NovelToon NovelToon
DEAL(Kesepakatan Klan)

DEAL(Kesepakatan Klan)

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Pria, 30 tahun. keturunan gelap dari pewaris utama klan, terpaksa menikah untuk memangkas opini keluarga tentang kehidupannya dan demi kesepakatan-kesepakatan lainnya demi menjaga kehormatan klan.

"Bagian mana dari tubuhku yang membuatmu tak pernah berselera untuk menyentuhnya," protes Dorrota sambil menanggalkan seluruh pakaiannya.

"Aku bukannya tak berselera, tapi..."

"Jadi benar kabar yang kudengar, kamu memiliki wanita lain. Ah, bukan! tapi Pria lain!"

"Aku tidak peduli apapun yang kamu pikirkan, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Ingat batasanmu!" ucap tegas Math Male meninggalkan Dorrota yang terisak dalam kemarahan dan kekecewaannya.

mampukah Dorrota mengambil hati Math Male?
ataukah Math Male akan menemukan hati yang lainnya?
.......

Hallo reader, karya ini hanya berdasarkan imajinasi author sepenuhnya. jika ada kesamaan nama tokoh, latar atau kejadian, hanya merupakan kebetulan yang tidak disengaja.
selamat membaca,
Salam, author Yoshua,
Semoga Semua Bebahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 25

Dorrota mendengus kesal, memutar manik matanya dengan malas, tetap berdiri di tempat semula. Math kembali meletakkan gelas tehnya ke atas meja, lalu berjalan menuju ke beberapa jendela, menutupnya satu per satu.

"Ap-apa yang dilakukannya? Be-benarkah dia akan melakukannya? Ah, aku harus bagaimana?" Dorrota kembali salah tingkah, ia segera berlari kecil menutup jendela lainnya.

Math menangkap bahu Dorrota, menggeleng lembut dan melemparkan senyuman tipis. "Jangan sungkan, ambil waktumu sebanyak mungkin, dan ...." Seseorang mengetuk pintu, tanpa memberikan kesempatan bagi Math untuk melanjutkan ucapannya.

Math membuka pintu, mendapati ibu tirinya berdiri dengan cemas, sepertinya sesuatu tengah terjadi. "Maafkan ibu terpaksa mengganggu waktu berharga kalian, tapi ada yang harus ibu bicarakan denganmu, Math."

Dorrota mendekat, ikut melongok dan memberi salam setelah mendengar suara Kallida. "Ada hal apa Ibu? Terjadi sesuatu pada Usstica kah?"

"Iya, Sayang, baru saja ibu melihat keadaannya, tapi ..."

"Ada apa Ibu? Mari kita ke tempat Usstica sekarang." Dorrota mendahului langkah, ikut merasa khawatir, Math dan Kallida mengikutinya.

"Entah kenapa, ibu hanya membuatkan minuman teh itu, tapi beberapa saat setelah meminumnya, Usstica merasa mual dan pusing." Kallida menjelaskan situasi sebelumnya.

Dorrota adalah putri dari Codi, dimana hampir semua orang Codi diwajibkan belajar tentang ilmu kesehatan, minimal harus mengetahui cara meramu makanan dan minuman yang bermanfaat untuk kesehatan, termasuk Dorrota. Ia bahkan mendapatkan keistimewaan karena kecerdasannya, ia diberikan ijin untuk sekolah kedokteran.

Dorrota segera memeriksa keadaan Usstica yang terbaring lemah di ranjangnya. "Ibu, mana sisa teh yang tadi diminum Usstica?" Dorrota tampak ingin memastikan hal lain.

"Karena rasanya segar, aku menghabiskannya," sahut Usstica dengan sangat lemah.

"Kalau begitu gelas bekasnya dimana?" Tanya Dorrota lagi.

"Ah, aku terlanjur mencucinya juga." Usstica memaksakan diri menjawab semua pertanyaan Dorrota dengan suaranya yang lemah.

Dorrota menghela napas, "Baiklah, akan aku lihat sendiri, semoga masih ada hal yang bisa aku temukan."

Math dan Kallida hanya bisa memperhatikan apa yang dikerjakan Dorrota.

Kallida menghampiri Putrinya yang terlihat semakin pucat, "Masih pusing, Sayang?"

"Tadi kamu baik-baik saja kan?" Math duduk di tepi ranjang Usstica.

Dorrota memeriksa sesuatu di rak peralatan pribadi Usstica. Di dalam klan Male, di setiap kamar wanita, akan ada ruangan tersendiri di sebelahnya sebagai dapur kecil yang membuat si pemilik kamar merasa bebas jika ingin membuat sesuatu untuknya secara pribadi. Di sana juga akan lengkap dengan peralatan makan pribadi, yang boleh dibeli khusus sesuai keinginan masing-masing.

"Aku menemukannya, benar gelas yang ini kan?" Dorrota kembali dari dapur dengan sebuah gelas kaca sederhana.

Math berdiri memperhatikan Dorrota. "Apa yang terjadi?" ucapnya.

"Aku rasa teh yang Ibu seduh sudah sedikit kedaluwarsa, apa Ibu tidak menyadari itu?" Dorrota tersenyum lembut. "Usstica sedang mengandung, akan aku buatkan ramuan untuk membuatnya lebih baik."

"Sebentar, aku tidak mengerti, apa itu artinya kamu menuduhku meracuni anakku sendiri?" Kallida terhenyak lalu bertanya dengan raut wajah marah dan kecewa.

"Bukan begitu, Ibu." Dorrota menghentikan langkah, kembali menghadap ibu mertuanya. "Tapi ada aroma tak sedap dari gelas ini, dan aroma itu biasanya berasal dari bekas teh yang kedaluwarsa." Dorrota menjelaskan dengan sopan dan lembut.

"Teh kami diproses dengan pengeringan sempurna, tidak mungkin sampai kedaluwarsa seperti katamu itu," Sahut Math sambil mengernyitkan dahi.

"Ah ... kepalaku semakin pusing, rasanya mual sekali," ucap lemah Usstica, memijat pelipisnya tanpa membuka mata.

Dorrota kembali memeriksa Usstica, lalu mengambil air putih hangat. "Ibu, maaf bantu Usstica untuk minum perlahan, aku akan segera membuatkan ramuan untuknya."

Dorrota bergegas kembali ke kamarnya, langkah kakinya semakin cepat, Math mengikutinya di belakang. "Kenapa mengikutiku?"

"Aku hanya ingin tahu apa yang akan kamu lakukan," jawab Math mengiringi langkah Dorrota.

Dorrota sedikit tersipu dan tersenyum kecil, "Aku hanya akan meracik minuman obat, tapi aku butuh waktu untuk merebusnya, seharusnya kamu bersama Usstica sekarang."

"Bagaimana aku bisa mempercayaimu? Kamu bahkan masuk ke dalam keluarga ini belum genap satu hari satu malam," ucap Math seraya membukakan pintu untuk Dorrota.

Dorrota semakin meleleh akan perlakuan manis Math, meskipun kalimat Math rasanya berbanding terbalik dengan hal itu. "Aku ini putri Codi, datang ke sini mempertaruhkan nama baik dan kemampuan istimewa kami, jika aku terbukti melakukan kebodohan, silahkan penggal kepalaku, Tuan Math, sang penerus."

"Ah, bagaimana pun aku tidak bisa mempercayaimu dengan mudah, aku harus melihat apa yang akan kamu kerjakan."

Dorrota kembali tersenyum manis menatap Math, "Katakan saja, kamu terkesima dengan kemampuanku kan?"

"Ap-apa?" Math sedikit tak menyangka dengan gurauan Dorrota. "Baiklah aku akan meninggalkanmu, tapi ingat, aku tidak segan-segan menyakiti wanita yang terbukti melakukan kesalahan."

...****************...

To be continue...

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku pilih met-kaktus adu jotos aja/Chuckle/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
jadi bayangin kepompong aku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
otakmu itu yg terlalu
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
nah, kalo gini sih waras
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ealahhh
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
gak. mesh udah bekasnya kaktus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kalo met met tahu si kakatus nana ninu nano nano, habis dia
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
baik apa? udah jadi teh celup gitu /Smug//Smug/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini termasuk klifhanger bukan sih?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: yg bukan lelaki cadangan itu aku kaya gak bisa menjiwai gitu.
edi juga bilang yg itu lebih seperti tokoh yang sedang bermain peran. sama sekali tidak hidup. makanya abang gak usah intip
aku aja lebih bisa ngerasain sesuatu di setelah kau jandakan
total 10 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
masa tangan laki lembut, Dor?
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
Cerita yang bikin perasaan reader campur aduk... tapi syukurlah semua berakhir dengan damai. walau sebenarnya pengen Kallida dapat hukuman yang lebih🤭 tapi memang dia juga udah berjasa merawat Math dari kecil. semoga Math Dorrota Mesh akur2 yaa,jangan nambah selir Math udah pas tuh kanan kiri wkwk 🤣 Math keren,bisa merubah aturan2 konyol hingga jadi lebih baik 😄ikut seneng juga buat Miltus Usstica,semoga selalu bahagia 🥳
Makasih juga buat bang yosh,keren novelnya, walaupun kadang2 bikin pengen demo wkwk 🤣 semangat terus bang,ditunggu karya2 selanjutnya 😄 jangan bikin yang sad ending Mulu bang hehe
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉: idih idih 🤣🤣
total 2 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
akhirnya kelar juga ya bang 🤭
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
emang paling bener Mattew meninggoy,dia nih biang kerok dari semua kericuhan ini... dibalik sikapnya yang bijaksana,dia juga penuh intrik,bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri 🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aku nggak habis pikir sama kakek Mathew, kenapa juga dia mengurung Helena,padahal tau kalo Ted cinta mati sama dia,terlalu kolot sih aturan di klan Male 🙄🙄🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kekuasaan benar2 bisa membutakan mata seseorang,bahkan sampai tega melukai keluarga sendiri /Frown/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
entah harus seneng atau sedih baca part ini, senengnya akhirnya Math bisa menerima Dorrota,tapi kok dimadu yaa /Frown//Silent/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bener tuh,semua orang punya rahasia dan kepentingan pribadi,jadi bingung mana yang harus dipercaya
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
haaiishh para lelaki ini seenaknya sendiri menjadikan perempuan jadi taruhannya,nggak like pokoknya /Hammer//Hammer//Hammer/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
sukuriin/Proud//Proud//Proud/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
karma dibayar tunai 😌
tapi masih kurang sebenarnya... masih belum sebanding sama kejahatan yang dilakukan Kallida 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!