepaskan saya tuan." seru gadis itu memohon.
"ck kau lupa bahwa aku sudah membeli mu dengan harga mahal." seru pria itu.
"Akan saya ganti tuan, tapi mohon lepaskan saya."
"Aku tidak butuh uang mu, karena mulai sekarang kau akan menjadi pemuas dan j*lang ku." bisik pria itu dengan begitu tegas dan dinginnya yang terdengar sangat menyeramkan.
Bagaimana kelanjutannya??
kepoin ceritanya yaaa!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25_Bebas Satu Hari
Terima kasih buat readers semuanya yang sudah menantikan setiap kelanjutan cerita author ini ya,,, jangan lupa untuk terus pantengin ceritanya biar gak ketinggalan kalau up bab terbaru.
Happy Reading!!!
🥕🥕🥕
Keesokan harinya semuanya sudah siap dan pesawat akan lepas landas, Mikaila merasa senang karena akhirnya dia bisa bertemu dengan sang ibu dan juga sang adik yang begitu dia rindukan.
Mikaila duduk santai sambil melihat ke luar jendela, walau pemandangan nya hanya awal dan langit yang terbentang luas tapi Mikaila sebegitu senang nya.
Sedangkan di sisi nya ada Dave yang masih dalam mode bekerja dengan iPad yang berada di tangannya untuk mengecek berkas yang di kirim oleh Max.
"Willy bagaimana dengan informasi yang aku suruh mencari?" tanya Dave dalam mode serius dan hal itu membuat Mikaila melihat kearah Dave yang terlihat begitu menakutkan.
"Ini bos." Willy pun memberikan iPad nya untuk di cek Dave.
Dave menyuruh para anak buah nya untuk mencari informasi tentang adik dari tuan Niko karena dia merasa begitu bertanggung jawab akan hal tersebut karena dia sudah berjanji kan membantu.
"Apakah ada petunjuk tentang kalung liontin tersebut?" tanya Dave sambil mengamati foto kalung tersebut karena yang asli nya sudah dia simpan dengan rapi.
"Setelah aku cari tahu ternyata liontin tersebut hanya ada satu di dunia bos, ini adalah pesanan khusus dari tuan Rendy untuk sang anak." ucap Willy.
Tuan Rendy adalah ayah dari tuan Niko yang sudah meninggal beberapa tahun lalu, bahkan di akhir hayatnya pun beliau masih mencari keberadaan sang anak yang belum juga ditemukan keberadaan nya.
Sekilas Mikaila melihat ke arah foto yang ada di sana, entah perasaan nya saja atau bagaimana karena itu terlihat tidak asing baginya.
"Boleh aku lihat fotonya?" ucap Mikaila yang tiba-tiba ikut penasaran dengan foto tersebut karena dia ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu.
Willy dan Dave pun terkejut karena tiba-tiba wanita di samping nya itu ingin melihat foto yang bahkan Dave yakini Mikaila tidak akan tahu.
Namun Dave tetap memberikan foto tersebut agar di lihat oleh Mikaila.
'Liontin ini! aku kayak pernah tahu tapi di mana?' tanya Mikaila bergumam dalam hatinya.
"Dave ini punya siapa?" tanya Mikaila dengan berani.
"Bukan punya siapa-siapa." jawab Dave merasa bahwa hal ini tidak perlu di ketahui oleh Mikaila.
Setelah Mikaila mendapatkan jawab seperti itu dia pun langsung diam, mungkin saja dia hanya salah lihat.
Setelah cukup lama menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di mansion juga, Dave melihat Mikaila yang terlelap pun menggendong nya ala bridal style dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.
"Segera cari tahu pemilik liontin tersebut, aku ingin besok pagi hasilnya sudah ada." sahut Dave kemudian membawa Mikaila masuk ke kamar untuk istirahat karena mereka sampai waktu malam hari.
"Kenapa perasaan ku kau tambah seksi, bahkan dada mu begitu menantang sekali." sahut Dave saat menidurkan Mikaila.
"Sepertinya aku terlalu bersemangat saat bersama dirimu hingga tubuhmu pun ikut berubah." gumam Dave lagi dengan senyum bangga kepada dirinya.
Setelah itu dia membersihkan tubuhnya baru kemudian tidur di samping Mikaila, dia membawa tubuh mungil itu ke dalam dekapannya.
Pagi harinya Mikaila terbangun dan merasakan perutnya seperti ditimpa sesuatu saat melihat ada sebuah tangan kekar memeluknya begitu erat sekali.
'Dave apakah tidak ada sedikit pun di hatimu untuk ku selain sebagai seorang pemusik untuk mu?' gumam Mikaila dalam hatinya, dia begitu takut sekali jika mengatakan hal itu langsung kepada Dave.
Dengan hati-hati Mikaila melepas kan diri dari Dave dan mulai membersihkan tubuhnya yang begitu lengket karena dia belum mandi dari kemarin malam.
Setelah dirasa sudah segar Mikaila turun ke bawah dan melihat bi Siti dan maid lainnya sedang menyiapkan sarapan untuk nya.
"Selamat pagi nona ada yang bisa saya bantu?" tanya bi Siti melihat Mikaila datang ke dapur.
"Gak ada bi, aku cuma mau ikut bantu aja gak papa kan?" tanya Mikaila, dia begitu bosan jika harus duduk diam di tempat tanpa mengerjakan sesuatu.
"Maaf nona tuan Dave menyuruh agar nona tidak menyentuh dapur, kalau nona ingin sesuatu bisa bilang ke saya atau maid lainnya." jawab bi Siti dengan sopan membuat Mikaila merasa begitu canggung.
"Knapa kau di sini? Siapa yang menyuruhmu ke dapur?!" tanya seseorang mengagetkan Mikaila.
Dia langsung melihat siapa yang berbicara ternyata Dave yang sudah rapi dengan pakaian nya tapi Mikaila merasa ada yang aneh karena Dave dengan pakaian casual nya bukan dengan jas formalnya.
"Aku bosan di kamar dan duduk terus makanya aku ke dapur siapa tahu ada yang bisa aku bantu." jawab Mikaila yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dave.
"Segera bersiap aku akan ajak kamu pergi." ucap Dave membuat Mikaila penasaran.
"Kemana kamu akan ajak aku pergi Dave?!" tanya nya begitu antusias karena memang Dave jarang sekali mengajaknya pergi.
"Bersiap saja sebelum pikiran ku berubah." jawab nya ketus kemudian meninggalkan Mikaila di sana.
Dengan terburu-buru Mikaila pun bersiap, entah kemana namun Mikaila tetap senang karena dia bisa berkeliling sebentar.
Sekarang ini Dave dan Mikaila sudah berada di mobil dengan Jonathan yang mengemudi dan max berada di sebelah kemudi.
Tak lama mereka sampai di depan rumah sakit yang begitu mikaila rindukan, dia menatap ke arah Dave dengan tatapan berbinar berharap bahwa ini bukan mimpi.
"Bersenang-senang lah dengan ibu dan adikmu selama satu hari ini, aku bebaskan kamu untuk menjenguk ibu mu tapi dengan syarat bahwa akan ada pengawal yang menjaga dirimu, jangan pernah berfikir untuk kabur atau ibu dan adikmu yang akan menjadi taruhannya." tegas Dave membuat Mikaila seneng sekaligus takut.
"Ba... Baik Dave terima kasih, aku turun dulu." pamit Mikaila namun sebelum itu Dave mencekal pergelangan tangan Mikaila membuat dia melihat ke arah Dave.
"Kenapa?" tanya Mikaila dengan polos nya.
"Kau pergi begitu saja?" tanya Dave sambil menaikkan sebelah alis nya.
"Terus?" balas Mikaila yang masih belum paham maksud Dave.
"Ck." gerutunya kemudian tanpa permisi Dave langsung melumat takut bibir Mikaila yang begitu candu sekali untuknya.
Hingga cukup lama mikaila merasakan nafasnya begitu sesak dia memukul pelan dada Dave dan barulah di lepaskan.
"Apakah kau ingin membunuhku." gumamnya kesal.
"Sudah sana pergi." ucap Dave sambil membersihkan saliva yang menempel di bibir mikaila.
Jonathan dn max hanya diam saja di depan tidak mengatakan apapun, mereka menutup telinga dari apapun yang mereka dengar, bohong jika mereka tidak dengar karena d*sahan Mikaila begitu memekik di telinga mereka berdua.
Setelah itu Mikaila keluar dengan wajah sedikit malu karena dia baru teringat akan adanya Jonathan dan juga Max di dalam mobil.
"Selalu awasi mikaila, sekarang kita ke markas." jawab Dave.
"Baik tuan."
"Baik bos."
Jawab dua orang tersebut secara bersamaan saat Dave berbicara tadi.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa follow akun author, favorit kan cerita ini, vote, like, komen dan gift nya juga boleh biar tambah semangat buat nulis nihhh....
Ditunggu ulasan dan bintang 5 nya yaaa
FOLLOW IG AUTHOR : @LALA_SYALALA13
Mantap 🌹🌹🌹🌹
Terus berkarya dan sehat selalu ✌️